
"Apa di kota Albas ada semacam Guild?" Tanya Aksa tiba-tiba saat mereka sedang berkumpul untuk makan malam.
"Apa itu?" Tanya Cedrik tidak mengerti.
"Semacam tempat untuk mengadakan transaksi jasa. Seperti mengawal perjalanan, mengantarkan barang, atau memburu hewan buas seperti yang kalian lakukan sekarang" Jelas Nata kemudian.
"Memang Guild fungsinya buat itu Nat? Bukannya buat para petarung dan petualang mencari Quest" Terdengar Aksa tidak terima akan penjeasan Nata.
"Apa mungkin yang anda maksud adalah Balai Pertemuan Pertukaran Jasa?" Ucap Margaret memastikan. Yang ditanggapi Nata dengan anggukan ragu-ragu.
"Tidak keren sekali namannya, tapi meski begitu ayo kita daftar Nat. Kita daftar jadi petualang. Adventurer" Terlihat Aksa kegirangan mendengar bahwa organisasi yang ia maksud ada di dunia ini.
"Adfen apa?" Kali ini Cedrik yang bertanya.
"Sudah lupakan saja ucapannya tuan Cedrik. Jadi apa tempat itu dikelola oleh kerajaan? Bangsawan? Atau perseorangan?" Tanya Nata kemudian.
Terlihat Cedrik mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan aneh dari Nata. Kemudian dengan ragu mulai mencoba menjawabnya. "Tempat itu dikelola oleh kerajaan tapi melewati sebuah organisasi diluar kerajaan. Jadi mereka tak beda dari sebuah kelompok dagang pada umumnya. Mereka mencari keuntungan. Hanya saja yang mereka kelola adalah jasa. Mereka menjembatani orang yang mencari kerjaan dengan mereka yang membutuhkan pekerja." Cedrik menutup penjelasan yang harusnya sudah umum diketahui oleh banyak orang itu.
"Kenapa jadi terkesan seperti Jobs Street ketimbang Guild menurutku" celetuk Aksa memotong.
"Namun kebanyakan jasa yang dicari dan diberikan adalah jasa perlindungan, keamanan, atau sesuatu yang membutuhkan fisik dan kemampuan tempur" Margaret menambahkan.
"Oh jadi begitu. Karena bergerak dibidang penyedia jasa keamanan dan perlindungan atau mungkin bisa disebut prajurit sewaan, maka berkewajiban mengikuti perintah dan permintaan kerajaan bila jasa mereka diperlukan" Nata mencoba memastikan informasi yang dia dapat.
"Kurang lebih seperti itu. Tapi itu juga tidak gratis. Kerajaan akan memberi hadiah setelah semuanya selesai" Margaret menjawab.
"Ayo kita daftar Nat" saut Aksa kembali penuh semangat dengan hal untuk menjadi petualang itu tadi.
__ADS_1
"Kau dengar penjelasannya tadi? Mereka memerlukan jasa dibidang fisik dan kekuatan tempur. Sedang kau bisa apa? Apa skill mu ku tanya? Teori Phytagoras dan Gravitasy? Kau mau membunuh monster dengan membuatnya mati kebingungan karena Aljabar?" Jawab Nata seraya menggigit daging dari garpunya.
"Ck, tunggu sampai kutemukan relik legenda ku" Terlihat Aksa mulai berang.
"Apa? Laptop? Kau mau pukul binatang buas dengan laptop mu sampai mati?" Jawab Nat kemudian dengan wajah meremehkan.
"Tunggu saja kau pemuda pesimis dan menyedihkan" tutup Aksa dengan masih tidak terima. Dan kemudian kembali menyuapkan daging kedalam mulutnya dengan kasar.
"Mereka kenapa? Apa yang sedang mereka perdebatkan?" Tanya Cedrik pada Lily ketika melihat tingkah Aksa dan Nata.
"Sudah biarkan saja, mereka memang selalu seperti itu" Ujar Lily menjawab yang diikuti anggukan setuju dari yang lain.
"Maaf bila saya menyela. Saya Axel. Ksatria lepas anggota dari Bintang Api. Saya penasaran dari mana asal kalian? Kenapa hal seperti balai pertemuan saja sepertinya kalian baru saja mendengarnya?" Tiba-tiba seorang pria berwajah garang dengan brewok yang menutupi nyaris seluruh wajah nya itu menyela.
Mendengar pertanyaan Axel membuat Aksa dan Nata sedikit terkejut.
"Benar kami bukan dari daratan ini. Kami dari jauh disebrang benua ini" Nata segera menjawab pertanyaan pria yang memakai pelindung dada dan lengan berwarna biru mengkilat itu.
"Dari tempat bernama Bumi lebih tepat nya" imbuh Aksa kemudian.
"Aku belum pernah mendengar tempat itu"
"Aku juga belum pernah"
"Memang dunia itu tempat yang sangat luas ya" ucar Aksa dengan senyum yang terlihat ia tahan.
"Kelompok kalian sudah lama melakukan hal ini?" Tanya Nata kemudian mengalihkan topik pembicaraan.
__ADS_1
"Menjadi serikat petarung bayaran? Mungkin sudah tiga tahun ini" jawab Cedrik setelah iaselesai meneguk air dari cangkir kayunya.
"Dan anggota kelompok anda sekarang ini adalah anggota tetap atau hanya untuk tugas kali ini saja?"
"Oh, yang sekarang ini adalah anggota tetap kami. Biasanya untuk tugas penanganan binatang buas atau binatang mistik yang lebih berbahaya, kami akan mencari anggota tambahan" jelas Cedrik.
"Apakah hewan mistik itu memiliki tingkatan tuan Cerdik?" Kali ini Aksa yang tiba-tiba tertarik membahas topik tentang hewan mistik yang baru saja disinggung oleh Cedrik.
"Menurut ukuran baku Balai Jasa kerajaan Elbrasta, tingkatan hewan buas atau hewan mistik itu di golongkan dari kekuatan tempurnya" jelas Cedrik kemudian seraya mulai bersantai menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon ta jauh dari tempat mereka makan.
"Tingkat pertama adalah binatang buas biasa. Seperti halnya para hyena tadi. Lalu tingakat kedua nya adalah binatang buas dengan fisik yang lebih besar atau kuat, seperti Behemoth" lanjut Cedrik menjelaskan.
"Aku belum pernah melihat mahluk bernama Behemoth itu" jawab Aksa cepat.
"Berharaplah untuk tidak pernah melihatnya" sela Margaret kemudian.
"Yang ketiga adalah binatang mistik biasa, seperti Mistik Hyena tadi. Lalu terakhir yang keempat binatang mistik yang memiliki kekuatan lebih kuat. Seperti Cerberus" tambah Cedrik.
"Manticore kemarin juga termasuk hewan mistik biasa" sela Loujze kemudian.
"Oh, singa berambut semak itu" ucap Aksa seraya mengingat-ingat saat pertama kali mereka bertemu dengan trio pemburu itu.
"Dan dar tingkatan itu ditentukan besar anggota dan besar hadiah nya?" Nata menebak. Yang dijawab dengan anggukan oleh Cedrik.
Mereka melanjutkan perbincangan mereka sampai tengah malam dan kemudian beristirahat.
-
__ADS_1