
"Apa semua sudah berjalan sesuai dengan rencana?" Tanya Fla kepada James yang berada di sebuah gang gelap di belakang sebuah rumah di area pintu air selatan, dua minggu kemudian.
Tampak mereka berdua bersamanya tiga pemburu Tirgis dan beberapa pria budak yang masih memiliki stamia fisik yang kuat. Mereka berencana akan menyerang para penjaga pintu air itu, agar para prajurit yang berada diluar tembok dapat masuk dengan aman.
"Yang lain sudah berada di tempat persembunyian menunggu untuk bergerak" jawab James kemudian.
Yang lain yang dimaksud James adalah para budak yang akan ikut melarikan diri dari kota ini. Terdiri dari wanita, anak-anak, dan pria tua.
"Apa kain basah juga sudah disiapkan?"
"Tenang saja, itu juga sudah" jawab James, "lagi pula apa benar asap bisa turun kebawah? Sepengetahuanku ketika aku membakar sesuatu asapnya akan selalu naik keatas" tambahnya kemudian.
"Sudah kita lihat saja nanti, yang penting kita sudah menyiapkannya. Nah, sekarang kita tinggal tunggu tandanya" ucap Fla kemudian.
Dan setelah menanti cukup lama akhirnya terlihat cahaya merah benderang di hutan diatas bukit sebelah barat, yang makin lama semakin meluas.
Para budak yang berada dalam tempat persembunyian itu hanya diam menyaksikan hutan di lereng gunung terbakar dengan cepat dari sela-sela jendela. Mereka semakin yakin dengan apa yang di katakan oleh Fla.
__ADS_1
Terdengar diluar para penjaga dan tentara bayaran ribut dan panik. Tak lama kemudian lonceng tanda bahaya pun terdengar. Seketika itu suasana di dalam kota tersebut berubah mencekam.
Beberapa saat kemudian udara sekitar mulai berkabut. Yang tidak menunggu lama kabut tersebut semakin menebal. Dan membuat udara semakin berat untuk bernafas.
Itu adalah asap dari hutan di lereng barat yang terbakar. Angin membawanya menuju ke lembah, ke arah kota Halmd.
"Asap nya benar-benar turun ke kota?" Terdengar bahkan Fla sendiri tidak percaya, meski ia sendiri yang mendengar rencana ini dari Nata langsung dan kemudian menjelaskannya pada yang lain.
"Bertahanlah kalian, kita tunggu tanda keduanya" ucap Fla seraya meberi tanda pada yang lain untuk menggunakan kain basahnya menutupi mulut dan hidung.
Kemudian Fla memberi tanda pada yang lain untuk bersiap menyerang para penjaga pintu air yang kini hanya tinggal delapan orang saja karena yang lain bergegas menuju pintu gerbang timur.
Tampak Deuxter menyiapkan panahnya dan mulai membidik meski masih dari dalam gang yang gelap tersebut. Kemudian Loujze mulai mengendap-endap keluar menuju kearah para penjaga pintu air. Sementara Fla, Huebert, dan yang lain bersiap-siap menyerang.
Dan begitu Loujze berasil melumpuhkan satu penjaga yang tidak sadar akan keberadaannya, Huebert segera berteriak "Serang!"
Tampak para penjaga itu terkejut menerima serangan mendadak dari arah belakang. Hal tersebut merusak formasi mereka, dan meskipun para penjaga itu adalah tentara bayaran yang terlatih, mereka bukan tandingan trio pemburu dan para budak yang hanya bertelanjang kaki dengan membawa sekop, penggaruk jerami, dan pisau jagal tersebut.
__ADS_1
Segera setelah itu Fla memerintahkan yang lain untuk melucuti seragam para penjaga tersebut dan memakainya sesuai dengan arahan yang pernah Nata berikan padanya.
Dan untuk membedakan dengan para penjaga yang asli, rombongan Fla diminta mengenakan bandana berwarna merah dikepala. Dengan begitu ketika prajurit dari luar tembok berhasil masuk, mereka akan mengenali rombongan Fla sebagai kawan dan tidak akan menyerang.
Namun tak berapa lama kemudian bala bantuan lawan pun datang. Kali ini lebih banyak. Kurang lebih dua puluh lima tentara bayaran dengan senjata dan pakaian tempur lengkap tampak mendekati robongan Fla dengan cepat.
Semua orang segera memasang kuda-kuda untuk menerima serangan tersebut. Tampak Deuxter sudah mulai meluncurkan anak panahnya, yang berhasil menumbangkan dua orang sebelum mereka mendekat.
Para budak sudah merasa ketakutan dan siap menerima ajal mereka, saat kemudian dari balik pintu air tampak bermunculan para prajurit, yang setelah melihat keadaan yang tengah terjadi segera ikut membantu menghadang para tentara bayaran itu.
Pertempuran cukup sengit, walaupun pada akhirnya mereka dapat mengalahkan tentara bayaran itu, sebelum kemudian seluruh prajurit berhasil masuk kedalam kota melalui pintu air tersebut.
Sementara saat trio pemburu sedang berbicara dan memberikan informasi kepada pemimpin pasukan yang dikenal dengan sebutan pasukan Arcdux tersebut, Fla dan yang lain segera menuju ketempat persembunyian yang lain.
Tugasnya kali ini adalah membawa para budak itu keluar dari kota Halmd melalui pintu air sisi barat. Lalu menemui Lily dan Val untuk kemudian melanjutkan rencana mereka melarikan diri dari wilayah Estrinx.
-
__ADS_1