My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 266


__ADS_3

Vano berjalan menghampiri teman temannya yang sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Lo gak papa kan Van?" tanya Farrel.


"Menurut kakak? Apakah aku harus baik baik saja di saat istri dan calon anakku berada di tangan orang." balas Vano.


"Lo yang sabar ya, gw yakin pasti Vanya bakal baik baik saja." sambung Farrel.


"Semoga saja seperti itu. Ini semua salah aku Vanya jadi kayak gini, kenapa mereka gak ambil aku aja, kenapa harus Vanya."


"Sabar Van sabar." ujar Farrel menguatkan Vano.


Terdengar pintu utama terbuka dan masukkan dua orang ke dalam mansion Vano, siapa lagi kalau bukan papa William dan Lucas.


"Kamu ini gimana sih Van, jaga istri aja gak pecus." omel papa William.


Vano diam saja tak membalas ucapan papanya, dirinya terlalu malas buat membicarakan hal yang tidak dapat membuat Vanya kembali ke sisinya.


"Terus ini gimana?" tanya Lucas.


"Gimana gimana aja lo, ya cari lah." balas Farrel.


"Iya tahu tapi nyarinya di mana?" kesal Lucas.


"Van, bukannya seingat papa kamu ada taruh JPS di tubuh Vanya?" tanya papa William.


"Iya itu dulu, mereka sudah mengambilnya dan mungkin saja sekarang cincin itu udah di buang." jawab Vano.


"Terus kita harus mulai mencarinya dari mana?" bingung Lucas.


"Emmm maaf, bukannya tadi kita udah tangkap Cindy ya? kenapa gak kita yang Cindy aja, terus juga tadi Cindy sempat bilang kalau masalah ini juga ada kaitannya sama sahabat Vano, maksud nya itu gimana ya?" ucap Sonya.


"Iya ya lakuin ini salah satu dari sahabat gw." jawab Vano.


"Sahabat lo, sahabat lo kan hanya Galang sama Rangga. Berarti di antara mereka berdua dong?" tanya Sonya lagi penasaran.


"Hmm." balas Vano.


"Siapa Van, cepat bilang sama gw, siapa tahu gw bisa bantu?" tanya Sonya lagi.


"Yang lakuin itu adalah..."

__ADS_1


"Galang." potong Lucas.


"Hah." kaget semua orang setelah mendengar ucapan Lucas. Sedangkan Vano hanya diam saja.


"Kok bisa Galang, bukannya Galang sama Vano itu udah bersahabat dari lama ya?" tanya Fira.


"Jangankan sahabat, saudara aja bisa saling menusuk dari belakang. Tuh buktinya bibinya Farrel." jawab Lucas.


"Iya juga sih."


"Pantesan aja sekarang Galang berubah banget gak kayak dulu lagi." ucap Sonya yang tidak menyangka atas perbuatan kekasihnya.


"Udah Son, lo jangan sedih." ujar Sisil menenangkan Sonya.


Sonya mengambil ponselnya hendak menelfon Galang tapi ponsel Galang tidak aktif.


"Gak bisa kan, emang dasar penghianat. Lihat aja nanti kalau udah ketemu, bakal gw bunuh dia." ucap Lucas.


"Terus sekarang kita harus gimana." tanya Sisil.


"Kalian pulang aja, biar ini menjadi urusan gw sama keluarga gw." usir Vano dengan cara halus.


"Tapi Van kita juga mau bantu cari Vanya." bantah Sisil.


"Ya udah deh. Ayo Son pulang." ajak Sisil.


Sedangkan Sonya hanya diam saja tak membantah atau pun menyetujui, Sisil membawa Sonya masuk ke dalam mobil Sonya dan setelah itu dia membawanya ke rumah Sonya.


-


Sementara di tempat lain, orang itu sudah sampai di sebuah villa yang berada di puncak. Vanya di letakkan di dalam gudang yang usang dan berdebu. Letak gudang itu berada paling belakang sendiri di villa itu. Keadaan gudangnya juga sangatlah gelap, sehingga kelihatannya sangatlah seram.


Vanya masih belum juga sadarkan diri, mungkin efek dari bius itu sangatlah kuat sehingga sampai dua jam pun Vanya belum juga bangun.


"Kalian tinggal kan dia di sini, setelah itu jangan lupa kunci pintunya." perintah orang itu pada anak buahnya setelah mengikat tubuh Vanya di kursi duduk yang terbuat dari kayu.


"Baik bos." patuh mereka.


Orang itu pun segera pergi ke dalam ruangannya yang ada di dalam villa itu juga untuk memantau keadaan yang ada di sana aman atau tidak.


"Untuk sekarang cukup aman, tapi gak tahu nanti setelah mereka tahu tempat ini." monolog orang itu.

__ADS_1


Setelahnya, dia mencoba merentas cctv yang ada di jalanan yang Cindy dkk lewatin tadi untuk melihat kelanjutannya.


Orang itu melihat kalau Cindy dan teman temannya di bawa oleh orang orang Vano, mungkin saja di bawa ke markas mereka. pikir orang itu.


"Baguslah kalau mereka ketangkap, gw jadi bisa bebas lakuin apa pun." gumamnya.


"Tapi bagaimana nanti kalau Cindy bilang kalau pelakunya itu gw?" takut orang itu.


"Ahh mana mungkin Cindy berani, orang gw udah ancam dia." lanjut orang itu dan mencari tempat file yang dia sembunyikan.


Di file itu ada foto foto telanjang Cindy yang habis bercinta dengan dirinya, orang itu mengancam Cindy kalau sampai Cindy buka mulut maka foto itu akan di sebar olehnya. Cindy yang tak mau hal itu terjadi pun berjanji gak akan buka mulut apapun yang terjadi nanti, tapi dengan syarat orang itu gak boleh sampai menyebarkan foto-foto itu. Orang itu pun menyetujuinya, bahkan orang itu pun menghapus semua foto foto itu di hadapan Cindy, tapi itu hanya alibilinya saja, nyatanya foto itu sudah di copy di laptopnya.


"Setelah ini gw akan muncul dan pura pura khawatir akan keadaan Vanya. Sekaligus nanti gw akan memanas manasi mereka dan mengkambing hitamkan orang yang berusaha menghancurkan rencana gw." ucap orang itu, dan segera pergi pulang setelah membereskan semuanya.


-


Sekarang Vano, Lucas, Farrel, papa William dan papa Wijaya yang baru saja datang berada di ruangan kerja Vano. Mereka akan membahas masalah yang telah terjadi saat ini, terlebih ini taruhannya nyawa Vanya.


"Gw gak mau tahu, pokoknya kita harus tangkap Galang sekarang sebelum dia berbuat ulah lagi." ucap Lucas.


"Kalau menurut Om, kita gak usah buru-buru dulu sebelum ada bukti." sambung papa Wijaya.


"Gak ada bukti gimana, orang anak Om udah di culik." balas Lucas.


"Iya Om tahu, tapi apakah kamu ada bukti yang lebih jelas lagi. Bisa jadikan tadi Cindy bohong sama kalian biar kalian gak fokus untuk mencari Vanya." jelas papa Wijaya.


"Tapi Vano mengakuinya Om, Vano tahu kalau salah satu sahabatnya ada yang gak suka sama dia." balas Lucas.


"Benarkah begitu Van?" tanya papa Wijaya pada Vano.


"Iya pa." balas Vano.


"Kalau udah begitu Om sudah tidak bisa lagi membantah."


Tok tok tok.


Tiba tiba saja pintu ruang kerja Vano di ketuk oleh seseorang dari luar.


"Permisi tuan saya Sri, di luar ada yang mencari tuan. Den Galang temen tuan." ucap Sri dari luar.


Mendengar ada nama Galang di sebut, Lucas langsung berjalan dengan cepat untuk menghampiri Galang yang berada di lantai bawah.

__ADS_1


...***...


__ADS_2