My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 275


__ADS_3

Vano tengah membantu Vanya mengeringkan rambutnya sehabis keramas tadi setelah pulang dari pemakaman. Vanya sangat menikmati pijatan pijatan tangan Vano di kepalanya.


"Enak hmm?" tanya Vano yang melihat Vanya memejamkan matanya.


Vanya mengganguk mengiyakan ucapan Vano.


"Eemm.... Van." pangil Vanya.


"Kenapa hmm?"


"Itu kenapa ya, kok kayak ada yang aneh antara kalian sama Galang. Terus juga kayaknya Sonya berantem deh sama Galang?" tanya Vanya.


"Oh itu hanya sebuah kesalahpahaman saja." jawab Vano.


"Salah paham gimana?" tanya Vanya lagi.


"Jadi gini, mereka semua pada menuduh Galang yang melakukan penculikan terhadap kamu."


"Lah kok bisa nuduh Galang sih, kan yang salah Rangga."


"Iya sayang tahu, dengerin dulu napa jangan main potong omongan orang." kesal Vano.


"Jadi tuh kan si Rangga di bantu sama Cindy dan teman temannya, nah terus si Cindy udah ketangkap sama kita. Maka dari itu kita tanya ke Cindy siapa yang culik kamu di antara Rangga dan Galang. Dan Cindy jawab kalau dia di suruh Galang. Dari mana kita tahu kalau penculiknya itu antara Galang dan Rangga, itu dari ucapan Aaron sebelum dia meninggal dan hasil penelitian Lucas. Dari situlah si Galang di tetapkan sebagai tersangka." jelas Vano.


"Oooh gitu, kasian banget dong Galang nya. Padahal dia gak ada salah apa apa tapi malah di tuduh sebagai pelakunya." balas Vanya.


"Sebenarnya aku tahu sih siapa pelakunya. Tapi aku gak mau bilang, soalnya aku ingin melihat seberapa jauh Rangga bakal bikin keluarga ku hancur." lanjut Vano.


"Kamu tahu kalau pelakunya itu Rangga?" tanya Vanya kaget.


"Iya aku tahu, soalnya yang pernah ada masalah itu antara aku sama Rangga, kalau aku sama Galang gak ada apa-apa." balas Vano.


"Aku gak mau tahu pokoknya nanti kamu harus minta maaf sama Galang." tegas Vanya.


"Iya sayang nanti aku bakal minta maaf sama Galang, mukanya gak usah gitu, serem." mencolek dagu Vanya dari belakang.


"Apa?" garang Vanya.


"Uuyyyy menggerikan...."


"Udah sana aku mau ganti baju." usir Vanya.


Vanya sedari tadi masih memakai handuk sehabis mandi, sekarang rambutnya sudah kering jadi dia hendak ganti baju.


"Gak mau, sini aku bantu pakaiin." goda Vano.


"Vano, keluar gak?" garang Vanya.

__ADS_1


"Gak mau."


"Oooh rupanya kamu mau tidur di kamar tamu, ok kalau gitu. Kamu tinggal pilih mau di kam...."


"Iya iya aku keluar." potong Vano sebelum Vanya melanjutkan ucapannya.


Vano pun segera berlalu pergi keluar dari kamar entah menuju kemana, Vanya tidak tahu.


"Hufft... belum punya bayi aja udah di bikin pusing sama bayi gede. Apalagi nanti kalau kamu udah lahir sayang, sepertinya nanti kamu bakal punya saingan." ucap Vanya kepada anaknya yang masih berada di dalam perut.


Vanya memutuskan untuk berganti pakaian, setelah selesai dia akan keluar untuk menunggu teman temannya datang.


-


Semuanya sudah sampai di mansion Vano, terutama Galang dan Sonya. Mereka berdua sama sama diam antara satu sama lain, tak ada di antara mereka yang mau menyapa duluan.


"Lang, gw minta maaf sama lo karena udah pukuli lo kemaren." ujar Lucas malu.


"Iya santai aja, gw juga mungkin akan melakukan hal itu di saat ada yang berkhianat di antara temen temen gw." balas Galang sambil tersenyum.


"Lang, gw juga minta maaf ya." ujar Farrel.


"Iya kak, gak papa." balas Galang.


Setelah itu semuanya diam, Vano terlalu kelu lidahnya untuk mengucapkan kata maaf pada Galang.


"Minta maaf, ngapain orang gw gak ada salah sama dia." balas Vano tidak seperti apa yang dia katakan pada Vanya tadi di kamar.


"Vano...." tekan Vanya.


"Iya iya." kesal Vano.


"Lang gw minta maaf."


Udah segitu saja kalimat yang keluar dari mulut Vano.


"Gak ada kata kata yang lebih manis dikit apa?" sahut Lucas.


"Udah gak papa kok, kayak lo gak tahu Vano aja. Iya Van gw maafin. Lagian lo juga gak ada ikut ikutan gebukin gw." balas Galang.


"Ya iyalah, orang Vano sendiri udah tahu kalau pelakunya bukan Lo tapi dia diam aja." Sahut Farrel.


"Hah, seriusan Van lo tahu?" tanya Galang.


"Hmm, kan dulu gw ada konflik sama Rangga waktu lulus SMP, jadi ya gw udah tebak siapa pelakunya." balas Vano.


"Terus kenapa lo biarin gw di tonjokin sama Lucas Vano...." kesal Galang.

__ADS_1


"Ya itung-itung buat lo latihan lah, biar nanti lo kalau ada yang nonjok lagi lebih kebal." balas Vano.


"Boleh gak sih gw bunuh orang?" ucap Galang frustasi, kenapa dia bisa punya temen laknat seperti Vano. Di kira gak sakit apa di tonjokin kayak kemaren.


"Ehh tapi Van, lo tahu dari mana kalau Vanya ada di sana?" tanya Fira penasaran.


"Filling aja sih." balas Vano sombong.


"Gak, jangan percaya sama dia. Orang Vano minta seseorang kok buat buntutin Rangga." bantah Vanya.


"Yah... sayang kenapa kami bocorin rahasia aku sih." kesal Vano.


"Biarin, biar kamu gak sombong." balas Vanya.


"Sumpah ya Van, gw rasanya pengen jadiin lo perkedel deh." kesal Galang.


"Coba aja kalau bisa, palingan nanti lo juga dapat amukan dari singa betina." tantang Vano.


"Silahkan Lang, aku gak larang kamu. Sekalian aja kamu cabut nyawanya biar nanti aku bisa cari suami baru lagi yang lebih ganteng plus kaya." ucap Vanya yang menyetujui kemauan Galang.


"Loh yank kok gitu?" protes Vano.


"Van kalau lo mau cari suami baru gw daftar paling awal." sambung Lucas.


"Oke, nanti sore pendaftarannya di tutup." balas Vanya.


"Iiihh ayang...." rengek Vano kesal.


"Hahahaha...." gelak tawa dari mereka semua kecuali Vano yang kesal dan Sonya yang canggung.


"Eemmm... kita ke belakang yuk siapin bahan buat nanti malam." ajak Vanya sambil memberikan kode kepada teman temannya untuk meninggalkan Galang dan Sonya berdua di sana.


"Yuk." balas mereka.


Sonya juga ikut berdiri dari tempat duduknya hendak mengikuti Vanya dan yang lainnya, tapi Galang mencegahnya.


"Aku mau ngobrol sama kamu." ucap Galang dan mendapat anggukan dari Sonya.


Galang membawa Sonya menuju tempat buat nongkrong yang berada di lantai paling atas mansion Vano. Setelah sampai di sana Galang langsung menghadapkan Sonya ke arahnya sambil memegang kedua pundak Sonya.


"Hiks hiks hiks...." tiba tiba saja Sonya menangis, Galang yang tak suka melihat Sonya menangis pun membawa Sonya ke dalam pelukannya.


"Sstt... udah ya jangan nangis, aku gak suka lihat kamu nangis." ucap Galang.


"Aku minta maaf, aku udah tampar kamu, aku udah marah marah sama kamu." ucap Sonya masih terisak di pelukan Galang.


...***...

__ADS_1


__ADS_2