
Dua minggu setelah serangan yang dilakukan Caspian, Helen, dan Vossler ke wilayah Estat Eblan, Damcyan, dan Feymarch. Yang membuat pihak kerajaan Urbar kalang kabut.
Untuk pertama kalinya, kerajaan Urbar membalas surat tuntutan pihak Pharos. Balasan tersebut berupa surat yang diserahkan melalui kota Xin.
Lucia, Nata, Amithy, Orland, dan Caspian mengadakan pertemuan di kediaman Lucia untuk membahas tentang surat jawaban tersebut, juga untuk membahas banyak hal yang telah terjadi di akhir-akhir ini.
"Mereka mengatakan bahwa Tyrion, orang yang bertanggung jawab terhadap penyerangan ke tempat kita sudah melarikan diri dari kerajaan Urbar. Jadi mereka tidak bisa menyerahkannya. Tapi sebagai gantinya mereka akan membayar biaya berupa uang, barang dagangan, dan mineral" Lucia berucap seraya meletakan gulungan kertas bersegel kerajaan Urbar keatas meja. "Bagaimana menurut kalian?"
"Kita tidak tahu apakah yang mereka tulis itu benar atau tidak. Apakah benar Tyrion benar-benar melarikan diri atau tidak" Amithy menyahut cepat.
"Benar. Bila memang seperti itu kita harus merubah tuntutan kita. Kita tidak boleh menerima tawaran mereka sebagai ganti semua hal yang kita janjikan sebelumnya" kali ini Caspian yang mengutrakan pendapat.
"Aku setuju dengan Caspian" Amithy menyetujui ucapan Caspian.
"Bagaimana menurutmu, Nat? Apa kita harus tambahkan perjanjian dagang khusus kepada mereka?" Tanya Lucia kepada Nata.
"Perjanjian dagang sekarang ini malah akan menguntungkan buat mereka, tuan putri. Kita tidak perlu mereka untuk berdagang dengan kita, tapi mereka membutuhkan kita untuk melakukan perdagangan" Nata menjelaskan.
"Lalu apa saranmu? Apa menurutmu untuk menanggapi surat jawaban itu?" Lucia bertanya lagi.
"Seperti yang dikatakan nyonya Amithy, bahwa kita tidak pernah tau, apakah Tyrion benar-benar melarikan diri, atau kerajaan Urbar menyembunyikannya. Dan untuk itu kita harus memastikannya lagi" Nata menjawab.
"Memastikan apakah mereka berbohong atau tidak?" Lucia terlihat memastikan.
"Benar" Nata menjawab cepat.
"Lalu bagaimana cara kita untuk memastikan hal tersebut?" Lucia terdengar semakin penasaran. Sama seperti tiga orang lainnya.
"Kita akan tolak jawaban mereka dan mulai menyerang wilayah mereka yang lain untuk memberi tekanan"
"Kau masih mau menyerang wilayah mereka yang lain lagi?"
"Benar, tuan putri. Dan bila memang benar, bahwa Tyrion telah kabur dari kerajaan dan bukan disembunyikan, maka mereka pasti akan memberikan hal yang lebih berharga lagi dari sekedar uang dan mineral" jawab Nata menjelaskan. "Lagi pula yang mereka tawarkan pada kita sekarang ini adalah hal-hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Mungkin kita memang membutuhkan bahan-bahan material, tapi tidak ada material unik yang hanya dimiliki oleh mereka saja. Jadi kita masih bisa mendapatkannya dari kerajaan atau wilayah yang lain" imbuhnya lagi.
"Saya setuju dengan usulan tuan Nata" saut Caspian menyetujui ucapan Nata.
__ADS_1
"Aku juga setuju" ujar Amithy menambahi.
"Aku juga. Bila dengan serangan yang kali ini mereka masih tidak menyerahkan Tyrion, berarti kemungkinan mereka tidak berbohong. Mereka tidak akan mengorbankan lebih banyak wilayah hanya demi seseorang" Orland menambahi.
"Kita akan menyerang Estat Ceodore di sebelah barat wilayah tuan Mateus, sebelum mengirim surat tuntutan berikutnya" Nata menjelaskan rencananya.
"Sekarang wilayah ini jadi seperti kerajaan yang menjajah kerajaan-kerajaan kecil yang tidak berdaya" Lucia terdengar mengerutu sendiri.
"Tapi kita tidak menyerang untuk menjadikan wilayah tersebut jajahan yang harus membayar upeti atau semacamnya kan?"
"Tapi tetap saja kita melakukan serangan pada wilayah yang tidak memiliki kekuatan setara dengan kita"
"Bagaimana bila anda membalik sudut pandang anda, putri. Apa anda tidak ingin aturan tanpa status kebangsawanan, anti perbudakan, kesejahteraan warga, pendidikan untuk anak-anak, dan fasilitas serta ilmu pengetahuan yang dapat meningkatkan taraf hidup orang itu bisa dinikmati oleh lebih banyak orang lagi?" Nata memberi Lucia pertanyaan.
Sementara itu Lucia terdiam berpikir. "Aku sangat menginginkannya, tapi aku ingin mereka datang untuk bergabung secara suka rela. Bukan dengan paksaan atau penyerbuan seperti itu" ucapnya kemudian.
"Tidak semua pemimpin berpikir untuk menyejahterakan rakyatnya, tuan putri. Apa lagi para bangsawan. Mereka tidak akan dengan sukarela menghilangkan hak kebangsawanan mereka demi para penduduk. Tidak banyak dari mereka yang seperti tuan Mateus" Nata menjawab, yang membuat Lucia benar-benar sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
"Baiklah sekarang kita akan membicarakan hal yang sama mendesaknya dengan masalah sebelumnya" Orland segera mengambil alih. "Dua hari yang lalu ada sekitar dua puluh orang datang ke kota Utara untuk meminta perlindungan dan juga tempat tinggal sementara. Hal itu dikarenakan sejak seminggu yang lalu kerajaan Elbrasta juga sedang dilanda peperangan. Dua kubu dari keluarga bangsawan berpengaruh berseteru dan memecahkan perang diantara mereka" jelasnya kemudian.
"Cornelius dan nona Luna mendapat kabar semuanya bermula dari masalah ketidak terimaan para bangsawan tentang hak atas wilayah dan tanah yang mereka kuasai beberapa bulan yang lalu" Orland menjelaskan.
"Pantas tidak terdengar kabar dari kerajaan tersebut saat kita sedang berperang dengan kerajaan Urbar" kali ini Nata yang berbicara, seolah baru saja menyadari sesuatu.
"Benar. Sekarang ini pihak kerajaan sedang sibuk mencoba mendamaikan kedua belah pihak tersebut" Orland menjawab lagi.
"Apa paman berpikir ini semua ada kaitannya dengan kak Grevier?" Lucia bertanya.
"Entahlah, nona Luna belum mendapatkan informasi tentang adakah sangkut paut Grevier dengan semua hal tersebut" Orland menjawab lagi.
"Bagaimana menurut anda, tuan Nata?" Kali ini Caspian yang ingin mendengar pendapat dari Nata.
"Kurasa bila kita beranggapan perang di kerajaan Elbrasta itu adalah sebuah rencana seseorang, besar kemungkinan peperangan kita dengan kerajaan Urbar juga rekayasa seseorang" Nata menjawab.
"Benarkah begitu?" Lucis terdengar sedikit terkejut.
__ADS_1
"Itu bila kita melihatnya seperti itu. Karena semuanya terasa seperti sebuah kebetulan. Tapi bisa saja bukan" Nata menjelaskan. "Tapi menurutku memang ada orang yang sedang melakukan rencana besar di daratan ini. Entah itu Grevuer atau bukan" tambahnya kemudian.
"Semoga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan" Lucia terlihat benar-benar berharap.
"Benar. Kita harus pastikan wilayah kita aman terlebih dahulu" kali ini Caspian yang berucap.
"Baiklah kalau begitu. Sekarang kita akan membicarakan tentang wilayah baru kita, Kota Varun dan kota Xin" Orland melanjutkan ke topik bahasan yang lain.
"Untuk wilayah tuan Mateus, yang pertama akan kita lakukan adalah membuat fasilitas jalan dan membangun pos jaga di sekitar jalan menuju kota Varun. Karena kita memerlukan kecepatan dalam informasi dan pengiriman" Nata menjawab.
"Kurasa itu bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Karena jalur dari gerbang selatan ke kota Varun cukup jauh dari medan peperangan" Orland menjawab.
"Sedang untuk kota Xin, kita akan melihat bagaimana perkembangannya nanti. Sama seperti kota-kota diwilayah lainnya" Nata menambahi.
"Lalu untuk para tawanan perang kita?" Lucia teringat akan beberapa orang yang mereka tangkap saat kerajaan Urbar melakukan pengerangan.
"Siapa? Para Juara kerajaan Urbar itu?" Amithy memastikan.
"Benar. Bila dengan semua hal yang akan kita lakukan, bukankah mereka jadi sudah tidak berguna lagi buat kita tahan" Lucia berucap lagi.
"Anda benar, tuan putri. Setelah semua ini selesai kita akan kembalikan mereka ke kerajaan Urbar. Tapi kita juga akan buat mereka sebagai pengirim pesan" Nata berucap.
"Maksudmu?" Lucia tidak mengerti maksud Nata.
"Mereka akan menjadi saksi apa yang kita punya agar mereka bisa menyampaikannya pada kerajaan Urbar. Mulai dari senjata yang kita masih simpan, sampai kemakmuran yang kita miliki. Yang jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan keadaan kerajaan mereka" Nata menjelaskan.
"Apa tidak apa-apa melakukan hal tersebut, tuan Nata?" Kali ini Caspian yang tampak kuatir dengan rencana Nata yang membiarkan lawan melihat senjata yang mereka punya.
"Tidak perlu kuatir, tuan Caspian. Kita bisa memalsukan atau hanya menunjukan sedikit dari hal-hal tersebut. Tujuan kita adalah membuat mereka berpikir bahwa menyerang kita itu adalah langkah yang keliru. Tapi menyatu dengan kita adalah jalan yang paling tepat" Nata mencoba menjelaskan maksudnya dengan lebih rinci.
"Apakah hal tersebut mungkin terjadi, Nat?" Lucia terlihat tertarik dengan gagasan Nata yang tidak melibatkan sebuah peperangan.
"Tidak ada jaminan akan berhasil, sih. Tapi setidaknya dari banyak orang yang mendengar kisah wilayah ini dari kesembilan Juara kerajaan Urbar tersebut, beberapa pasti akan ada yang mempercayainya" Nata menjelaskan. "Tapi itu masih urusan nanti" imbuhnya kemudian.
-
__ADS_1