
Nata bersama Amithy dan Parpera, juga 50 pekerja berangkat menuju ke selatan seminggu setelah pertemuan terakhir diadakan.
Lucia dan Orland kini yang bertanggung jawab atas kota tengah. Sementara sebelum gondola menuju Ceduk Bintang jadi, Couran bertugas untuk menangani wilayah baru desa Fla.
Lalu dua hari kemudian Helen dan Kelompok Bintang Api menyusul Nata menuju ke selatan, untuk melakukan penjelajahan area dan pembersihan.. Sedang yang bertanggung jawab atws keamanan wilayah utara, barat, dan tengah, adalah Caspian. Dibantu oleh anggota baru mereka dari keluarga Rosemarry.
Sementara para pedagang seperti Dirk dan Pietro, sudah mulai sibuk untuk mengisi toko dan bar di kota wilayah tengah.
-
Wilayah selatan ini memiliki lahan data lebih luas dari wilayah utara. Jadi bila ingin dijadikan kota kecil, wilayah ini layak sekali. Hanya saja yang jadi kendala adalah, wilayah ini tidak memiliki jalur untuk air bersih.
Sementara jembata dan pipa air masih belum selesai dibangun. Untuk mengakali masalah tersebut, sementara mereka akan mengambil air dari wilayah tengah secara berkala. Lalu agar lebih efisien, Nata membangun sebuah penampungan air.
Tapi bukan seperti menara air yang dibangun di wilayah utara. Penampungan air kali ini lebih mirip seperti waduk. Terpasang tepat di dinding dataran tinggi wilayah selatan tersebut. Dan meski tidak besar, tapi dibuat mekanjang selebar dinding tebing tersebut.
Dan juga, tidak akan ada yang menyangka. Karena penampungan air itu dibuat dengan melubangi dinding tersebut dari atas. Dari lantai dataran tingginya. Hingga tak terlihat bekas apapun bila dilihat dari dataran rendahnya.
Jadi pada dasarnya wilayah tanah Pharos itu seperti sebuah tempurung. Tinggi di sisi dalam dan rendah di sisi luarnya. Meskipun di sisi dalam banyak terdapat jurang dan lembah.
Wilayah selatan yang terpasang jalur kereta uap sampai ke wilayah utara itu memiliki tinggi yang rata dengan wilayah tengah, barat, dan timur. Namun beda dengan wilayah barat dan timur yang memiliki area landai menurun ke pantai dan laut, sedang untuk wilayah selatan dan utara tidak punya.
Tanah di wilayah selatan dan utara tersebut, langsung berupa tebing dan lembah, dengan jarak ketinggian yang cukup jauh. Maka dari itu wilayah selatan dan utara memiliki dua sebutan area.
Yaitu, dataran tinggi yang tanahnya sejajar dengan wilayah tengah, dan dataran rendah yang tanahnya jauh lebiih rendah, sejajar dengan jalan masuk dan daratan diluar tanah Pharos itu sendiri.
-
Seminggu kemudian, beberapa bangunan telah berdiri di bawah sekitaran dinding dataran tingginya. Katrol elevator pun sudah dibuat dua sekarang. Satu untuk barang dan kereta kuda, yang satu lagi untuk orang. Tangga pun sudah di buat di sebelahnya. Lebih besar dan bagus dibanding tangga di dinding dataran tinggi wilayah utara.
Di ujung selatan di gerbang perbatasan tanah Pharos juga sudah dibangun sebuah pos jaga dengan bentuk yang mirip seperti pos jaga di tengah jalur menuju pantai Mado. Memiliki menara air kecil, dan tempat untuk beristirahat.
__ADS_1
Sementara itu, Helen dan Bintang Api yang menjelajahi dataran rendah wilayah selatan itu, menemukan jalan diantara tebing yang menuntun mereka ke dasar Ceruk Bintang.
Jadi kini untuk menuju ke dasar lembah Ceruk Bintang, ada dua cara. Pedtama tidak melalui wilayah tengahl kemudian menuruni lereng. Yang nanti akan dibantu dengan gondola.
Yang kedua bisa dengan berkuda melewati dataran rendah wilayah selatan. Namun jalan tersebut hanya seukuran dua orang berjajar, atau satu kuda saja. Tidak bisa dilewati kereta kuda.
-
"Dua minggu lagi kita akan secara resmi membuka jalur penyeberangan ini, nyonya Amithy. Bagaimana, apakah persiapan untuk Gerbang selatan ini lengkap semua?" Tanya Nata saat disuatu siang mereka sedang berbincang di rumah di dataran tinggi, yang dulunya dibangun oleh Aksa saat ia mengerjakan jalur kereta ke selatan. Yang sekarang menjadi tempat tinggal keluarga Amithy.
"Untuk persiapan dari sisi kita, sudah lengkap semuanya. Sampai penjaga peron pun sudah mulai kita latih" jawab Amithy yang masih sedikit terlihat cemas.
"Apa ada masalah lain, nyonya Amithy?" Tanya Nata kemudian.
"Tidak. Saya hanya cemas dengan kerajaan Urbar di selatan"
"Kenapa dengan mereka, nyonya?"
"Kemarin saya mendengar kabar dari kerabat saya di kota Varun. Orang yang bertugas memberi ijin keluar-masuk wilayah kerajaan Urbar itu adalah orang yang saya kenal. Dan dia bukan orang baik. Saya kuatir ia akan menimbulkan masalah setelah mengetahui jalur kita akan memonopoli jalur perdagangan"
"Dia orang yang licik, dia pasti akan mencari untung dari kita, dengan memanfaatkan ijin keluar-masuk wilayah Urbar" Amithy menjawab.
"Apakah ijin dari kerajaan tersebut berpengaruh besar terhadap kita, nyonya Amithy?" Tanya Nata yang belum melihat dimana letak masalahnya.
"Tidak berpengaruh besar bila gerbang kita tidak berhadapan langsung dengan wilayah kerajaan tersebut" jelas Amithy sekali lagi.
"Oh, begitu ternyata. Merepotkan sekali kalau memang seperti itu" ucap Nata yang mulai paham dengan apa yang dimaksud Amithy.
"Jadi selama ini, bagaimana cara kerja penyeberangan kapal laut? Apa kerajaan Elbrasta tidak penah menutup jalur di kota Zeraza, selama ini?" Tanya Nata kemudian yang tampak penasaran.
"Itu karena ada peraturan yang disetujui oleh tiga kerajaan besar utara dan delapan kerajaan selatan. Yang disebut batas abu-abu" jelas Amithy.
__ADS_1
"Oh, itu. Saya pernah mendengarnya dari Aksa. Kalau tidak salah tentang wilayah paling luar dari sebuah peebatasan antar kerajaan, akan berlaku sebagai wilayah netral untuk rakyat biasa dan para pedagang. Saat sedang terjadi penutupan wilayah atau peperangan" jawab Nata memastikan hal yang ia dengar itu benar, krpada Amithy. "Meski, ada banyak celah dalam aturan tersebut kalau kita mau tilik lebih dalam lagi" tambahnya kemudian.
"Benar. Apa lagi untuk kita yang bukan sebuah kerajaan. Mereka tidak akan mau menerapkan peraturan tersebut terhadap kita"
"Ya, saya mengerti maksud anda. Memang susah bila ada orang yang sengaja mencari-cari masalah. Berarti, mau tidak mau kita harus segera membuat hubungan baik dengan kerajaan tersebut"
"Sekarang saya sedang mencoba untuk melakukan hubungan dengan beberapa orang penting kerajaan Urbar. Untuk menghindari hal-hal licik yang akan dilakukan oleh orang itu kedepannya" ucap Amithy yang terdengar seperti sedang mengadili kesalahan orang yang ia maksud itu.
"Bolehkah anda menyertakan saya juga nyonya Amithy? Saya juga ingin sekali melakukan kerjasama dengan kerajaan tersebut" pinta Nata,
"Tentu saja, tuan Nata. Saya akan mengabari bila anda perkembangan, atau bila kita harus berkunjung dan menemui seseorang dari kerajaan tersebut" jawab Amithy kemudian.
"Terima kasih, nyonya Amithy"
"Maaf?" Tiba-tiba Parpera yang sedari tadi diam disebelah Amithy, mulai angkat bicara.
"Kenapa, Parpera?" Tanya Amithy kemudian.
"Mungkin ini terdengar konyol dan bodoh, tapi apa yang anda berdua maksud dengan masalah bila gerbang selatan langsung berhadapan dengan wilayah kerajaan Urbar?" Tanya gadis Morra dengan rambut sebahu itu.
"Itu bukan pertanyaan konyol dan bodoh, nona Parpera. Itu adalah rasa penasaran dan ingin tahu. Kita harus terus memelihara rasa seperti itu. Baiklah, saya akan jelaskan" ucap Nata dengan bersemangat. Nata memang selalu aktif bila bertemu denyan orang-orang yang selalu penasaran dan ingin tahu.
"Jadi penyeberangan tanah ini secara tidak sadar mengandalkan jalur perdagangan dari daratan utara dan daratan selatan.
"Dan bila kerajaan Urbar yang wilayahnya tepat berada setelah Gerbang Selatan itu memutuskan untuk menutup diri. Jadi tidak ada orang yang boleh berjalan melewati wilayahnya, maka bagi kita itu sama saja dengan menutup gerbang selatan kita. Karena kita tidak memiliki jalur lain selain dua gerbang tersebut.
"Jadi bila salah satu gerbang kita ditutup. Itu berarti jalur penyeberangan kita akan menjadi jalan buntu. Dan tidak akan ada lagi orang yang mau lewat tempat ini" Nata kemudian menutup penjelasannya.
"Oh, jadi seperti itu maksudnya. Saya paham sekarang" jawab Parpera dengan wajah yang terlihat berseri.
"Dan lagi, sejak kapan kau tertarik dengan hal semacam ini?" Tanya Amithy kemudian yang terlihat sedikit heran.
__ADS_1
"Sejak saya mulai tinggal di tanah ini bersama anda sekalian" jawab Parpera dengan cepat.
-