
Seorang pria Morra dengan tas kulit yang tampak menggembung dibelakang punggungnya, terlihat terengah saat sampai di sebuah area landai di perbatasan tanah Pharos itu.
Di area itu sudah banyak berdiri tenda. Banyak pula orang yang berlalu lalang. Dan tampak pula beberapa kereta kuda yang di jajar berpola mengelilinginya.
Pria itu memakan waktu seminggu perjalanan untuk akhirnya bisa sampai ditempat ini. Ia yakin bahwa orang yang dicarinya pasti berada ditempat ini.
Pria itu menghampiri orang yang sedang berjalan didepannya.
"Maaf tuan, saya ingin bertanya. Dimanakah saya bisa menemui tuan Val?" Tanya pria Morra tersebut.
"Oh, beliau ada di tenda berwarna putih yang paling besar di ujung sana" jawab seorang pengerajin yang tampak sedang memanggul beberapa balok kayu seraya menunjuk kesebuah tenda.
"Terima kasih banyak" jawab pria Morra itu segera menuju ke tenda yang dimaksud.
Semakin kedalam area tersebut terlihat semakin ramai. Tampak tidak hanya pengerajin, namun juga petani, dan beberapa pedagang.
Ada delapan tenda berukuran besar seperti milik para bangsawan, dan dua puluh tenda-tenda kecil. Tampak juga gerobak yang berisi tumpukan logam dan kayu di beberapa tempat diantara tenda tersebut.
-
Tak lama pria itu sampai ke tenda yang dimaksud.
"Permisi apakah benar ini tenda milik Tuan Val?" Ucap pria itu seraya membuka kelambu dan masuk kedalam tenda.
__ADS_1
Tampak di dalam tenda itu dipenuhi oleh benda-benda dari logam dengan bentuk yang aneh. Membuat tenda yang tampak besar dari luar itu jadi terasa kecil saat berada didalamnya.
Terlihat sosok elf berambut hitam berkulit pucat sedang melakukan sesuatu di meja yang terletak di tengah tenda. Itu adalah Val. Yang kemudian menghentikan pekerjaannya karena mendengar ada yang memanggil.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?" Ucapan Val saat melihat siapa yang ada di depan pintu masuk, "bukankah anda pandai besi dari kota Albas?" Val memastikan.
"Benar tuan Val, saya Marco. Saya mendengar desas desus di kota Albas, bahwa ada puluhan pengerajin dan serikat botanikal sedang membuat perkemahan di perbatasan tanah mati" ucap Marco kemudian, "dan maka dari itu, saya menduga pasti ada anda ditempat tersebut. Maka dari itu saya membulatkan tekad untuk datang kemari" tambahnya.
"Memang kenapa tuan Marco sampai repot-repot datang menemui saya? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Val kemudian.
Tiba-tiba Marco menjatuhkan tas yang ada dipunggungnya. Kemudian bersujud dihadapan Val.
"Jadikan saya murid anda tuan Val" ucap Marco kemudian.
"Aku tidak mengangkat murid" jawab Val cepat dan singkat.
Val terlihat berpikir sejenak, "kalau untuk hal itu anda harus menemui tuan Couran, beliau yang bertanggung jawab atas tempat ini" ucap Val kemudian.
"Terima kasih tuan Val. Baiklah saya akan segera mencari tuan Couran itu untuk meminta ijin beliau" ujar Marco dengan nada gembira.
"Sebelum itu, bisakah saya meminta tolong anda untuk membantu mengangkatkan benda itu ke atas sini" ucap Val sambil menunjukan sebuah kotak yang terbuat dari besi selebar satu lengan pria dewasa yang pada bagian dalamnya terlihat sebuah cerukan berpola, yang ada di ujung tenda.
"Siap, tuan Val" ucap Marco yang segera bergesas bangkit dan mengangkat benda yang dimaksud Val tadi.
__ADS_1
"Ya, terima kasih. Diatas sini"
Marco meletakan benda tersebut diatas benda yang sedang dikerjakan Val diatas meja. Bentuknya seperti kotak besi nyaris sebesar meja kerja tersebut.
"Dan benda apakah itu tuan Val?" Tanya Marco yang melihat Val sedang memasang beberapa batang logam seukuran jari telunjuk pada sisi benda diatas meja tersebut.
"Ini adalah salah satu bagian dari sebuah alat bernama Piston" jawab Val tanpa berhenti melakukan pekerjaannya.
"Bukan, maksud saya yang sedang anda pasang sekarang ini" Marco memperjelas pertanyaannya.
"Oh, ini? Kalau tidak salah Nata menyebutnya Skrup" jawab Val seraya menyerahkan satu kepada Marco.
"Sek- apa? Apa kegunaannya tuan Val? Apakah ini semacam untuk mengunci dua besi?" Marco mengira-ngira kegunaan benda yang ada ditangannya itu.
Secara rinci benda itu tak lebih panjang dari sebuah sendok makan. Berbentuk tabung silinder sebesar jari telunjuk. Bagian atas terdapat tumpukan besi berbentuk segi enam yang tampak seperti kepala sebuah jamur. Dan di bagian badannya dipenuhi dengan relief menggores dengan pola mengulir dari atas kebawah.
"Tepat sekali. Kegunaannya memang mirip seperti pasak dalam bangunan kayu. Hanya saja dengan dibuat memiliki bentuk tidak rata mengulir di seluruh badannya, membuatnya kuat untuk mencengkeram saat sudah terpasang" jawab Val kemudian. "Dan tidak perlu palu untuk memasangnya. Karena kita hanya perlu memutarnya seperti ini" tambah Val seraya memperagakan cara memasang benda bernama Skrup tersebut pada Marco.
"Wah, praktis sekali" tampak Marco kagum melihatnya.
"Baiklah sudah, mari saya antar sekalian mencari tuan Couran" ujar Val kemudian setelah selesai dengan pekerjaannya. Kemudian melepas apron kulitnya.
"Terima kasih tuan Val. Tapi ngomong-ngompng, apa sebenarnya benda bernama Piston itu?" Tanya Marco kemudian setelah menatap benda diatas meja yang setelah selesai dipasang oleh Val, bentuknya terlihat semakin asing baginya.
__ADS_1
"Setelah ini saja" jawab Val ringan seraya membuka kelambu pintu tendanya dan keluar, diikuti oleh Marco di belakangnya.
-