My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 19


__ADS_3

"Gimana dok keadaan Vano."tanya papa Wijaya.


"Begini buk pak mohon maaf..."belum selesai dokter menjelaskan sudah di potong oleh mama Fara


"Tidak Vano.... Hiks hiks hiks.."histeris mama Fara.


Dokter yang melihat itu pun bingung.


"Vano gak mungkin ninggalin mama pa...hiks hiks hiks."ucap mama Fara sambil menangis sesenggukan dan...


Bruk


Mama Fara pingsan.


"Mama."panik papa William langsung membopong mama Fara ke dalam ruangan UGD juga.


Sementara Vanya yang melihat itu pun merasa sangat bersalah. Dia memeluk mamanya dan menangis.


Sedangkan Rangga dan Galang pun terduduk lemas.


"Dokter apa yang terjadi dengan Vano. Vano gak meninggalkan."tanya papa Wijaya.


Dokter yang sedari tadi melihat mama Fara pingsan itu pun tersadar dan bertambah bingung saat mendengar pertanyaan papa Wijaya.


"Eh. Itu."ucap dokter bingung mau bagaimana menjelaskan nya.


"Itu apa dok Vano belum meninggal kan."


"Yang bilang Vano meninggal siapa."ucap dokter sambil ngegas dan menghela nafas panjang.


Huhh....


"Terus tadi."tanya papa Wijaya.


"Tadi saya belum selesai menjelaskan tapi sudah di potong perkataan saya. Saya tadi mau minta maaf kepada tuan William karena tidak menyambut kedatangan beliau, bukan karena Vano meninggal."ucap dokter itu.


Mereka semua yang mendengar penjelasan itu pun langsung menatap dokter itu dan bernafas lega.


"Sekarang keadaan Vano gimana."tanya papa Wijaya lagi.


"Racun yang di tinggalkan ular itu sudah menyebar hampir ke seluruh tubuh."dokter menjeda penjelasannya.


"Racun itu membuat darah Vano yang ada di otak membeku dan alhamdulilah berkat doa kalian kami sudah bisa menanganinya, tapi kemungkinan terburuknya Vano akan mengalami amnesia sementara yang akan mengakibatkan dia kehilangan ingatannya 1 bulan terakhir ini."terang dokter.


(Btw itu penyakitnya aku ngasal ya 😂 karena aku juga gak ngerti tentang ilmu medis.🙏😁)

__ADS_1


"Vano. Hiks hiks hiks..."tangis Vanya pecah saat mendengar keterangan dokter itu.


"Sudah sayang jangan nangis yang pentingkah Vano gak kenapa kenapa."mama Vani menenangkan Vanya.


"Kita tinggal menunggu Vano sadar saja semoga perkiraan saya itu tidak terjadi."tambah dokter.


"Kalau begitu saya pamit dulu mau memindahkan Vano ke ruang perawatan."


"VVIP dok."ucap papa Wijaya.


"Baik tuan."jawab dokter itu dan pergi untuk memindahkan Vano.


-


Sekarang Vano sudah di pindahkan ke ruang perawatan dan mama Fara juga sudah sadar dari pingsannya. Semua orang sudah pada pulang tinggal mama Fara, papa William dan Vanya saja yang ada di sana.


"Tante Om sekali lagi Vanya minta maaf karena Vanya Vano jadi begini keadaannya."ucap Vanya sambil menunduk.


"Sudah sayang kamu jangan merasa bersalah begitu. Kita doa in saja semoga Vano cepat sadar."ucap lembut mama Fara sambil membelai rambut Vanya.


"Tapi tan.."


"Benar apa kata Tante Fara Vanya, Kamu tidak perlu menyalakan diri kamu, ini semua memang kemauan Vano sendiri."


Hari memang sudah tengah malam. Dan Vanya tadi memutuskan untuk menginap di sana untuk menjaga Vano. Sebenarnya tadi papa Wijaya melarangnya tapi Vanya terus memohon karena dia merasa bersalah pada Vano, akhirnya papa Wijaya mengijinkan Vanya.


"Benar kata Om sekarang kita tidur ya di sana."sambil menunjuk ranjang yang ada di ruangan itu.


"Biar Om yang jaga Vano sekarang kamu tidur ya."timpal papa William.


"I-iya Om."jawab Vanya gugup karena orang tua Vano sangat baik kepadanya.


"Ayo sayang kita tidur."ajak mama Fara beranjak dari kursi yang sedari tadi dia duduki di samping Vano.


Vanya pun menurut karena memang dia juga sudah mengantuk. Sedangkan papa William sekarang duduk di kursi yang tadi di pakai mama Fara. Dia tengah memperhatikan putranya sampai dia tidak menyadari bahwa dia ketiduran di samping Vano dengan tangan yang sebagian bantal.


-


Pagi hari


Vanya mama Fara dan papa William sudah bangun sedari tadi. Sekarang Vanya dan mama Fara tengah melakukan sarapan di dalam ruangan itu sedang papa William sudah pergi sedari tadi ke kantor.


"Sayang yang banyak makan nya biar tubuh kamu cepat pulih ya."ucap sayang mama Fara yang bikin Vanya salah tingkah.


Mama Fara yang menyadari ucapan sayangnya dari semalam itu pun mengerti bahwa Vanya merasa tidak nyaman dengan panggilan itu.

__ADS_1


"Eeemm.. Tante gapapa kan kalo manggil kamu sayang. Karena dari dulu tuh Tante ingin banget punya anak perempuan. Eh tau taunya anak Tante cowok semua."ucap Tante Fara sambil memasang muka pura pura sedih.


"I-iya Tante gak papa."ucap Vanya tidak enak karena membuat Tante Fara sedih kembali.


Saat mereka sedang makan tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dan masuklah mama Vani.


"Assalamualaikum jeng."Ucap salam mama Vani.


"Waalaikum salam jeng."jawab mama Fara sambil cipika-cipiki.


Vanya yang melihat kedekatan mereka pun merasa ada yang aneh.


"Mama kok akrab banget dengan Tante Fara."tanya Vanya yang melihat adegan cipika-cipiki tadi.


"Eeemmm itu-itu emmm kita itu dulu teman sekolah waktu SMA."jawab mama Vani gugup.


"Tapi kamu jangan salah paham sayang, kita udah lama gak ketemu dan baru ketemu waktu kemaren di rumah sakit kok. Iya kan jeng?"tambah mama Vani sampai mengedip kan matanya ke arah mama Fara.


Mama Fara yang mengerti akan kode dari mama Vani itu pun hanya mengiyakan saja.


"Iya benar apa kata mama kamu sayang."


"Ooh."jawab Vanya.


"Oh iya sayang ini mama bawain kamu pakaian. Kamu ganti gih."suruh mama Vani.


"Iya ma."Vanya pun berjalan ke kamar mandi untuk ganti baju.


"Aduh hampir saja jeng kita ketahuan."ucap mama Fara saat Vanya sudah masuk kamar mandi.


"Iya benar. Pokoknya kita harus cepat cepat nikahkan mereka karena aku sudah tidak sabar pengen gendong cucu."ucap mama Vani.


"Setuju kita harus merencanakan sesuatu agar mereka mau untuk segera di nikahkan."


"Siapa yang akan menikah ma...."


deg


.....


Suara siapa itu hayooo!!??


...Hai readers segini dulu ya jngn lupa like komen vote dan favoritnya ya supaya gak ketinggalan kalo author update 😁🙏...


Follow Ig author:@adhilla_021

__ADS_1


__ADS_2