
Semua tampak begitu kecil dan bergerak begitu cepat saat ia sedang terbang udara. Ia yang sudah melakukannya selama 80 tahun itu, sudah terbiasa akan hal tersebut. Yvvone bahkan masih mampu mengenali sesuatu di darat dengan kecepatan seperti itu.
Tapi kali ini ia melipat gandakan kecepatan terbangnya untuk segera menuju ke pemukiman para Mugger di hutan utara.
Namun meski demikian tubuhnya tidak mengalami masalah sama sekali, karena kekuatan sihir angin miliknya melindunginya dari gesekan udara saat ia melesat dengan cepat.
-
Tak berapa lama tampak bibir hutan muncul hijau memenuhi garis horison. Segera ia mengurangi kecepatannya. Dan mulai mencari pemukiman di sekitaran bibir hutan tersebut.
Tempat itu sudah kacau saat ia menemukannya. Para Mugger tampak berlarian panik. Seorang pria berdiri di area yang sekitarnya tampak hancur berantakan.
Segera gadis Elf itu turun dari angkasa tepat dihadapan pria tersebut.
"Siapa kau?" Tampak pria itu terkejut mendapati seorang gadis turun dari langit. Tampak pula para Mugger yang lain juga terkejut akan kedatangan Yvvone.
Ketika dilihat dari dekat, area sekita tempat itu hancur tercabik-cabik. Tampak semua barang yang hancur ditempat itu memiliki bekas seperti disabet dengan banyak pedang, atau disabet berkali-kali.
Setelah menatap berkeliling, Yvvone kembali menatap ke pria didapannya, "Kembalikan batu Arcane itu padaku" pintanya kemudian.
Pria yang menurut informasi dari para penculiknya bernama Ron itu tampak seperti pria Morra biasa. Dengan bentuk tubuh bukan seorang petarung, juga tidak membawa tongkat sihir. Bahkan pria itu memakai baju penduduk yang biasa dipakai sehari-hari.
"Oh, jadi kau Aeron yang dibicarakan itu? Bagaimana kau bisa sampai ketempat ini? Bukannya kau dikirim ke pesisir timur Estrinx?" Pria itu terlihat tenang melihat Yvvone.
"Oh, ternyata tempat itu pesisir timur Estrinx" terlihat Yvvone menatap keatas sambil mengangguk kecil, seolah baru saja memahami sesuatu.
"Jadi kau berhasil mengalahkan para penjaga disana? Hebat memang seorang Elf itu"
__ADS_1
"Aku merasa tersanjung, jadi sekarang mana batu Arcan ku?"
"Aku tak kan memberikannya padamu" ucap pria itu seraya memasang kuda-kuda siap menyerang.
"Baiklah, aku tidak akan meminta untuk ketiga kalinya" ucap Yvvone yang tanpa peringatan segera mengeluarkan sihir anginnya kepada pria tersebut.
Ia menggunakan tehnik yang sama seperti yang ia gunakan pada pria penculiknya kemarin. Menarik semua udara disekitar lawannya, dan membiarkannya pingsan karena kehabisan oksigen.
Dan terlihat wajah pria itu terkejut akan serangan mendadak Yvvone, kemudian mulai panik menyentuh mulut dan lehernya. Tak lama pria itu jatuh berlutut. Kedua tangannya menahan berat tubuhnya yang mulai melemah.
Namun tiba-tiba sebuah pilar es muncul dari permukaan tanah tepat ditempat Yvvone berdiri. Tapi bukannya menusuk, pilar es itu membekukan dan mengurung tubuh Yvvone di dalamnya.
Seketika itu sihir Yvvone menghilang dan pria tadi segera menarik nafas pendek dan tergesa. Segera mengisi paru-parunya dengan udara. Keringat dinginnya mengucur deras seperti sedang diguyur air.
"Wah, hampir saja" ucap pria itu dengan wajah setengah kuatir setengah lega.
"Beraninya kau menggunakan senjata buatanku untuk menyerang ku" terlihat Yvvone sedikit kesal seraya membersihkan serpihan es di rambutnya.
"Elf memang lawan yang harus di hadapi dengan serius" ucap pria itu yang kemudian udara dingin tiba-tiba menyeruak hadir di sekitar tempat itu.
Area itu hanya tinggal Yvvone dan pria itu saja. Semua Mugger di pemukiman tersebut sudah berlindung kedalam hutan.
"Jadi kau tidak serius menghadapiku tadi? Entah aku harus sedih karena kau tidak menganggapku, atau harus senang karena kau terlalu bodoh" balas Yvvone yang kini angin mulai bergerak memutari tubuhnya. Menghindarkan nya dari udara dingin yang tampak mengamuk disekitarnya.
"Mati kau!" Ucap pria itu. Dan udara dingin tadi mulai berubah menjadi badai es. Puluhan pilar es runcing muncul diudara begitu saja dan bergerak mengamuk mencabik segala hal yang ada di hadapannya.
Tapi aliran angin yang bergerak disekitar tubuh Yvvone melindunginya serupa perisai. Puluhan pilar es itu hancur sebelum menyentuh tubuh Yvvone.
__ADS_1
"Batu itu berbahaya. Kau tak akan bisa menerima dampaknya" ucap Yvvone yang masih berdiri tak tersentuh dihadapan pria itu.
"Apa sekarang kau sedang melakukan serangan mental padaku? Karena tak mampu untuk menyerang balik?" Kelakar pria itu.
Yvvone menatap pria itu dengan tatapan bosannya. Kemudian menggerakan tangannya seperti sedang melempar sesuatu ke arah pria iitu, dan seperti bola dari angin yang bertekanan tinggi meluncur cepat menghantam perut pria itu dan kemudian melemparnya jauh kebelakang.
Seketika itu juga badai es itu lenyap. Meski bercak dan kubangan air tersisa di penjuru tempat itu.
Yvvone berjalan mendekat kearah pria itu, yang kini mencoba untuk berdiri kembali.
Pria itu kemudian tersenyum dan seperti sedang merapal sesuatu.
"Hentikan, kau bisa mati" ucap Yvvone yang kemudian berhenti mendekat. Ia tahu pria itu sedang merapal sebuah sihir tingkat tinggi. Ia segera bersiap-siap membuat perlindungan.
"Aku bahkan tidak pernah tahu rasanya hidup, karena aku memang sudah mati sejak awal" ucap pria itu, yang kemudian seperti angin tornado muncul dengan tubuhnya berada di pusat pusaran.
Semakin lama tornado itu semakin membesar dan pilar es mulai muncul dan mengamuk dalam putaran angin tersebut. Separuh pemukiman Mugger itu hancur porak poranda dalam waktu singkat.
Sedang Yvvone mulai sedikit kualahan menahan putaran angin yang mengamuk tersebut. Beberapa pilar berhasil menembus pelindung anginnya dan melukai tubuhnya. Menggores kaki dan lengannya.
Ditengah pandangannya yang kabur karena tornado es tersebut. Yvvone melihat sosok yang sedang menunggangi kuda menuju tempat itu dari arah belakang pria itu.
Itu pasti ksatria yang tadi ditemuinya di lereng Karas, pikir Yvvone. Ksatria itu datang tidak tepat waktu.
Dan kemudian Yvvone segera meninggalkan pria itu dan melesat menuju kearah ksatria berkuda yang mulai mendekat itu. Saat terlihat tubuh pria itu mulai berubah menjadi penggalan-penggalan es seperti kaca berwarna susu kusam.
"Hati-hati!" Ucap Yvvone saat sudah berada dekat dengan ksatria itu.
__ADS_1
Dan tepat saat Yvvone membuat pelindung untuk melindungi dirinya dan ksatria itu, pria tadi meledak berkeping-keping dengan pecahan es yang setajam pedang berterbangan keberbagai arah sebelum kemudian meleleh dan hilang.