
Semua orang pun memandang Vanya.
"A-aku..."
"Eeemmmm..."ucap gugup Vanya.
"Gimana sayang kamu mau kan menikah dengan anak Tante?"tanya Tante Fara lagi.
Vanya pun bingung harus menjawab apa. Vanya menatap mama dan papanya seolah meminta jawaban yang di angguki oleh papa mamanya.
"I-iya Vanya mau tan..."
"Alhamdulillah akhirnya aku bakalan punya menantu juga."ucap syukur mama Fara.
Vano yang mendengar jawaban pun hanya tersenyum sinis.
"Cihh."umpat Vano lirih yang tidak di dengar oleh orang orang yang berada di situ.
"Akhirnya jeng kita bakal jadi besan."ucap bahagia mama Vani sambil menghampiri sahabatnya dan memeluknya.
"Iya jeng."jawab mama Fara sambil menerima pelukan mama Vani.
Papa Wijaya dan papa William pun saling pandang dan tersenyum.
"Pokoknya nanti pestanya harus meriah."ucap mam Vani.
"Iya nanti acara resepsinya kita adakan di Williams garden hotel saja biar cukup untuk para undangan."timpal mama Fara.
"Ma Vano boleh gak mengajukan syarat."ucap Vano memotong pembicaraan mamanya dan calon mertuanya.
"Syarat apa sih Van. Kamu itu cowok seharusnya kan yang minta syarat syarat kayak gitu itu cewek."ucap papa William yang heran dengan kemauan anaknya.
"Vano mau menikah dengan Vanya tapi Vano mau pernikahan ini di laksanakan secara privat aja, biar keluarga dan sahabat terdekat aja yang hadir."syarat Vano.
"Gak bisa gitu dong Van..."ucap mama Fara terpotong.
"Ma... ayolah. Lagian juga Vanya dan Vano masih sekolah nanti apa kata publik bila Vano dan Vanya menikah muda."potong Vano.
"Benar juga kata anak kamu Wil. Aku setuju dengan Vano."timpal papa Wijaya.
"Tuh kan. Om aja setuju.''jawab Vano
"Tapi..."ucap mama Fara yang terpotong lagi.
"Iya tan sebaiknya pernikahan ini di rahasiakan saja dulu. Karena Vanya masih ingin sekolah dengan tenang tanpa ada gangguan dari orang orang yang ngefans sama Vano."ucap Vanya.
"Udah jeng biarin aja yang pentingkan mereka sudah sah."ucap mama Vani.
"Baiklah terserah kalian saja. Tapi nanti kalau kalian sudah siap bilang sama mama ya biar kita bikin acara besar besaran."mengalah mama Fara.
"Iya ma/iya Tan."ucap serempak Vano dan Vanya.
Vano dan Vanya pun saling pandang. Vano menatap Vanya dengan sinis sedangkan Vanya menatap Vano dengan tatapan sedu.
"Ehem."batuk papa William.
"Ya udah karena semua sudah setuju acara akan di laksanakan seminggu lagi di kediaman Wijaya."keputusan papa William.
"Ya udah pa, mama sudah sembuh kita pulang saja yuk. Biarin mereka berdua biar PDKT."ucap mama Fara.
"Mama kan masih sakit. Mendingan mama istirahat saja dulu di sini."ucap Vano melarang mamanya pulang.
"Mama udah sehat kok, mama mau istirahat di rumah saja sekalian mau mikirin buat acara nanti."
"Ayo jeng kita pulang."ajak mama Fara sambil turun dari ranjang di bantu papa William.
"Ya udah ayo."
"Sayang mama pulang dulu ya nanti baju ganti kamu biar pak sopir yang antar ke sini. Jagain Vano ya."
"Vano Tante sama Om pulang dulu ya, kamu cepat sembuh ya."ucap mama Vani sambil pamit pulang.
__ADS_1
"Om pulang dulu Van."
"Sayang papa pulang dulu ya. Hari ini kamu papa ijinkan buat gak belajar tapi nanti kalau sudah pulang kamu harus belajar lagi."ucap papa Wijaya.
"Iya pa."jawab Vanya sambil mencium punggung tangan mama dan papanya.
Vano yang mendengar ucapan calon mertua laki lakinya pun merasa aneh.Tapi dia mengabaikannya toh menurutnya gak penting juga.
"Tante nitip anak nakal tante ya. Nanti kalau dia nakal kamu jewer saja kupingnya."ucap mama Fara.
"Iya Tan."
"Vano kamu yang nurut sama Vanya."
"Hmm."
"Papa pulang dulu nanti papa kesini lagi."ucap papa William berlalu keluar sambil memapah istrinya.
"Iya."jawab singkat Vano.
Setelah mereka semua pergi tinggallah Vano yang kembali ke ranjangnya sedangkan Vanya yang mendudukkan pant*tnya di sofa dan memulai membuka akun media sosialnya.
-
"Hahahahhhh .... Akhirnya rencana kita berhasil juga jeng."ucap mama Fara.
"Pasti dong! Ide siapa dulu..."jawab mama Vani mengpede.
"Jadi tadi itu kamu pura pura yank sakitnya."tanya papa William.
"Hehehe iya."jawab mama Fara.
"Kamu ini kalau akting mulus banget sampai sampai aku khawatir beneran loh."
"Masak sih. Kalau gitu aku mau kasting jadi pemain film aja biar jadi artis trus terkenal dan jadi idaman para duda duda keren."ucap mama Fara sambil tersenyum membayangkan sesuatu.
"Ooh gitu. Ya udah nanti sampai rumah kartu kredit kamu semua papa ambil trus kamu papa kunciin di kamar biar gak bisa kemana-mana."jawab papa William yang geram dengan tingkah istri tercintanya itu.
"Hmmm."
"Papa tenang saja papa tetap yang paling ganteng di dunia ini bahkan artis artis Korea aja kalah sama papa. Papa jangan marah ya ya ya..."rayu mama Fara lagi.
Papa William yang mendengar itu pun tersenyum dan mencubit pipi istrinya gemas.
"Kamu ini bisa saja deh bikin papa meleleh."
"Auw... sakit Pa."ucap mama Fara sambil mengelus pipinya yang memerah akibat cubitan suaminya.
"Ehem."
"Dunia serasa milik berdua nih. Yank kita pulang saja yuk."ucap papa Wijaya yang sedari tadi melihat adegan Romeo and Juliet versi bapak bapak dan emak emak.
"Bener Pa yang lain hanya ngontrak."timpal mama Vani.
"Heh bilang saja kalian syirik."jawab papa William yang merasa tersindir.
"Sorry ya gak ada tuh yang namanya syirik dalam kamus Wijaya. Saya juga bisa kali kayak Kalian bahkan bisa lebih."
Para istri yang melihat adegan adu mulut para suami pun memutuskan untuk pergi duluan meninggalkan mereka.
"Heleh bilang aja kamu gak mampu iya kan."ejek papa William.
"Enak saja. Kalau saya gak mampu, mana mungkin Vani klepek klepek sama saya."jawab papa Wijaya sambil membenarkan jasanya dengan gaya coolnya.
"Halah gak usah ngeles. Yuk yank kita pulang."ucap papa William yang tidak mendapatkan sahutan. Dia pun menengok ke samping di mana istrinya berada dan ternyata istrinya telah meninggalkannya.
Mereka berdua yang mengetahui bahwa istrinya menghilangkan itu pun celingukan mencari keberadaan istrinya.
"Lah mereka kemana?"ucap papa William.
"Ini semua gara gara kamu istriku jadi pergi."ucap papa Wijaya sambil menunjuk muka papa William.
__ADS_1
"Enak aja siapa tadi yang ngajak ribut duluan."
"Kamu."
"Kamu."
"Kamu."
Ribut mereka lagi sambil saling menunjuk muka lawannya.
"Kamu.."
"Kamu.."
"Woy kalian mau pulang apa tetap mau ribut kita tinggal nih."teriak mama Fara yang pusing melihat tingkah suaminya yang kayak anak kecil.
Mereka berdua pun menengok ke asal suara itu dan melihat para istrinya sedang menunggu di depan pintu mobil.
"Tungguin Yank."ucap mereka kompak sambil berlari menuju tempat istrinya berada.
"Awas kamu masalah ini belum kelar."ucap William sambil berlari.
"Kamu pikir saya takut. Oh tentu tidak."jawab Wijaya.
"Kalian masih mau berantem HAH."bentak para istri kompak dan menghampiri suami masing-masing dan menjewer telinganya.
"Ampun Yank sakit."jawab kompak para suami.
"Masih mau berantem lagi hmm."ucap mama Vani sambil mengeraskan jewerannya.
"Gak yank aduh sakit yank lepasin."jawab Wijaya kesakitan.
"Sekarang kalian Kamu minta maaf sama Wijaya."suruh mama Fara sambil tetap menjewer telinga suaminya.
"Enak aja di yang mulai duluan kenapa aku yang minta maaf. Auw.. sakit yank."jawab papa William sambil memegangi tangan istrinya.
"Sekarang Kalian baikan kalau tidak kita gak akan melepaskan jeweran ini."suruh mama Vani.
"Gak bisa gitu.....auw sakit yank."jawab papa Wijaya.
"Baikan atau tidur di luar."ancam mama Vani.
"Eh eh iya iya kita baikan, tapi lepasin dulu dong."ucap papa Wijaya.
Mama Vani pun melepaskan jeweran sedangkan papa Wijaya sedang mengelus kupingnya yang sakit akibat jeweran istrinya.
"Kamu masih gak mau baikan juga hmm."
"Kamu tidur di luar malam ini dan gak ada jatah sebulan."ancam mama Fara.
"Iya iya kita baikan lepasin dulu ini sakit yank."jawab papa William yang langsung di turuti oleh mama Fara.
"Saya minta maaf."ucap singkat papa William tanpa memandang papa Wijaya.
"Hmm."jawab papa Wijaya tanpa memandang papa William.
"Udah gitu doang?"tanya mama Fara.
"Yang penting kan sudah minta maaf. Udah ah ayo kita pulang."jawab papa William sambil menarik istrinya masuk ke dalam mobil.
Papa Wijaya juga menarik istrinya masuk ke dalam mobil sebelum istrinya itu mengeluarkan ancamannya lagi.
Mereka semua pun pulang menuju rumah mereka masing-masing.
Jatah apaan nih author masih bau kencur gak ngerti 😂😂
Oh iya ada yang blm nonton video di YouT*be belum? kalau belum tonton ya itua ada video visual mereka.
Judulnya :MY KETOS MY LADY. Black Crow
Follow Ig author:@adhilla_021
__ADS_1