My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 12


__ADS_3

"Jadi kamu menyetujuinya. Pasti istriku bakal seneng banget kalau dia tahu kamu sudah menyetujui perjodohan ini."ucap papa William sambil tersenyum senang.


"Tapi bagaimana dengan anak mu "tanya papa Wijaya.


"Kamu tenang aja Vano gak mungkin nolak kemauan mamanya."


"Kalau anak kamu gimana."tambah papa William.


"Gampang Vanya biar aku yang urus nanti."


"Kamu jangan keras-keras sama anak kamu kasian mental nya."


"Ini semua demi kebaikannya, meskipun kadang aku merasa kasian sama dia yang gak bisa bebas ngapa ngapain."


"Nanti kalo terjadi apa apa sama anak kamu gimana."


"Kena mental loh."tambah papa William menirukan ucapan anak muda, bagaimana tidak dia sering menemani Vino nonton aplikasi toktok.


"Kamu jangan doa in yang ngak enggak dong Wil. Doa in yang bagus bagus gitu supaya anak kita hidup bahagia nanti."


"Hahahahhhh iya iya aku cuma bercanda."


"Ya udah kalau kamu setuju biar aku suruh Vano ke sini. Kamu bisa ngomong sama dia buat jagain Vanya, sekalian dia juga mau aku suruh bantu mengerjakan beberapa berkas."ucap papa William.


Vano memang sudah mulai membantu mengurus perusahaan meskipun Vano masih SMA tapi jangan di ragukan kemampuan otaknya.


"Baiklah bakal aku tunggu di sini "


"Ya udah bentar aku telfon Vano dulu."sambil mengambil handphonenya.


-


Sementara di posisi Vano tadi waktu Vano dkk memasuki basecamp di sambut meriah oleh anggota black Crow yang lain. Mereka pada menanyakan bagaimana keadaan Vano, mereka juga merasa tidak berguna karena tidak bisa membantu Vano kemaren.


"Van lo gak papa kan kemarin."


"Gak ada luka parah kan."


"Ada yang masih sakit gak sekarang."


Itu lah pertanyaan sambutan dari anggota black Crow yang khawatir akan keadaan Vano.


"Ya elah kalian kayak gak tahu Vano aja. Vano tuh kuat jago beladiri pasti dia juga bisa lah jaga diri." Bukan Vano yang menjawab melainkan Rangga. Sedangkan yang di khawatirkan malah enak enakan duduk.


"Iya juga sih, meskipun Vano sendirian juga gak bakal kenapa napa. Ketua black Crow kan hebat."ucap salah satu anggota black Crow.


"Yoi mana ada yang bisa ngelawan Vano."ucap Galang.


"Ada."jawab singkat Rangga yang berhasil membuat mereka semua menatap ke arah Rangga tak terkecuali Vano.


"Emang siapa yang berani lawan gw."tanya Vano yang sedari tadi diam saja.


"Vanya."singkat padat tapi berhasil membuat Vano terdiam dan tersenyum penuh arti.


Sedangkan anggota yang belum mengenal Vanya di buat bingung. Mereka semua berfikir siapa Vanya itu apakah dia jago beladiri atau malaikat maut.


"Emang Vanya siapa?"tanya salah satu anggota black Crow.


"Cewek Vano lah."jawab santai Galang yang membuat dia mendapatkan lemparan kulit kacang dari Vano.


"Apaan sih Van sakit tauk."ucap Galang sambil mengelus jidatnya yang terkena kulit kacang.

__ADS_1


"Eh Van beneran dah lo tuh cocok sama Vanya. Yang satu ganteng yang satu cantik trus sama sama memiliki otak cerdas lagi. Fix kalau lo berhubungan dengan Vanya gw dukung 100 persen."ucap Rangga.


"Hooh gw juga setuju sama ucapan Rangga."timpal Galang.


"Hmmm"jawab Vano.


"Ya elah kumat lagi serigala kutub nya."ucap Galang yang mendapat anggukan dari Rangga.


Mereka terus mengobrol ada yang makan kacang, ada yang mengobrol satu sam lain dan ada juga yang bermain game.


Di saat mereka lagi sibuk dengan dunianya masing-masing handphone Vano tiba tiba berdering.


"Assalamualaikum pa ada perlu apa papa telfon Vano."ucap Vano saat menerima panggilan dari papanya.


"Waalaikum salam nak kamu ada waktukan buat pergi ke kantor papa."jawab papa William.


"Ada kok ini Vano juga lagi nyantai di basecamp. Emang ada masalah apa papa sampai minta Vano datang ke kantor."


"Seperti biasa papa minta bantuan kamu buat selesaikan beberapa berkas hari ini. Dan juga ada seseorang yang ingin bicara sama kamu."


"Ooh ok pa Vano ke sana sekarang."


"Assalamualaikum pa."


"Waalaikum salam."sambil mengakhiri panggilan telefon.


Vano pun mengambil jaketnya yang dia taro di sandaran kursi dan pamit pergi dari situ.


"Gaes gw pergi dulu ya ada urusan sama bokap."pamit Vano.


"Iya hati hati di jalan."ucap Rangga.


"Kalau ada apa apa hubungi gw atau yang lainnya."timpal Galang.


"Waalaikum salam."jawab serempak anggota black Crow.


Vano pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju kantor papanya. Karena ini masih jam kerja jadi keadaan jalanan tidak terlalu padat dan memudahkan perjalanan Vano.



...(Vano lagi mengendarai motor sport nya)...


-


Setelah sampai di parkiran kantor Vano langsung masuk tanpa bertanya kepada resepsionis dahulu karena mereka semua yang ada di kantor juga sudah mengetahui bahwa Vano adalah salah satu pewaris perusahaan tempat mereka bekerja ini.


Vano melangkah menuju lift yang khusus untuk CEO dan memencet lantai 20 tepat ruangan papa William dan ruangan miliknya berada. Vano berjalan menuju ruangannya untuk menganti seragamnya dengan setelah jas kantor.



...(gimana penampilan Vano saat memakai pakaian kantor)...


Setelah selesai ganti baju Vano berjalan menuju ruangan papanya.


Tok tok tok


"Masuk." jawab orang yang ada di dalam.


"Assalamualaikum pa."ucap Vano saat memasuki ruangan papanya


"Waalaikum salam."jawab papa William dan seseorang yang ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Vano berjalan kearah papanya yang entah sedang duduk bersama siapa. Kemudian Vano mencium punggung tangan papanya dan orang yang ada di sebelah papanya.


"Bagaimana kabar kamu Vano."tanya orang yang ada di sebelah papa William.


"Alhamdulillah baik om."jawab Vano sopan.


"Kamu pasti gak kenal ya sama Om."tanya Wijaya.


"Hehehe iya Om Vano enggak kenal."jawab Vano sambil nyengir.


"Om ini dulu waktu kamu masih kecil sering loh gendong kamu. Masak lupa."ucap papa Wijaya.


"Ya pasti lupa lah Wijaya kamu ini gimana sih orang sudah beberapa tahun yang lalu."timpal papa William.


"Perkenalkan nama Om Wijaya sahabat papa kamu dari dulu."perkenalan papa Wijaya.


"Iya Om saya Vano."jawab Vano sambil mengenalkan namanya.


"Hahahahhhh kamu ini ada ada saja. Saya udah tau nama kamu Vano."ucap papa Wijaya sambil tertawa.


"Hehehe iya Om Vano lupa."ucap Vano.


"Ya udah kalian ngobrol berdua dulu aku mau selesai kan pekerjaan ku dulu."ucap papa William bangkit dari sofa.


"Iya Wil."ucap papa William.


Setelah kepergian papa William ke tempat kerjanya yang masih satu ruangan, tinggal lah Vano dan papa Wijaya di sofa itu.


"Vano Om mau minta tolong sama kamu."ucap papa Wijaya.


"Mau minta tolong apa Om."jawab Vano.


"Kamu mau kan bantuin Om untuk menjaga putri Om."tanya papa Wijaya.


"Maksud Om?"


"Om minta tolong kamu bantu Om buat menjaga putri Om satu satunya yang tak lain adalah Vanya temen satu sekolah kamu."


"Vanya Fairosa Wijaya?"


"Iya Vanya itu anak Om."


"Gimana kamu mau kan bantu Om buat jaga Vanya?"


"Dan Om berharap kamu juga mau buat di jodohkan dengan Vanya."ucap papa Wijaya yang terakhir membuat Vano kaget.


"Apa Om dijodohin."kaget Vano.


"Iya kamu mau kan jaga Vanya dan menerima perjodohan ini?"tanya papa Wijaya penuh harap.


"Gimana ya Om kalau buat jagain Vanya sih aku bisa bantu tapi kalau buat perjodohan itu aku ....."


.....


Aku apa hayoo.


Diterima gak nih?


...*Hai readers tersayang makasih ya udah setia membaca cerita aku 😁...


...Bantu like komen vote dan favoritnya ya biar gak ketinggalan kalo author update 😁🙏*...

__ADS_1


Follow Ig author:@adhilla_021


__ADS_2