Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
03. Hari Pertama


__ADS_3

"Jadi apa yang sedang terjadi di kerajaan sekarang ini, Cas?" Tanya Lucia di dalam tendanya saat mereka sedang membahas hal terkini yang terjadi di kotaraja.


Lucia bersama empat bangsawan, serta Caspian berkumpul dalam tendanya. Mereka berkumpul tak lama setelah mereka sampai di perkemahan utara ini.


Setelah pertemuan mereka dengan yang lain tadi, Caspian mendapat kabar baru tentang kotaraja dari Luna. Dan karena dianggap kabar penting, Caspian meminta untuk segera mengadakan pertemuan dan memberitahukannya pada keluarga bangsawan yang lain.


Tampak Orland, Amithy, Madron, Dirk, Helen, dan juga Jean ikut merasa sedikit tegang menanti kabar tersebut dari Caspian.


"Menurut kabar yang didapat dari Luna tadi pagi, sepertinya pihak kerajaan sudah mulai memberangkatkan sepuluh ribu pasukan untuk menyerang hutan utara" ucap Caspian mulai menjelaskan.


"Dan sepertinya karena keputusan tersebut. Beberapa bangsawan berpengaruh, seperti keluarga Roxan dan keluarga Voryn, mulai mengecam tindakan yang mulia tersebut dan mulai membuat persekutuan antar keluarga bangsawan yang lain" penjelasan Caspian terus berlanjut.


"Apa hal itu bisa menimbulkan pemberontakan?" Terdengar Lucia kuatir. Ia tidak ingin sampai perang saudara yang kemarin menimpa Estrinx terjadi juga di Elbrasta.


"Kemungkinanan nya sangat besar. Bila yang mulia terus bersikap keras dan tidak memperdulikan pendapat keluarga bangsawan-bangsawan tersebut. Kemungkinan terpecahnya kerajaan menjadi dua fraksi sangatlah besar. Maka dari itulah ku rasa kabar ini penting untuk segera dikabarkan kepada kalian" Caspian menjelaskan.


"Ku harap hal tersebut tidak terjadi" Lucia berbisik.


Wajah Orland, Amithy, Madron, dan Dirk terlihat sangat kuatir.


"Berarti kita harus siap-siap kedatangan banyak undangan" ucap Madron.


"Dan apa yang akan kita lakukan? Akan memihak siapa kita?" Dirk terlihat mulai kuatir.


"Keluarga Nix, keluarga cabang Sebastian dekat dengan keluarga Bartholomew. Tapi juga dekat dengan keluarga Voryn" ujar Orland yang tampak bimbang.


"Dengan absen nya kita dari kotaraja, jelas pergerakan keluarga kita akan terpengaruh dari tindakan para keluarga cabang" kali ini Amithy yang berucap. Tampak pandangannya serius menatap Orland.


Orland hanya diam. Ia juga tampak berpikir. "Caspian, bisakah kita terus mendapatkan kabar tentang pergerakan keluarga bangsawan ini?" Ucapnya kemudian.


"Saya akan pastikan kita selalu mendapat kabar terbaru tuan Orland" jawab Caspian.


"Untuk saat ini kita lihat dulu perkembangannya" ucap Orland kemudian.


Menyadari hal ini membuat Lucia mulai sedikit tertekan. Ia sadar dirinya lah yang secara tidak langsung menyebabkan semua hal yang sekarang menimpa kotaraja. Yang menyebabkan orang-orang dihadapannya ini harus bekerja lebih, dan terus merasa kuatir akan sanak keluarga mereka. Sedang itu semua ia lakukan demi kepentingan egonya sendiri.

__ADS_1


"Oh, dan Helen, pastikan para ksatria mu selalu waspada dalam menjaga perkemahan ini. Karena kita tidak bisa menoleransi penyergapan seperti yang terjadi kemarin lagi" ucap Caspian kemudian yang mengejutkan Lucia.


"Siap, saya paham" saut Helen cepat.


-


Sehari kemudian Aksa, Nata, dan Lucia tampak mulai berkunjung melihat keadaan yang ada di perkemahan utara tersebut. Dan ketika mereka sedang berada di rumah kaca Ellian tiba-tiba terdengar suara ledakan yang kencang yang berasal dari tenda Haldin.


Tampak semua orang yang baru saja datang terkejut melihat hal tersebut. Terlebih Jean, Caspian, dan Helen yang baru saja mengalami kejadian yang tidak mengenakan yang berhubungan dengan ledakan. Nata, Aksa, dan Lucia juga terkejut. Tapi mereka tidak sepanik tiga ksatria tersebut.


"Putri kau tidak apa-apa?" Teriak Jean dari kejauhan seraya berlari kearah Lucia.


Sementara berlawanan dengan mereka. Orang-orang yang sudah lama berada di perkemahan utara itu tampak tidak terpengaruh. Mereka masih dengan tenang menjalani kegiatannya seperti biasa.


"Jangan kuatir itu sudah sering terjadi ucap Ellian kemudian saat Jean sudah mulai mendekat.


"Benar, tua bangka itu memang tidak becus dalam berkerja. Dia selalu membahayakan orang-orang yang ada disekitarnya" saut Katarina kemudian.


"Apakah anda mengenal tuan Haldin juga, nyonya Katarina?" Tanya Nata kemudian.


"Haldin mantan suami kakak ku" ucap Ellian cepat.


"Mulut mu itu!" Ucap Katarina seraya mencubit mulut Ellian.


"Oh, ternyata begitu rupanya" ucap Nata kemudian.


Tampak Lucia tersenyum geli ketika melihat tingkah laku Katarina saat sedang berbicara mengenai Haldin.


"Kurasa memang besok kita harus mulai menata tempat ini. Karena disamping jumlah kita yang sudah bertambah, juga Altelir seperti itu harusnya tidak berada di dekat pemukiman penduduk" ujar Nata kemudian setelah mereka sudah meninggalkan rumah kaca Ellian dan hendak menuju ke tenda Haldin.


Mereka bertiga melanjutkan berkeliling. Namun kali ini ditemani oleh Jean.


"Benar. Bisa membahayakan" jawab Lucia menyetujui.


"Kita akan mendirikan perkemahan diatas dataran tinggi sisi selatan itu" jelas Nata seraya menunjuk kearah dinding tebing disisi selatan. Yang lalu dijawab Lucia dengan anggukan.

__ADS_1


"Dan untuk saat ini kita harus memisahkan perkemahan bangsawan, ksatria, dan rakyat biasa. Disamping akan memudahkan untuk mereka membaur saat bekerja, juga untuk mengurangi ketegangan yang akan terjadi" tambah Nata kemudian.


"Maksud mu?"


"Bangsawa dan ksatria itu punya pola pikir yang berbeda dalam memandang rakyat biasa. Dan itu karena didikan dari mereka kecil. Jadi kita perlu membaurkan mereka secara perlahan. Bila dipaksakan, maka yang akan kita dapat hanyalah gesekan yang menghambat pekerjaan. Dan untuk saat ini itu adalah hal yang harus kita hindari" Nata menjelaskan.


"Baiklah. Aku mengerti" tampak Lucia mengangguk paham.


"Oh, anda ada disini juga tuan Marco?" Tiba-tiba Aksa berucap menyela saat ia melihat pria Morra dengan kepala ditutup bandana berjalan melewati mereka.


"Benar. Anda teman-teman tuan Val kan? Senang sekali anda masih mengingat saya?" Ujar Marco yang tampak terkejut melihat Aksa dan Nata.


"Wah, baru kali ini aku disebut teman Val, biasanya pengikut putri Lucia" ucap Nata kepada Aksa.


"Ya, peningkatan berarti Nat" saut Aksa kemudian.


"Benar"


"Maaf, apa saya salah bicara?" Marco bertanya setelah mendengar ucapan Nata tersebut.


"Tidak tuan Marco. Dan sedang apa anda berada ditempat ini?" Jawab Nata buru-buru.


"Saya ingin mengikuti tuan Val, dan akan terus membantu beliau. Siapa tahu kelak beliau mau menjadikan saya murid" jawab Marco yang terlihat penuh tekad.


"Oh, begitu ternyata. Berarti tetap semangat dan saya doakan tujuan anda tercapai, tuan Marco" ujar Nata menyemangati.


"Terima kasih tuan-tuan" dan setelah berkata demikian Marco pun kembali berjalan pergi meninggalkan mereka bertiga.


Nata, Aksa, dan Lucia saling berpandangan lalu tertawa kecil. Diikuti Jean dengan senyuman dari belakang mengawasi mereka.


-


Esok harinya perkemahan pun dibagi menjadi dua. Semua perkemahan bangsawan dan ksatria berada di atas dataran tinggi sisi selatan. Termasuk para penyihir. Yang kemudian tempat itu disebut dengan Perkemahan Atas. Sementara budak dan buruh mendirikan tenda mereka di sebelah rumah kaca yang berjajar rapi setelah tenda para botanikal dan pengerajin. Tempat yang tadinya disebut Perkemahan Utara itu sekarang dikenal dengan Perkemahan Bawah.


Sedang tenda Lucia berada di Perkemahan Atas, sementara tenda Nata dan Aksa, berada di Perkemahan Bawah dekat dengan tenda Couran.

__ADS_1


-


__ADS_2