
Hari semakin gelap Vanya makin ketakutan dia merogoh saku celananya berniat mengambil ponselnya. Dia pun menghidupkan ponselnya dan betapa sialnya dia ternyata ponselnya kehabisan baterai.
"Aduh kenapa habis sih baterai."
"Gimana ini, udah petang lagi."
Vanya pun semakin ketakutan karena mendengar suara hewan hewan yang ada di dalam hutan.
"Tolong.."teriak Vanya.
"Tolong.."
"Siapa pun yang ada di sini tolong. Hiks hiks hiks..."
"Mama, papa Vanya takut."
"Tolong..."
Vanya terus berteriak meminta tolong dan terus berjalan menyusuri jalanan yang dia lihat sambil menangis.
-
Sementara di tempat kemping semua murid sudah berkumpul. Teman satu kelompok Vanya bingung karena mereka tidak melihat Vanya kembali bersama mereka.
"Aduh Vanya dimana ini."ucap Sonya.
"Iya Vanya kemana ini mana dia takut gelap di telfon juga gak aktif."timpal Sisil.
"Bagaimana kalau Vanya kenapa napa di sana hiks hiks hiks..."tangis Sonya yang khawatir akan keadaan Vanya.
"Ayo kita lapor saja kepada pak Joko."Saran yuki yang juga ikut panik.
Mereka pun menghampiri pak Joko.
"Permisi pak."ucap mereka.
"Iya ada apa. Loh kalian ini kenapa menangis."Jawab pak Joko heran karena melihat Sonya dan Sisil menangis.
"Eeemm Vanya hilang pak. Hiks hiks hiks..."Ucap Sonya dan Sisil.
"APA HILANG."Teriak pak Joko yang membuat semua murid berkumpul kearah Sonya dkk.
"Kenapa bisa hilang. Tadi kan bapak sudah bilang kalian harus saling menjaga satu sama lain."tambah pak Joko sambil panik.
"Kami tidak menyadarinya kalau Vanya menghilang dari kelompok kami pak. Waktu kami sampai di sini kami sudah tidak mendapati Vanya, kami telfon juga tidak aktif pak."Terang Yuki.
Vano yang mendengar bahwa Vanya hilang pun panik karena dia sudah berjanji kepada papa Vanya akan menjaga Vanya. Dia takut Vanya kenapa napa karena yang dia tau dari Om Wijaya bahwa Vanya sangat takut pada kegelapan.
"Apa maksud kalian Vanya hilang."Tanya Vano pada Sonya dkk.
"Jawab."bentak Vano.
"I-iya Van hiks hiks hiks...."jawab Sisil ketakutan karena bentak an Vano.
"Kenapa kalian ceroboh sih. Kalian kan tau Vanya takut sama kegelapan, hah."
"Udah Vano kamu jangan marah marah dulu bapak sudah telfon tim sar dan sudah meminta bantuan warga sini buat bantu cari Vanya. Kamu tenang ya jangan marah marah."ucap pak Joko.
"Apa lo bilang tenang hah. Vanya di dalam hutan sendirian dia cewek bagaimana kalau dia kenapa napa hah."Bentak Vano kepada pak Joko sambil berlalu pergi menuju arah hutan sendirian tanpa mendengarkan teriakan teman temannya.
"Vano Vano kamu mau kemana."teriak pak Joko yang sudah tidak di hiraukan Vano.
"Van Vano tungguin gw."teriak Galang yang mau mengejar Vano tapi dilarang sama pak Joko.
"Sudah Galang kamu jangan nambahin masalah kita cari Vanya sama sama. Untuk yang cewek cewek kalian tetap di sini jangan kemana-mana."perintah pak Joko.
"Radit kamu di sini temanin bu Ratna sama anak anak perempuan ya."Suruh pak Joko.
__ADS_1
"Baik pak."
"Ayo semua anak laki laki kita mencari Vanya kita bagi dua kelompok dan kita bergabung sama tim sar dan warga sekitar."
"Baik pak."
Mereka semua pun pergi ke arah hutan untuk mencari Vanya.
...(panik gak Panik gak paniklah masak engak)...
Sedangkan di posisi Cindy dia sangat senang mendengar kabar bahwa Vanya hilang.
"Mamp*s lo."ucap Cindy yang di dengar Kia.
"Jadi lo yang lakuin ini semua cin."tanya Kia.
"Enggak juga sih cuma tadi gw kerjain Vanya. Gw merubah arah petunjuk ke arah hutan, mungkin Vanya mengikuti arah petunjuk itu."jawab Cindy sambil tersenyum simpul.
...(Si jahat)...
"Nanti kalau Vanya kenapa napa gimana?"
"Biarin aja biar dia tau rasa, Siapa suruh cari gara gara sama gw."jawab Cindy sambil berjalan menuju tenda.
"Tapi cin..."
"Kalo lo khawatir ya lo tolongin sana."sela Cindy yang sebel sama temannya karena menghawatirkan Vanya.
"Nanti kalau lo ketahuan gimana."
"Selama lo gak bilang sama siapa siapa gak bakalan ada yang tau masalah ini."jawab Cindy sambil masuk ke dalam tenda.
"Iya iya."jawab Kia sambil memijat kaki Cindy.
Kia sama Tasya memang selalu menuruti kemauan Cindy apapun yang Cindy perintahkan pasti bakal mereka lakukan.
-
Vanya terus berteriak. Sekarang dia sudah duduk jongkok di bawah sebuah pohon yang besar sambil memeluk lututnya dan menangis sesenggukan dan terus berteriak minta tolong.
"Tolong.. hiks hiks hiks..."
"Siapa pun tolong ..."
"Mama papa Vanya takut. Hiks hiks hiks..."
"Kakak Vanya takut."
"Tolong.."Vanya terus berteriak berharap akan ada yang menolongnya.
-
Sedangkan Vano terus berjalan memasuki hutan dan berteriak-teriak memanggil Vanya.
"VANYA. VANYA. VANYA. LO DI MANA VAN.."
"Gw yakin Vanya pasti baik baik saja."ucap Vano menenangkan dirinya sendiri.
"Tapi bagaimana kalau ada hewan buas."
"Vanya. Vanya. lo denger gw kan..."
Vano terus berjalan menyusuri jalan yang ada di dalam hutan sambil memanggil nama Vanya.
__ADS_1
-
"VANYA. VANYA. VANYA."Teriak murid murid dan warga yang mencari Vanya.
"Gimana ini pak hari semakin malam dan Vanya belum juga ketemu."tanya Galang.
"Kita cari sampai pukul 10 malam kalau sampai belum ketemu kita berhenti dan kita lanjutkan besok "terang tim sar.
"Tapi pak kalau sampai besok kasian Vanya yang ada di dalam hutan."ucap Rangga.
"Maaf mas kami tidak bisa melanjutkan pencarian di tengah malam karena ini di dalam hutan. Kita berdoa saja semoga Vanya tidak kenapa napa."
"Kita masih ada waktu 1 jam lagi ayo kita cari."
"Vanya..."
Mereka terus mencari Vanya. Saat dalam perjalanan mereka bertemu dengan Vano.
"Van gimana lo udah berhasil ketemu Vanya belum."tanya Galang.
"Belum Lang. Gw takut Vanya kenapa napa di sana dia juga sangat takut pada kegelapan."
"Kita terus berdoa saja semoga Vanya tidak kenapa-kenapa. Masih ada waktu 45 menit lagi sebelum jam 10."terang pak Joko.
"Apa maksud bapak."tanya Vano.
"Para tim sar memutuskan untuk berhenti mencari Vanya sampai pukul 10 malam kalau sampai belum ketemu juga kita lanjutkan besok."terang tim sar.
"Apa lo bilang besok.hah."
"Bagaimana kalau Vanya Kenapa napa di sana hah."marah Vano.
"Tapi mas kami tidak bisa melanjutkan pencarian di tengah malam karena hutan di sini juga berbahaya."
"Lo bilang berbahaya tapi lo mau biarin seorang cewek sendirian di dalam hutan. Di mana akal sehat lo hah."bentak Vano.
"Tapi ini memang sudah keputusan kami para tim sar."
"Kalau sampai ini terjadi sama anak perempuan lo gimana hah."
"Apa akan lo biarkan anak lo di dalam hutan yang bahaya itu sendirian."
"Maaf mas kami..."
"Terserah kalian kalau mau berhenti mencari Vanya gw juga bisa mencarinya sendiri."ucap Vano sambil pergi meninggalkan mereka semua.
"Vano lo mau kemana ini hutan Van."ujar Rangga dan mau pergi menyusul Vano tapi di larang oleh Galang.
"Udah Nga lo percaya saja sama Vano. Gw yakin kok Vano bisa menjaga diri."ucap Galang.
"Tapi Lang."
"Udah ayo kita cari lagi."ucap Galang dan langsung dilaksanakan oleh mereka semua.
Mereka terus mencari Vanya bahkan hari sudah makin malam.
.....
...(si cantik Vanya)...
Gimana nih Vanya?
...Entar lagi ya 😂...
...Jangan lupa like komen dan votenya ya 🙏😁*...
__ADS_1
Follow Ig author:@adhilla_021