My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 135


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa mereka masuk sekolah, tapi kali ini beda dari biasanya, karena tidak ada yang menganggu Vanya ataupun mencari gara gara sama Vanya. Orang yang biasanya cari gara gara masih di rawat di rumah sakit.


"Yank nanti pulang kamu nyetir sendiri ya." ucap Vano pada Vanya yang tengah fokus makan bakso.


"Emang kamu kenapa?" tanya Vanya.


"Aku mau ada urusan sama kak Farrel bentar, nanti kak Farrel jemput aku ke sekolah, jadi kamu pulang sendiri ya.."


"Ya udah gak papa, kamu nanti hati hati, matanya jangan jelalatan kalau ada cewek." Vanya membalas ucapan Vano.


"Iya sayang ku...."


"Kamu kayak gak tahu aku aja gimana kalau ketemu cewek." lanjut Vano.


"Ya siapa tahu kan kamu nemu cewek yang bening gitu."


"Itu gak akan mungkin sayang, gak ada yang lebih bening dari kamu." mencubit pipi Vanya.


"Kak Farrel siapa Van?" sela Galang kepo.


"Ooh itu kakaknya Vanya, dia juga pembalap senior di sirkuit tempat gw sering balapan dulu. Yang sering gw pangil kak Dean itu loh." jawab Vano.


"Kak Dean?" dahi Galang berkerut.


"Iya kak Dean, pembalap yang wajahnya kecina cina an itu loh."


"Oohh Roka Farrel Dean Wang." kompak Galang dan Rangga yang mengingat nama itu.


"Iya, ternyata dia selama ini koma di rumah sakit mangkanya gak bisa ikut balapan lagi, gw aja baru tahu kemaren kemaren waktu udah pacaran sama Vanya." jawab Vano.


"Wah gw pengen ketemu ama kak Dean deh jadinya." ucap Rangga.


"Sama gw juga." timpal Galang.


"Ya udah nanti gw bilangin ke dia kalau kalian mau ketemu." balas Vano pada kedua temennya yang di balas anggukan oleh keduanya.


"Kamu juga nanti hati hati nyetir nya jangan kebut kebutan." lanjut Vano berbicara pada Vanya lagi.


"Iya nanti aku nyetir nya kayak siput bawa rumahnya aja, biar aman." jawab asal Vanya.


"Kamu ini ada ada aja deh." gemes Vano.


"Yok keberangkatan ke mars 2 jam lagi, silahkan di persiapkan diri nya." ucap Sonya yang ngontrak di bumi.


"Ngapain ke mars, di sini aja sama gw. Nanti kita pergi ke venus aja, kita tinggal berdua di sana biar gak ada yang ganggu." gombal Galang pada Sonya.

__ADS_1


"Dih, siapa lo." judes Sonya.


"Kamu gak mau ikutan mereka yank, berangkat ke mana gitu, atau kamu mau ke Sartunus aja biar nanti cincin nya aku pindah ke jari kamu." ucap manis Rangga pada Sisil.


"Uuuhh kamu cocuweet banget cih, kan aku jadi bapeurr." baper Sisil sambil mencubit pipi Rangga.


"Dah lah, seperti emang paling bener kalau gw harus ke mars." jenggah Sonya pada kedua pasangan yang ada di depannya.


"Yok aku temenin." goda Galang sambil mengedipkan sebelah matanya.


Huek.


Enek Sonya melihat kelakuan Galang.


"Gas terus Lang, jangan kasih kendor." Vano memberi semangat kepada Galang.


"Bener tuh Lang, kalau bisa lo samperin ke rumahnya, minta restu orang tuanya." sambung Rangga.


"Ide yang bagus tuh Ngga, nanti gw coba deh. Ehh btw alamat lo dimana?" tanya Galang pada Sonya.


"Di mars." jengkel Sonya dan pergi meninggalkan mereka semua.


"Yah kok pergi sih, kan gw malah jadi obat nyamuk di sini." mendramatisir Galang.


"Kejar sono, jangan kasih celah. Nanti lama kelamaan juga bakal luluh tuh anak." suruh Vanya.


"Ya udah kalau gitu gw susul dia dulu." pamit Galang dan segera mengejar Sonya.


"Ehh Van, gimana nanti kalau kita ke rumah lo aja, nonton drakor bareng gitu, kan kita juga udah lama gak nonton bareng." ajak Sisil yang membuat Vanya ketar ketir.


"Ehh, anu, gimana ya... emm... gimana kalau di rumah lo aja, soalnya di rumah gw WiFi nya lagi rusak tadi pagi." tolak Vanya sambil memberikan alasan.


"Cih, istri gw ini ada ada aja, masak iya mansion segede itu WiFi nya bisa rusak, mau di taruh di mana muka gw." batin Vano.


"Kok kayak ada yang aneh ya." batin Rangga.


"Yah, ya udah deh nanti nonton di rumah gw aja. Berarti nanti kita pulang langsung ke rumah gw aja gak usah ganti seragam."


"Iya, nanti lo kasih tau Sonya juga jangan lupa."


"Beres kalau itu mah."


"Eemmmm Van, gak papa kan aku main ke rumah Sisil." ijin Vanya tanpa melihat keadaan bahwa di sana masih ada Sisil dan Rangga.


"Hmm." jawab Vano. Sebenarnya Vano gak ikhlas kalau Vanya pergi sendiri tanpa dirinya, tapi mau gimana lagi.

__ADS_1


"Ehh lo kok kayak nurut gitu sama Vano, udah kayak suami istri aja." ucap Sisil.


Rangga yang mendengar ucapan Sisil pun memutar otaknya untuk memahami semua ini.


"Oooh itu anu, kan gw bawa mobil Vano nanti, jadi ya harus ijin. Ya kan Van?" alasan Vanya.


"Iya, biar nanti kalau ada apa-apa gw gak nyariin." sahut Vano.


"Oooh."


Mereka pun terus mengobrol sampai bel masuk berbunyi. Jangan harap Vano sekarang bisa bolos lagi, karena Vanya akan terus memantau Vano. Jika Vano ketahuan bolos, Vanya akan memberikan hukuman pada Vano seberat beratnya.


-


"Hai kak." sapa Vano saat masuk ke dalam mobil Farrel.


"Gimana adik gw, lo di kasih ijin kan?" tanya Farrel.


"Hmm, dia pergi nonton di rumah temennya." balas Vano.


"Ooh bagus deh, biar dia gak sendirian di rumah."


"Ya udah yuk, biar nanti gak kemalaman kalau pulang." ajak Vano.


Farrel pun segera melajukan mobilnya menuju markas WD yang ada di pinggiran kota.


-


"Kita mau nonton drama apa nih?" tanya Sisil dengan laptop yang sudah berada di hadapannya.


"Eeemmmm.... gimana kalau yang di bintangi song kang aja, soalnya kemaren malem gw nonton tapi belum selesai udah di unbo...." Vanya segera menutup mulutnya dengan tangannya sendiri karena hampir aja dia bilang kalau dia di unboxing sama Vano.


"Unbo... apaan Van?" tanya Sonya.


"Oh enggak, maksud gw tadi tuh itu, apa namanya WiFi rusak." kilah Vanya.


"Kok lo aneh sih Van sekarang, jangan jangan ada yang lo sembunyikan dari kita ya..." curiga Sonya.


"Sembunyiin apa coba, orang gak ada yang gw sembunyi dari kalian kok." Vanya berusaha menjawab dengan tenang agar teman temannya tidak curiga.


"Udah deh nih filmnya udah mau mulai." ucap Sisil mengalihkan perhatian Sonya dan Vanya.


"Hufft... Sisil emang the best deh, thanks Sil udah selamatin gw." batin Vanya.


Mereka pun nonton layaknya para cewek cewek biasanya kalau lagi nonton film. Kalau ada adegan romantis romantisan pasti mereka akan berteriak histeris, apalagi kalau waktu ada adegan yang berbau 18 plus pasti mereka akan menutup matanya, tapi tidak dengan Vanya, dia sudah biasa.

__ADS_1


...***...


__ADS_2