
Dan kemudian mulut mereka lebih menganga lagi saat mereka tiba di Perkemahan Utara. Di dataran yang tak lebih luas dari desa Baltra dan di kelilingi oleh dinding tebing itu tampak beberapa benda yang sangat asing bagi mereka.
Diantara tenda-tenda yang didirikan dengan acak menyebar di berbagai tempat di dataran yang terlihat seperi mangkok berbentuk kubus itu, tampaklah beberapa kereta yang terbuat dari besi. Sangat besar. Bahkan orang harus menggunakan tangga untuk menaikinya.
Meneluarkan asab dan bunyi-bunyian aneh yang dapat berjalan sendiri kesana kemari tanpa kuda penarik.
.
Di dinding tebing selatannya tampak 3 buah tangga besi yang dihubungkan dengan 2 buah balkon secara zig-zag menjulang keatas.
Dan disebelahnya terdapat sebuah panggung kayu yang terikat pada sebuah tiang dengan sebuah tambang besi. Yang sedang menaikan dan menurunkan peralatan berat dan kereta kuda.
Belum lagi tiang-tiang besi tampak berdiri diberbagai tempat di area itu tanpa ada yang tahu apa kegunaannya.
Lucia, para bangsawan, dan rombongan yang lain tampak terdiam takjup melihat tempat yang memiliki banyak hal aneh dan juga sangat hidup itu.
.
Di sisi utara tempat itu terdapat sebuah bangunan dari kayu dengan banyak kaca mozaik diatas atapnya.
Tampak disebelah bangunan tersebut, beberapa pot bunga berjajar diatas sebuah rak bertingkat dua dibawah sebuah tenda yang menutupinya dari sinar matahari secara langsung. Tumbuhan berwarna hijau rimbun menyembul dari pot-pot tersebut.
Tepat disebelahnya lagi ada sebuah menara seperti menara jaga namun mengganti bagian pos jaganya dengan tangki air dari besi.
Disebelahnya lagi berdiri sebuah pagar kayu setinggi dada orang dewasa yang digunakan sebagai kandang untuk kaming, domba, dan sapi.
.
Tampak rombongan besar Lucia menarik perhatian orang yang ada ditempat itu. Mereka berhenti melakukan aktifitas mereka dan memperhatikan rombongan tersebut.
Kemudian Couran, Val, dan yang lain tampak keluar dari sebuah tenda dan berjalan menghampiri Lucia, Nata, dan Aksa.
-
Mereka kemudian mengadakan pertemuan dan saling memperkenalkan diri. Lalu Couran mulai menjelaskan hal-hal yang sudah dan sedang dilakukannya ditempat tersebut secara singkat. Setelah itu mereka mulai membuat tenda ditempat-tempat yang kosong di daratan tersebut.
Dan sementara Lucia dan para bangsawan sedang mengadakan pembicaraan tentang masalah yang berhubungan dengan kerajaan, Nata dan Aksa diundang ke tenda Couran untuk bertemu dengan orang-orang baru yang sebenarnya sudah diperkenalakan kepada mereka secara singkat saat pertemuan sebelumnya.
"Perkenalkan sekali lagi. Saya Katarina kakak dari Ellian. Sudah lama saya menanti kedatangan kalian berdua" ucap seorang perempuan Morra yang berparas cantik, yang mengenakan syal berenda dikepalanya dan baju dengan motif dan warna hijau yang mencolok. Gaya berpakaian yang sama dengan gaya berpakaian Ellian.
Ada 12 orang dalam tenda itu. Nata, Aksa, Couran, Haldin, Ellian, Katarina, trio pemburu, dan bibinya Go. Kemudian Val dan Lily.
"Senang bisa berkenalan dengan anda nyonya Katarina" jawab Nata dengan sopan. "Dan ada keperluan apa kiranya anda menunggu kedatangan kami berdua?" Nata lanjut bertanya.
"Saya menginginkan pengetahuan kalian tentang tumbuhan dan rancang bangun yang kalian gunakan untuk membangun tanah ini" ucap Katarina tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Kakak!" Ellian tampak mencubit pinggang kakanya. Tampak Couran dan Haldin yang ada di tempat itu juga menatap Katarina dengan sinis.
"Tapi tentu saja saya akan menukarnya dengan hal yang sama berharganya" tambah Katarina kemudian dengan buru-buru.
Nata hanya tersenyum, "baiklah, nanti kita akan bicarakan lagi lebih lanjut tentang hal ini, nyonya Katarina" ucapnya kemudian.
"Baiklah kalau begitu. Terima kasih sebelumnya" jawab Katarina yang terlihat salah tingkah.
"Tuan Aksa, tuan Nata, perkenalakan ini adalah bibi kami" Deuxter angkat bicara setelah itu.
"Bibi kalian?" Tanya Natanyang sedikit tidak percaya mereka bertiga memiliki bibi yang sama.
"Nama saya Elaine Gobert. Tapi anda bisa memanggil saya Go. Saya bukan bibi kandung mereka, saya hanya pengasuh saat tiga bocah ini berada di Tirgis" ucap seorang wanita Morra yang tampak tegas dan berbadan kekar. Bahkan lengannya nyaris dua kali lengan Nata saat ia menjabat tangannya.
"Beliau adalah seorang penambang handal" sela Loujze kemudian.
"Benarkah?" Tampak Nata terlihat bersemangat.
"Mereka hanya melebih-lebihkan saja tuan Nata" Go menyangkal dengan cepat.
"Kami akan sangat terbantu dengan kehadiran anda ditempat ini nona Elaine" ucap Nata kemudian.
"Panggil saya Go" saut Go.
"Hanya Go" Wanita itu mengkoraksi lagi.
"Baiklah, Go. Senang anda bisa bergabung untuk membantu kami disini" ucap Nata kemudian yang terasa sedikit canggung.
"Jadi sekarang bagaimana Nat?" Couran menyela dengan pertanyaan sebelum kecanggungan merusak suasana dalam tenda tersebut. "Bagaimana rencana kita kedepannya?"
"Sebelum kita menentukan jadwal yang akan kita lakukan, kita harus membuat perhitungan secara lengkap semua suber daya yang kita miliki setelah ditambahkan dengan yang kami bawa dari kotaraja dan yang sudah ada ditempat ini" jawab Nata yang kemudian mengeluarkan gulungan kertas dari tas yang ia bawa.
"Jadi jumlah orang yang ada disini adalah, dua puluh pengerajin Bintang Timur, lima belas botanikal Noro, sepuluh penambang dari utara yang datang bersama Go, serta lima belas warga desa Baltra yang ikut serta" ucap Couran menjelaskan kepada Nata.
"Jadi enam puluh orang ya? Dan bila ditambah kalian-kalian berarti sekitar tujuh puluh orang ya?" Nata memastikan seraya masih menulis diatas gulungan kertas.
"Benar" jawab Couran singkat.
"Hm, berarti Perkemahan Utara ini tidak akan cukup untuk semua orang, kita akan mulai membuat perkemahan tambahan di dataran tinggi sebelah selatan" ucap Nata kemudian.
"Pertimbangkan juga untuk memisah perkemahan antara para bangsawan dan yang lain" celetuk Aksa tiba-tiba.
"Oh, benar juga" terlihat seolah Nata baru saja teringat akan sesuatu.
"Bukannya kalian mengingikan kota ini untuk tidak memiliki perbedaan status bangsawan dan rakyat biasa? Kenapa kau malah ingin memisah perkemahan mereka?" Couran bertanya.
__ADS_1
"Benar tuan Couran. Tapi untuk melakukan hal tersebut kita harus melakukannya dengan pelan-pelan. Kita akan menunggu mereka saling mengenal dalam beberapa bulan kedepan selama mereka bekerja bersama ditempat ini" jawab Nata, "Bila kita langsung menyatukan mereka yang masih punya pandangan yang berbeda itu sekarang, makan akan mudah terjadi gesekan dan masalah diantara mereka. Cukup membangun tanah ini saja yang kita jadikan masalah untuk saat ini. Tidak perlu ditambah" tutupnya kemudian.
"Begitu rupanya. Baiklah. Setelah ini akan aku antar kalian melihat dataran tinggi sisi selatan" ucap Couran kemudian.
"Kenapa nona, eh maksud ku, Go? Ada yang perlu anda tanyakan?" Tanya Nata kemudian saat ia mendapati Go menatapnya dengan sangat serius.
"Tidak. Silahkan lanjutkan" jawab Go kemudian yang mulai melihat kearah lainnya.
"Baiklah, jadi untuk saat ini total orang yang ada di tempat ini jurang lebih tiga ratus empat puluh empat orang" ucap Nata seraya menyerahkan gulungan kertasnya kepada Couran. Untuk dibaca.
"Banyak juga ternyata" gumam Couran ketika melihat gulungan tersebut.
Dan detail dari orang yang ada ditanah paros sekarang ini adalah :
• 20 pengerajin Bintang Timur
• 15 serikat Botanikal Noro
• 50 Prajurit Kerajaan
• 80 Budak
• 20 Pelayan
• 15 Pekerja buruh
• 5 Koki dan pelayan dapur keluarga Lucia
• 18 Pelayan keluarga Lucia
• 20 ksatria Silver Rose
• 20 Buruh bangunan
• 15 Penyihir Asosiasi
• 10 penambang
• 15 warga Balta.
• 40 orang lainnya.
Yang berati total populasi sementara adalah 343 orang.
-
__ADS_1