
Basecamp anak X-Lion
drrtt.
Damar yang tengah menikmati sebatang rokok yang ada di kedua jari tengah dan telunjuknya merasakan ada getaran di saku celananya yang berasal dari ponsel pintarnya.
'Sayang kamu cepet pulang dong, badanku sakit semua.'
'Ini aku pinjam handphone tetangga sampai rumah, plis aku udah gak kuat.'
Isi pesan yang Damar terima. Dia hanya membukanya tanpa menjawab isi pesan itu.
"Gw pulang dulu." pamit Damar pada anggota black Crow yang lainnya.
"Hati hati bos." ucap mereka pada Damar.
Damar berlalu meninggalkan basecamp menuju rumahnya.
Sementara Galang dan Aji dia memantau kepergian damar dari kegelapan.
"Kita mulai sekarang." aba aba Galang pada Aji dan segera memakai helm full face nya di ikuti Aji.
Brum Brum Brum Brum...
Suara motor Galang dan Aji mengema di depan basecamp anak X-Lion yang membuat semua anak X-Lion keluar untuk melihat siapa pelakunya.
Brum Brum Brum...
Galang membuat kesurusuhan dengan bunyi motornya yang sangat berisik yang dapat menggangu pendengaran orang yang mendengarnya.
"Woy siapa kalian?" teriak salah satu anak X-Lion yang tak di hiraukan oleh Galang dan Aji.
Brum Brum Brum Brum...
Mereka berdua terus berputar putar di depan basecamp anak X-Lion setelah itu Galang memberi ancang-ancang untuk Aji agar segera menancap gas motornya pergi meninggalkan basecamp anak X-Lion di ikuti Galang juga.
Brum Brum...
"Kejar mereka.." seru anak X-Lion yang bertugas sebagai tangan kanan Damar di sana.
Anak X-Lion pun segera menjalankan perintah, mereka semua pergi mengejar dua motor yang membuat rusuh di basecamp anak X-Lion yang tak lain adalah Galang dan Aji.
Brum Brum Brum..
Suara beberapa motor yang berlalu dengan kencang berkejaran di jalanan rame kota Jakarta yang saat itu kepadanya sangat lengang karena tengah malam.
"Woy berhenti lo berdua." menunjuk Galang dan Aji yang ada di depannya dengan menjalankan motor secara zik zak.
"Halo mereka udah menuju ke sana." lapor anak black Crow yang memantau di jalanan kepada Rangga yang ada di tempat eksekusi melalui jaringan telepon.
__ADS_1
"Ikuti mereka dari jauh, jangan sampai ketahuan." instruksi Rangga.
"Oke."
Tut.
Panggilan selesai dua orang yang bertugas sebagai pemantau itu pun mengikuti di belakang anak X-Lion dengan hati hati agar tidak ketahuan.
-
Sementara di posisi Vano dia tengah mempersiapkan semuanya termasuk sesuatu yang tengah bertengker di jari telunjuk sebelah kanannya, sesuatu benda yang kecil nah susah di lihat bila tidak di pandangi secara detail.
"Uji coba akan di mulai." ucap Vano menyeringai.
Posisi Vano sekarang sudah berada tepat di tengah jalan, dia duduk di atas motornya tengah menunggu kedatangan Damar yang masih ada di jalan. Karena jarak rumah Damar dan basecamp yang sangat jauh maka Vano harus menunggu dengan ekstra kesabaran.
-
"Lapor target sudah memasuki jalan utama." lapor anak black Crow yang memantau di depan gang menuju jalan perkampungan kumuh kepada Rangga melalui jaringan telepon.
"Pantau terus jangan sampai ada yang tertinggal, setelah itu kalian gabung dengan yang lain di belakang. Ingat jangan sampai ketahuan oleh anak X-Lion." instruksi Rangga kepada pemantau lainnya.
"Oke siap."
Mereka pun segera bergabung dengan anak black Crow lainnya yang mengikuti anak X-Lion dari belakang.
-
Brum Brum Brum...
"Sia*al kita di jebak." umpat salah satu anak X-Lion yang menyadari di depannya banyak motor anak black Crow.
"Semuanya putar balik." instruksi orang itu dan segera di laksanakan oleh semua anak X-Lion.
Tapi saat akan berbalik ke belakang, di belakangnya juga sama, malah di belakang rame anak black Crow dengan senjata seperti balok dan lainnya yang anak black Crow bawa di tangannya.
Kalau di depan anak X-Lion ada beberapa motor yang berjejer maka di belakang mereka ada orang yang punya motor tersebut.
"Tamat sudah riwayat kita." ucap orang yang bertugas sebagai tangan kanan Damar.
Mau tak mau semua anak X-Lion turun dari motor masing masing bersiap untuk kabur.
"Mau kemana kalian hmm?" tanya Galang santai sambil melempar lemparkan kunci pas yang ada di tangan nya.
"Cih beraninya keroyokan, bawa senjata lagi." ucap salah satu anak X-Lion.
"Lah nih orang sakit apa gimana yak, ngaca pak ngaca. Gw punya kaca ya, sini ke rumah. Di rumah gw ada kaca besar." Rangga membalas ucapan orang itu.
"Lo..." menunjuk Rangga.
__ADS_1
"Apa..." jawab Rangga menantang.
Orang yang menunjukkan jari telunjuknya ke Rangga itu pun menurunkan tangannya.
"Kalian tinggal pilih, mau langsung ke neraka, ke rumah sakit atau ke rumah tahanan." ucap Rangga.
"Kalau kita gak mau milih?" tanya salah satu anak X-Lion dengan keberaniannya.
"Ya terpaksa kita kasih semuanya." jawab Rangga santai.
Dengan dipandu oleh Galang dan Rangga anak black Crow berjalan mendekati anak X-Lion. Sedangkan anak X-Lion tengah berancang-ancang untuk melarikan diri.
"Satu,dua, ti... lari..." orang tangan kanan Damar memberi instruksi kepada anak X-Lion untuk melarikan diri dari anak black Crow.
Semua anak X-Lion pun berhamburan lari entah kemana tujuannya, sedangkan anak black pun menatap dengan tertawa.
Hahahaha..
" Mereka mau lari kemana Lang?" tanya Rangga pada Galang yang saat ini sudah berada di sampingnya.
"Hahaha gak tahu gw." jawab Galang sambil ketawa.
Bagaimana mereka gak tertawa. Sedangkan di jalanan ini terdapat buka tutup gang dan jalanan ini sudah di tutup total oleh anak black Crow tidak hanya dengan palang tetapi mereka juga menaruh paku yang siap menancap jika ada yang menginjaknya di bawah palang gang yang di tutup.
"Ayo kita kejar mereka, kita kumpulin di sini sambil kalau bisa kita gebukin. Tapi ingat kata Vano jangan sampai mereka mati." perintah Galang yang di angguki semua anggota black Crow.
"Dan setelah itu kita cari Vano, kita lihat apa yang akan di lakukan Vano pada Damar." lanjut Rangga dengan seringai menakutkan dari mukanya.
"Kita berpencar sekarang dalam waktu 10 dari sekarang kita sudah kumpul di sini dan membawa mereka semua hidup hidup." komando Galang.
Mereka pun berpencar ada yang ke arah jalan raya ada juga yang ke arah perkampungan kumuh yang pasti di tangan mereka terdapat senjata masing-masing yang mereka bawa.
-
"Ayo cepat mumpung mereka belum ngejar kita." teriak orang tangan kanan Damar kepada anggota X-Lion yang berlarian menuju jalan raya.
"Hahahaha mereka kira kita bocah apa, lompat palang ini kita juga bisa." ucap salah satu anak X-Lion yang melihat palang gang jalan yang di tutup.
Hahahaha ...
Semua orang yang ada di sana tertawa mendengar ucapan temannya.
"Bener banget, mereka bodoh memang. Di kira kita bakal nyerah kali ya, padahal kan kita bisa kabur." timpal salah satu dari mereka.
"Sudah ayo kita loncat sekarang, sepertinya mereka sudah dekat."
Mereka pun menaiki palang ada juga yang menunduk lewat bawah palang.
Bles..
__ADS_1
...***...
Hai maaf ya aku lama gak update 😁🙏