
Vano melajukan motornya dengan kencang tiba tiba di perempatan jalan ada sebuah truk yang melaju dengan kencang dari arah kiri, seperti truk itu remnya blog dan mengarah ke Vano.
BRAK.
Vano melihat ke belakang dimana kecelakaan itu terjadi. Bukan Vano yang tertabrak tapi seseorang yang mengendarai mobil di samping Vano tadi.
Flashback on:
Vano melihat truk melaju dengan kencang dari arah kiri menuju ke arahnya dengan cepat Vano menambah kecepatan motornya melesat seperti motor dalam area sirkuit yang sedang balapan.
Vano pun bisa menghindari truk itu cuma kendaraan mobil yang ada di sebelahnya tadi tidak bisa menghindar.
Flashback off
Melihat kecelakaan itu Vano pun menghentikan motornya di pinggir jalan. Vano mau menolong orang itu tapi melihat polisi yang mengejarnya tadi berada di sana akhirnya Vano memutuskan untuk menelfon ambulance agar cepat datang ke situ karena bisa di pastikan ada korban dalam kecelakaan itu.
Vano pun memutuskan untuk pulang ke apartemen karena waktu menunjukkan hampir tengah malam.
Vano masuk ke dalam apartemennya dan melihat tatapan tajam seseorang.
"Ngapain pulang?" tanya Vanya yang sedari tadi menunggu kedatangan Vano.
Bukannya apa-apa Vanya takut terjadi sesuatu pada Vano. Dan tebakannya benar, lihat saja sekarang muka Vano yang penuh lebam sepertinya habis kena pukul. pikir Vanya.
"Lah suka suka gw lah mau pulang mau enggak, emang masalah buat Lo." jawab Vano.
"Itu juga muka kenapa lebam lebam gitu. Udah muka jelek sekarang tambah jelek." bukannya menjawab Vanya malah tanya Vano balik.
"Oh ini tadi jatuh dari motor. Dan apa tadi lo bilang muka gw jelek?"
"Sorry aja nih yee muka gw ini mirip kim taehyung orang tertampan di dunia tahun 2021 tau gak Lo."
__ADS_1
Ucap Vano yang tidak terima karena di bilang jelek padahal kan Vano kalau di sekolah menjadi incaran para cewek, bukan di sekolah aja sih tapi dimana pun Vano berada kalau di situ ada cewek pasti bakal caper sama Vano.
"Dih enak aja bilang mirip kim taehyung. Masih kalah jauh." jawab Vanya meskipun dalam hati membenarkan ucapan Vano yang bilang kalau dia mirip kim taehyung.
"Masih kalah jauh, ya aku cuma kalah terkenal kalau ganteng ya kali kalah."ucap Vano bernada.
"Asek, ternyata anaknya papa William bisa narsis juga." ucap Vanya setelah mendengar jawaban Vano atas pertanyaannya.Vanya berlalu menuju dapur entah untuk mengambil apa.
Vano memutuskan untuk istirahat di sofa dan bersandar sambil memejamkan matanya karena merasa lelah hari ini.
Tak lama Vanya kembali dengan membawa baskom yang telah di isi air es untuk mengompres lebam lebam di wajah tampan Vano.
Vanya duduk di samping Vano yang sedang memejamkan matanya.
Merasa ada seseorang yang duduk di sebelahnya Vano membuka mata dan menatap Vanya dengan bingung.
Tanpa banyak bicara Vanya segera mengompres luka Vano di sebelah matanya.
" Biasalah cowok."
Tanpa mereka sadari posisi mereka sangat berdekatan bahkan tak ada rasa canggung saat berbicara.
"Auw. ssstt...." ringis Vano saat Vanya tidak sengaja menekan lukanya.
"Sakit b*go." ucap Vano.
''Udah tau sakit masih aja berantem." sindir Vanya.
Vano diam tanpa menjawabnya, karena memang benar apa yang di ucapkan Vanya. Ngapain berantem kalau udah tau sakit.
"Lagian nih ya, aku tuh heran deh sama cowok kenapa suka sekali berantem gak bisa apa ya di selesaikan dengan kepala dingin, bisanya emosi aja." ucap Vanya panjang lebar.
__ADS_1
"Kalau gak berantem bukan cowok namanya."
"Jawab aja terus."
Sekarang Vanya sedang mengompres lebam bagian pinggir bibir sexy Vano yang paling parah di antara lebam lebam yang lain sehingga Vanya harus hati-hati.
Vanya mengompres dengan hati hati dan sangat teliti hingga wajah Vanya tepat berada di depan wajah Vano.
Vanya tidak menyadari kelakuannya itu tapi tidak dengan Vano, dia menatap wajah Vanya dengan intens, meneliti setiap pahatan tuhan yang indah di depannya.
"Sssttt..." ringis Vano tersadar dari lamunannya memandangi wajah Vanya sambil menahan rasa perih di bibirnya.
Vanya refleks meniup pinggir bibir Vano yang membuat tubuh Vano panas meremang.
Untuk menghindari itu Vano meminta kompresan air es itu dari Vanya sebelum Vano lepas kontrol, bagaimana Vano adalah lelaki normal.
"Udah sini biar gw sendiri yang mengobati, lo kayak gak ikhlas banget." Vano merebut kompresan di tangan Vanya.
Vanya yang mendengar ucapan Vano pun mengcebik kesal, dan memanyunkan bibirnya.
"Udah di bantuin bukannya bilang makasih malah marah marah gak jelas." ucap Vanya sambil beranjak menaiki tangga menuju kamarnya.
"Dih siapa juga yang marah marah." jawab Vano yang tak didengar Vanya karena sudah berada di lantai atas.
"Jangan lupa matiin lampunya." Teriak Vanya dari lantai atas.
"Hmm." jawab Vano.
"Bisa gila gw lama lama dekat Vanya." gumam Vano dan melanjutkan kegiatan mengobati lebam di bibirnya.
...***...
__ADS_1
...Halo readers yang masih setia baca cerita aku. Hari ini aku up dua bab meskipun gak panjang sih😁...