
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam akhirnya pesawat yang mereka tumpangi sampai di bandara internasional Incheon.
Mereka turun dari pesawat dan sudah di sambut oleh orang orang Vano, mereka menaiki mobil menuju hotel yang sudah Vano dan Farrel sewa selama mereka berada di Korea Selatan.
"Capek hmm?" tanya Vano pada Vanya yang tengah menyenderkan kepalanya pada bahu Vano.
"Hmm." Vanya mengangguk.
"Sampai di hotel nanti kamu langsung tidur aja ya, istirahat yang banyak nanti malam saja kita jalan jalannya." ujar Vano.
Dengan lembut Vano mengelus perut Vanya untuk menenangkan anaknya agar tidak berbuat ulah. Padahal mah, anaknya belum bisa apa apa.
Mereka sampai di hotel, Vano mengendong Vanya yang ketiduran di dalam mobil. Meskipun dirinya sendiri pun lelah tapi Vano tetap mengendong Vanya masuk ke dalam hotel.
Fira dan Farrel pun juga sama mereka masuk ke kamar hotel mereka yang bersebrangan dengan kamar hotel Vanya dan Vano.
Dengan hati hati Vano membaringkan Vanya agar Vanya tidak terbangun. Dan setelah itu dia juga membaringkan tubuhnya di samping Vanya tanpa bersih bersih terlebih dahulu.
-
Malam pun tiba, kini Vano dan yang lainnya sudah siap untuk jalan jalan mengelilingi kota Seoul. Karena konser di adakan dua hari lagi jadi mereka memutuskan untuk jalan jalan dulu beberapa hari ini.
Tujuan mereka kali ini adalah sungai Han yang banyak di gemari oleh kaum muda untuk berpacaran di sana. Dan yang paling penting bagi Vanya dan Fira adalah, sungai itu sering muncul dalam drama Korea yang mereka tonton. Jadi menjadi salah satu tempat yang wajib mereka datangi saat berada di Korea.
Sungai yang indah saat malam hari banyak lampu yang meneranginya, tapi di balik keindahannya itu ternyata di sana menjadi tempat orang buat bunuh diri.
"Kita naik satu mobil aja atau sendiri sendiri?" tanya Farrel.
"Satu mobil aja lah, nanti bisa gantian nyetirnya." balas Vano.
"Ya udah ayo kita berangkat sekarang, gw yang nyetir dulu." ucap Farrel.
"Yuk." ajak Vano menggenggam tangan Vanya.
Mereka pun pergi menuju tempat yang sangat sering muncul di dalam drakor. Fira dan Vanya sangat antusias, terbukti dengan mereka yang selalu ngobrol tentang keindahan sungai Han yang mereka dapat dari internet. Vano duduk di depan di samping Farrel, sedangkan Vanya di belakang bersama Fira. Maka tak heran jika keduanya terus saja ngobrol.
"Yuk turun." ajak Farrel setelah memakirkan mobilnya.
"Hah udah sampai?" tanya Vanya.
__ADS_1
Karena saking asiknya ngobrol dengan Fira hingga dia tidak menyadari kalau sudah sampai di tempat tujuan.
"Udah, makanya jangan ngobrol mulu." jawab Vano.
"Biarin, yuk kak kita turun." ajak Vanya pada Fira.
Mereka berempat pun turun dari mobil. Dengan tidak sabaran Vanya menarik tangan Fira menuju jalan di pinggir sungai Han. Meninggalkan Vano dan Farrel di belakang.
"Ini yang gw takutin kalau ke sini, Vanya pasti lupa siapa suaminya." gumam Vano memandang Vanya yang sudah berjalan lebih dulu sama Fira.
"Sama, ya udah yuk kita susul mereka."
Vano dan Farrel pun berjalan agak cepat agar bisa mengejar Vanya dan Fira.
"Kak kita foto yuk." ajak Vanya pada Fira.
"Yuk, tapi siapa yang fotoin?" bingung Fira.
"Gak usah bingung, kan ada mereka." menunjuk dengan dagunya pada Farrel dan Vano yang baru sampai di sana.
"Oh iya, kenapa aku gak kepikiran ya. Buat apa kita bawa mereka kalau tidak di manfaatkan." setuju Fira.
"Enggak kok gak ada apa apa. Iya gak kak?" balas Vanya.
"Iya." balas Fira.
"Vano sayang sini deh." pangil Vanya dengan menggunakan kata sayang.
"Kak, perasaan gw kok gak enak ya." bisik Vano pada Farrel.
"Sama, gw merasa ada yang mereka rencanakan buat kita." balas Farrel.
"Kalian kok malah bisik bisik sih, sini deh." pangil Fira.
Mau tak mau Farrel dan Vano pun berjalan mendekati Fira dan Vanya.
"Ada apa?" tanya Vano sok cuek.
"Tolong fotoin kita dong." pinta Vanya menyodorkan ponselnya pada Vano.
"Hah, gak salah nih." kaget Vano, bagaimana mungkin dirinya yang biasanya tukang nyuruh orang sekarang malah di suruh suruh.
__ADS_1
"Udah deh cepet, nanti di hotel aku kasih hadiah." iming iming Vanya.
Mendengar kata hadiah, Vano langsung menerima ponsel Vanya dan dengan semangat dia memotret istri dan Fira yang sudah berpose di sana.
"Mana, coba liat hasilnya?" minta Vanya.
Vanya melihat hasil jepretan Vano pada ponselnya dan semua hasil sangat memuaskan, kayaknya dulu Vano mantan fotografer deh.
"Wah bagus nih, aku upload di Ig ahh..." seru Vanya.
"Udah nanti aja kalau sudah di hotel, sekarang kita jalan jalan dulu." cegah Vano, karena dia khawatir orang orang akan tahu lokasi mereka saat ini.
"Bener kata Vano, mendingan kalian foto foto aja dulu yang banyak, nanti kan bisa di pilih. Siapa tahu kan nanti ada yang lebih bagus." timpal Farrel yang mengerti kekhawatiran Vano.
Fira yang dasarnya adalah anggota WD pun mengerti, dan dia pun mengajak Vanya untuk berfoto menggunakan ponselnya dan Farrel yang kali ini menjadi fotografer.
"Kak tolong dong fotoin aku sama Vano." pinta Vanya pada Farrel, dan dengan senang hati Farrel mengiyakan permintaan princess nya.
"Yuk yank kita foto." ajak Vanya.
Vano pun nurut nurut saja, meskipun sebenarnya dia sangat malas untuk berfoto. Tapi dia berfikir kapan lagi dirinya bisa berfoto sama Vanya di tempat seperti ini.
Sama seperti Vanya dan Vano, Farrel dan Fira pun juga berfoto di sana. Setelah di rasa puas mereka pun pergi mencari tempat makanan di daerah sana. Yang pasti harus makanan khas Korea Selatan karena Vanya sangat ingin makan itu.
Setelah kenyang mereka melanjutkan jalan jalan lagi di pinggiran jalanan kota Seoul yang sangat indah pada malam hari. Merry berjalan kaki, kata Vanya sih ingin seperti du drakor drakor.
"Van mau itu." tunjuk Vanya pada sebuah penjual makanan yang ada di sana.
"Itu apa?" tanya Vano memastikan dulu makanan apa yang di inginkan istrinya.
"Itu Odeng semacam otak otak ikan gitu." jelas Fira yang sudah mengerti makanan khas Korea.
"Ya udah ayo kita beli." setuju Vano.
"Kamu gak mau beli juga?" tanya Farrel pada Fira.
"Boleh deh, tapi dikit aja soalnya aku udah kenyang." jawab Fira.
Mereka pun membeli makanan itu dan di makan di tempat yang sudah di sediakan oleh si penjual. Setelah habis mereka melanjutkan perjalanan lagi menyisiri jalanan kota Seoul.
...***...
__ADS_1