My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 132


__ADS_3

Rangga masuk ke dalam ruang rawat Cindy, dia melihat di sana ada Cindy dan seorang wanita yang kira kira umurnya 43 tahunan yang Rangga yakini itu adalah mama Cindy tengah duduk di sofa tunggu yang tersedia di sana.


"Permisi saya mau membersihkan lantai ruangan ini." ijin Rangga.


"Loh bukannya baru saja di bersihkan tadi?" heran mamanya Cindy.


"Anu itu emm..." bingung Rangga harus ngasih alasan apa.


"Kok saya merasa ada yang aneh ya sama kamu?" curiga mamanya Cindy.


"Saya tadi itu...."


"Mama udah deh jangan mancing keributan, kepala Cindy pusing nih." potong Cindy agar mamanya gak banyak tanya.


"Hufft, selamat." batin Rangga lega.


Setelah mendapat ijin, Rangga pun segera mengepel lantai ruangan itu. Untungnya dia kalau di apartemen sering bersih bersih, jadi dia gak kaku kaku banget ngejalanin peran ini.


"Ma..." pangil Cindy.


"Kenapa sayang, mana yang sakit?" mamanya Cindy berjalan menghampiri anaknya yang terbaring di ranjang rumah sakit.


"Cindy haus ma." manja Cindy.


Mamanya Cindy pun membantu Cindy untuk bangun dan segera memberikan segelas air putih untuk Cindy minum.


Sedangkan Rangga yang sedang mengepel lantai, dia mengepel sambil pendengarannya mendengarkan obrolan ibu dan anak itu.


Rangga melirik mamanya Cindy akan kembali ke sofa tempat duduknya tadi, dan momen itu di manfaatkan Rangga untuk menjalankan misinya.


"Saatnya kita mulai." batin Rangga.


Rangga berdiri sambil tangannya membawa peralatan ngepel yang berisi air yang sangat keruh, saat mamanya Cindy akan melewatinya, dengan sengaja Rangga pura pura jatuh kepleset. Dan alhasil air tadi tumpah dan muncrat mengenai pakaian mamanya Cindy, gak sampai di situ aja, Rangga mengarah gagang sapu pel ke arah kaki mamanya Cindy yang membuat mamanya Cindy jatuh juga dan bajunya semakin kotor.


"Aduh."


"Mama." panik Cindy yang melihat mamanya terjatuh.


"Baju aku..." teriak mamanya Cindy yang melihat pakaian branded nya terkena air comberan.


Dengan menahan tawanya agar tidak pecah, Rangga bangun dari posisi jatuhnya tadi.


"Kamu." tekan mamanya Cindy setelah berdiri.


"Kamu tahu baju saya ini harganya berapa Hah. Gaji kamu sebulan aja belum tentu bisa buat ganti baju saya." marah mamanya Cindy sambil menunjuk nunjuk wajah Rangga.

__ADS_1


"Maafkan saya buk, saya tidak sengaja." menundukkan kepalanya pura pura bersalah, padahal emang salah😂.


"Buk,buk,buk aja, kamu kira aku ibuk kamu." mamanya Cindy terus ngomel-ngomel ke Rangga.


"Dari tadi saya udah punya filing gak enak waktu kamu masuk sini. Jangan jangan kamu ada niatan jahat ya?" Selidik mamanya Cindy curiga.


Sedangkan Rangga yang mendapatkan omelan omelan gak jelas itu masuk kuping kanan dan keluar kuping kira, alias gak di anggap.


"Ma, udah ma. Kan dia udah minta maaf." Cindy menenangkan mamanya agar tidak ngomel-ngomel terus, bisa pecah kepalanya jika terus mendengarkan suara mamanya yang kayak toa masjid.


"Awas kamu, mama mau pulang dulu ganti baju, nanti kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi dokter atau bisa telfon mama." pamit mamanya Cindy dengan perasaan kesal.


"Hati hati ma."


Mamanya Cindy pun pergi meninggalkan ruang rawat Cindy dengan menutup pintu dengan kasar.


"Maafkan saya mbak." ujar Rangga pada Cindy.


"Iya gak apa apa." jawab Cindy yang membuat Rangga heran, lantaran sikap Cindy yang gak kayak waktu di sekolah.


"Saya beresin dulu mbak." hendak membereskan kekacauan yang Rangga buat sendiri.


"Udah udah gak usah, mending kamu keluar aja. Saya lagi gak mau di ganggu." usir Cindy.


"Tapi mbak..."


"Muncul juga sifat alisnya." batin Rangga.


"Oh enggak mbak, baiklah saya keluar dulu, maaf sudah bikin keributan di sini." setelah mengucapkan itu Rangga pun segera keluar membawa peralatan peralatan yang dia gunakan tadi.


-


"Gimana lancar kan?" tanya Sisil antusias.


"Ya lancar dong beb, siapa dulu dong?" sombong Rangga.


"Bebebnya Sisil." jawab kompak Vano dkk dan Vanya dkk.


"Di dalam aman kan?" tanya Vano memastikan.


"Aman, gw ganti baju dulu, setelah itu kita masuk." jawab Rangga.


"Mau aku temenin?" tawar Sisil.


"Heh mau ngapain lo, pakek acara nemenin Rangga ganti baju segala." Sonya menoyor jidat Sisil.

__ADS_1


"Ya gak ngapa-ngapain sih." menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Udah gw ke kamar mandi dulu."


Mereka pun menunggu Rangga dengan sabar. Setelah Rangga kembali mereka pun segera masuk ke dalam ruang rawat Cindy.


"Selamat siang menjelang sore Cindy..." ucap Vano dkk dan Vanya dkk kompak yang membuat Cindy kaget.


"Ka-kalian." gugup Cindy.


Cindy takut pasalnya dia sekarang sedang sendirian tidak ada yang jaga, sedangkan mereka rame rame.


Cindy pun ingin memencet tombol yang di gunakan untuk memanggil perawatan, tapi hal itu di gagalkan oleh Galang.


"Ehh, mau ngapain nih." mencegah tangan Cindy.


"Ka-kali-an ma-u ap-pa?" takut Cindy.


"Wess kalem jangan takut, kita di sini cuma mau tengok lo aja kok. Jadi lo gak usah panik gitu, kita baik bukan, ya gak gaes?" ucap Vanya.


"Yoi." kompak mereka semua kecuali Vano yang stay cool.


"Oh iya nih kita bawain makanan buat Lo, ada seblak, bakso setan sama mie gacoan level 8. Pasti lo suka kan, kita tahu sih kita emang pengertian banget." sambung Sonya.


"Oh iya gimana kabar lo, sorry saking antusiasnya sampai kita lupa nanyain keadaan Lo." tanya Vano yang sedari tadi diam.


"Kamu khawatir sama aku Van?" senang Cindy karena merasa di khawatirkan oleh Vano.


"Eeemmm .... gimana ya, di bilang khawatir juga enggak tapi di bilang enggak ya emang enggak." jawab Vano santai seolah tak bersalah karena sudah membuat Cindy masuk rumah sakit.


"Hahaha sae lo Van kalau jawab." tawa teman teman Vano.


"Eemmm Cindy aku boleh tanya gak?" tanya Sisil.


"Ya pasti boleh lah Sil, ya gak Cin?" sela Sonya seperti tidak memberikan Cindy untuk ngomong.


"Eemmm temen temen lo mana kok gak ada, pasti lo di buang kan?" bukan seperti pertanyaan, tapi ini lebih mendekati mengetes mental Cindy.


"Sil lo kalau ngomong di jaga dong kan kasian Cindy nya, ehh tapi kayaknya lo emang di buang deh Cin." sahut Vanya.


Cindy yang sedari tadi mau bicara pun tidak jadi karena di sela terus oleh mereka.


"Ehh kalian ini kenapa pada gitu sih, Cindy mau ngomong nih kasih dia waktu buat ngomong napa." ucap Rangga.


"Bener tuh kata Rangga, kasian Cindy nya." timpal Galang.

__ADS_1


"Sial*n mereka mau bikin kepala gw pecah." batin Cindy menjerit.


...***...


__ADS_2