
Mereka sudah mendekati taman yang ramai akan orang orang yang berlalu lalang, dan...
Ciiitttt...
Vano menghentikan mobilnya secara mendadak di parkiran taman yang membuat jidat Vino hampir terpentok dasbor mobil kalau saja Farrel tak menahannya.
"Huuwaaaa kak Vano jahat, jidat Vino sakit." tangis Vino lebay, padahal mah jidatnya gak kena.
"Cup cup cup, udah ya jangan nangis nanti gak jadi ganteng loh." Farrel berusaha menenangkan Vino, bisa berabe nanti orang orang ngira mereka nyulik anak orang.
"Hiks hiks.." mendengar penuturan Farrel kalau dia nangis nanti gak ganteng, Vino pun mulai meredakan tangisannya.
"Vino masih ganteng kan hiks?" bertanya pada Farrel masih sesenggukan.
"Iya Vino masih ganteng kok, udah ya jangan nangis." Vino pun mengangguk.
Vano menoleh ke arah Farrel dan Vino yang ada di sebelahnya masih dengan tatapan datarnya.
"Udah nangis nya?" tanya Vano dingin.
Vino pun menundukkan kepalanya takut menatap kakaknya yang menurutnya sangat seram kali ini, meskipun Vino ngeselin tapi kalau papa mama dan kakaknya sudah marah dia akan takut.
"Van udah adik lo masih kecil jangan lo marahin, lagian lo baperan amat gak dapet jatah dari bini lo ya?" Farrel ngomong tanpa di filter dulu.
"Hahahaha..." tawa Vano pecah setelah menahannya sedari tadi.
Farrel dan Vino pun heran, Vino yang tadi takut sekarang malah lebih takut, takut bila kakaknya gila.
"Van kenapa lo, lo gak gila kan?" tanya Farrel.
"Hahahaha... muka kalian lucu banget tadi, hahahaha apalagi waktu Vino ketakutan hahaha, aduh perut gw kram." tawa Vano sampai merasa perutnya sakit.
Farrel dan Vino saling pandang, ternyata mereka sedari tadi di kerjain sama Vano. Mereka kira Vano marah beneran, tapi ternyata...
"Aaaaa." teriak Vano kesakitan karena Vino mengigit tangannya dengan kencang hingga menimbulkan bekas deretan gigi Vino.
"Rasain, emang enak. Siapa suruh bikin Vino nangis." puas Vino setelah mengigit kakaknya.
"Hahaha rasain Lo, lagian lo ada ada aja, bikin orang panik tau gak." ucap Farrel.
"Lagian kalian kompak bener kalau ngatain gw, yang gw gak terima dong."
__ADS_1
"Kita kan pren jadi ya harus kompak, iya gak kak?" ucap Vino sok iye.
"Yoi." jawab Farrel.
Vano menatap keduanya, dia salah mengira, Vano kira Farrel akan di buat kesel bahkan depresi gitu sama Vino, Ehh tau taunya mereka malah kompak banget. Mana kalau ngatain nyelekit banget lagi. pikir Vano.
"Kalian jahat banget sih, ya udah kalian joging berdua aja aku mau balik pulang." sok sedih Vano.
"Oh ya udah gapapa silahkan pulang, kita bisa kok nantinya pulang sendiri, iya gak kak." ujar Vino, bukannya mencegah kepergian kakak kandungnya, Vino malah menyetujuinya.
"Hah iya." bingung Farrel, bisa bisanya nih anak malah milih ngusir kakak kandungnya sendiri dan memilih untuk pergi bersama dirinya yang notabenenya adalah saudara jauh.
Vano melongo di buatnya, niat awal dia ingin tertawa di atas penderita Farrel yang dia bayangkan akan di kerjain habis habisan oleh adiknya. Ehh ini kok malah terbalik ke Vano sendiri. Emang ya kalau kita itu gak boleh doain orang yang jelek jelek nanti balik ke kita sendiri.
"Tuh kan gak papa, yuk kak kita turun." ajak Vino lagi.
"Ayok." semangat Vano seolah lupa kalau dia tadi ngambek dan bilang mau pulang duluan.
"Kakak ngapain ikut, orang Vino ngajak kak Farrel kok. Yuk kak." membuka pintu mobil dan menggandeng tangan Farrel agar keluar dari mobil.
"Oh iya pak sopir makasih ya udah antar kita ke taman, nanti pulangnya gak usah di jemput kita naik taksi aja." ucap songong Vino sebelum menutup pintu mobil kembali.
"Sial** tuh adik pinter, gw di kerjain balik, awas aja nanti gw kejain balik. Mana berani beraninya lagi ngatain gw sopir, ganteng ganteng gini di di katain sopir, GGS kali GANTENG GANTENG SOPIR." Ngedumel Vano dalam mobil dan segera pergi menyusul Vino dan Farrel yang sudah berjalan memasuki taman.
"Heh, tungguin gw." teriak Vano menyusul keduanya.
"Kak Vano ngapain masih di sini bukannya pulang, kan katanya tadi mau pulang." tanya Vino menoleh ke belakang di mana ada Vano.
"Heh bocil, gw tadi cuma akting. Gimana bagus gak akting gw."
"Enggak biasa aja, buktinya aku gak luluh tuh buat ngasihanin kakak." jawab Vino.
"Hahaha adik lo pinter banget Van sumpah, Vino karena kamu baik banget sama kakak, jadi nanti kakak akan tambahin beliin mainan buat kamu di sana." menunjuk sebuah toko mainan yang berseberangan dengan taman.
"Wah beneran kak, kak Farrel baik banget sih Vino jadi makin sayang." memeluk kaki Farrel yang tubuhnya lebih tinggi dari Vino.
"Gak sia sia ternyata Vino sedari tadi gak bikin kesel kak Farrel, tapi nanti setelah mendapatkan apa yang Vino mau jangan harap Vino bakal baik baikin kak Farrel lagi. Hahahaha." batin Vino sambil tertawa jahat di hatinya.
Tanpa Vino sadari saat di sedang memeluk kaki Farrel bibir dia terangkat membentuk senyuman licik dan itu berhasil di lihat oleh Vano.
"Cih, adik gw ini emang pinter banget kalau lagi ada maunya. Siap siap aja lo kak nanti dompet serta tenaga lo di kuras abis sama nih anak. Anak papa William memang licik licik semua." batin Vano yang tak abis pikir dengan kelakuan adiknya itu, padahal mereka sudah kaya dan uang jajan Vino perharinya bahkan bisa buat beli motor, tapi kenapa adiknya ini kayak gini.
__ADS_1
(Kalau kata temen temen ku sih yang geratisan itu lebih nikmat dan seru, ya gak gaes😂)
"Udah ayo kita lari, nanti mataharinya keburu makin terik." ajak Vano menatap ke atas.
"Yuk." jawab Farrel.
Mereka pun berlari mengelilingi taman dengan Vino yang sering tertinggal jauh di belakang karena langkanya yang kalah panjang dengan kakak kakaknya.
"Kakak Vino capek, cari minum dulu yuk." keluh Vino dengan peluh yang membanjiri pelipisnya.
"Ya elah, baru 5 putaran aja capek, situ laki." ledek Vano pada adiknya.
"Kak Farrel." manja Vino pada Farrel.
"Kita lari beberapa putaran lagi ya Vin, nanti kakak beliin minum." ujar Farrel dengan lembut gak kayak Vano yang kasar.
Tiba-tiba Vano lari dan jatuh dengan di sengaja, dia memilih rerumputan taman yang tebal sebagai tempat terjatuh supaya tidak sakit.
"Aduh." keluh Vino.
"Cih, anak ini ada aja tingkahnya." decak Vano.
"Vino kamu kenapa?" tanya Farrel menghampiri Vino di ikuti Vano yang dengan malas menghampiri adiknya yang banyak drama ini.
"Lemes bestie gak di kasih minum sama ayank." ucap Vino yang kebanyakan nonton toktok.
"JIAHHKK..."
...***...
Enaknya nanti Vino beli mainan apa aja ya aunty??
Kalau bisa yang bisa bikin kak Farrel bangkrut biar yang kaya cuma papa William aja jangan ada yang lain. Bantuin Vino mikir dong!!!
...(Tawa Vano manis kek gula)...
__ADS_1
...(Tawa Farrel yang tak kalah manis dari Vano)...