My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 53


__ADS_3

Galang keluar dari sebuah kamar yang terdapat mantan pacar yang baru dia putuskan tadi.


"Maaf apa tuan yang bernama Galang?" tanya seorang wanita yang menghampiri Galang.


"Iya."


"Tuan di tunggu tuan Vano."


"Oh iya ini saya mau ke sana." jawab Galang.


"Kalau gitu saya permisi." pamit wanita itu dan di angguki oleh Galang.


Saat di lorong-lorong yang terdapat beberapa pintu kamar Galang seperti melihat bayangan seseorang yang dia kenal.


"Lah itu bukannya Sonya, ngapain dia di sini?" gumam Galang.


"Gw kerja in ahh." Galang berjalan ke arah Sonya yang sepertinya tengah mencari seseorang.


Wushhh..


Tiba-tiba kayak ada seseorang yang meniup leher Sonya bagian belakang yang membuat Sonya membalikkan badannya.


Tapi saat Sonya tengok ke belakang tidak ada orang sama sekali. Sonya melihat sekeliling yang keadaannya amat sangat sepi, Sonya merinding di buatnya.


Wushhh..


Ada tiupan lagi dari belakang Sonya. Sonya memegang ceruk lehernya dengan pelan pelan dia membalikkan badannya.


Sama tidak ada orang.


"Siapa pun kalian yang ada di sini, tolong ya jangan ganggu gw." Teriak Sonya.


Tiba-tiba lampu yang berada di atas Sonya mati dan hidup lagi, setelah itu mati dan hidup lagi bengitu seterusnya.


"Ih kok makin serem sih, mana kak Sinta lama banget lagi." Sonya melihat ke arah sekitar yang sepi sunyi tidak ada orang sama sekali.


Tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang pundaknya yang sukses membuat Sonya menegang di tempat.


Deg


"Om setan plis jangan ganggu Sonya, Sonya gak ngapa-ngapain kok sino. Sonya hanya nganterin kakak sepupu Sonya buat ngelabrak tunangannya yang sedang selingkuh. Plis jangan ganggu Sonya." ucap Sonya memohon dengan ekspresi ketakutan dan kaki yang gemetar.


Sonya dengan semua keberaniannya berusaha membalikkan badan untuk melihat hantu apa yang menakut nakuti nya.


'Ya Allah ampunilah dosa dosa Sonya, tolongin Sonya ya Allah.' ucap Sonya dalam hati sambil memejamkan matanya.


Tangan itu masih setia memegang pundak Sonya dengan mencengkeramnya erat.


Sonya sudah berhadapan dengan hantu yang menyakitinya tapi dia tidak berani membuka matanya, karena takut melihat wajah menyeramkan si hantu.


Tangan itu menimpuk nimpuk pundak Vanya seolah mengisyaratkan agar Sonya membuka matanya.


Sonya dengan berat hati dan kaki yang gemetar berusaha membuka matanya yang terasa berat. Setelah terbuka....


Dam...

__ADS_1


Sial*n wajah menyeramkan yang sudah dia bayangkan dan yang sudah membuatnya kakinya bergetar sekarang berganti dengan wajah Cengengesan seseorang yang tengah berusaha menahan tawanya sedari tadi.


"Buahahahaha..." tawa Galang pecah saat melihat ekspresi wajah Sonya.


"Aduh, aduh perut ku sakit, sumpah Soy muka lo lucu banget kalau lagi ketakutan."


"Hahaha.."


Sonya yang menyadari bahwa ternyata dia tengah di kerjai oleh Galang pun naik pintam dan segera menimpuk Galang dengan tas selempang yang dia bawa.


Bug bug bug.


"Auw sakit Soy."


"Rasain nih, emang enak. Salah siapa ngerjain gw."


Bug bug bug


Sonya terus menimpuk Galang sedangkan Galang terus berusaha menghindar dari serangan Sonya.


-


Di posisi Vano, dia di bawa oleh sejumlah orang laki laki ke sebuah kamar yang berada di club itu. Vano di letakkan di atas ranjang dan meninggalkannya di kamar itu sendirian.


"Shitt, badan gw panas banget." racau Vano setengah sadar.


"Woy nyalain AC nya." Teriak Vano sambil melepaskan jaket yang dia kenakan.


Tiba-tiba ada seorang wanita yang datang dan duduk di ranjang yang sama dengan Vano. Wanita itu mengelus paha Vano yang membuat Vano makin menegang.


"Aah." desah Vano.


Wanita itu mengelus paha Vano dan mulai naik menuju paha bagian atas Vano.


"Ahh." desah Vano lagi tidak sadar.


Saat sampai di paha bagian atas Vano wanita itu berusaha membuka resleting celana Vano. Saat tinggal setengah lagi resleting itu akan terbuka...


Brak.


Wanita itu berhenti melakukan kegiatannya dan membalikkan badannya untuk melihat kearah pintu.


"Lo berani sentuh temen gw dengan tangan kotor lo itu, gw jamin tangan lo besok sudah tidak ada di tepatnya." ucap orang yang mendobrak pintu tadi dengan tegas dan segera menghampiri Vano yang sudah belingsetan di atas ranjang.


"Van, Lo denger gw kan Van." ucap Galang sambil menampari pipi Vano tapi tidak terlalu keras.


Orang yang mendobrak pintu itu adalah Galang.


Flashback on:


Tadi selesai menemani Sonya yang sedang menunggu kakak sepupunya Galang segera kembali ke tempat Vano.


Tapi saat di perjalanan dia melihat beberapa orang tengah membawa seseorang yang sepertinya setengah sadarkan diri. Sebenarnya Galang tidak terlalu peduli tapi sekilas sepertinya dia mengenal orang yang mereka bawa itu. Galang memfokuskan penglihatannya dan benar saja dia mengenali orang itu yang tak lain adalah Vano.


Galang segera berlari untuk menolong Vano tapi dia di hadang oleh beberapa orang yang sepertinya adalah komplotan dari orang orang yang memasukkan Vano kedalam sebuah kamar.

__ADS_1


Galang melihat keadaan yang tidak mendukung, karena dia hanya sendirian sedang mereka berjumlah banyak. Akhirnya Galang memilih untuk memanggil keamanan yang ada di sana dan meminta bantuan mereka.


Awalnya mereka gak mau membantu Galang tapi beruntungnya club itu punya Om nya jadi Galang meminta bantuan Om nya agar pihak keamanan mau membantu Galang.


Flashback off.


"Lang tolong anterin gw pulang ke apart Lang." mohon Vano saat kesadarannya kembali setelah di tampar Galang tadi.


Galang yang mendengar itu pun segera memapah Vano dengan bantuan pihak keamanan yang ada di sana.


"Panas." ucap Vano.


"Ayo pak cepat." ucap Galang pada pihak keamanan.


Galang meminjam mobil omnya karena gak mungkin membawa Vano dengan keadaan begini dengan motor.


Galang melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata berharap agar cepat sampai di apartemen Vano yang sudah dia ketahui letak lokasinya.


Di dalam mobil Vano terus belingsetan dan berusaha membuka kaos yang baju yang dia pakai tapi di tahan oleh Galang.


"Lepasin Lang. Panas." ucap Vano.


"Sabar Van bentar lagi kita sampai di apart lo, nanti lo bisa berendam pakai air dingin di sana."


Akhirnya mereka sampai di parkiran apartemen Vano. Galang segera membopong Vano ke arah apartemen Vano tapi saat di depan pintu Vano menolak Galang untuk mengantarkannya masuk ke dalam.


"Lo pulang aja Lang, gw bisa ngatasin ini sendiri." ucap Vano.


Bagaimanapun Vano masih agak sadar, dan dia teringat akan keberadaan Vanya yang berada di dalam apartemen.


"Tapi Van..."


"Lang gw mohon." mohon Vano yang hampir frustasi.


"Baiklah, tapi nanti bila ada apa apa kabarin gw."


"Hmm."


Galang pergi meninggalkan Vano sendiri, dan Vano segera membuka pintu apartemennya.


Vano masuk dan segera berjalan menuju anak tangga.


"Vano kamu baru pulang." sapa Vanya yang menyambut kedatangan Vano.


Vano membalikkan badannya ke arah Vanya yang berada di belakangnya.


"Oh, shitt."


Umpat Vano.


Dia melihat Vanya sekarang tengah memakai hotpants berwarna hitam dan kaos putih polos yang agak kebesaran yang membuat Vanya semakin sexy.


...***...


Uhuy aku kembali 😂

__ADS_1


maaf ya kemaren aku gak up, karena kalau hari Jumat aku agak sibuk jadi gak bisa up.


Btw apa yang akan terjadi antara Vanya dan Vano?


__ADS_2