Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
28. Dua Bulan Kemudian


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu semenjak penyeberangan kereta uap dibuka. Kini orang-orang sudah mulai banyak yang menggunakan jasa penyeberangan tersebut.


Kota di pusat Tanah Mati itu kini sudah mulai benar-benar tampak seperti sebuah kota. Selain bar, restauran, dan penginapan, kini sudah dibangung beberapa rumah penduduk. Beberapa rumah bangsawan juga sudah selesai dibuat. Mereka kini secara resmi menamainya Kota Tengah.


Kelompok Bintang Api membangun sebuah balai pertukaran jasa tepat diseberang bar Pietro, di sebelah toko roti Edward, sebagai markas mereka. Juga sesuai dengan keputusan dari pertemuan sebelumnya, maka mereka mulai mencari anggota baru untuk Anak Kelompok. Karena area yang harus mereka pegang sekarang bertambah luas.


Tampak pula gedung percetakan dibangun tepat disebelah sungai di barat penginapan. Yang sudah mulai beroprasi untuk mencetak buku-buku pelajaran sekolah. Sementara ditempat yang sama pula, mereka juga membuat kertas kapas.


Kini Fla, Livia, dan Luke sudah bisa dilepas oleh Rafa. James dan beberapa warga desa ikut bekerja dipercetakan tersebut. Yang dipimpin oleh Fla.


Livia kini juga merangkap sebagai pengajar di sekolahan di desanya, setelah di gembleng Rafa selama satu setengah bulan. Dan Luke juga seminggu sekali mengajar anak Yllgarian di hutan Sekai.


Dari catatan Orland, mereka mendapat 200 warga baru dalam dua bulan tersebut. Kebanyakan berasal dari desa-desa di daratan utara. Meski tidak sedikit juga yang datang dari daratan selatan.


Tanda petunjuk arah dan penerangan jalan sudah mulai dikerjakan di separuh wilayah.


-


Kemudian jalan menuju desa di wilayah timur kini sudah selesai dibangun. Cara bercocok tanam warga desa yang diajarkan oleh Aksa menghasilkan panen yang dua kali lebih banyak dari sebelumnya.


Dari wilayah ini diperoleh banyak hasil bumi. Seperti; padi, jagung, rebung, lobak, palawija, bumbu-bumbu, dan beberapa buah-buahan. Mereka juga mulai diajarkan untuk membuat minuman beralkohol dari berbagai macam jenis bahan.


Dan secara resmi, wilayah ini diberi nama Desa Timur. Karena kepala desa Khan, bersi keras tidak ingin desanya disebut dengan Kota Timur.


Dan kini orang-orang di Desa Timur ini sudah mulai percaya diri. Desa mereka adalah desa pelopor adanya sekolahan. Dan beberapa anak-anak Yllgarian juga kadang ikut bersekolah ditempat tersebut. Tak ketinggalan Andele dan beberapa anak dari penduduk lain di wilayah Pharos tersebut.


Kemudian tanaman dan hewan yang dibudidayakan oleh Selene dan Ellian di bibir hutan Sekai, juga sudah mulai menghasilkan. Kini mereka memiliki komoditas seperti; karet, kapas, sutra, madu, dan tanaman obat seperti jamur dan gingseng. Juga bunga-bunga untuk aroma terapi dan bahan pembuat sabun. Para Yllgarian lah yang kini mengurusi tempat tersebut sebagai pengganti Selene dan Ellian.

__ADS_1


Sedangkan untuk warga Yllgarian hutan Sekai, mereka juga sudah mulai membuat tempat di bibir hutan, untuk menyimpan persediaan kayu yang mereka tebang dari dalam hutan. Yang siap untuk diambil dan digunakan oleh bagian pembangunan atau untuk bahan bakar kereta uap.


-


Sementara di pesisir timur, jalan menuju ke barat melewati bibir hutan Sekai juga sedang di bangun. Kedepannya mereka tidak akan menggunakan jalur pantai Mado untuk mengantar bahan tambang. Tapi memutari gunung.


Juga karena para penambang sudah mulai mahir, kini Go sudah dapat menyerahkan urusan pertambangan tersebut kepada Win, wakilnya. Para penambang kini dibuatkan pemukiman kecil yang lebih layak di pesisir pantai timur, tak jauh dari area pertambangan. Lengkap dengan fasilitas yang ada pada sebuah desa kecil. Yang kemudian menamai pantai dan desa tersebut dengan nama Pantai Sekai dan Desa Sekai.


Sementara kapal penyeberangan masih tetap berlayar setiap hari dari pantai Sekai ke pantai Mado. Hanya saja kini mereka sudah mulai memasang prajurit jaga diantara kedua dermaga pantai tersebut


Sedang Go kini menuju ke Ceruk Bintang yang kabarnya ditemukan sebuah gua didasarnya. Aksa dan Couran butuh pengalaman Go dalam hal pertambangan dan trio pemburu untuk menjelajahi gua tersebut.


-


Kemudian untuk sisi gerbang utara, kini mereka membangun kota kecil di dataran tingginya. Yang kemudian Cornelius di bantu Constine bertugas mengurus orang yang keluar masuk tanah Pharos dari gerbang utara. Secara resmi kota tersebut disebut Kota Utara.


-


Sedang di bukit waduk, perkebunan yang Ellian dan Katarina jalankan berhasil panen perdana. Dan tampak tidak mengecewakan. Mereka menghasilkan; gandum, kentang, dan tebu yang kemudian oleh warga yang berdiam ditempat tersebut, diolah menjadi gula.


Sementara di peternakan barat, tempat Selene berada, juga sudah mulai menghasilkan. Mulai dari telor, susu, daging, ikan tambak, dan wool. Yang kemudian beberapa saudara Selene mulai memproduksi mayones dan mentega setelah di ajarkan oleh Aksa caranya.


Dan diantara wilayah perkebunan dan wilayah peternakan tersebut, kini sudah berdiri banyak rumah yang setara dengan desa kecil. Dan kemudian untuk mempermudahkan penyebutan, wilayah itu disebut dengan Desa Waduk.


Sementara Selene sendiri, sekarang memulai rencana kerja baru untuk membudidayakan satwa laut dan rumput laut di wilayah pantai barat. Juga sekaligus mengajari orang-orang Anna untuk melakukannya, agar mereka tidak hanya bertumpu pada mencari ikan dilaut.


-

__ADS_1


Sedang pembangunan wilayah barat tersebut baru akan dimulai. Sementara orang-orang Anna masih tinggal dii tanah Pharos, di sekitar celah menuju laut barat. Yang jauh lebih baik dan sehat, dibanding tempat mereka sebelumnya yang berada di dekat kapal karam Anna. Karena tempat mereka sekarang berada dipinggiran sungai dengan air bersih, dan terlindung dari angin laut secara langsung.


Untuk sementara mereka masih menggunakan tenda untuk tempat tinggal. Rencananya setelah pembangunan wilayah pesisir barat dimulai, mereka akan mendapat tanah dan bisa mulai memilih ingin membangun rumah dimana.


Pembangunan wilayah pesisir barat juga direncanakan seambisius pembangunan wilayah yang lain. Karena mereka berencana akan membuat sebuah kota dermaga dengan sebuah galangan kapal dan mercusuar.


-


Kemudian di wilayah gerbang selatan kini juga sudah mulai berkembang. Setengah bulan sebelumnya, Amithy mendapat permintaan tolong dari Mateus untuk memberi tempat pada orang-orang suku Tempest yang menjadi korban peperangan tiga kerajaan selatan, untuk tinggal sementara. Lalu beberapa hari kemudian, dua suku lain lagi datang meminta perlindungan.


Setelah melewati pembicaraan dan segala penataran yang diperlukan, akhirnya beberapa suku itu mulai diberi daerah untuk tinggal di dataran rendah gerbang selatan tersebut.


Yang kemudian mereka membentuk batasan lahan perkemahan untuk tiap sukunya. Yang terlihat seperti sebuah desa kecil yang saling berdekatan.


Sementara Vossler dan Jean membangun markas mereka, yang juga sebuah Garisun, tak jauh dari rumah Amithy di dataran tinggi wilayah selatan. Tugas mereka adalah memantau dan menjaga gerbang sisi selatan.


-


Dan terakhir adalah wilayah Ceruk Bintang. Setelah berhasil menyelesaikan gondola dan menyelidiki dasar Ceruk Bintang, mereka menemukan sebuah gua yang tampaknya menuju kebawah tanah.


Rencana nantinya Atelir Bintang Timur akan dibangun ditempat ini. Atelir tersebut akan dibuat seperti sebuah komplek. Lengkap dengan semua bidang industri berada di tempat ini. Tidak terkecuali bagian pengembang senjata yang juga akan dibentuk.


Mereka juga sudah mulai melebarkan jalan tembus dari tempat tersebut menuju dataran rendah wilayah selatan. Untuk lebih mempermudah menjangkau dasar Ceruk Bintang.


Sedangkan Aksa, Couran, trio pemburu, Go, dan juga Rafa, berencana akan melakukan penjelajahan kedalam gua di Ceruk Bintang tersebut.


-

__ADS_1


__ADS_2