
"Dasar bocah piyik." Vano mengumpati Vino.
"Kenapa? Benarkan apa yang Vino bilang itu?" sinis Vanya.
"Iiiss enggak loh yank, kamu itu jangan percaya sama omongan Vino, kamu tahu sendiri kan gimana anak itu yang selalu buat kepala ku pusing." jelas Vano.
"Tapi meskipun begitu Vino itu masih kecil, jadi dia gak mungkin bohong kalau soal begituan." kekeh Vanya yang sudah termakan omongan Vino.
"Ya udah sini kalau kamu gak percaya aku telfonin mama, kita tanya ke Vino langsung." Vano pun langsung mengambil ponselnya yang berada dalam saku celananya dan segera menghubungi nomor mama Fara.
'Assalamualaikum ma.' sapa Vano saat panggilan sudah tersambung.
Tanpa sadar Vanya mendekatkan tubuhnya menempel pada Vano untuk menguping pembicaraan mereka.
'Waalaikum salam Van, ada apa kamu telfon mama?' balas mama Fara.
'Vino nya ada gak ma, aku mau tanya sesuatu sama Vino.' tanya Vano.
'Mama jawab aja kalau Vino gak ada.' terdengar suara lirih anak kecil dari sebrang sana yang Vano yakini itu adalah Vino.
'Katanya gak ada Van.' jawab mama Fara.
'Iiss mama kok bilang gitu sih, kan jadi ketahuan Vino nya.' omel Vino dari sebrang sana pada mama Fara.
' Vino kakak mau bicara sama kamu.' tegas Vano, kalau gak di tegasi tuh anak gak akan kapok.
'Nih kak Vano mau ngomong sama kamu, mama ke atas dulu. Nanti setelah selesai kamu bawain handphone mama ke atas. Van mama ke atas dulu ya.'
'Iya ma.'
'Iiss mama ini.' decak Vino.
'Vino kakak mau ngomong sama kamu, kamu bilang apa sama kak Vanya tentang kakak?' tanya Vano.
'Gak ada, Vino gak bilang apa apa kok.' Kilah Vino.
'Kok kamu bohong, tadi kamu bilang sama kak Vanya kalau kak Vano pelukan di taman sama cewek. Kamu bohong ya sama kakak.' sahut Vanya yang sedari tadi diam.
'Mampu* ketahuan deh Vino.' gumam Vino dari sebrang sana tapi dapat di dengar oleh Vano dan Vanya.
'Tuh kan yank, aku tuh beneran gak selingkuh. Vino aja yang mengada gada.' ucap Vano.
'Enggak kok Vino gak bohong, kak Vano tadi emang pelukan sama cewek. Buktinya di baju kak Vano ada bekas lipstik cewek.'
__ADS_1
'Iya juga ya, kalau bukan punya cewek siapa lagi coba, masak cowok pakai lipstik.' ucap Vanya.
'Ya Allah beneran yank aku gak selingkuh, Vino tuh bohong, kalau kamu masih gak percaya aku sambungin ke kak Farrel nih.' Vano pun segera melakukan panggilan telepon grup dengan Vino dan Farrel.
'Ada apa Van?' tanya Farrel setelah mengangkat panggilan dari Vano.
'Kak gw gak selingkuh kan tadi di taman.' ucap Vano.
'Maksud Lo?' bingung Farrel lantaran Vano tiba tiba bertanya begitu, sedangkan mereka tadi di taman hanya lari saja.
'Nih si bocil ngadu ke istri gw, katanya tadi gw pelukan sama cewek di taman. Lo tau sendiri kan gw tadi di taman cuma lari doang.' jelas Vano.
'Pelukan sama cewek, mana ada Vino bohong tuh.' Farrel membenarkan ucapan Vano.
"Tuh yank dengerin." Vano berbicara sama Vanya.
'Kakak jangan belain Vano ya, orang sudah ada buktinya kok di baju Vano ada bekas lipstik sama bau parfum cewek.' ucap Vanya ngegas.
'Lipstik kamu kali, orang dari tadi kita di taman gak ada deket dekat sama cewek kok.' Farrel membela Vano lagi.
'Mana ada lipstik aku tuh gak merah menyala gitu ya.' Vanya berdebat dengan kakaknya.
Sedangkan yang berbuat ulah tengah asik memakan snack sambil mendengarkan perdebatan.
'Tunggu deh, kok kayak ada yang aneh.' ucap Farrel, dia jadi teringat sesuatu.
'Dari Vino lah, dan ternyata benar apa yang Vino bilang. Udah deh kakak gak usah belain Vano, udah ada buktinya juga.'
'Loh gak bisa gitu dong yank, aku itu gak pernah selingkuh dari kamu.' ngegas Vano lantaran terus menerus di tuduh selingkuh.
'Kok kakak jadi ingat waktu mau ke kamar kalian tadi kakak ketemu Vino keluar dari kamar kalian, bibir Vino juga warnanya merah menyala gitu.' ingat Farrel tentang momen bertemu Vino tadi.
'Aduh tamat riwayat vino.' gumam Vino.
'Iya mama Vino ke atas, kak Vino matiin dulu ya udah di pangil mama.'
Tut.
'Vin, Vin, VINO jangan kabur kamu.' pangil Vano.
'Yah kabur tuh anak.'
'Udah kamu percaya aja sama Vano, dia itu gak selingkuh. Kamu di bohongi sama Vino. Kakak yakin itu semua rencana Vino, bahkan bukti yang ada di baju Vano itu juga pasti ulah Vino.' ucap Farrel panjang lebar agar adiknya tidak menuduh Vano lagi.
__ADS_1
'Tapi kan...'
'Udah ya kakak tutup dulu, kakak masih ada kerjaan. Babay princess nya kakak, eemmmuah.' Farrel memotong omongan Vanya dan segera pamit di akhiri dengan kecupan.
Tut.
"Yah kok di matiin sih, padahal Vanya masih mau tanya sesuatu." ucap Vanya sambil cemberut.
Vanya diam sebelum menyadari ada sesuatu yang aneh, Vanya menoleh ke Vano dan dia melihat raut wajah Vano yang ahhh... gak bisa di jelaskan pokoknya yang bikin Vanya merinding.
"Mau kemana hmm." tahan Vano saat Vanya akan berdiri dari pangkuannya.
"Eemmm itu, aku mau ke kamar mandi." alasan Vanya.
"Mau ke kamar mandi, atau mau kabur hmm." tanya Vano yang membuat Vanya merinding.
"Ma-u ke kam... emmmhh." ucapan Vanya terpotong oleh ciuman Vano yang tiba tiba.
"Mau kabur kemana kamu, setelah nuduh aku selingkuh." ucap Vano setelah melepaskan bibir Vanya.
"Ya, ya aku kan gak tahu, jangan salahin aku dong, salahkan saja Vino."
"Ya tapi kamu tadi percaya kan."
"Tapi kan aku..."
"Gak ada tapi tapian, pokoknya kamu harus di hukum. Tamunya sudah selesai kan?" tanya Vano dengan menatap mata Vanya intens yang membuat Vanya terhipnotis.
Tanpa sadar Vanya menganggukkan kepalanya, melihat itu Vano pun tersenyum senang.
Cup.
Satu kecupan Vano berikan pada Vanya yang membuat Vanya sadar dari lamunannya.
"Saatnya bermain baby." ucap Vano.
"Ehh." kaget Vanya lantaran Vano tiba tiba mengangkat tubuhnya, karena takut terjatuh Vanya pun mengalungkan tangannya di leher Vano.
Vano membawa Vanya menuju ranjang big size yang ada di kamar mereka dan menurunkan Vanya dengan hati hati di ranjang itu.
"Hukuman mu akan di mulai baby, nikmatilah." bisik Vano pada Vanya yang berada di bawah kukungannya yang membuat darah Vanya berdesir.
Dan mereka pun melakukan apa yang biasa suami istri lakukan hingga mereka tertidur karena kelelahan.
__ADS_1
...***...
Aku mau ngucapin terima kasih banyak buat yang udah ngasih vote juga hadiah buat novel ini. Lop lop buat kalian semua yang udah setia baca cerita ini sampai sini🥰🥰🥰🥰😘