Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
11. Menguasai Wilayah Urbar


__ADS_3

Rencana penyerangan wilayah kerajaan Urbar berjalan dengan lancar.


Caspian memimpin penyerbuan ke wilayah Harbring melalui jalur laut dari wilayah Damcyan. Dan dari wilayah itu juga Vossler melakukan penyerangan wilayah Nalbina.


Sementara Helen dari kota Xin memimpin pasukan menyerang ke wilayah Solidor. Bersamaan dengan Anna yang melakukan penyerangan ke wilayah Cleyra.


Kemudian pasukan yang dipimpin oleh Biggs, melakukan penyerangan dari Eblana menuju wilayah Cirrus. Sedang Wedge dari Feymarch menyerang wilayah Saronia.


Jean melakukan serangan dari Ceodore ke wilayah Margrace.


Sedangkan Evora si Yllgarian burung hantu bersama dengan pasukan Yllgarian melakukan serangan ke wilayah Lighthill, dari kota Varun.


Serangan terjadi hampir secara bersamaan. Dan karena tidak siap akan serangan mendadak dari pihak Pharos tersebut, wilayah-wilayah kerajaan Urbar tadi tidak bisa mempertahankan diri dan mulai berjatuhab di tangan pasukan Pharos.


-


Keesokan harinya tanpa menunggu lebih lama, pasukan yang dipimpin oleh Vossler, dari wilayah Nalbina segera melakukan serangan lanjutan ke wilayah Nabradia, sedang pasukan yang dipimpin ole Evora, dari wilayah Lighthill melakukan penyerangan lanjutan ke wilayah Ravus.


Kemudian pasukan dari Cirrus dan Harbring yang dipimpin oleh Caspian dan Biggs segera berarak menuju kota Guam. Kota terasebut sudah tidak memberikan perlawanan. Karena istana mereka sudah berhasil di taklukan.


Dan di hari berikutnya, resmi sudah bahwa seluruh wilayah kerajaan Urbar telah jatuh ke tangan wilayah Pharos.


Namun hal tersebut belum membuat kerajaan Urbar jatuh sepenuhnya. Karena masih ada wilayah Tanah Suci yang secara kekuasaan masih milik kerajaan Urbar.


-


"Bagaimana serangan ke wilayah yang lainnya, tuan Caspian?" Nata bertanya saat ia dan Caspian sedang mengadakan pertemuan hanya berdua saja di salah satu ruangan dalam istana. Beberapa saat setelah Caspian dan pasukan nya tiba di kota Guam.


"Menurut laporan dari semua pemimpin pasukan, mereka berhasil mengambil alih wilayah dengan sukses. Karena memang tidak banyak pasukan yang berada di wilayah-wilayah tersebut" Caspian menjawab. "Kebanyakan prajurit mereka dikirim ke wilayah perbatasan. Yang mungkin sedikit menyulitkan bagi pasukan kita yang mendapat tugas untuk menaklukan wilayah-wilayah perbatasan tersebut" jedanya kemudian.


"Namun sepertinya karena kekuatan kereta penghancur dan ditambah senjata mistik yang kita miliki, membuat mereka tidak terlalu banyak mendapat masalah untuk menaklukan wilayah perbatasan tersebut" lanjut Caspian kemudian.


"Baguslah kalau begitu" Nata terlihat lega dan tenang.


"Lalu bagaimana keadaan di kota ini, tuan Nata?" Caspian balik bertanya saat Nata mulai menyeruput teh hangat dalam gelasnya.


"Boleh dibilang sukes juga. Bahkan trio pemburu dan kelompok tuan Axel berhasil mengalahkan dua orang Juara dan menyita dua senjata mistik lagi" Nata menjawab dengan nada yang sedikit terdengar sombong.

__ADS_1


"Benarkah?" Caspian terlihat benar-benar terkejut. "Tanpa menggunakan senjata mistik atau alat bantuan lain? Benar-benar hebat" pujinya kemudian.


"Mereka memang orang-orang hebat" Nata juga setuju dengan pujian Caspian.


"Lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini, tuan Nata?" Caspian bertanya lagi. Kali ini topik yang lebih serius.


"Kita akan menyerang Tanah Suci seminggu lagi. Sementara itu, yang perlu kita lakukan sekarang ini adalah segera membentuk wilayah-wilayah khusus serta membuat susunan rantai perintah sementara bagi pergerakan pasukan untuk menekan kemungkinan adanya pemberontokan dan kemungkinan serangan dari kerajaan lain" jawab Nata menjelaskan rencananya.


"Oh, dan bicara tentang kerajaan lain. Menurut laporan dari prajurit pengintai, kerajaan Augra dan kerajaan Joren juga sedang melakukan persiapan untuk menyerang Tanah Suci" Caspian memotong karena baru saja mengingat sesuatu. "Apa yang akan kita lakukan dengan hal tersebut, tuan Nata?" Tanya kemudian kepada Nata.


"Ya, itu memang tidak bisa dihindari" Nata berucap seperti pasrah. "Itulah kenapa kita melakukan penyerangan seminggu lagi. Kita akan melihat situasinya terlebih dahulu, dan mempersiapkan pasukan yang cukup untuk menghadapi kekuatan dari kedua kerajaan tersebut" lanjutnya kemudian menjelaskan.


"Saya mengerti" Caspian menjawab seraya mengangguk paham.


-


Sementara itu trio pemburu bersama Axel dan Sigurd sedang berkeliling kota Guam. Mencoba menghafalkan seluk-beluk kota tersebut.


Disaat yang bersamaan Aksa sedang berada di ruang perpustakaan bersama Rafa. Sedang Lily, Val, Corvette, dan Maserati sedang melakukan pemeriksa istana ditempat yang lain.


"Hampir sebagian besar buku di perpustakaan ini sudah pernah ku baca. Mengecewakan sekali" Aksa terlihat sangat kecewa. "Kupikir aku bisa menambah informasi dari perpustakaan kerajaan Urbar ini" keluhnya berlanjut.


"Apa?" Tanya Aksa cepat seraya mengamati halaman buku yang ada di atas mejanya dengan seksama.


"Aku mendengarnya dari tuan Loujze, tentang alasan lain anda ingin menguasai Tanah Suci" Rafa melanjutkan ucapannya.


"Dan apa yang Loujze katakan?" Aksa bertanya masih dengan menundukan pandangan ke buku yang ada di depan mejanya.


"Bahwa anda ingin meminta Gadis Suci untuk menyembuhkan tangan saya. Apakah itu betul?" Tanya Rafa kemudian.


Aksa terlihat sedikit terkejut mendengar pertanyaan dari Rafa. Untuk beberapa saat, tampak ia berhenti membaca buku yang ada dihadapannya. "Apakah tidak boleh?" Tanyanya kemudian masih tidak menatap kearah Rafa.


"Bila anda merasa bersalah, dan melakukan hal ini untuk menebusnya kepada saya, jelas itu tidak boleh" Rafa menjawab dengan tegas. "Karena bukan anda yang salah" tambahnya kemudian.


"Tapi meskipun begitu, kalau memang si Gadis Suci bisa melakukannya, masa tidak boleh dilakukan?" Kali ini Aksa berucap dengan menatap kearah Rafa. Wajahnya terlihat siap untuk berdebat.


"Bukan tidak boleh menyembuhkan, tapi anda tidak boleh melakukan hal tersebut karena merasa bersalah" Rafa mencoba menjelaskan maksudnya.

__ADS_1


"Lalu apa yang boleh ku jadikan alasan untuk melakukan hal tersebut?" Aksa terlihat tidak terima.


"Jelas dengan niatan untuk menolong" jawab Rafa dengan cepat.


Aksa tampak mengangguk kecil memikirkan jawaban dari Rafa yang terdengar masuk akal baginya itu.


"Tapi apa bedanya niatan ingin menolong dengan merasa bersalah? Kan hasilnya sama saja. Benefit yang diterima oleh orang yang disembuhkan juga tetap sama" Aksa kembali berucap.


"Tapi bila alasannya karena anda merasa bersalah, maka saya yang akan merasa terbebani" Rafa berucap lagi. Sekarang tampak wajahnya mulai memerah.


"Mengapa kau merasa terbeban? Aku dan Nata melakukannya juga tidak karena paksaan?" Aksa terlihat tidak mengerti dengan maksud ucapan Rafa.


Sedang Rafa seperti hendak menjawab, namun kemudian ia batalkan.


"Saya mau mencari nona Lily dulu. Permisi" Rafa berdiri dari kursinya dan meninggalkan Aksa sendiri di perpustakaan tersebut.


Sedang Aksa hanya bisa terdiam. Ia tidak tahu mengapa dan harus berbuat apa menghadapi kelakuan Rafa tersebut.


"Mungkin lagi PMS, kali ya? Aneh banget"


-


Dua hari kemudian puluhan prajurit datang dari wilayah lain menuju ke kota Guam. Tak ketinggalan beberapa kereta tempur dan kereta penghancur yang datang untuk persiapan penyerangan ke Tanah Suci.


Di hari yang sama, susunan rantai wewenang dan kepemimpinan pasukan sementara, akhirnya selesai dibentuk. Dan dari keseluruhan 16 Estat itu, kini dibagi menjadi tiga wilayah kepemimpinan.


Pertama adalah wilayah Ignus, Ceodore, Lighthill, Ravus, dan Margrace yang berada dalam satu kepemimpinan Evora.


Kedua adalah wilayah Saronia, Cirrus, Feymarch, Eblan, dan Damcyan yang berada dalam satu kelemimpinan Vossler.


Dan terakhir adalah wilayah Harbring, Cleyra, Solidor, Nalbina, dan Nabradia yang berada dalam satu kepemimpinan Helen.


Wilayah kepemimpinan itu berlaku secepatnya, dan berakhir hingga adanya keputusan lebih lanjut.


Tiga pemimpin wilayah tersebut memiliki kuasa penuh atas pergerakan pasukan dan bertanggung jawab atas keamanan wilayah yang mereka bawahi.


Sementara itu, mereka juga membubarkan semua perkumpulan apapun di seluruh wilayah bekas kerajaan Urbar. Entah itu perkumpulan cendikia, serikat petarung, serikat pengerajin, kelompok dagang, atau pun asosiasi penyihir. Terlebih kelompok ksatria lepas.

__ADS_1


-


__ADS_2