My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 9


__ADS_3

Pagi hari


Di kediaman Vano.


Vano sekeluarga sedang melakukan sarapan pagi sambil berbicara layaknya keluarga bahagia.


"Vino cepat sarapannya sayang kamu berangkatnya sama papa ya nanti pulangnya mama jemput."ucap mama Fara.


"Gak mau, Vino mau berangkat sama kak Vano aja naik motor."jawab Vino.


"Enak aja kamu berangkat bareng papa kakak gak mau barengan sama kamu."timpal Vano.


"Mama..."rengek Vino.


"Benar kata kakak kamu, kamu berangkat sama papa aja. Kakak kamu itu bawa motor jadi bahaya buat kamu."jawab mama Fara.


"Yah mama."jawab Vino.


"Papa Vino bolehkah berangkat naik motor sama kakak."tambah Vano kepada papanya yang sedari tadi diam.


"Terserah kamu mau berangkat sama papa atau kakak kamu asal kamu harus sekolah."jawab papa William santai.


"Papa kok gitu sih nanti kalo anak kita kenapa napa gimana."omel mama Fara.


"Gak mungkin juga Vano bawa motornya kebut kebutan dan bahayain adeknya ma. Lagian mama jangan terlalu memanjakan Vino nanti dia jadi kebiasaan."jawab papa William.


Sedangkan Vano hanya diam sambil menikmati sarapannya.


"Ya ya ya ma plis."ucap Vino sambil mengedip edip kan matanya.


"Tuh liat wajah anak bontotmu, tega kamu menolak kemauannya."ucap papa William sambil menunjuk Vino dengan dagunya.


"Vino sayangnya mama yang paling ganteng nurut ya sama mama."rayu mama Fara.


"Gak mau. Kalo Vino gak boleh pergi ke sekolah naik motor sama kak Vano ya udah Vino gak mau sekolah Vino mau bolos aja."jawab Vino sambil melipat tangannya di depan dada.


"Tuh liat dari pada anak mu gak pergi sekolah. Udah biarin aja Vino berangkat sama Vano biar dia bisa keren kayak kakaknya."ucap papa William.


"Ya udah deh Vino boleh pergi bersama kakak Vano, tapi Vano kamu bawa motornya harus hati-hati."Nyerah mama Fara.


"Hmmm."jawab Vano.


"Horee Vino mau naik motor sama kakak."ucap Vino sambil berdiri dari tempat duduknya dan mencium pipi Vano.


"Vino sayang kakak."


"Idih gak usah cium cium kali norak."ucap Vano saat Vino menciumnya, padahal mah dia fine fine aja malahan dia suka kalo Vino mencium pipinya.


"Vano..."ucap mama Fara saat melihat wajah anak bontotnya berubah masam lagi.


"Iya iya ma, maafin kakak mu yang tampan ini ya adik ku sayang."ucap Vano sambil mengusap-usap rambut Vino sampai berantakan.


"Kakak jangan rusak rambut Vino nanti Vino gak tampan lagi dan cewek cewek di sekolah Vino gak mau lagi sama Vino."ucap marah Vino karena rambutnya berantakan.


"Anak papa emang beda."ucap tiba-tiba papa William bangga akan sifat anaknya.


"Ya udah kalau gitu papa berangkat duluan, Vano jagain adek kamu nanti. Dan kamu Vino yang nurut sama kakak."


"Assalamualaikum."pamit papa William sambil mencium kening istrinya dan mengusap rambut kedua anaknya.


"Papa jangan berantakin rambut Vino."ucap Vino yang mendapat kekehan papa William.


"Iya pa nanti Vano jagain, nanti kalo Vino gak nurut aku botakin rambutnya."jawab Vano karena yang dia tahu Vino bakal marah kalo sampai rambutnya di apa apain.


"Waalaikum salam. hati hati pa."jawab mama Fara sambil mencium punggung tangan suaminya di ikuti kedua anaknya.


"Vano sama Vino juga berangkat dulu ya ma, ayo dek keburu kamu telat nanti masuknya."ucap Vano.


"Assalamualaikum."ucap Vano dan Vino sambil mencium punggung tangan mamanya.


"Waalaikum salam. hati hati jangan ngebut."Jawab mama Fara.


"Iya ma."jawab Vano.


"Dadah mama ku sayang Vino berangkat dulu jangan kangen sama Vino."pamit Vino dengan gaya pedenya yang mendapat gelengan kepala dari mamanya.

__ADS_1


Vano dan Vino keluar menuju motor Vano. Vano mendudukkan Vino di depannya karena dia gak bakal tega mendudukkan Vino di belakang.


"Dada mama."pamit Vino lagi saat motor Vano melaju menuju sekolah.


"Hati hati sayang."jawab mama Fara sambil melambaikan tangannya.


-


Sementara di posisi Vanya dia lagi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, saat di tengah tengah perjalanan tiba-tiba ada yang aneh dengan mobilnya. Vanya pun menepikan mobilnya dan turun untuk melihat apa yang terjadi, dan ternyata ban mobilnya bocor.


"Yah kenapa bocor sih mana ini jalan jarang sekali lagi ada kendaraan lewat apa lagi taksi."Monolog Vanya sambil mengambil handphonenya di dalam mobil untuk menghubungi temannya.


"Yah kok mati, aduh kenapa aku lupa mengisi baterainya sih tadi malam."


Ya ponsel Vanya mati karena kehabisan baterai.


Akhirnya Vanya memutuskan untuk tetap berada di situ sampai ada orang yang lewat dan menolongnya dengan memberikan tumpangan.


-


Di posisi Vano dan Vino, Vano menjalankan motornya dengan kecepatan sedang tapi saat masih berada di dekat rumahnya, Vano melihat ada sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan juga ada seorang cewek yang bersandar di mobil tersebut yang sangat familiar di matanya.


"Kayaknya itu Vanya, tapi kenapa dia berhenti di pinggir jalan. aku godain ah.."suara hati Vano.


"Dek kamu liat di depan ada bidadari cantik."ucap Vano pada adeknya yang ada di depan.


"Hmmm."jawab singkat Vino yang membuat Vano ngedumel sendiri.


"Jadi gini rasanya saat kita bertanya panjang lebar tapi mendapat jawab singkat. Pantesan temen temen gw suka marah."suara hati Vano yang membuatnya cekikikan sendiri.


"Kakak kenapa."tanya Vino karena heran melihat kakaknya yang cekikikan sendiri.


"Ah gak papa. Vino ayo kita goda in kakak cantik di depan itu."


"Ayo. Itu cewek kakak ya?"tanya Vano setuju.


"Bukan, tapi masih proses kamu bantu in ya."


"Siap Vino bakal bantu kakak asal kakak mau membelikan Vino camilan yang banyak."


"Beres kalo itu mah kamu tenang aja."


"Kakak cantik Vino jomblo nih. Senggol dong..."ucap tiba-tiba Vino dengan nada kayak di aplikasi yang sedang viral tersebut.


"Kakak cantik sendirian aja, kenapa mobilnya."


"Eh gak papa kok ini cuma bocor bannya."jawab Vanya.


"Oh bannya bocor, emmm... mau gak Vino antar kakak naik motor Vino bonceng."ucap Vino yang membuat Vanya tertawa bagaimana tidak Vino itu masih kecil tapi cara bicaranya udah kayak play boy cap buaya. Fix nanti kalo besar Vino bakal jadi play boy.(wkwkwk)


"Eh dek gimana kamu bonceng nya emang bisa naik motor. Kaki aja gak nyampe ketanah sok sok an mau bonceng cewek."ucap Vano.


"Iih kakak diam deh ini itu trik buat nak -nak -nak nak apa ya emmm pokoknya itu yang buat cewek klepek-klepek itu lo."


"Nakluk in cewek."jawab Vano membenarkan ucapan adiknya.


"Nah itu pokoknya. Pantesan aja kakak jomblo, emang kakaknya aja yang gak tau cara naklauin cewek."ucap salah Vino sambil mengejek kakaknya.


"Udah salah ngejek lagi."ucap Vano.


"Kakak jomblo bukan karena gak mampu ya, tapi karena kakak itu belum nemuin aja yang pas."bela Vano yang gak terima di katain adeknya.


"Halah kakak itu emang gak laku. Secarakan gantengan Vano kemana mana."


"Iya gak kakak cantik ganteng Vino kan dari pada kakak Vano."tanya Vino.


"Ooh jadi lo Vano pantesan kayak gak asing motornya."ucap Vanya saat baru menyadari bahwa yang berhenti di sampingnya sambil membonceng Vino itu adalah Vano karena Vano belum membuka helmnya jadi dia tidak mengenalinya.


"Iya gantengan kamu dari pada kakak kamu."Vanya menjawab pertanyaan Vino.


"Tuh kan Vino ini memang tampan. Pantesan cewek cewek yang ada di sekolah Vano itu klepek-klepek sama Vino."ucap pede Vino.


"Kamu jangan bohong ya orang tampan aku kemana mana. Orang seluruh dunia juga tau kalo aku orang yang paling tampan." ucap Vano yang gak terima.


"Udah udah kalian ini ribut mulu. Kalian semua tampan kok."lerai Vanya yang tidak menyadari perkataannya barusan.

__ADS_1


"Apa kamu bilang aku tampan. Emang sih Giovano Alexander William itu memang tampan."sekarang Vano lah yang kepedean karena ucapan Vanya.


"Kapan aku ngomong gitu."kilah Vanya.


"Halah udah akui saja kalo aku ini tampan gak usah malu-malu."


"Udah ah. Sini handphone kamu aku pinjam mau hubungi temen temen minta jemput."ucap Vanya mengalihkan pembicaraan.


"Ngapain udah ayo berangkat sama aku aja ini di belakang juga masih muat kok."tolak Vano saat Vanya mau meminjam handphonenya.


"Gak mau nanti kamu cari cari kesempatan lagi. Udah mana aku pinjam handphone kamu."


"Gak ada, handphone aku mati."bohong Vano.


"Ooh ya udah kamu tolong cariin aku taksi di depan sana."


"Ogah."tolak Vano.


"Kakak ayo berangkat nanti Vino telat ini."


"Ya udah ayo, kamu jadi bareng gak ini udah hampir siang loh "


"ogah. mending aku nunggu orang yang lewat aja nanti."jawab Vanya menolak ajakan Vano.


"Hati hati lo di sini tempatnya sepi, nanti kalo ada orang jahat gimana."Vano menakut nakuti Vanya.


"Udah kakak cantik bareng kita aja dari pada nanti di culik orang jahat."ucap Vino membela kakaknya.


"Bener tuh kata Vino. Di sini juga katanya banyak penjahat. Nanti kamu di culik trus di perkos...."belum selesai Vano berbicara sudah di potong Vanya.


"Stop. Oke baiklah aku bareng kalian."jawab Vanya menerima ajakan Vano dan Vanya.


"Dari tadi kek "jawab jutek Vano.


"Ikhlas gak nih."tanya Vanya.


''Kalo gw gak ikhlas ya dari tadi udah gw tinggalin lo."


"Kakak cantik ayo cepat naik nanti keburu siang."ucap Vino.


"Iya ini kakak naik."jawab Vanya.


"Bisa gak?"tanya Vano.


"Bisa. Udah ayo kita berangkat."


"Pegangan dong nanti kalo jatuh gimana mau ngebut nih gw."suruh Vano.


"Ogah."


"Ya udah."jawab Vano sambil melajukan motornya dengan kencang yang berhasil membuat Vanya pegangan erat di pinggang Vano.


"VANO."teriak Vanya sambil berpegangan erat.


Sedangkan Vano tidak menanggapinya dan hanya menampilkan senyuman di balik helm full face nya.


Mereka pun berangkat menuju sekolah Vino untuk mengantarnya dulu setelah itu mereka pergi menuju SMAN 1 Jakarta.


.....


Giovano Alexander William




Vanya Fairosa Wijaya



Alexandro Marvino William



...Hai readers makasih buat yang udah mau baca sampai sini. Gimana menurut pendapat kalian cerita ini seru atau garing....

__ADS_1


...Minta dukungan nya dengan cara like komen dan votenya ya 😁😁🙏...


Follow Ig author:@adhilla_021


__ADS_2