
Mereka berdua sampai di sekolah, dan secara kebetulan barengan sama Rangga, Galang, Sonya dan Sisil.
"Lo kok tumben sih Van baru sampai?" tanya Sonya.
"Tadi ada urusan jadi kesiangan deh." jawab Vanya.
"Ooh gitu."
"Ya udah yuk kita masuk." ajak Vanya dan di angguki yang lain.
Seperti biasa Vano pergi mengantar Vanya ke kelasnya, setelah itu baru dia pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.
"Lo mau ke mana Van?" tanya Galang sambil mengikuti langkah Vano.
"Mau ke kantin, laper gw belum sarapan." jawab Vano.
"Tumben." sahut Rangga.
"Udah jangan banyak tanya, kalian mau ikut makan juga gak. Gw traktir deh."
"Ya ikutlah, ya kali kita nolak rejeki. Ya gak Lang?" tanya pada Galang.
"Yoi." balas Galang.
Mereka pun pergi ke kantin untuk sarapan setelah itu mereka pergi ke kelas. Jangan harap Vano akan bolos sekolah, itu tidak akan pernah terjadi lagi. Karena kalau sampai dia bolos, bisa hancur nih dunia.
-
"Ser lo ajak anak anak OSIS yang lain kumpul, kita akan rapat agenda Porseni tahun ini." ucap Vanya pada Sera sekertaris OSIS yang kebetulan hari ini yang menemani Vanya jaga di depan gerbang.
"Baik Van." jawab Sera.
Sera pun segera menginformasikan hal tersebut di grup chat OSIS agar semua anggota OSIS bisa berkumpul di jam pertama pelajaran hari ini.
"Gimana udah kan?" tanya Vanya.
"Udah, bentar lagi mereka akan kumpul." jawab Sera.
"Ya udah yuk kita ke sana." ajak Vanya karena gerbang sekolah juga sudah di tutup.
"Yuk."
Mereka berjalan bersama menuju ruangan yang di khususkan buat para anggota OSIS saja.
Sampai di sana ternyata semua sudah berkumpul.
__ADS_1
"Maaf kita telat." ucap Vanya merasa tidak enak.
"Iya gak papa kali Van, kita ngerti kok. Kalian berdua kan habis jaga di gerbang." ucap salah satu anggota OSIS perempuan.
"Oke kalau gitu langsung saja kita mulai rapatnya." ucap Vanya dengan nada yang tegas.
"Saya mulai dari manfaat Porseni itu sendiri bagi kehidupan yang akan mendatang nanti. Jadi secara umum manfaat pendidikan pekan Olahraga dan seni (Biasa kita sebut dengan Porseni) bagi peserta didik adalah untuk membentuk potensi diri dan kebersamaan setiap individu dalam melakukan suatu kegiatan yang bersifat positif."
"Dan harapan kita nantinya agar setelah kegiatan ini berlangsung para siswa dan siswi dapat terus mengembangkan kreativitasnya dan semangat juang serta rasa solidaritas yang tinggi."
"Kurang lebihnya seperti itu, apakah ada yang perlu di tanyakan?" tanya Vanya setelah menjelaskan panjang kali lebar.
"Kegiatan itu kapan di laksanakan nya?" tanya salah satu dari mereka.
"Kalau soal kapan dan apa saja yang akan di ikut kan dalam Porseni nanti, itu kita diskusikan sehabis ini." Jawab Vanya.
"Udah ngerti semua?" tanya Vanya lagi.
"Oke kalau gitu langsung saja kita cari tanggal yang tepat buat acara Porseni itu enaknya kapan, apakah kalian ada usul?" tanya Vanya.
"Eeemmm bagaimana kalau Senin depan." usul salah satu dari mereka.
"Senin depan. Kalau Senin keknya kelamaan gak sih?"
"Bener tuh masih lama, selain waktu nya yang masih lama, kita juga kurang beberapa hari lagi ujian kenaikan kelas jadi kita juga harus belajar pelajaran." timpal yang lain.
"Boleh tuh." setuju wakil ketua OSIS.
"Gimana Van?" tanya Sera.
"Eemmm boleh juga." jawab Vanya.
"Oke deal, berarti hari Kamis ya."
"Tanggal sudah di tentukan, sekarang tinggal apa saja yang akan kita ikutkan dalam Porseni kali ini?"
"Yang pasti basket harus ikut sih."
Mereka terus melanjutkan rapat itu hingga menemukan titik akhirnya. Setelah rapat selesai mereka pun memasang informasi itu di Mading, dan setelahnya mereka kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti mata pelajaran yang ada.
-
"Ada berita apaan lagi tuh Van?" tanya Sonya saat mereka berjalan ke kantin dan berpapasan dengan murid murid yang bergerombolan di depan Mading.
"Ooh itu, sekolah kita mengadakan Porseni, kalian berdua mau ikut gak?" ucap Vanya.
__ADS_1
"Wah boleh tuh, gw mau ikut melukis aja kan gw pintar melukis." seru Sisil.
"Gw juga mau ikut basket." sambung Sonya.
"Kalau lo Van?"
"Eemmm keknya gw ikut basket aja deh, soalnya kan di kelas kita jarang ada yang jago main basket." jawab Vanya.
"Kita satu tim dong, yeeee." senang Sonya memeluk Vanya.
"Biasa aja kali." sewot Sisil.
"Napa iri."
"Gak tuh, biasa aja."
"Udah udah kalian ini." lerai Vanya.
"Ehh tapi Van, ini cuma satu sekolah kita aja kan?" tanya Sonya.
"Iya ini cuma sekolah kita aja." jawab Vanya.
Mereka terus berbicara hingga tidak terasa sudah sampai di kantin. Mereka bertiga berjalan menghampiri meja ketiga cowok tampan yang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Hai Beb." sapa Sisil pada Rangga sambil duduk di samping Rangga.
"Hai juga beb, kamu mau makan apa?" tawar Rangga.
"Samain aja kayak punya kamu." jawab Sisil.
"Gimana tadi rapatnya hmm?" tanya Vano sambil menyelipkan anak rambut Vanya ke telinga Vanya.
"Alhamdulillah lancar." jawab Vanya.
"Ini punya kamu?" tanya Vanya pada Vano sambil menunjuk bakso serta jus jeruk yang ada di hadapan Vano.
"Iya kenapa, kamu mau?" balik tanya Vano.
"Boleh."
"Ya udah aku pesanin sebentar ya.."
"Gak usah, mendingan kamu aja yang pesan. Aku mau makan bekas kamu." ucap Vanya.
"Hah!" Kaget mereka semua tak terkecuali Vano.
__ADS_1
"Kenapa?"
...***...