My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 38


__ADS_3

Pagi hari.


Vanya sudah siap pergi ke sekolah dengan seragam lengkap dan rapi. Setelah masak untuk sarapan dia dengan Vano Vanya pergi mengambil tas.


"Kok Vano belum kelihatan ya?" gumam Vanya saat berada di depan pintu kamar Vano.


Tok tok tok


"Van kamu gak sekolah ini udah siang." ucap Vanya yang dari luar kamar Vano tapi tidak mendapatkan jawaban dari dalam.


"Kok gak ada jawaban sih, masak iya Vano belum bangun jam segini." Vanya pun memutuskan untuk masuk ke kamar Vano.


"Lah beneran belum bangun nih anak."ucap Vanya saat melihat Vano masih bergulung di bawah selimut tebalnya.


"Van bangun Van udah siang. Kamu gak sekolah." Vanya berusaha membangunkan Vano dengan menggoyang goyangkan tubuh Vano.


"Emmghhh."lengkung Vano sambil membenarkan selimut.


"Lah, di bangunin juga malah molor." ucap Vanya tak habis pikir dengan kelakuan Vano.


"Vano bangun aku hitung sampai lima kalau gak bangun aku siram kamu."teriak Vanya sambil menggoyangkan tubuh Vano dengan kasar.


"Aduh apaan sih lo, ganggu orang tidur aja." jawab Vano masih dengan mata terpejam tapi dengan posisi yang sudah duduk.


"Bangun cepat, udah siang nanti terlambat sekolah nya."


"Orang lo juga yang jaga ngapain takut telat." jawab Vano sambil merebahkan tubuhnya kembali.


"VANO. Aku siram beneran ya kamu." dongkol Vanya.


Vano yang anti di siram pakai air dingin pun segera beranjak lari ke kamar mandi dari pada mendengar ocehan Vanya.


"Jangan lama-lama mandinya ini udah siang."


"Hmm."


Vanya pun merapikan tempat tidur Vano dan menyiapkan keperluan Vano lainnya.


"Van baju kamu udah aku siapkan, trus jangan lupa makan sarapannya di meja makan aku berangkat dulu." teriak Vanya.


"Iya bawel. Lo gak bareng gw aja berangkat ke sekolah." tanya Vano.


"Enggak nanti aku telat mending naik taksi aja."


"Ya udah aku berangkat dulu, assalamualaikum." pamit Vanya.


-


Setelah memakai pakaian Vano melangkah menuju meja makan untuk memakan sarapan yang di masak Vanya.

__ADS_1


"Emm enak banget masakan Vanya. Nasi goreng di restoran bintang lima aja kalah nih." puji Vano saat memasukkan suapan pertama ke dalam mulutnya.


"Enak banget ini gila, mana cuma seporsi lagi. Seharusnya Vanya tadi masak yang banyak buat gw." lagi lagi tanpa di sadari Vano telah memuji Vanya.


Setelah selesai makan, Vano berangkat ke sekolah.


-


Bel masuk sudah berbunyi seperti biasa Vanya melakukan kegiatan pagi nya di depan gerbang masuk sekolah.


Semua murid sudah masuk tapi hanya satu yang membuat Vanya celingukan mencarinya. Siapa lagi kalau bukan Vano, suami tercintanya meskipun tak di anggap.


"Kemana sih Vano kok belum sampai. Awas aja nanti kalau sampai bakal aku kasih hukuman."


Brum Brum Brum


Panjang umur orang yang di bicarakan datang dan berhenti di depan gerbang.


"Woy bukain gerbangnya." teriak Vano yang membuat Vanya menghampirinya.


"Gak usah teriak teriak. Lo pikir sekolahan ini punya nenek moyang Lo." ucap Vanya.


"Lah emang iya ini sekolah punya bokap gw." Jawab enteng Vano yang membuat Vanya menggerutuki ucapannya sendiri.


'Ya ampun Vanya lo bodoh banget sih udah tau ini sekolah punya mertua lo yang otomatis punya Vano juga.' ucap Vanya dalam hati.


"Udah gak usah banyak omong, bukain gerbangnya gw mau masuk."


"Huh."Vanya membuang nafas kasar sambil membuka pintu gerbang.


Vano pun masuk dan memakirkan motornya dan Vanya segera menyusul Vano untuk memberikan hukuman.


Vano membuka helmnya tapi tidak seperti biasanya, hari ini tidak ada teriakkan atau pujian dari kaum hawa karena semua murid sudah masuk ke kelas masing-masing.


"Karena kamu sudah sering terlambat dan gak mau di hukum sekarang kamu aku hukum bersihkan toilet cowok semuanya sampai bersih." ucap Vanya saat sudah berada di depan Vano.


Vano melihat ke arah lain tanpa memandang ke arah Vanya seolah olah Vanya tidak ada di depannya yang membuat Vanya geram.


"Vano kamu dengerin aku ngomong gak sih." ucap Vanya keras.


"Lo ngomong sama gw." jawab Vano sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Bukan, aku ngomong sama setan."


"Ooh."Vano hanya ber oh riah dan berjalan meninggalkan Vanya.


Melihat Vano yang meninggalkannya Vanya pun mengejar Vano dan mencekal tangan Vano.


"Vano stop." sambil memegang tangan Vano.

__ADS_1


Vano memandang datar tangan yang di pegang oleh Vanya dengan datar.


"Lepasin tangan lo."ucap Vano dengan datar.


Vanya pun gak mau kalah karena sekarang dia sudah punya senjata melawan Vano yaitu mama Fani.


"Kalau aku bilang gak mau gimana?" tantang Vanya dengan muka yang gak kalah datarnya dengan Vano.


"Lo..." menunjuk muka Vanya dengan salah satu tangannya yang tidak di pegang oleh Vano.


"Apa. Aku gak takut, sekarang kamu bersihin toilet cowok cepat." suruh Vanya dengan tegas.


"Lo itu berani banget sama gw. Lo gak takut durhaka sama suami."


"Ooh kamu bawa bawa seratus kita, ok kalau begitu."


"Kamu bersihin kamar mandi cowok atau aku bilangin ke orang tua kita kalau sebenarnya kita tidur pisah kamar." tantang Vanya lagi.


"Lo..."


"Gimana kalau gak mau sih gak masalah palingan juga kamu di keluarin dari KK." ucap santai Vanya dan melepaskan genggaman tangannya.


"Ok. Aku bersihin toilet, tapi.."


"Tapi apa? Gak usah banyak alasan."


"Lo bantuin gw."


"Ogah, orang gw gak ada pelanggaran ngapain bantuin lo."


"Ya udah kalau gak mau bantu semoga Allah melaknat istri yang gak mau nurut sama suami." balas Vano.


'Ini beneran Vano kan, kalau iya Alhamdulillah ya Allah terimakasih engkau sudah membuka hati Vano untuk mengakui ku sebagai istrinya.' ucap dalam hati Vanya.


Karena mood Vanya lagi bagus maka dengan senang hati Vanya membantu Vano.


"Baiklah aku bantu kamu."


"Ya udah ayo."ajak Vanya.


Vano pun tersenyum karena dia gak bakal ngelakuin hukumannya sendiri.


Mereka pun berjalan menuju toilet cowok untuk membersihkannya.


...***...


...Yang tanya Vano kapan kembali ingatannya kalian tenang saja nanti Vano bakalan ingat kok tpi sebelum kembali ingatannya Vano bakal buat sakit hati Vanya dulu biar nanti Vano nyesel 😂😂...


Ehh kok aku bilang sih itu kan alur cerita 🤦😂😂

__ADS_1


__ADS_2