
"Tauk ahh, Kamu makin nyebelin." menatap keluar jendela.
"Gemes banget sih, kalau lagi ngambek gini. Mau apa album, photocard atau tas branded?" tawar Vano sambil mengacak acak rambut Vanya lagi.
"Vano..." marah Vanya.
"Iya sayang, kenapa hmm?"
"Mau album ya..."
Cia elah denger kata album aja udah luluh si Vanya mah.
"Yakin album doang!" goda Vano.
"Photocard juga boleh?"
"Boleh dong, bahkan kalau kamu mau nonton konsernya juga boleh. Tapi nanti dulu setelah semua urusan ku selesai." ucap Vano yang membuat Vanya makin cinta.
"Beneran?" tanya Vanya gak percaya.
"Apa aku pernah bohong sama kamu hmm?"
"Makasih ya.." seolah lupa dengan kejahilan Vano, Vanya sekarang malah memeluk lengan Vano dan menyenderkan kepalanya di bahu Vano.
"Udah gak marah kan?" tanya Vano dan Vanya pun mengelengkan kepalanya pertanda tidak.
"Kapan kapan kalau ngambek lagi bisa dong di bujuk pakai album lagi."
"Liat nanti." jawab Vanya.
"Aku akan melakukan apapun bahkan menjadi orang terjail sekalipun akan aku lakukan agar kamu bisa pelan pelan melupakan masa lalu itu." Batin Vano sambil sebelah tangannya mengelus rambut Vanya dengan kasih sayang.
"Ya udah kamu nanti cari sendiri ya, biar nanti aku yang bayar." ujar Vano.
"Beli dua boleh?"
"Berapapun kamu mau, kamu boleh membelinya."
"Makin cinta deh."
Eemmuah.
Vanya memberikan kecupan di pipi Vano.
"Kok cuma di pipi sih, sini dong." menunjuk bibirnya.
"Kamu lagi nyetir jangan aneh aneh deh, nanti aja kalau di rumah."
"Beneran?"
"Hmm." jawab Vanya yang agak menyesali ucapannya, Vanya berdoa dalam hati semoga saja Vano nanti lupa.
"Ehh itu ada penjual ketoprak." tunjuk Vanya saat matanya menangkap ada pedagang pinggir jalan yang menjual ketoprak.
Melihat itu Vano pun menepikan mobilnya di sana.
"Kamu tunggu di sini aja ya, biar aku yang beli." ujar Vano yang di angguki Vanya.
__ADS_1
Vano pun turun untuk membeli ketoprak dua porsi di bungkus.
"Pak ketoprak nya dua di bungkus." pesan Vano pada bapak bapak penjual ketoprak.
"Baik mas silahkan di tunggu sebentar." jawab si penjual ketoprak.
Vano pun menunggu sambil duduk di bangku yang sudah di sediakan oleh penjual ketoprak.
"Ini mas kotoprak nya." memberikan kantong kresek yang berisi dua porsi ketoprak.
"Makasih pak, berapa semua?"
"Dua puluh enam ribu mas." jawab penjual ketoprak.
Vano mengambil uang lima puluh ribuan dan menyerahkannya kepada penjual ketoprak.
"Kembaliannya ambil aja pak." ucap Vano.
"Alhamdulillah, terimakasih mas, semoga rejeki masnya lancar."
"Aamiin, kalau begitu saya permisi dulu pak." Vano pun segera pergi menuju mobilnya di mana Vanya sudah menunggu Vano.
"Sayang ini ketoprak nya ..." ucapan Vano terputus karena dia melihat Vanya yang sudah tertidur pulas dengan posisi kepala yang di senderkan ke kaca jendela mobil.
"Maaf sayang kelamaan nunggu aku sampai kamu tertidur kayak gini." gumam Vano sambil membenarkan posisi tidur Vanya agar lebih nyaman.
Setelah di rasa Vanya sudah nyaman, Vano pun melajukan mobilnya lagi menuju mansion mewah miliknya.
Sampai di halaman mansion Vano turun dan membuka pintu mobil tepat di mana Vanya berada dan segera menggendong Vanya ala bridal style.
"Baik tuan." Sri pun segera melakukan perintah Vano.
Vano pun membopong tubuh Vanya ke kamar mereka, meskipun agak berat tapi gak papa lah orang istri sendiri juga. pikir Vano.
Vano meletakkan Vanya di atas ranjang dengan hati hati agar tidak menggangu tidur Vanya setelah itu di melepaskan sepatu yang Vanya pakai dan menarik selimut hingga dada Vanya.
"Tidur yang nyenyak sayang."
Cup.
Vano memberikan kecupan di kening Vanya. Setelah itu dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, meskipun tadi sudah mandi tapi Vano itu tipe tipe orang yang sangat gak suka tubuhnya lengket dikit saja. Jadi ya harus mandi biar gak lengket.
-
"Van..." pangil Vanya setelah membuka pintu ruang kerja Vano.
Ya, sekarang Vanya sudah bangun dan juga sudah membersihkan dirinya. Tapi Vanya mencari Vano ke bawah tapi tidak ada terus Vanya mencari ke ruang kerja Vano, ehh taunya ada di sana.
"Loh, kamu udah bangun." kaget Vano, pasalnya tadi dia ingin cepat cepat menyelesaikan pekerjaan agar bisa menjaga Vanya yang sedang tidur, ehh tau taunya malah orang nya sudah bangun.
"Hmm." jawab Vanya.
"Sini." pangil Vano mempersilahkan Vanya agar duduk di pangkuannya.
"Gak mau ahh, aku kan lagi kedatangan tamu." tolak Vanya memilih berdiri di samping Vano.
"Emang aku mau ngapain, orang aku cuma nyuruh kamu agar duduk di pangkuan aku kok. Hayoo...kamu pasti mikirin yang enggak enggak ya..." goda Vano.
__ADS_1
"Apaan sih, lagian biasa kamu kan gitu, kalau aku duduk di pangkuan kamu pasti ujung-ujungnya kamu minta itu." balas Vanya dengan pipi yang merah karena malu.
"Itu apa hmm..." goda Vano.
"Vano..."
"Iya sayang ku, kenapa hmm?"
"Kamu kok ngeselin sih."
"Masak sih, perasaan enggak deh."
"Tauk ahh, aku sebel sama kamu. Mana ketoprak aku tadi." tagih Vanya, karena tadi dia mencari Vano juga karena ingin makan ketoprak yang di belikan Vano tadi.
"Aku juga enggak tau, tadi aku suruh Sri yang ngambil di mobil. Bentar aku tanya ke Sri dulu." Vano bangkit dari kursi kebersamaannya.
"Ikut..." rengek Vanya.
"Ya udah ayo, mau aku gendong?" tawar Vano karena takut Vanya masih lemas, padahal mah Vano gak tahu aja kalau Vanya tadi sudah dari bawah.
"Aku tidak stroke Vano..." jawab Vanya yang membuat Vanya ketawa.
Mereka pun keluar dari ruang kerja Vano untuk mencari Sri.
Pasangan yang aneh bukan, tadi yang satu ngeselin yang satu sebel, trus barusan yang satu perhatian yang satunya lagi manja. Emang mereka berdua itu aneh banget.
-
"Gimana enak?" tanya Vano.
"Enak." jawab Vanya sambil memasukkan satu sendok ketoprak ke dalam mulutnya.
Ya, mereka sekarang sedang berada di meja makan untuk menghabiskan ketoprak yang Vano beli tadi.
"Aaaa..." Vano mau menyuapi Vanya.
"Kan sama aja sama punya ku." tolak Vanya yang tak mengerti kalau Vano ingin romantis romantisan.
"Iiih, kamu itu pura pura gak peka atau gak peka banget sih. Aku tuh mau kita suap suapan biar romantis." kesel Vano.
"Ooh gitu, bilang dong."
Hap.
Vanya menerima suapan Vano.
"Sekarang gantian kamu yang suapin aku." perintah Vano.
Vanya pun oke oke aja, dia menyendok kan ketoprak untuk Vano dan menyuapi Vano.
"Eemmm... makasih sayang.." sambil mengunyah ketoprak suapan Vanya.
"Sama sama sayang." balas Vanya yang jiwa kebucinan nya keluar.
Mereka pun makan dengan saling suap suapan hingga ketoprak keduanya habis tak tersisa.
...***...
__ADS_1