
"Kami bersepakat untuk menjodohkan kalian berdua dan pernikahan akan segera di lakukan setelah Vano keluar dari rumah sakit ini."jawab papa William.
"WHAT...."
kaget Vano dan Vanya.
"Iya pokoknya kalian harus terima perjodohan ini gak ada penolakan."ucap mama Fara.
"Gak bisa gitu dong ma."sanggah Vano.
"Ini semua demi kebaikan kalian Vano jadi kamu gak bisa nolak."jawab mama Fara.
"Tapi ini kehidupan Vano ma. Kalian gak bisa seenaknya gitu dong mengambil keputusan."
"Mama gak mau tau pokoknya kamu harus nikah sama Vanya secepatnya titik, kita gak menerima penolakan."
"MA.."bentak Vano.
"Kamu bentak mama Van..."ucap mama Fara yang syok sambil memegangi dadanya.
Nafas mama Fara pun memburu dengan cepat. Dan mama Fara pun kesakitan hingga pingsan.
"Ma. Ma. Mama kenapa ma."ucap panik papa William sambil menopang tubuh mama Fara.
"Ini semua gara gara kamu Vano."tambah papa William.
Vano pun turun dari ranjang meskipun Vano masih merasa kesakitan di area kakinya tapi dia tetap memaksakan untuk menghampiri mamanya.
"Ma. Mama , mama kenapa ma. Maafin Vano ma...."ucap panik Vano sambil memegang tangan mamanya.
Papa William pun membopong tubuh mama Fara dengan cara menggendongannya menuju ranjang Vano.
"PANGGILKAN DOKTER CEPAT."Teriak Vano.
Papa Wijaya pun segera memanggilkan dokter sedangkan mama Vani hanya tersenyum simpul yang entah apa artinya.
Vanya menatap mereka semua. Vanya bingung antara mau menerima perjodohan ini atau tidak. Sebenarnya dia mau mau saja di jodohkan dengan Vano karena dia juga suka sama Vano sekalian juga dia mau merawat Vano karena kondisi Vano yang sekarang. Tapi dia gak mau menerima perjodohan atau menikah dengan seseorang yang hilang ingatan.
Vanya pun bingung tapi saat dia menatap ke arah papanya yang sudah kembali bersama dokter yang mau memeriksa mama Fara, Papa Wijaya menatap Vanya dengan penuh harap bahwa Vanya akan menerima perjodohan ini.
Vanya yang di tatap seperti itu pun semakin bingung dia pun mengalihkan pandangannya ke arah mama Fara yang sedang di periksa dokter. Vanya harus mengambil keputusan secepat mungkin karena melihat kondisi mama Fara yang seperti itu karena penolakan Vano tadi.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?"tanya papa William setelah dokter itu selesai memeriksa istrinya.
"Kondisi istri ada baik baik saja. Tapi sebisa mungkin jangan membuat istri anda syok karena bisa menyebabkan jantungnya kambuh lagi bahkan bisa lebih parah dari ini."terang dokter.
"Baik dok."jawab papa William sambil menatap Vano dengan tatapan permusuhan.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan nyonya."pamit dokter.
Mereka pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mempersilahkan dokter itu pergi.
"Puas kamu HAH."marah papa William pada anaknya.
Vano pun hanya menundukkan kepalanya, mau senakal nakalnya Vano dia tetap memiliki rasa takut terhadap orang tuanya.
__ADS_1
"Kamu mau bikin mama kamu meninggal HAH."
Gak nyangka papa Van, kamu berani bentak mama kamu. Papa kecewa sama kamu Van."ucap papa William sambil mengalihkan pandangannya dari Vano.
Vano pun mengangkat kepalanya memandang papanya yang tidak lagi menatap ke arahnya.
"Maafin Vano pa. Vano janji gak akan mengulanginya lagi. Tolong maafkan Vano pa..."ucap Vano lirih dengan mata berkaca-kaca sambil memegang tangan papa William yang sedang berada di hadapannya.
"Kamu salah kalau minta maaf sama papa. Kamu seharusnya minta maaf sama mama kamu yang sudah kamu lukai hatinya."ucap papa William tanpa memandang Vano.
"Plis pa, maafin Vano tatap Vano pa."Hati Vano sakit saat melihat papanya tidak mau memandangnya.
"Sekarang mau bagaimana hmm. Papa gak mau maksa kamu lagi, terserah kamu mau kamu nikah sama siapa pun nanti. Tapi jangan pernah anggap papa dan mama ada. Kamu gak usah pedulikan mama dan papa."ucap papa William sambil menatap sedu anaknya.
"Baik...."ucap Vano yang melihat tatapan kecewa papanya.
"Vano mau menerima perjodohan ini."lanjut Vano sambil memejamkan matanya.
Semua orang yang mendengar itu sontak menatap Vano seolah olah tidak percaya dengan jawaban Vano. Tak terkecuali Vanya dia juga ikutan menatap Vano.
Sedangkan mama Fara yang pura pura pingsan pun merasa senang bukan main karena rencananya bersama mama Vani berhasil.
"Kamu serius Van."tanya papa Wijaya.
"Hmmm."jawab Vano.
"Kalau kamu beneran menerima perjodohan ini, Om berharap kamu tidak akan pernah menyakiti atau mengecewakan Vanya."
"CK.... senakal nakalnya Vano, Vano gak pernah tuh menyakiti cewek."ucap Vano sambil tersenyum remeh.
"Pa..."ucap Vano.
"Hmm."
"Papa masih belum maafin Vano."
"...."
"Pa Vano kan sudah menerima perjodohan ini kenapa papa masih marah sama Vano."
"Papa gak marah sama kamu. Papa hanya kecewa karena kamu sudah berani bentak mama kamu."
"Kita tunggu sampai mama kamu sadar setelah itu kamu minta maaf sama mama. Kalau mama mau maafin kamu papa juga maafin kamu."ucap papa William sambil menatap istrinya yang belum sadarkan diri.
Vano yang mendengar ucapan papanya itu pun ikutan menatap mamanya sambil menciumi salah satu tangan mamanya yang tidak terpasang infus.
"Makasih Van kamu mau menerima perjodohan ini. Om titip Vanya ya!"ucap papa Wijaya.
"Iya."jawab singkat Vano tanpa mengalihkan pandangannya dari mama Fara.
Vanya yang melihat itu pun hanya bisa tersenyum simpul. Akankah dia menerima perjodohan ini atau tidak.
"Air..."
__ADS_1
ucap lirih seseorang.
"Mama."Ucap Vano dan papa William.
"Pa, minum."ucap mama Fara lagi.
"Minum mana minum."ucap Vano dan papa William sambil mencari minuman.
"Ini Om."Vanya memberikan minuman yang ada di meja deket sofa.
Setelah minum mama Fara pun memandang anaknya dengan tatapan sendu.
"Ma..."
"Vano minta maaf karena sudah bentak mama. Maafin Vano ma.... Hiks hiks hiks..."ucap Vano sambil menangis dan mencium tangan mamanya yang sedari tadi ia pegang.
Vanya dan kedua orang tuanya yang tidak pernah melihat Vano nangis pun melongo. Mereka tak pernah mengira seorang Vano ketua geng motor dan anak bad boy juga memiliki sifat yang dinginnya kayak kulkas dua pintu ternyata bisa menangis juga.
"Sudah kamu jangan nangis gini dong. Gak malu kamu di liatin Vanya hmm."mama Fara menenangkan anaknya
Mama Fara sebenarnya merasa bersalah karena telah membohongi anaknya, tapi mau bagaimana lagi karena bohong itulah rencana perjodohan itu berhasil.
Vano yang sadar akan itu pun cepat cepat menghapus air matanya dan memasang wajah cool nya.
"Mama udah maafin Vano kan."tanya Vano.
"Iya mama maafin asal kamu mau menuruti kemauan mama."
"Iya Vano mau kok menerima perjodohan ini asal mama jangan sakit lagi ya."ucap Vano sambil memandang wajah mamanya yang masih cantik meskipun sudah berusia kepala empat.
"Janji kamu gak bakal mengecewakan mama lagi."
"Iya ma Vano janji."ucap Vano sambil tersenyum.
Mama Fara pun ikutan tersenyum. Dia pun menatap sahabatnya dan mengedipkan sebelah matanya yang di balas kedipan pula oleh mama Vani.
"Nah sekarang kan Vano sudah mau di jodohkan dengan Vanya. Trus Vanya nya gimana sayang, kamu mau kan menikah dengan anak Tante?"tanya Tante Fara.
Semua orang pun memandang Vanya.
"A-aku..."
"Eeemmmm..."
.....
Gimana nih jawaban Vanya, diterima gak ya....
*Oh iya aku ada video nih aku up di YouT*be tonton ya judulnya*
MY KETOS MY LADY. Black Crow
...Hai readers maaf ya author kemarin kemarin gak up karena di rumah ada kegiatan jadi gak bisa update 😁...
__ADS_1
...Jangan lupa like komen vote dan favoritnya ya biar makin semangat author kalau nulis. Kalau bisa sekalian share novel author ke teman temannya ya 😁🙏🙏...
Follow Ig author:@adhilla_021