My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 36


__ADS_3

Balapan pun di mulai Vano dan Damar saling kejar kejaran di jalan raya. Banyak orang yang mengumpati mereka berdua karena menggangu jalanan.


Mereka berdua saling salip menyalip hingga di dekat garis finis Vano menyalip Damar dan Vano lah pemenang balapan ini.


"Vano Vano Vano." teriakkan anak geng black Crow.


"Huuu kalah, mana nih yang tadi sombong sombong kok sekarang kalah. Malu nih ya..." ucap Rangga.


"Hahahaha."


"Mungkin udah gak punya malu."timpal Galang.


"Hahahaha bener juga lo Lang, mana mungkin mereka punya urat malu."


"Udah udah kalian ini kalau ngomong suka bener." bukannya menghentikan ocehan Rangga dan Galang Vano malah ikutan mengejek anak X-Lion.


"Hahahahaaaaa."tawa anak geng black Crow lagi.


"Bus*t lo Van tumben tumbenan lo berani ngomong gitu." ucap Rangga tidak menyangka bahwa Vano akan menimpali candaan receh tapi nyekit nya.


"Selama ini gw diam bukan karena takut tapi males aja ngomong sama orang yang gak penting."jawab Vano.


"Cuih." Damar meludah saat mendengar perkataan Vano.


"Seperti kesepakatan di awal kalau gw yang menang kalian semua jangan ganggu geng black Crow."ucap Vano mengingat kesepakatan yang mereka buat.


Mereka tadi sebelum memulai balapan membuat kesepakatan bahwa kalau Vano kalah dia akan berhenti jadi kingracing dan membubarkan geng black Crow sedangkan kalau Vano menang geng X-Lion di larang mengganggu anak geng black Crow.


"Ya udah gaes yok kita pulang ke base camp." ajak Vano pada teman-temannya.


"Ayok lah banyak kuman di sini."gak usah di tebak siapa yang ngomong pastinya Rangga.

__ADS_1


Anggota geng black Crow pun menaiki motornya masing-masing, tapi tidak dengan anak X-Lion mereka seperti tengah merencanakan sesuatu.


"Gimana bos?" tanya Rafi anak buah sekaligus anggota geng X-Lion.


"Semua aman kan?" tanya balik Damar.


"Aman bos di sini tempatnya sepi jarang orang lewat."


"Bagus lah habis ini kita mulai. Tunggu aba aba dari gw, sekarang suruh yang lainnya memegang senjata masing-masing."


"Baik bos." jawab Rafi dan segera melaksanakan perintah bosnya.


Damar memantau pergerakan anak black Crow pandangannya fokus ke arah Vano, saat Vano dkk akan memakai helm nya dia mengkode Rafi dkk untuk menyerang mereka menggunakan senjata yang mereka bawa.


"SERANG.."Teriak Damar.


Anak black Crow yang belum siap pun kelabakan dan berusaha menghindari serangan mereka saat mendengar teriakkan tadi. Apalagi dengan mereka yang membawa banyak senjata, ada yang membawa palu, balok kayu, Kunci dengan ukuran besar dan ada juga yang membawa linggis.


Beruntungnya mereka tidak ada yang terkena pukulan dengan keras, hanya ada sebagian dari anak black Crow yang terkena sedikit pukulan.


Suara pukul memukul pun terdengar sangat nyaring.


Vano berhadapan dengan Damar yang membawa linggis, dengan lihai Vano menghindari pukulan linggis dari Damar.


"Cihh. Dasar banci mainnya dari belakang."


"Pakek bawa senjata lagi. Tangan kosong kalau berani." ucap Vano di sela sela bentrok tersebut.


"Gak usah b*c*t lo, gw bakal kirim lo ke rumah sakit dan gw buat lo lumpuh." jawab damar masih terus menghajar Vano meskipun tidak kena.


"Coba aja kalau bisa." tantang Vano yang sekarang berusaha menghajar Damar balik meskipun dengan tangan kosong.

__ADS_1


Kreg bruk.


Vano berhasil menghempaskan senjata milik Damar. Dan mereka sekarang beradu jotos dengan tangan kosong tanpa menggunakan senjata.


Di saat peperangan sedang berlangsung tiba tiba terdengar sirene polisi dari arah jalan raya.


wiu wiu wiu wiu


(Gini bukan sih suaranya 😂)


"GAES CABUT." Teriak berbarengan Vano dan Damar.


Mereka semua pun berbondong-bondong meninggalkan tempat tersebut karena takut tertangkap polisi.


Meskipun Vano punya kuasa karena dia salah satu anak orang kaya di negara ini tapi dia tidak mau tertangkap polisi sedang balapan liar atau bentrok di jalanan, itu akan membuat malu nama keluarganya. Apalagi sekarang dia memiliki mertua, dia gak mau di cap jelek sama mertuanya.


Mereka menancap gas melaju dengan kencang melewati jalan sempit untuk kabur dari kejaran polisi.


"BERHENTI ATAU SAYA TEMBAK." Teriakkan seorang polisi.


Salah satu anak X-Lion tertangkap karena tadi saat menyalakan motornya ada kendala dan di tinggal sama teman-temannya tanpa ada yang peduli.


"Jangan bergerak kamu saya tangkap." ucap polisi itu sambil menodongkan senjata api ke arah pemuda itu dan polisi yang satunya lagi memakaikan borgol di kedua tangan pemuda itu.


Sementara di tempat Vano dia di kejar oleh salah satu polisi yang sama mengunakan motor.


"Buang buang waktu saja ngejar ngejar gw. Mending diem di rumah sama anak istri." ucap Vano saat melihat kaca spion.


"Let's game."


Vano melajukan motornya dengan kencang tiba tiba di perempatan jalan ada sebuah truk yang melaju dengan kencang dari arah kiri, seperti truk itu remnya blog dan mengarah ke Vano.

__ADS_1


BRAK.


...***...


__ADS_2