
"Ini hal yang memerlukan usaha yang sangat besar, tuan Mateus. Apa itu sepadan dengan hasilnya?" Seorang Narva paruh baya tampak menyandarkan tubuhnya kebelakang. Wajah tampak garang dengan tambahan kumis yang melintang mengancam.
"Benar, tuan Nadir. Sebelumnya saya juga sempat berpikir demikian. Terlalu membutuhkan banyak usaha" Mateus menjawab dari tempat duduk dihadapan pria baya yang dipanggil Nadir itu.
Pria itu adalah satu dari beberaia teman baik Mateus. Sesama keluarga bangsawan yang perduli tentang kerajaan dan rakyat. Pria itu adalah keluarga cabang dari bangsawan Feymarch.
Mateus menuju kota Meso hanya khusus untuk menemui Nadir. Ia ingin meminta temannya itu untuk membantunya dengan pemerintahan yang akan dibuat setelah ini.
"Tapi meski status kebangsawanan dihilangkan, apa mungkin pemikiran dan nilai pandang hal tersebut bisa dirubah?" Nadir mengeluarkan pandangannya.
"Kemarin saya sempat bertemu dengan tuan Chris di kota Guam dan tuan Sabil saat di kota Xin. Dan sempat membicarakan hal ini" Mateus berucap. "Dan itu juga yang di ucapkan oleh tuan Chris saat saya membicarakan rencana yang akan di lakukan wilayah Pharos pada wilayah bekas kerajaan Urbar ini" lanjutnya kemudian.
"Memang itu hal yang cukup rawan menimbulkan pemberontakan dan penolakan. Juga memiliki kesempatan berhasil yang cukup kecil" Nadir masih mencoba mengeluarkan pandangannya.
"Tapi menurut pemimpin kami, dengan merubah jenis pemerintahan yang kita miliki, dan menitik beratkan pada hal lain, maka orang-orang akan mulai melupakan tentang permasalahan status tersebut" Mateus menjawab lagi.
"Menitik beratkan pada hal yang lain? Merubah jenis pemerintahan?" Nadir terlihat tidak mengerti dengan yang dimaksud oleh Mateus.
"Benar, tuan Nadir. Dengan melakukan peningkatan taraf hidup rakyat, akan merubah cara pandang mereka terhadap kebudayaan dan gaya hidup" Mateus menjawab.
"Dan bagaimana caranya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat?" Nadir terlihat penasaran.
"Dengan memberikan pendidikan, jaminan kesehatan, lapangan kerja dengan hasil yang menjanjikan" Mateus menjawab lagi.
"Apa semua hal itu bisa dilakukan? Semua itu hanya akan jadi sebatas ide dan pemikiran saja. Akan sangat susah untuk menjadikannya nyata" Nadir terdengar skeptis dan pesimis.
"Ya, itu juga yang sebelumnya saya pikirkan, tuan Nadir. Tapi anda tahu? Sekarang wilayah bagian tengah Pharos sudah melakukan semua hal tersebut" jawab Mateus menjelaskan.
__ADS_1
"Benarkah?" Nadir masih terdengar meragukan.
"Anda harus melihatnya sendiri baru akan percaya" Mateus menjawabnya dengan sedikit tertawa.
"Lalu bagaimana yang tentang merubah jenis pemerintahan, itu tadi?" Nadir yang penasaran bertanya lagi kepada Mateus.
"Jadi saat ini jenis pemerintahan yang kita kenal adalah Oligarki. Sebuah wilayah yang di jalankan oleh suatu kelompok. Dan pemimpin kami berencana untuk merubahnya menjadi Republik. Wilayah yang di jalankan oleh aturan" jelas Mateus kemudian.
"Apa itu Oligarki dan Republik?" Nadir tampak baru pertama kali mendengar kata-kata tersebut.
Bukannya menjawab pertanyaan Nadir, Mateus tampak mengeluarkan sebuah buku tipis dari dalam tasnya. Berukuran dua telapak tangan, dan hanya berisi dua puluh lembar halaman. Yang kemudian memberikannya ke Nadir.
"Apa ini?" Nadir menerima buku tersebut dengan wajah yang masih bingung.
"Bacalah, tuan Nadir. Anda akan mengerti" Mateus menyarankan Nadir untuk membacanya.
Kemudian Nadir tampak mulai membaca dan membalik halaman buku tersebut satu demi satu. Dan semakin lama Nadir membaca, semakin ia terlihat tertarik.
"Bagaimana menurut anda?" Mateus bertanya dengan senyum diwajah.
"Panduan yang ditulis dalam kitab ini selain rinci, juga sangat masuk akal dan membuatnya mungkin untuk dilakukan. Dengan membuat wilayah menjadi percampuran antara pemerintahan terpusat dan pemerintahan otonomi, membuat semua tindakan akan jadi lebih tepat sasaran, namun juga masih lentur dalam menghadapi situasi yang tengah terjadi.Benar-benar ide yang jenius.." Nadir terlihat sangat kagum menjelaskan isi dari tulisan yang baru saja ia baca itu. "Jadi siapa yang menulis isi kitab ini?" Tanyanya kemudian.
"Bila anda berminat, anda bisa bertemu dengan penulis buku tersebut. Anda pasti menyukainya" ucap Mateus yang masih tersenyum.
"Hm. Aku jadi penasaran seperti apa orang yang bisa mencuri perhatian anda, tuan Mateus"
"Anda akan lihat sendiri nanti"
__ADS_1
"Lalu siapa saja orang-orang yang telah anda ajak dan mau untuk ikut bergabung?" Nadir bertanya saraya kembali menyandarkan tubuhnya ke belakang.
"Saya harus memenangkan kepalanya, baru sisanya akan ikut dengan sendirinya" Mateus menjawab. "Jadi anda lah yang pertama ssya minta, tuan Nadir. Bila anda mau bergabung, akan jauh lebih mudah untuk menarik orang-orang seperti Boromir dan Gordon untuk juga ikut" Lanjutnya kemudian.
"Anda memang pandai berkata-kata manis, tuan Mateus" jawab Nadir seraya tersenyum.
-
Akhirnya setelah berkeliling di berapa wilayah Estat selama empat hari, Amithy dan Mateus pun kembali ke wilayah selatan Pharos. Dikediaman Amithy di kota Selatan.
"Meski rencananya akan mengurangi pembagian jumlah wilayah dari enam belas menjadi delapan, tetap saja sangat susah mendapatkan orang-orang yang memiliki kemampuan dan tujuan yang sama" Mateus meletakan penanya diatas meja. Saat ia dan Amithy sedang berdiskusi di ruang kerja kediaman Amithy.
"Apa kita memang harus mencarinya? Apa tidak ada bangsawan yang mengajukan diri?" Amithy bertanya.
"Banyak yang mengajukan diri, kak. Terutama keluarga cabang dari bangsawan Magrace dan Ravus. Yang sangat ingin menjadi pemimpin wilayah" Mateus menjawab. "Bahkan mereka sampai nekat ingin langsung bertemu dengan Lucia. Untung keamanan di gerbang selatan cukup ketat" imbuhnya kemudian.
"Bukankah semakin banyak yang mencoba untuk bergabung, malah akan menjadi lebih baik?" Amithy bertanya.
"Ya, bila memang mereka ingin bergabung hanya karena tidak ingin diusir sih tidak apa-apa. Atau syukur-syukur malah mau membantu membangun wilayah" Mateus menjawab. "Tapi saya rasa mereka melakukan hal tersebut adalah demi kedudukan. Karena saat ini kita sedang mencari kandidat untuk mengisi kekosongan posisi pemimpin di tiap wilayah. Ini kesempatan buat mereka untuk bergerak" tambahnya kemudian.
"Dan bila mereka mendapatkan posisi tersebut, nantinya pasti akan berujung pada penyalah gunaan wewenang dan bahkan bisa sampai menimbulkan pemberontakan" Mateus menambahi.
"Tapi susah juga, karena saat ini kita sedang membutuhkan banyak sekali orang untuk melakukan banyak sekali pekerjaan" Amithy terlihat lesu seraya membaca ulang daftar pekerjaan yang diberikan padanya dan Mateus.
"Ya setidaknya kita sudah mendapat beberapa kandidat. Jadi untuk wilayah kosong mungkin bisa kita biarkan dulu untuk saat ini" Mateus berucap. "Untuk wilayah Ignus juga sudah bisa di lepas. Samuel masih bisa mengatasinya" lanjutnya kemudian.
"Ya setidaknya sebentar lagi Nata akan kembali dari Tanah Suci. Nanti kita akan bicarakan hal ini lagi dengannya" Aminthy terdengar menghemhuskan nafas panjang.
__ADS_1
"Benar" Mateus mengangguk setuju.
-