
Malam pun tiba, mereka semua sudah pergi ke kamar masing-masing. Vano dan Vanya juga tengah berada dalam kamar hotel mereka berdua.
"Yank." pangil Vano.
Vanya menoleh ke arah Vano yang sudah berbaring di ranjang, sedangkan Vanya masih sibuk dengan koper mereka.
"Sini deh." suruh Vano.
Vanya pun berdiri dan menghampiri Vano.
"Ada apa?" tanya Vanya.
"Ayo tidur aku udah ngantuk." ajak Vano.
"Ya udah kalau udah ngantuk ya tidur." balas Vanya.
"Iisss tapi aku gak bisa tidur." manja Vano mode on.
"Lah, katanya ngantuk."
"Ya makanya kamu temenin aku biar aku bisa tidur."
"Enggak ahh, aku masih mau beresin barang barang kita dulu biar besok gak terlalu ribet."
"Udah ayo tidur, urusan itu biar besok aku yang beresin. Kamu gak boleh terlalu capek." ucap Vano yang tidak bisa di bantah.
"Hufft...Ya udah ayo." ngalah Vanya.
Vanya pun segera berbaring di samping Vano dan menghadap ke arah Vano.
"Yank." pangil Vano.
"Hmm." balas Vanya.
"Boleh ya." ijin Vano memegang kancing baju Vanya.
"Hmm, biasanya juga gak ijin langsung main buka aja." ucap Vanya.
"Hehehe." cengir Vano.
Vano pun segera menurunkan posisi tidurnya dan membuka kancing baju tidur Vanya. Tapi kali ini dia tidak sampai membuka baju Vanya karena takut Vanya masuk angin. Setelah terbuka Vano segera melahap apa yang sudah menjadi favoritnya setiap malam.
"Panjang banget sih rambut kamu, potong rambut gih." Suruh Vanya sambil menyisir rambut Vano dengan tangannya ke belakang.
"Iyah nantiuh." balas Vano dengan rada tidak terlalu jelas karena sambil n*n*n.
__ADS_1
"Di kuncit pasti bagus deh." ucap Vanya sendiri yang tidak di tanggapi oleh Vano, karena dia sudah ngantuk plus sudah pewe dengan n*n*nnya.
"Gemes banget sih...." mencubit pipi Vano.
"Ayang...." marah Vano karena kegiatannya di ganggu.
"Hehehe maaf, udah kamu lanjutin lagi aja, gak akan aku ganggu." minta maaf Vanya karena udah berhasil menganggap Vano.
"Hmm." balas Vano dan kembali melanjutkan kegiatannya tadi.
"Kok ini jadi makin gede sih?" tanya Vano sambil meremas itu Vanya.
"Ya kan aku lagi hamil jadi ya gitu." balas Vanya.
"Kapan keluar ASI nya yank, aku pengen cobain." tanya Vano.
"Aku ya gak tahu Van, soalnya hal itu tidak sering terjadi." balas Vanya.
Vano pun kembali fokus pada kegiatannya tadi hhhhh hingga dia ketiduran.
Vano tertidur sambil masih setia pada kegiatannya tadi, sedangkan Vanya juga masih setia mengunyel uyel rambut Vano yang sudah lumayan panjang.
-
Sementara di dalam kamar hotel pengantin baru, Fira tengah merasa canggung. Jangan sampai acara malam pertamanya ini sama seperti adegan cerita novel yang sering dia baca.
Ingat ya Fira itu tidak sepolos gadis biasanya, dia suka baca cerita novel bergenre dewasa. Apalagi kalau lagi nonton drama, kan pasti sering banyak adegan kissing.
"Kamu dulu atau aku dulu yang mandi?" tanya Farrel.
"Kamu duluan aja deh, biar aku siapin baju ganti buat kamu." jawab Fira berusaha tetap santai agar tidak kelihatan kalau dia tengah gugup. Bisa turun nanti martabat Fira jika Farrel tahu.
"Ya udah aku mandi duluan ya." pamit Farrel dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Fira.
"Hufft..." hela nafas Fira.
"Tenang Fira tenang, Farrel tidak seperti cowok yang ada di novel novel kok jadi lo gak boleh panik." gumam Fira menenangkan dirinya sendiri.
Fira pun segera beranjak mengambilkan baju tidur buat Farrel dan dirinya sendiri. Setelah itu dia meletakkannya di atas tempat tidur. Sambil menunggu Farrel selesai mandi Fira menyempatkan diri untuk membuka akun media sosialnya, siapa tahu kan nanti biasnya update.
"Tumben gada yang update." gumam Fira yang tak menemukan notifikasi di akun nya.
Fira mengscroll terus beranda Tw****rnya hingga dia melihat sebuah pemberitahuan yang sangat sangat membuat dirinya ingin pergi ke sana.
"Hah BTS mau konser di Korea." seru Fira.
__ADS_1
"Fix gw harus ke sana sih." lanjut Fira lagi dan membaca informasi seputar konser nanti.
"Ehh, tapikan gw udah nikah, masak iya mau keluyuran." ucap Fira saat mengingat statusnya sekarang yang sudah menjadi istri orang.
"Yah gak bisa nonton konser lagi dah." ucap Fira lagi.
Tanpa Fira ketahui ternyata Farrel mendengar semua apa yang dia ucapkan barusan. Farrel sudah selesai mandi, tapi saat akan masuk ke kamar dia mendengar Fira tengah ngomong dengan dirinya sendiri. Jadi Farrel memutuskan untuk mendengarkannya.
"Ehem." Batuk Farrel pura pura sambil berjalan keluar dari kamar mandi pura pura tidak mendengar apa yang barusan mereka ucapkan.
"Kamu gak papa kan by?" tanya Fira. Ya, Fira memangil Farrel dengan sebutan by, tapi kalau Farrel seadanya apa yang ada di pikirannya itulah yang dia ucapkan.
Glek.
Fira menelan ludahnya saat melihat penampilan Farrel yang baru keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk yang hanya menutupi pusar sampai lutut agak ke atas. Apakah lagi perut Farrel yang tercetak kotak kotak, kan makin ngiler Fira jadinya.
"Enggak kok, itu tadi cuma tersedak ludah sendiri aja."jawab Farrel.
"Oooh, ya udah kalau gitu aku mandi dulu, itu baju kamu sudah aku siapkan." menunjukkan sepasang baju tidur yang terletak di atas ranjang.
Fira segera pergi dari sana sebelum dirinya ketahuan tengah mengagumi Farrel.
"Aduh Fira lo bodoh banget sih, bisa bisanya perut si Farrel kayak yang di novel novel gitu kan jiwa pegang pegang ku meronta ronta." gumam Fira sambil bercermin di kamar mandi.
"Tahan Fira tahan, nanti ada waktunya sendiri buat lo pegang tuh perut." lanjut Fira.
Fira pun segera mandi membersihkan tubuhnya setelah itu di keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja. Pay*da*a Fira yang ukurannya lumayan membuat benda itu tercetak jelas di balik handuk.
Glek.
Sekarang gantian Farrel yang menelan ludahnya kasar. Seketika Farrel berdiri dan memeluk Fira dari belakang. Fira yang tadi sedang berdiam diri di hadapan lemari pun kaget.
"Astaga kamu ngagetin aku aja, aku kira kamu siapa?" ucap Fira kaget.
"Hehehe maaf udah bikin kamu kaget." ujar Farrel masih terus memeluk Fira.
"Udah lepasin dulu aku mau ganti baju." pinta Fira.
"Ngapain sih pakai baju nanti juga di lepas." ambigung Farrel membuat otak Fira traveling.
"Maksud kamu?" tanya Fira pura pura tidak mengerti.
"Gak usah pura pura polos sayang, aku udah tahu gimana sifat kamu."
...***...
__ADS_1
lanjut satu part lagi habis ini😁