My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 70


__ADS_3

Indonesia pagi hari.


"Pagi ma." sapa Vanya menghampiri mama Fara di dapur.


"Pagi juga sayang. Kok udah bangun sih ini masih pagi loh." melihat ke arah Vanya yang berjalan menghampiri dirinya.


"Vanya mau bantuin mama masak, mama mau masak apa hari ini biar Vanya bantu."


"Ehh gak usah, kamu istirahat saja pasti capek kan kemarin habis jalan jalan dan nanti juga kita akan jalan jalan jadi kamu harus istirahat yang cukup supaya badan kamu tetap vit." ucap mama Fara.


"Vanya gak capek kok, mama tenang saja badan Vanya ini strong. Malah seharusnya itu mama yang istirahat biar Vanya saja yang masak sama bibi." keras kepala Vanya.


"Ya udah lah terserah kamu saja kalah mama kalau debat sama kamu."


"hehehe." sambil memperlihatkan barisan giginya yang rapi.


"Mau masak apa hari ini ma?" tanya Vanya.


"Mama sih mau masak capcay, tumis kangkung, sama ayam kecap. Mungkin kamu mau tambahin masak sesuatu, makanan kesukaan kamu gitu?"


"Enggak ma udah itu aja, Vanya juga suka kok."


"Seriusan kamu suka, mumpung kamu masih ada di sini jadi mama mau turutin semua kemauan kamu." menawari Vanya.


"Gak usah ma, semuanya ini juga salah satu dari banyak makanan kesukaan Vanya." Tolak Vanya dengan halus.


"Beneran gak mau?" tanya mama Fara sekali lagi.


"Iya mama ku sayang." jawab Vanya.


"MA, MAMA." Teriakkan bocah dari lantai atas membuat mereka berdua menghentikan kegiatan memasaknya. Siapa lagi pelakunya jika bukan Vino.


"MAMA." Teriak Vino lagi.


"Duh anak itu masih pagi udah teriak teriak kayak di hutan aja." ucap mama Fara yang tak habis fikir dengan tingkah anak bontotnya itu.


"Udah mama samperin Vino aja biar Vanya yang lanjutin masaknya."


"Ya udah mama ke atas dulu liat Vino."

__ADS_1


Mama Fara pun naik ke atas menuju kamar Vino.


"Ada apa Vino, pagi pagi udah teriak teriak aja gak bagus di dengar tetangga." ucap mama Fara saat masuk ke dalam kamar Vino.


"Tetangga?" tanya Vino.


"Iya lah." jawab mama Fara menghampiri Vino yang duduk di ranjang.


"Gak salah ma, emang mama punya tetangga? Perasaan satu kompleks ini cuma keluarga kita yang nempatin."


"Oh iya mama lupa, kan tanahnya udah di beli semua sama papa." sambil menimpuk jidatnya sendiri.


Vino memutar bola matanya malas, dia heran dengan keluarganya sendiri. Untuk apa coba papanya itu membeli semua rumah rumah yang satu kompleks dengannya, kan jadinya mereka gak punya tetangga apalagi Vino kan juga butuh teman main. Dasar sultan. pikir Vino.


"Loh kamu kok gak pakai seragam?" tanya mama Fara setelah menyadari bahwa anak bontotnya itu tengah memakai setelan jeans dan sweater yang melekat di tubuh Vino.


"Ngapain jalan jalan pakai seragam?" bukannya menjawab Vino malah balik bertanya.


"Jalan jalan? Emang kamu mau jalan-jalan?"


"Iya lah, Vino mau ikut mama sama kak Vanya jalan jalan." jawab Vino santai.


"Kamu tahu dari mana kalau mama sama kak Vanya jalan jalan?" tanya mama Fara, pasalnya dia tidak pernah bilang kepada anaknya yang satu ini kalau dia dan menantu kesayangan akan jalan jalan hari ini.


"Kapan?" tanya mama Fara bingung.


"Iisss kemarin itu loh waktu mama sama kak Vanya di mall."


"Hah, di mall. Tunggu tunggu, jangan bilang kamaren kamu ada di mall tanpa mama tahu." melotot ke arah Vino.


"Hehehe maaf ma, kemaren tuh Vino bosan sendirian di rumah jadi Vino memutuskan untuk menyusul mama ke mall, ehh tau taunya dengar mama hari ini mau jalan-jalan ya udah Vino sekalian belanja baju buat ikut jalan jalan." jawab Vino.


"Kamu ke mall sama siapa Vino. trus itu tadi katanya belanja, kamu belanja pakai uang siapa hmm?"


"Vino ke sana minta anterin sopir trus belanjanya ya pakai uang Vino lah, kan Vino punya black card hadiah ulang tahun Vino kemarin yang di kasih papa."sambil mengeluarkan black card dari saku celananya.


"Kok mama gak tahu kalau papa ngasih kamu black card?" tanya mama Fara, pasalnya dia tidak pernah tahu kalau suaminya itu memberikan black card pada anak bontot nya yang usianya saja baru 7 tahun lebih 3 bulan.


"Papa ngasih ini ke Vino diam diam di belakang mama, trus papa juga bilang kalau Vino jangan bilang ke mama nanti kalau Vino bilang katanya papa gak akan mama kasih jatah." jawab polos Vino tanpa berfikir bahwa dia telah mengatakan kepada mamanya yang artinya nyawa papa William sedang dalam bahaya mengancam.

__ADS_1


"PAPA." teriak mama Fara.


"Ups.. Vino keceplosan, maafin Vino pa Vino janji akan jaga black card ini dengan baik dan menyimpannya dengan aman agar tidak di ambil papa lagi." ucap Vino setelah mengetahui apa yang dia katakan kepada mamanya.


Mama Fara segera mencari nomor telepon suaminya dan segera menelfon papa William di hadapan Vino yang sedang berfikir dimana tempat yang aman buat menyembunyikan black card nya.


"Halo ma, udah kangen ya sama papa." ucap papa William saat menerima panggilan telepon dari istrinya.


"Sekarang papa jelasin sama mama, kenapa papa ngasih Vino black card?" ucap mama Fara dengan nada yang menahan amarahnya.


"Black card?" papa William pura pura tidak mengerti apa yang mama Fara maksud.


"Gak usah pura pura gak tahu mama udah tahu semuanya, anak ganteng kamu udah menceritakan semuanya sama mama."


"Vi-Vino ngomong apa sama mama, papa gak ada tuh ngasih black card sama Vino." bela papa William.


"Ohh gak ada yang ngasih ya, Vino kamu dapat black card itu dari siapa sayang?" mama Fara bertanya pada Vino yang berada di depan jendela kamarnya yang terbuka.


"Kan tadi udah Vino bilang mama, Vino di kasih papa waktu Vino ulang tahun kemarin." jawab polos Vino yang membuat papa William di sebrang sana mengumpatnya.


"Tuh denger sendiri kan anaknya ngomong apa." lanjut mama Fara lagi kepada papa William.


"Hehehe iya sayang itu sebenarnya papa gak niat mau ngasih Vino, papa tuh sebenarnya cuma menjamin Vino waktu dia mau beli es krim. Ehh ternyata kelupaan sampai sekarang belum papa ambil, Vinonya ngaku ngaku tuh ma?" kilah papa William berusaha mencari alasan.


"Mama gak mau tahu sekarang juga papa pulang kalau enggak papa tahu sendiri akibatnya."


Tut.


Mama Fara memutuskan sambungan telepon sepihak tanpa menunggu jawaban papa William lagi.


"Vino." panggil mama Fara pada Vino yang tengah pura pura fokus memilih milih sepatu yang berjejer di rak.


"Iya ma, ada apa?" tanya Vino santai, padahal hatinya lagi dag dig duk ser.


"Sekarang mama minta mana black card nya. Kamu masih kecil belum boleh pegang black card nanti kalau udah besar bakal mama kembalikan ke kamu." minta mama Fara dengan nada lembut supaya anaknya itu mau menyerahkan black card nya.


"Udah Vino buang tadi ke bawah." jawab santai Vino seolah black card itu adalah kertas mainan yang di jual belikan di sekolah.


"APA."

__ADS_1


...***...


maaf ya lama gak update. ini sebenarnya mau aku upload kemaren tapi karena terkendala dengan jaringan jadi baru aku upload hari ini🙏


__ADS_2