My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 219


__ADS_3

"Sini naik." perintah Vano berjongkok di depan Vanya.


"Mau ngapain?" bingung Vanya.


"Udah ayo naik aja, kamu pasti udah capek kan?"


Dengan senang hati Vanya menerima permintaan Vano, toh memang benar kakinya sudah terasa pegal.


"Kamu juga mau?" tanya Farrel pada Fira.


Fira pun menyengir saja dan Farrel pun mengerti kalau itu berarti mau.


Fira naik di punggung Farrel sama seperti Vanya yang naik di punggung Vano.


"Kita balapan yuk." ajak Vanya.


"Nanti siapa yang sampai di mobil duluan dia pemenangnya." lanjut Vanya.


"Boleh, ayo siapa takut." setuju Farrel.


"Aku hitung sampai tiga, baru kita mulai."


"Satu, dua, ti...ga...." hitung Vanya.


"Ayo byy semangat." ujar Fira memberikan semangat pada Farrel.


"Ayo Van, kamu pasti bisa. Kalau kamu yang menang nanti hadiahnya aku tambahin." ujar Vanya memberikan semangat pada Vano.


Vano dan Farrel pun mengeluarkan seluruh tenaganya agar bisa mengalahkan satu sama lain. Untung lah tubuh Fira dan Vanya tidak terlalu gemuk walaupun sekarang Vanya sudah isi tapi tubuhnya belum terlalu melar, jadi mereka berdua masih kuat.


"Ayo Van dikit lagi." seru Vanya saat dirinya dan Vano memimpin pertandingan.


"Ayo dong byy, masak iya kamu kalah sama Vano." ujar Fira karena mereka berdua tertinggal di belakang.


"Kamu pegangan yang kuat, aku akan susul mereka." balas Farrel.


Farrel pun mempercepat larinya hingga sekarang posisi mereka seimbang.


"Ayo ayo ayo ayo." sorak Fira dan juga Vanya.


Dikit lagi mereka sampai dan...


"Aduh." keluh Vanya karena Vano terjatuh dan membuat Vanya juga jatuh.


"Astaga kalian gak papa?" panik Farrel dan Fira membantu Vanya dan Vano berdiri.


"Kamu gak papa kan yank, perut kamu juga gak papa kan?" khawatir Vano pada Vanya, pasalnya sekarang Vanya tengah hamil muda.

__ADS_1


"Iya aku gak papa." jawab Vanya.


"Beneran?" tanya Vano lagi.


"Iya Vano sayang... kamu gak usah khawatir."


"Syukurlah kalau gitu, aku takut terjadi sesuatu sama kamu. Maafin aku ya yang tidak hati hati jalannya." ucap Vano.


"Iya gak papa, kaki kamu gimana?" tanya Vanya.


"Gak papa, cuma keseleo aja dikit." jawab Vano.


"Udah lah byy, kita pergi aja. Mereka berdua gak membutuhkan kita." ujar Fira membuat Vano dan Vanya tersadar.


"Ehh sorry, kita gak bermaksud buat abaikan kalian." ujar Vanya tidak enak.


"Iya gak papa, santai aja kali Van." balas Fira.


"Kalian beneran gak papa kan?" tanya Fira lagi.


"Iya kita gak papa kok." balas Vanya.


"Kaki lo aman kan Van?" tanya Farrel pada Vano.


"Gak tahu nih, palingan besok pincang kalau buat jalan." jawab Vano.


Tadi kata Vano tidak apa apa, ehh sekarang malah katanya bakal pincang kalau buat jalan kan aneh.


"Udah gak usah kita kembali ke hotel aja, nanti kasih obat urut juga bakalan mendingan." tolak Vano.


"Lo beneran gak mau ke dokter?" tanya Farrel.


"Iya kak. Udah yuk kita pulang, tapi sorry gw gak bisa gantian nyetir."


"Iya gak papa biar gw lagi aja yang nyetir. Ya udah yuk kita pulang."


"Kak nanti mampir di apotek bentar ya mau beli minyak urut." pinta Vanya.


"Oke."


Mereka pun pulang di perjalanan Farrel menghentikan mobilnya dan keluar buat membeli minyak urut di apotek. Awalnya Vanya yang akan keluar, tapi Farrel mencegahnya. Akhirnya Farrel lah yang keluar.


-


Sampai di parkiran hotel, Vano sudah susah buat berjalan akhirnya dia di papah oleh Farrel buat masuk ke dalam kamar. Sampai di kamar Vanya segera mencucikan kaki Vano sebelum dia olesi minyak urut.


Farrel dan Fira pun pamit pergi ke kamar mereka setelah memastikan Vanya bisa melakukan semuanya.

__ADS_1


"Aku olesi aja ya Van, gak aku urut. Soalnya aku takut malah salah urut dan itu bisa bahaya." ujar Vanya pada Vano yang tengah berbaring di atas ranjang.


"Iya kamu olesi aja, lagian aku mana tahan nanti sakitnya bila di urut." balas Vano.


Dengan pelan Vanya pun mengoleskan minyak urut pada pergelangan kaki Vano yang mulai membengkak.


"Kamu yakin gak mau ke rumah sakit aja, nanti kalau makin parah gimana." ucap Vanya setelah selesai mengolesi kaki Vano dengan minyak urut secara merata.


"Iya sayang aku gak papa, udah kamu gak perlu khawatir ya. Besok palingan juga udah mendingan." balas Vano.


"Tapi kalau makin parah gimana?" takut Vanya.


"Kalau makin parah ya kita cari tukang urut." balas Vano santai.


"Iiihh kamu nih, aku serius. Lagian mana ada di sini tulang urut." mencubit perut Vano.


"Auw sakit yank, kamu mau aku gak bisa jalan beneran. Ini aku lagi sakit loh, kok malah di cubitin sih."


"Hehehe maaf, habisnya kamu ngeselin sih."


"Biar gak tegang tegang amat yank." balas Vano.


Setelah itu Vanya juga membantu Vano berganti baju, kali ini Vano tidak mandi toh juga udara di sini sangat dingin gak kayak di Jakarta. Setelah Vano selesai sekarang gantian Vanya yang berganti pakaian dan setelah itu dia tidur di samping Vano.


-


Sementara di tempat lain, seseorang tengah menyiapkan semua anak buahnya untuk melancarkan aksinya menculik Vano atau pun menyelakai Vano.


"Kalian sudah siap?" tanya mister X pada seluruh anak buahnya yang jumlahnya lebih dari seratus orang.


"Sudah king." jawab mereka semua tegas.


"Bagus, saya sudah merentas cctv di seluruh dan di sekitar hotel tempat mereka menginap. Besok kalian silahkan berpencar di sana untuk berjaga jaga. Terutama bagian tempat parkir, pasti mereka besok akan ke sana untuk mengambil mobil." jelas mister X pada seluruh anak buahnya.


"Baik king."


"Ya sudah kalian bisa kembali ke tempat kalian, persiapkan diri kalian untuk besok."


Setelah mengucapkan itu mister X pergi meninggalkan tempat yang dia gunakan untuk berkumpul bersama anak buahnya. Mister X pergi menuju kamarnya yang lokasinya di hotel yang sama dengan Vano.


"Permainan akan segera di mulai, persiapkan dirimu Wil." gumam mister X menatap foto papa William yang sudah penuh dengan anak panah yang menancap.


"Aku akan membuatmu merasa apa yang aku rasakan dulu saat dirimu mengambil Fara dari genggaman ku."


"Setelah anak sulungmu aku abisin, tinggal dirimu yang bakal aku habisi. Setelah itu akan aku bermainkan anak bungsu mu yang tidak mengerti apa apa itu agar membenci keluarganya. Dan habis itu aku ambil Fara kembali dalam genggaman ku." ucap mister X.


Dia tidak tahu aja gimana Vino kalau menjatuhkan mental seseorang. Pasti Vino gak bakal terima di bilang gak ngerti apa apa.

__ADS_1


...***...


__ADS_2