
Sementara itu di tempat lain Sonya tengah bingung karena mobilnya tiba tiba mogok di jalan. Mana udah malam hari lagi, tapi gak sampai situ aja keapesan Sonya. Saat dia ingin menghubungi orang untuk menjemput dirinya di situ tiba tiba ponselnya mati karena kehabisan baterai.
"Aduh gimana ini, mana jalannya jarang ada taksi lewat lagi." bingung Sonya.
Sonya mencoba itu mengecek keadaan mesin mobilnya dengan penerangan lampu jalan yang agak redup. Tapi tetap saja Sonya enggak mengerti.
"Gimana ini, apa gw harus nunggu di sini sampai ada pertolongan datang atau gimana."
Sonya pun memutuskan untuk berdiam di samping mobilnya, siapa tahu nanti ada yang bersedia menolongnya.
Satu menit, dua menit, bahkan sampai hampir satu jam Sonya berdiam diri di sana tapi tidak ada yang datang untuk menolongnya.
"Aduh gimana ini, mana udah malam lagi."
Jam menunjukkan pukul sembilan malam tapi belum ada juga seseorang yang lewat sana bersedia menolong Sonya.
"Apa gw jalan aja ya..." gumam Sonya.
"Iya deh kayaknya gw harus jalan aja, siapa tahu kan nanti di depan sana ada orang yang mau menolong gw."
Sonya pun mengambil barang-barang di dalam mobil, tak lupa pula mengunci pintu mobilnya sebelum meninggalkannya di sana.
Sonya berjalan sambil tangannya menenteng tas kecil miliknya. Sonya merasa jalanan yang dia lewati lama kelamaan makin sepi orang yang lewat, Sonya pun merasa agak ketakutan. Karena bagaimanapun dia juga cewek.
"Kok gw jadi takut ya..." memperhatikan sekitar yang sepi.
"Halo neng cantik."
"Aaa.." kaget Sonya karena tiba-tiba ada beberapa orang laki laki yang berjumlah 5 orang, yang keluar dari kegelapan.
"Gak usah takut neng, kita orang baik kok. Ya gak?" bertanya pada temannya.
"Yoi." jawab temannya yang lain.
"Neng nya sendiri aja malam malam gini, emang mau ke mana?" tanya salah satu dari mereka sambil pelan-pelan mendekati Sonya.
"Jangan dekat dekat." ucap Sonya pada orang itu.
"Cantik cantik kok galak sih, niat kita baik loh, neng ikut kita aja yuk. Nanti kita antar pulang, tapi neng harus puasin kita kita dulu." ucap laki laki yang lainnya.
"Kalian mau apa?" tanya Sonya tetap berusaha tidak takut meskipun jantung sudah dag dig dug ser.
"Kita gak mau apa apa kok, kita cuma mau neng nya aja buat puasin kita." ucap laki laki tadi lagi.
"Stop jangan mendekat, atau gw telfonin pacar gw biar kalian di hajar." ancam Sonya.
"Aduh aku atut... Tapi boong."
__ADS_1
Hahahaha...
Para laki-laki atau bisa di sebut preman itu pun tertawa.
"Sini dong neng jangan jauh jauh, kita gak bakal gigit kok." mau meraih tangan Sonya.
"Jangan pegang tangan gw." bantah Sonya.
"Dah lah bos kelamaan, langsung sikat aja."
Mendengar itu Sonya pun semakin panik, Sonya berharap ada seseorang yang mau membantunya untuk terlepas dari para preman itu.
"Siapa pun nolong aku, kalau cewek nanti bakal aku jadikan saudara, tapi kalau cowok bakal aku jadikan suami." Batin Sonya yang entah asal ngucap saja atau beneran.
"Lepasin, TOLONG TOLONG, SIAPAPUN TOLONG..." teriak Sonya karena tangannya di cengkaram oleh dua orang preman.
-
Sementara di tempat lain, Galang tengah mengendarai mobilnya sambil bernyanyi nyanyi ria mengikuti alunan musik yang dia putar.
"Iwak peyek, iwak peyek, iwak peyek sego jagung, sampek tuek, sampek tuek,sampek nenek...." Galang terus bernyanyi mengikuti alunan lagu dangdut dari trio macan itu.
Saat melewati jalanan yang sepi dia melihat ada beberapa orang yang tengah memaksa seorang wanita.
"Wah gak bisa di biarin nih." ujar Galang dan segera menghentikan mobilnya di samping orang orang tadi.
Para preman itu pun menghentikan langkah mereka yang akan membawa Sonya ke tempat sepi.
"Galang / Sonya" ucap Sonya dan Galang saat pandangan mereka bertemu.
"Woy lepasin pacar gw." lanjut Galang setelah mengetahui bahwa itu Sonya.
"Ooh jadi ini pacarnya, kita pinjam sebentar ceweknya nanti kita balikin lagi." ucap bos dari preman itu yang sedari tadi diam.
"Breng**k." umpat Galang dan...
Bug.
Galang menendang perut orang yang tangannya memegangi Sonya hingga tangan Sonya terlepas.
Melihat Galang yang beraksi untuk menolongnya, Sonya pun memanfaatkan kesempatan itu untuk terlepas dari orang yang memeganginya yang tinggal satu lagi.
"Kiiyaaa..." teriak kesakitan orang memegangi tangannya Sonya satunya lagi karena Sonya menginjak kaki preman itu dengan high heels yang dia kenakan, Tak sampai situ saja, Sonya juga menendang bagian bawah pusar preman itu.
"Lo gak papa kan?" tanya Galang khawatir setelah Sonya berada di sampingnya.
"Iya gw gak papa kok." jawab Sonya.
__ADS_1
"Oooh, ada yang mau jadi pahlawan nih." ucap bos preman.
"Kalau kalian bukan banci lawan gw, jangan cewek gw." ucap Galang yang membuat degupan di jantung Sonya meningkat.
"Wah nantangin nih, kalau kita menag cewek lo buat gw."
"Ambillah jika kalian mampu."
Ucapan Galang membuat mata Sonya melotot, seperti akan lompat dari tempatnya.
"Sembarang nih anak, enak aja gw udah lepas gini mau di balikin lagi." batin Sonya menggerutu.
"Kalian semua, serang dia."
"Lo masuk ke mobil gw." perintah Galang yang langsung di lakukan oleh Sonya.
Bug bug bug.
Pertarungan pun di mulai dengan satu lawan lima. Di mana Galang sendirian dan lima preman yang mengeroyok Galang.
Dengan lincah Galang Menghindar dari pukulan preman preman itu, dan Galang pun memberikan tendangan ke perut dan juga lutut mereka satu persatu dan tak tertinggal pula pukulan yang Galang berikan pada wajah para preman itu.
Bug bug krak.
Galang terus melawan mereka dengan fokus agar tidak terkena pukulan dari mereka. Hingga hanya tersisa bos preman saja yang masih berdiri di hadapan Galang.
"Mau gw buat kayak mereka juga, atau lo mau langsung ke neraka aja." ucap Galang di tengah pertarungannya.
"Banyak bac*t lo."
"Galang awas..." Teriak Sonya dari dalam mobil yang melihat Galang akan di pukul.
Bug.
Bos preman itu memberikan pukulan dan tepat mengenai wajah Galang hingga biru.
"Sial*n wajah gw." umpat Galang.
Bug bug kretek.
Galang memukul preman itu membabi buta dan tak lupa dia mematahkan lutut bos preman itu sehingga bos preman itu berlutut di hadapan Galang.
"Ini belum seberapa dengan apa yang lo lakuin ke cewek gw." ucap Galang yang akan menambahkan pukulannya lagi.
"Galang stop." teriak Sonya keluar dari mobil.
Galang menoleh ke Sonya yang berlari menghampiri dirinya.
__ADS_1
...***...