My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 64


__ADS_3

"Kamu itu Van, udah punya istri hilangin tuh sifat manja mu. Gak malu apa?" ucap papa William menasehati anaknya.


"Dih, situ apa kabar." balas Vano.


"DIAM." seketika semua orang diam kecuali Vanya yang memang sedari tadi hanya menyimak obrolan receh keluarga suaminya.


"Berisik tau gak, jadi makan apa enggak." ucap Vino yang membuat mereka semua melongo.


Bagaimana tidak seorang Vino anak bau kencur yang biasanya paling berisik sekarang malah melarang orang agar jangan berisik, gak salah tuh.


"Vin kamu sehat?" tanya papa William yang duduk di samping Vino sambil tangannya menyentuh jidat Vino seolah mengecek suhu tubuh Vino.


"Menurut papa?" tanya balik Vino cuek.


"Udah udah kita makan sekarang, Vanya kamu ambilin makanan Vano." lerai mama Fara dan menyuruh Vanya agar mengambilkan makanan untuk Vano.


"Baik ma." jawab Vanya.


Sandiwara yang sangat apik sekali, bersikap tenang seolah mereka adalah pasangan yang sangat saling mencintai padahal aslinya gak sama sekali.


Vanya mengambilkan makanan untuk Vano setelah begitu juga mama Fara yang mengambilkan makanan untuk papa William dan Vino. Setelah itu mereka semua makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara sama sekali.


Selesai makan Vano dan papa William akan segera berangkat ke Bandara untuk pergi ke Italia.


"Kalian hati hati ya di jalan." pesan mama Fara.


"Iya kamu juga hati hati di rumah, kalau mau pergi jalan-jalan pakai supir jangan pergi sendiri." balas papa William.


"Iya, pokoknya nanti kita harus jalan jalan ya sayang. Nanti kita pergi ke mall habisin uang papa." ajak mama Fara pada Vanya yang di tanggapi senyuman manis oleh Vanya.


Vano pun tersenyum dalam hati melihat kedekatan mama papanya, Vano bersyukur karena memiliki keluarga yang saling menyayangi satu sama lain.


"Vano pergi dulu ya ma." pamit Vano pada mama Fara.


"Loh kok cuma pamit sama mama, sama istri kamu enggak?"


"Kan gantian ma, habis pamit mama trus pamit ke Vanya."


"Udah jangan ribut, Vanya baik baik ya di rumah sama mama nanti kalau papa pulang papa bawain tas Dior keluaran terbaru."


"Gak usah repot-repot pa, papa pulang dengan selamat saja Vanya sudah senang." jawab Vanya tidak enak lantaran mertuanya ini selalu memanjakannya.


"Udah kamu terima saja, uang papa banyak jadi mau buat apa kalau tidak untuk memanjakan istri dan anak anaknya. Ya gak pa?"


"Iya nanti mama juga papa belikan sekalian." jawab papa William yang tau apa yang ada di pikiran istrinya kalau dia keluar negeri pasti pulangnya harus bawa oleh-oleh.


"Kok mama sama kak Vanya doang, Vino engak?" iri Vino yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka yang sedang pamitan.

__ADS_1


"Loh kan papa udah bilang sama Vino, kalau nanti papa juga akan bawain oleh oleh juga untuk Vino." jawab papa William.


"Udah ayo kita berangkat pa, Van aku pergi dulu kamu hati hati di sini ya. Kalau ada apa-apa kamu telfon aku." pamit Vano berhadapan dengan Vanya.


"Iya kamu juga hati hati ya di sana." balas Vanya.


Vano pun memberanikan dirinya untuk mencium kening Vanya di hadapan kedua orang tuanya agar mereka percaya bahwa hubungan keduanya baik baik saja.


"Biar mereka percaya." ucap Vano lirih sambil menempelkan bibirnya di kening Vanya.


Vanya yang belum siap itu pun matanya melotot, dia tidak menyangka bahwa Vano akan melakukan hal sejauh ini.


"Ehem." papa William pura pura batuk.


"Masih ada anak kecil." peringat papa William sambil melihat ke arah Vino yang berdiri di samping mama Fara.


Vanya pun merasa malu, dia pun menundukkan kepalanya takut menatap kearah mertuanya.


Sedangkan Vano, dia merasa biasa biasa saja dan memasang wajah datarnya.


"Vino kak Vano titip mama sama kak Vanya ya, nanti di jagain. Kalau ada orang jahat, Vino harus melindungi mama dan kak Vanya. Oke." Vano berbicara kepada adik tersayangnya.


"Siap bos." sambil mengangkat tangan kanannya hormat.


"Tapi gak gratis, nanti kak Vano juga harus bawain Vino mainan yang buanyuak." tambah Vino.


"Iya nanti kak Vano bawain mainan yang buanyuak seperti yang Vino mau." jawab Vano.


"Oh iya satu lagi, semangat buat olimpiade besok, aku doa in semoga kamu bisa menang." ucap Vano sambil terus menatap Vanya.


"Kamu mau olimpiade sayang?" tanya mama Fara, pasalnya dia tidak tahu jika besok menantu kesayangannya ini akan olimpiade.


"Iya ma." jawab Vanya.


"Wah hebat menantu mama, habis ini kamu belajar saja ya kita jalan jalan nya lusa saja."


"Vanya gapapa kok kalau mama mau jalan jalan hari ini, Vanya bisa belajar nanti malam lagi."


"Udah kamu nurut aja apa kata mama, biar nanti kamu bisa mengerjakan semua soalnya dengan benar." ucap papa William.


"Baik pa." Vanya sudah tidak bisa membantah lagi jika begini dia hanya bisa diam.


"Ya udah kita berangkat dulu, Assalamualaikum." papa William dan Vano memasuki mobil Alphard yang berwarna hitam mengkilap yang di bukakan oleh asisten Rudi.


"Waalaikum salam." jawab serempak mama Fara, Vanya dan Vino.


"Mari Nyonya, nona tuan muda kecil saya pamit dulu." pamit asisten Rudi.

__ADS_1


"Iya hati hati di jalan." jawab mama Fara.


"Iya Nya." jawab asisten Rudi dan masuk kedalam mobil. Dia duduk di depan samping kemudi.


Mobil Alphard yang di tumpangi Vano dan papa William itu pun perlahan pergi meninggalkan halaman rumah mewah bergaya Eropa milik keluarga William.


"Hati hati papa." teriak Vino yang sedari tadi diam tidak mengucapkan apa-apa ke papanya selain tentang oleh oleh.


"Ya udah ayo kita masuk, kamu belajar saja mama mau ke kamar dulu beresin pakai beres beres. Vino kamu juga belajar sana."


"Baik mama ku sayang." jawab Vine nurut.


"Baik ma." jawab Vanya.


"Kak Vanya kita belajar bareng yuk, nanti ajarin Vino berhitung." ajak Vino.


"Vino kamu belajar sendiri, jangan ganggu kakak kamu." peringat mama Fara.


"Tapi ma..."


"Gak apa apa kok ma, Vanya gak merasa di ganggu kok. Malahan Vanya senang ada teman belajarnya." ucap Vanya kepada mama Fara.


"Ya udah terserah kamu saja, Vino nanti kalau kak Vanya lagi sibuk Vino gak boleh ganggu ya."


"Siap macan." jawab Vino.


"Hah, macan dimana?" bingung mama Fara, sedangkan Vanya hanya tersenyum saja karena dia sudah mengerti apa macan yang di maksud Vino.


"Mama cantik. Iiih mama kudet deh, masak gitu aja gak tau sih." Jawab Vino menjelaskan.


"Lagian kamu ngomong pakai di singkat singkat segala, masih bocil juga udah gaya."


"Vino udah besar mama." ucap Vino yang tidak terima di katain bocil.


Vanya hanya mendengarkan saja apa yang mama sama Vino ucapkan. Vanya membayangkan mungkin jika nanti dia sudah mempunyai anak akan begitu.


"Idih." sambil menampilkan wajah mengejek ke Vino.


"Iiih mama nyebelin. Jadi belajar gak nih?" tanya Vino karena sedari tadi mereka tetap berhenti di depan pintu utama.


"YXGK." jawab mama Fara sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Vino dan Vanya hanya diam berdiri dan saling memandang.


"Mama ngomong apa kak?"


Vanya hanya mengangkat bahu nya karena memang dia juga tidak mengerti.

__ADS_1


...***...


Ada yang tau apa itu YXGK?


__ADS_2