My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 5


__ADS_3

Terimakas...."


deg


Betapa kagetnya Vanya saat mengetahui siapa yang membantunya mengambilkan slai.


"Lo.."


"kenapa hmm"


"Kok lo bisa ada di sini bukanya tadi udah keluar ya."


"Oh itu tadi gw balik lagi "jawab Vano. Ya ternyata yang membantu Vanya mengambil slai itu adalah Vano.


"Ngapain balik lagi?"


"Ya terserah gw lah, mau gw balik kek engak kek itu terserah gw."


"Santai aja dong jawabnya."


"Heran deh tadi baik sekarang ngeselin lagi."tambah lirih Vanya yang masih dapat di dengar Vano.


"Apa lo bilang tadi gw baik."


"Baru sadar lo kalau gw baik kemana aja neng dari jaman orok gw juga udah baik."


""Idih siapa juga yang bilang lo baik salah denger kali lo."


"Udah ah gw mau pulang."sambil berlalu meninggalkan Vano.


"Pulang ya pulang aja, eh lo gak bilang makasih gitu sama gw karena udah bantuin Lo "ucap Vano sambil teriak yang membuatnya menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di supermarket.


"Sialan tuh si Vanya udah di bantuin gak bilang makasih lagi. Untung cantik."monolog Vano sambil berjalan keluar dari supermarket.


"Eh ngapain gw muji dia cantik, untung gak ada orangnya kalau di tahu bisa kepedean dia di puji cantik sama orang ganteng kayak gw."


Setelah sampai di tempat parkir Vano langsung menaiki motornya dan berlalu meninggalkan area parkir supermarket.


-


Malam harinya Vano yang lagi santai sambil tiduran di kamarnya memandang langit langit kamarnya sambil memikirkan Vanya.


"Heran deh gw gak ada bosen bosennya gw ketemu si resek Vanya."


"Eh tapi dia cantik juga kalo di pikir pikir."


"Tau ah pusing gw mikirin si Vanya."Monolog Vano yang membuatnya kesal sendiri.

__ADS_1


Vano pun beranjak bangun dan berjalan ke luar pintu kamar tapi saat mau memegang handel pintu tiba-tiba handphonenya berbunyi segara saja Vano mengangkat pangilan telepon itu.


"Halo Van."ucap seseorang dalam telepon yang membuat Vano melihat handphonenya untuk mengetahui siapa yang meneleponnya, ternyata yang menelponnya adalah Galang.


"Iya Lang ada apa lo malam malam gini telpon gw "


"Lo bisa gak pergi ke basecamp sekarang."


"Emang ada apa di sana."


"Ini si Rio dan anak anak lain di serang sama anak geng Tiger."Rio adalah salah satu anggota black Crow.


"Kok bisa sih, ya udah gw kesana sekarang."ucap Vano sambil menutup teleponnya yang membuat Galang di seberang sana menggerutu.


"Nih anak dari jaman dulu gak pernah berubah tetep aja sering mematikan telpon orang."gerutu Galang.


Vano mengambil jaket kebanggaan black Crow yang di punggungnya ada gambar logo nama geng motor mereka dan berlalu pergi menuju basecamp.



...(Vano otw ke basecamp anggap aja ini malam hari ya gaes😁)...


-


Basecamp Black Crow


Vano berjalan memasuki basecamp dan menghampiri anggota black Crow.


"Tadi kita jalan bertiga dan gak sengaja kita melewati gerombolan anak Tiger, mereka mengira kita menantang mereka jadi mereka mengejar kami bertiga."terang salah satu anggota black Crow yang tadi ikut di serang sambil menahan perih di wajahnya karena kena tonjok anak Tiger.


"Terus ada yang luka parah gak."tanya Vano lagi.


"Alhamdulillah gak ada yang sampai luka parah karena tadi ada warga yang melihat kami bentrok jadi kita di bubarin."


"Mulai sekarang kalian kalau kemana mana harus hati-hati, karena gw khawatir mereka masih dendam sama kita karena masalah bulan lalu waktu si Rojer kalah adu balap sama gw." Rojer itu ketua geng Tiger ya.


flashback on bulan lalu


Di sebuah area balap liar ketua black Crow yang tak lain adalah Vano sedang melakukan balap liar bersama ketua geng Tiger yang bernama Rojer.


"Gw yakin pasti Vano menang." ucap Rangga.


"Ya pastilah mana pernah Vano kalah dalam balapan kayak gini sudah pasti Vano menang."jawab Galang.


Selain Vano ketua black Crow dia juga di juluki sebagai king racing karena dia sering melakukan balapan dan selalu menang.


"Eh itu mereka."ucap salah satu orang yang melihat adegan balapan.

__ADS_1


"Hhhhh gw yakin pasti Vano bakal kalah liat aja Vano berada dibelakang Rojer."ucap salah satu anggota geng Tiger yang melihat kearah Vano yang berada di belakang dan tertinggal jauh dari Rojer.


"Bener banget mana nih yang namanya king racing masak tertinggal jauh."jawab yang lainnya yang di tanggapi dengan tawa oleh teman-temannya.


"Hhhhhhh." tawa anak Tiger.


Sedangkan anak black Crow yang mendengar itu hanya tersenyum sinis karena mereka tau bagaimana trik Vano dalam balapan.


"tertawalah dulu dan kita liat nanti siapa yang bakal menang.''ucap Galang lirih.


Sedangkan di posisi Vano yang sedang balapan dia terlihat santai mengendarai motornya walaupun sudah tertinggal jauh.


Sedangkan di posisi Rojer lawan balap Vano dia merasa menang karena melihat Vano yang tertinggal jauh dibelakangnya.


Tetapi saat sudah dekat dengan garis finis Vano melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan berhasil menyalip lawannya dan berhasil sampai di tempat finis meninggalkan lawannya.


"apa gw bilang pasti Vano menangkan."ucap Rangga.


"*Ya pastilah mana pernah gw kalah."jawab pede Vano.


Dari situlah timbul dendam anggota geng Tiger di mulai karena mereka gak terima kalo ketua mereka kalah. Mereka mengganggap bahwa Vano curang dalam perlombaan tersebut*."


flashback off.


Akhirnya mereka melanjutkan obrolan mereka hingga tengah malam dan pulang ke rumah masing-masing karena besok diantara mereka ada yang sekolah.


-


Pagi hari


Dikediaman Vanya dia sedang memakai sepatunya dengan buru buru karena jam sudah menunjukkan pukul 06.30 sedangkan bel masuk sekolah pukul 07.00 maka dia memutuskan untuk berangkat ke sekolah tanpa melakukan sarapan terlebih dahulu karena jarak yang lumayan jauh dari rumah ke sekolah.


"Ma Vanya berangkat sekolah dulu ya."ucap Vanya menuruni anak tangga kepada mamanya yang sedang melakukan sarapan.


"Loh kamu gak sarapan dulu sayang."tanya mama Vanya.


"Enggak deh mah Vanya udah telat banget soalnya, mama sih gak bangunin Vanya, jadi telatkan."


"Vanya berangkat dulu. Assalamualaikum."pamit Vanya sambil mencium pipi dan punggung tangan mamanya.


"Waalaikum salam, hati hati di jalan jangan kebut kebutan kalo bawa mobil."ucap mama Vanya.


Jangan tanya papa Wijaya dimana. Dia sudah berangkat ke kantor.


Vanya pun pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena takut terlambat. Ya meskipun gak bakalan terlambat sih karena masih ada waktu sekitar 30 menit sebelum bel masuk. Tetapi Vanya mau memberikan contoh yang baik bagi murid murid yang lainnya sebagai ketua OSIS dia gak boleh terlambat.


....

__ADS_1


...hai readers apa kabar 😁 seperti biasa jangan lupa like komen dan votenya ya πŸ™πŸ˜...


Follow Ig author: @adhilla_021


__ADS_2