My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 195


__ADS_3

Sementara itu Vanya tengah di manja oleh Vano, bahkan sekarang Vano tengah memegangi laptop yang menampilkan drama Korea yang sedang on going. Jadi mau tak mau Vano juga ikut menontonnya.


"Aaaa kang Tae Moo so sweet banget sih, kan jadi iri sama Ha-ri." ucap Vanya yang tengah terbaper baper.


"Dih gitu doang, aku juga bisa." balas Vano yang tak terima Vanya memuji cowok lain.


"Masak, mana coba?" tantang Vanya karena dia ingin melihat seberapa jauh Vano akan menuruti semua permintaannya.


"Apanya?" tanya Vano.


"Gombalan nya, katanya bisa kayak Kang Tae Moo."


"Oke siapa takut."


Vano meletakkan laptop Vanya dan pergi mengambil dompet yang dia taruh di meja sofa yang ada di ruang rawat Vanya. Vano mengambil salah satu kartu kredit yang ada di dompetnya dan setelah itu dia berjalan menghampiri Vanya.


"Sayang..." pangil Vano dengan nada yang menurut Vanya sangat menjijikkan alias lebay...


"Hmm." jawab Vanya.


"Kamu tahu gak persamaan kartu ini sama sama cintaku padamu?" tanya Vano sambil mengangkat black card yang ada di tangannya.


"Enggak, emang apa persamaannya?" balas Vanya, padahal mah dia sudah tahu endingnya bakalan seperti apa.


"Sama sama tak terbatas." di akhiri dengan tangan yang menyisir rambutnya ke belakang.


"Aaaaa...aku baper...."


"Tapi boong." lanjut Vanya yang membuat tingkat ke PD an Vano menurun secara drastis.


"Yah kok gitu sih yank." protes Vano.


"Lagian mana ada orang yang ngegombal tapi kata katanya nyontek kayak gitu kan aku sudah tahu endingnya bakalan gimana."


"Ya tadi kan kata kamu aku di suruh kayak Kang Tae Moo mu itu."


"Ya tapi kan gak harus sama kata katanya, setidaknya yang kreatif dikit napa."


"Kan kamu gak ada bilang kata katanya gak boleh sama kayak itu, tadi kamu cuma bilang kalau aku di suruh jadi kayak gitu." protes Vano yang tak mau kalah.


"Iya deh iya aku yang salah, udah kan? Udah sana aku mau lanjut nonton." usir Vanya pada Vano.


"Gak mau, aku mau nemenin dedek bayi nonton." tolak Vano.


"Ya udah terserah kamu." ngalah Vanya dari pada ribut nanti yang ada di tidak jadi nonton Kang Tae Moo.


-


Hari hari berlalu Fira dan Vanya sudah di perbolehkan pulang. Saat ini mereka semua sahabat sahabat Vano dan Vanya dan juga keluarga besar tengah berkumpul di mansion Vano untuk melaksanakan makan malam.


"Gimana kamu masih mau lanjut sekolah di sana atau gimana?" tanya papa William.


"Gak tahu pa, aku nurut saja sama Vano." jawab Vanya.


"Gimana Van, apakah kamu sudah memutuskan sesuatu?" tanya papa William pada Vano.

__ADS_1


"Vano memutuskan untuk sekolah daring saja sama Vanya." jawab Vano mantap.


"Loh lo kok ikutan? Bukannya yang hamil cuma istri lo kenapa lo ikut ikutan?" tanya Rangga.


"Gw gak mau jauh dari istri gw." jawab Vano.


"Ya elah dasar bucin." ejek Rangga.


"Biarin yang penting bahagia." balas Vano tak mau kalah.


"Iya deh iya yang sudah bahagia hidupnya."


"Emang."


"Udah udah kalian berdua ini sukanya ribut mulu, nanti anak kamu mirip Rangga loh." sela papa William.


"Amit amit jabang baby, jangan sampai anak gw mirip Rangga. enak aja gw yang buat kok malah mirip Rangga." bantah Vano tak suka.


"Makanya mulai sekarang kamu jangan suka ribut mulu."


"Udah udah ayo kita makan nanti keburu dingin." lerai mama Fara.


Mereka semua pun makan dengan saling adu candaan, terutama Rangga dan Galang. Pasti ada aja yang mereka bicarakan.


-


"Gimana Van, lo udah tahu belum dalang di balik semua ini?" tanya Galang.


Mereka berdua tengah berbicara di ruang kerja Vano setelah makan malam tadi. Jika kalian bertanya kemana Rangga, dia pulang duluan karena Sisil minta di atar pulang dulu karena takut kemalaman.


"Siapa?" tanya Galang tak sabaran.


"Siapa lagi kalau bukan Cindy." jawab Vano.


"Cindy temen kita satu sekolah dulu?" tanya Galang.


"Hmm."


"Kok bisa?"


"Ya bisa lah, untung aja gak membahayakan istri sama calon anak gw. Kalau sampai hal yang tak gw inginkan terjadi, abis mereka semua." ujar Vano mantap.


"Trus sekarang mau kita apa in mereka?" tanya Galang.


"Seperti sebelum sebelumnya. Kita harus santai dalam menyikapi masalah ini agar musuh terkecoh.


"Baiklah kalau gitu terserah lo aja, yang pasti nanti kalau mereka sudah lo tangkap gw bakal kasih pelajaran yang setimpal buat mereka. Enak aja mereka bisa berkeliaran sedangkan cewek gw harus tiduran di rumah karena gak bisa jalan." ucap Galang emosi.


"Ya udah gw mau pamit pulang dulu udah malam gak enak sama Vanya." pamit Galang.


"Iya, hati hati lo di jalan." balas Vano.


"Iya." Galang pun pulang ke tempat tinggalnya selama ini.


Dan Vano pun akan kembali ke kamar nya dan Vanya untuk mengistirahatkan tubuhnya dan juga kangen kangenan dengan istri tercinta.

__ADS_1


Drrtt drrtt drrtt.


Ponsel Vano berdering ada Panggilan masuk. Vano pun segera mengangkatnya.


'Halo Van.' ucap seseorang yang berada di sebrang sana.


'Iya ada apa?' balas Vano bertanya.


'Lo gak lupakan sama orang lumpuh dan gila di markas.'


'Siapa, bibi lo?' tanya Vano pada Farrel, ya orang yang menelfon Vano itu adalah Farrel.


'Iya lah siapa lagi.'


'Lo urus aja sendiri mau lo apain, gw masih sibuk ngurusin bini.' ujar Vano.


'Yah lo kok gitu sih, gimana kalau lo ajak Vanya aja ke sini. Siapa tahu kan Vanya bakal suka.' ide gila Farrel.


'Jangan gila Lo, mana mungkin gw ajak Vanya ke sana.' marah Vano.


'Hehehe...canda Van.'


Tut.


Vano memutuskan sambungan telepon sepihak karena dia sudah kesal.


"Ajak aku kemana Van?" ucap Vanya yang membuat Vano kaget.


"Hah." kaget Vano.


"Kata kak Farrel suruh kamu ajak aku kemana Van?" tanya Vanya lagi.


"Oh itu bukan apa apa kok, udah yuk ke kamar udah malam." ajak Vano menggiring Vanya ke kamarnya mereka berdua.


Bebek kali ah di giring 😂


"Van." pangil Vanya yang saat ini tengah tiduran dalam dekapan Vano.


"Hmm." balas Vano dengan mata terpejam.


"Van." pangil Vanya lagi.


"Kenapa hmm?" balas Vano membuka matanya dan menatap Vanya.


"Ajak aku ke mana?" tanya Vanya.


"Ajak kamu? Emang kamu mau ke mana hmm?" tanya Vano.


"Bukan aku, tapi kata kak Farrel tadi itu loh." jelas Vanya.


"Yang tadi mana sih?" tanya Vano pura pura lupa.


"Iiisss itu loh yang tadi kamu telfonan sama kak Farrel." jawab Vanya.


...***...

__ADS_1


Di tunggu kelanjutannya satu part lagi setelah ini.😁


__ADS_2