
"Halo brother."sapa seseorang pada Vano yang tengah duduk santai di sofa kamarnya.
Vano menengok ke belakang melihat siapa yang masuk kamarnya tanpa izin, tapi saat sudah mengetahui siapa orang itu Vano langsung tersenyum dan beranjak menghampiri orang itu.
"Hai, apa kabar lo?" sapa balik Vano sambil berpelukan ala orang laki-laki.
"Kabar gw baik, kalau lo?"
"Gw juga baik. Ehh udah lama kita gak ketemu, emang lo gak kangen sama gw?"
"Kangen sih gak ya, cuma kayak ada rasa yang gak bisa di ungkapkan gitu." jawab orang itu.
"Cih, udah bilang saja jangan gengsi."
"Hahaha... Ya kangen lah Van, lo itu pakek tanya segala."
"Lo tahu gak Luc waktu gw pisah sama lo dulu tuh gw nangis terus setiap hari minta di anterin ke sini ketemu Lo, tapi lama kelamaan gw udah gak nangis lagi." ucap Vano sambil mempersilahkan Lucas untuk duduk.
Ya, orang yang masuk ke kamar Vano tanpa izin itu adalah Lucas. Teman masa kecil Vano saat dia tinggal di Italia dulu.
"Ehh btw kata bokap gw lo udah nikah, emang beneran?" tanya Lucas penasaran.
"Iya gw udah nikah." jawab Vano sambil menerawang jauh bagaimana nasib pernikahannya nanti setelah lulus SMA.
"Wah cewek mana nih yang bisa menaklukkan seorang Geovano cowok yang dingin dan secuek bebek."
"Bukan naklukin gw sih, lebih tepatnya kita di jodohin." jawab Vano.
"Oooh di jodohin ternyata, tapi ceweknya cantik kan?" tanya Lucas penasaran.
"Cantik." satu kata yang keluar dari bibir Vano sambil tersenyum memikirkan kecantikan Vanya yang tidak manusiawi.
"Kalau lo udah bilang cantik sambil senyum-senyum kayak gitu sih fix tuh cewek emang cantik." pendapat Lucas saat melihat senyum Vano yang jarang Vano perlihatkan di depan orang orang.
"Dia cantik dan juga baik, tapi kadang dia ngeselin banget. Apalagi waktu di sekolah." curhat Vano.
"Oooh dia temen sekolah Lo?" tanya Lucas lagi setelah mendengar penjelasan Vano.
"Teman seangkatan sih karena dia gak sekelas sama gw. Tapi lebih tepatnya dia itu ketua organisasi siswa yang amat sangat menjengkelkan dan suka sekali menghukum murid yang lain salah satunya gw." jawab Vano menjelaskan.
"Ppfftt.." Lucas berusaha menahan tawanya agar tidak keluar.
Vano menatap Lucas dengan tajam karena sudah menertawakannya.
"Ppfftt... hahaha..."Lucas sudah tidak bisa lagi menahan tawanya melihat ekspresi Vano yang seperti itu.
__ADS_1
"Napa lo ketawa? Ada yang lucu?" tanya Vano sok cool. Tapi emang cool sih😂.
"Enggak enggak, aduh perut gw jadi kaku liat tatapan jatam punya lo yang udah lama gak gw liat."jelas Lucas. Karena bagi Lucas itu adalah ekspresi yang mengemaskan Vano saat kecil dulu, tapi sekarang ekspresi itu rumayan mengerikan jadi dia teringat kisah kisah mereka dulu.
"Ehh tapi seriusan lo di hukum sama istri lo waktu di sekolah?" tanya Lucas kembali ke mode serius.
"Hmm, bahkan dulu sebelum jadi istri gw juga udah sering hukum gw. Dan sekarang setelah jadi istri malah makin menjadi."
Prok prok prok
Tepukan tangan Lucas.
Vano mengernyitkan dahinya bingung. kenapa Lucas tepuk tangan, apakah ada yang jadi juara atau apa? pikir Vano.
"Hebat tuh cewek, gw acungin jempol dah buat istri lo yang udah berani menghukum seorang Geovano Alexander William seorang anak keturunan mafia dan anak orang kaya se Asia." jelas Lucas yang mengerti kebingungan Vano tentang dia yang bertepuk tangan.
"Dahlah ngapain ngomongin dia sih." ucap Vano agar Lucas tidak banyak bertanya lagi, dia takut nanti akan keceplosan tentang rencana perpisahan setelah lulus sekolah nanti.
"Emang kenapa, kangen ya..." goda Lucas.
"Dih apaan, siapa juga yang kangen. Udah sekarang gw balik tanya lo udah ada cewek belum?" Vano mencoba mengalihkan pembicaraan tentang kehidupannya.
"Cewek, apa itu cewek?" tanya Lucas sok gak tahu.
"Cih, sok gak tahu padahal tiap malam ceweknya ganti."
"Heh dodol. Kalau lo mau nyebutin inisial ngapain lo sebutin hurufnya semua."
"Serah gw lah mulut mulut gw ngapain lo yang sewot. Ehh dodol bukannya makanan dari Indonesia ya?"
"Iya, udah sekarang lo jawab pertanyaan gw tadi. Lo udah ada cewek?" Tanya Vano lagi yang meles meladeni ucapan Lucas.
"Kan udah gw bilang tadi, gw males berurusan sama cewek ribet."
"Seriusan?"
"Iya Vano..." jawab Lucas greget lantaran Vano terus saja bertanya padahal sudah dia jawab tadi.
Tok tok tok.
"Tuan Vano sama tuan Lucas di tunggu di markas belakang sekarang." ucap seseorang yang sepertinya salah satu bodyguard yang di suruh papa William.
"Iya nanti kita ke sana." jawab Lucas sambil berteriak.
"Dah yok kita ke markas, udah gatel tangan gw pengen cobain senjata senjata." ajak Vano sambil ******* ***** tangan nya seolah siap memukul seseorang.
__ADS_1
"Yok gw juga udah gak sabar."
Mereka pun pergi ke markas yang berada di belakang mansion.
-
"Halo ma." sapa Vanya saat mengangkat telepon dari mama Vani.
"Halo saya gimana kabar kamu?" tanya mama Vani basa basi.
"Alhamdulillah kabar Vanya baik, kalau mama gimana?" tanya balik Vanya.
"Kabar mama juga baik. Oh iya mama dengar kamu menang olimpiade nya sayang."
"Iya ma Alhamdulillah Vanya yang menang." jawab Vanya.
"Sesuai janji papa , katanya papa akan tepati janjinya. Tadi papa suruh mama tanya ke kamu karena papa lagi ada kerjaan. Kapan kamu siap ketemu Dia?" tanya mama Vani.
"Vanya belum tahu ma, karena kan Vanya lagi ada di rumah mama Fara jadi mungkin nanti Vanya izin dulu sama Vano dan mama Fara kalau mau pergi."
"Harus dong, kamu harus izin sama suami kemanapun kamu pergi."
"Iya ma, lagian juga mama Fara kayak masih mau ajak Vanya jalan jalan jadi kalau sekarang Vanya masih belum bisa buat ketemu Dia."
"Ya udah nanti kalau kamu sudah siap kamu hubungi mama atau papa ya."
"Iya ma."
"Ya udah mama tutup dulu, mama titip salam buat besan mama ya."
"Iya ma."
Tut.
Sambungan diputus oleh orang yang berada di sebrang sana yang tak lain adalah mama Vani.
"Hufft. Telfon kirain mau ngucapin selamat kerena anaknya menang ehh taunya..." gumam Vanya yang tidak dia lanjutkan lagi.
Vanya pun keluar dari dalam mobil untuk segera masuk ke dalam rumah mertuanya. Ya sedari telfonan tadi Vanya berada di halaman rumah mertuanya,f lebih tepatnya tadi saat Vanya pulang dari sekolah dan akan turun dari mobil tiba-tiba handphonenya berbunyi jadi dia memutuskan untuk mengangkat telfon dulu di dalam mobil.
...***...
Insyaallah nanti aku lanjut ya kalau sempat ngetik 😁
btw yang ingin tahu dengan visual Lucas ntar aku share ya.
__ADS_1
Oh iya kan hari Senin kemarin pasti dapat poin buat vote kan satu. aku boleh minta gak biar semangat gitu nulisnya 😂😂🙏