My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 35


__ADS_3

Wajah Vanya semakin mendekat masih dengan senyumannya, terus mendekat yang membuat jantung Vano berdetak dengan kencang.


Deg deg deg


Vanya masih terus mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka menempel satu sama lain. Vano pun memejamkan matanya dan.....


"Hahahaha." tawa Vanya pecah saat berhasil mengerjai Vano.


Vanya pun segera berlari ke kamar dan mengunci pintunya sambil tertawa terbahak bahak.


"Hahahaha rasain emang enak. Siapa suruh ninggalin aku di restoran."teriak Vanya dari lantai atas.


"Shitt."


"Kenapa gw b*doh banget sih bisa ngarep bakal ciuman sama Vanya." Seketika Vano ingat adegan ciuman dengan Vanya yang tanpa di sengaja.


"S*alan kenapa otak gw jadi traveling gini sih."


"Awas aja bakal gw bales Lo."ucap Vano dan berlalu mengikuti Vanya ke lantai atas menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


-


Jam menunjukkan pukul 19:45 Vano mengambil jaket dan berlalu keluar kamar. Saat sampai di lantai bawah Vano melihat Vanya berjalan dari arah dapur, sepertinya dia habis mengambil minum di lihat dari tangannya yang memegang segelas air putih.


"Van gw pergi dulu." pamit Vano berlalu keluar dari apartemen tanpa menunggu jawaban Vanya.


"Kebiasaan orang belum jawab udah main nyelonong aja."geruntu Vanya sambil melanjutkan langkahnya menuju kamar untuk melanjutkan belajarnya.



-


Arena balap liar


"Hahahaha mana ketua lo?" Tanya ketua geng X-Lion yang bernama Damar kepada anggota black Crow


"Palingan juga takut bos." jawab salah satu anggota geng X-Lion dengan nada mengejek yang di sambut gelak tawa teman segeng nya.


"Hahaha.."


"Lo.." Ucap Galang yang mau menonjok muka orang yang bicara itu.


"Udah Lang lo tahan emosi Lo, jangan sampai kepancing oleh mereka." ucap Rangga memenangkan Galang sambil menahan tubuh Galang agar tidak menonjok muka orang itu.


"Mereka gak bisa di diemin, geng baru aja belagu."


"Udah biarin aja. Sekarang biar mereka sombong sombong dulu sebelum dikalahkan Vano nanti."

__ADS_1


"Tapi gw greget banget rasanya pengen ucel ucel tuh mulut."


"Udah mending lo telfon Vano dia udah ada di mana sekarang." ucap Rangga.


Galang pun menatap Rangga yang membuat Rangga nyengir menampilkan giginya yang rapi.


"Lo kan tau kalau gw itu gak ada kuota. Lo kan anak orang kaya pasti banyak lah kuotanya." ucap Rangga lagi sambil cengengesan.


"Huh. Dari jaman purba sampai sekarang gak pernah berubah. Ngapain sih lo punya HP, mending lo jual aja buat beli kuota." Jawab Galang sambil mengutak-atik HP nya.


"Lah trus kuota nya taruh mana kalau HP nya aku jual bego." jawab Rangga ngegas yang tidak di hiraukan Galang.


"Gimana bisa gak?"tanya Rangga yang di jawab gelengan kepala oleh Galang.


"Si Vano kemana sih, perasaan tadi habis nganter gw pulang langsung balik tuh anak."


"Atau jangan-jangan dia mampir ke apartemen janda di sebelah gw lagi." ucap Rangga ngaco.


"Lo bisa gak sih Ngga serius sehari aja, ini lagi genting dan lo sempat sempatnya becanda." ucap Galang serius.


"Ya mungkin saja kan. Muka lo jangan gitu amat napa Lang ngeri gw liatnya."


"Dah lah males gw nanggepin omongan Lo." ucap Galang dan berlalu meninggalkan Rangga untuk bergabung dengan yang lainnya.


"Mana nih ketua kalian tiga menit lagi balapan mau di mulai. Kalau takut bilang sayang." Ucap anak geng X-Lion yang di lihat dari penampilannya dia kayak yang paling receh di antara teman-temannya.


"Hahahaha." Tawa anak geng X-Lion pecah mendengar candaan temannya.


Sementara anak geng black Crow hanya diam memperhatikan musuhnya dengan muka datar, termasuk Rangga yang notabenenya memiliki jiwa yang receh.


Sifat Rangga tuh sebenarnya menyesuaikan tempat. Saat di depan temennya dia akan memperlihatkan jiwa jiwa yang ceria meskipun kadang juga bego, tapi saat di depan musuhnya dia akan memperlihatkan wajah dinginnya yang gak kalah menyeramkan dari yang lain. Tapi jangan lupakan omongan Rangga yang meskipun lucu tapi nyekit.


"Aduh kok serem semua sih mukanya kan aku jadi atut." ucap si muka item tadi saat melihat wajah datar anak black Crow.


"Tapi boong." tambahnya lagi yang membuat teman-temannya tertawa lagi.


"Hahahaha."


"Papale papale..." Serentak anak geng X-Lion menyanyi lagu yang sempat viral di aplikasi toktok.


"BERISIK." ucap tegas ketua geng X-Lion kepada anak buahnya yang membuat mereka yang sedang tertawa tadi diam gercep.


"Lo semua anak black Crow bilangin sama ketua lo kalau takut bilang jangan gak muncul kayak gini. Situ banci apa, gak berani nongol." ucap ketua geng X-Lion kepada anak black Crow.


"Yok gaes kita pulang, percuma ngajak balapan geng banci kayak mereka. Katanya sih geng motor paling di takuti, ehh taunya ketuanya banci." tambah ketua geng itu lagi.


''Apa lo bilang banci. Sini Lo semua hadapin gw."Jawab Galang yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya.

__ADS_1


Galang nyamperin geng X-Lion di ikuti oleh anggota geng black Crow lainnya untuk menghabisi ketua beserta anggota geng X-Lion. Tapi saat baku hantam akan di mulai tiba tiba ada motor yang melaju dengan kencang dan mengerem depan dengan mendadak di hadapan kedua geng motor tersebut sehingga membuat ban motor bagian belakang terangkat dan ban bagian depan di bawah.


Cittt...


(Anggap aja itu suara rem motor ya😂)



Gak sampai di situ saja, orang yang menaiki motor itu tiba tiba melajukan motornya berputar putar dengan bergaya gaya, setelah itu berhenti dan menggas sambil mengerem depan motornya sehingga membuat asap keluar berkepul kepul.



Mereka semua yang menonton itu pun terpukau akan aksi freestyle motor tersebut dan penasaran siapa pemiliknya. Tapi tidak dengan anak geng black Crow mereka sudah tahu siapa yang ada di dalam helm full face itu.


Prok prok prok....


Tepuk tangan mereka semua kecuali ketua geng X-Lion.


Setelah orang itu menghentikan aksinya, dia membuka helm full face nya sambil menyisir rambutnya yang berantakan. Kalau saja di sana ada kaum hawa mungkin mereka akan terkena serangan jantung dadakan karena melihat kegantengan Vano.



"DIAM KALIAN. Kenapa malah memuji musuh HAH." marah Damar karena anak buahnya yang memuji aksi memukau Vano.


"Kenapa sih marah marah lagi pms ya om, upss... maaf sengaja."keluar lah sifat Rangga yang tidak bisa menjaga omongannya yang lucu tapi nyekit.


"Hahahaha." tawa anak geng black Crow.


"Dah pakai pembalut belum om? Kalau belum di rumahku ada banyak." timpal Yoyon salah satu anak geng black Crow yang sifatnya ceria plus bego melebihi Rangga.


"Hahahaha. Kasih aja Yon, siapa tau gak mampu mau beli." ucap Rangga.


Sedangkan Damar yang di ejek mengepalkan tangan dan mengeraskan rahangnya sambil menatap tajam ke arah Rangga dan Yoyon.


"Udah udah kalian ini." lerai Vano karena dia sudah bosan mendengar candaan receh teman temannya.


"Jadi balapan gak nih? Kalau jadi ayo aku hanya punya waktu buat pria pria tampan." tambah Vano lagi menirukan gaya cewek cewek toktok yang tanpa dia sadari dia dapat mengundang gelak tawa teman temannya.


"Hahahaha."


"Udah ayo kita mulai sekarang."ucap Vano siap siap di garis start.


"Kalian udah siapin yang gw minta kan. Setelah balapan nanti kita laksanakan rencana kita. Karena gw yakin Vano gak bakalan bisa gw kalahkan."ucap Damar kepada anak buahnya sebelum dia nyamperin Vano buat balapan.


...***...


Hoyo loh apa yang mereka rencanakan...

__ADS_1


__ADS_2