
Sehari setelah kedatangan para Yllgarian itu, Nata dikejutkan dengan kedatangan tiga pemburu dari Tirgis.
Karena sudah lumayan sore, dan yang lain juga sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, maka hanya Nata dan Lucia yang menyambut mereka. Karena hanya dua orang itu yang sekarang paling banyak memiliki waktu luang.
Nata dan Lucia menunggu Loujze, Deuxter, dan Huebert di tenda pertemuan.
"Tuan putri Lucia, tuan Nata" sapa Loujze yang paling pertama memasuki tenda. Disusul Deuxter dan Huebert dibelakang mereka.
"Sekarang kalian terlihat makin gagah saja. Apa bibi kalian menggebleng kalian dengan keras disana" ucap Nata saat melihat mereka bertiga sudah dalam tenda. Tapi tampaknya masih ada orang lain lagi di luar, yang mulai memasuki tenda.
"Lihat, siapa yang kami bawa" ujar Deuxter kemudian saat sosok itu sudah sepenuh nya didalam tenda.
"Fla?!" Tampak Nata terkejut tak menyangka akan melihat pemuda itu lagi disini. Tampak Fla tidak datang seorangndiri. Ada empat lagi dibelakangnya.
"Oh, Fla?! Bagaimana kabar mu? Bagamana kalian bisa bertemu?" Lucia juga tampak terkejut mendapati Fla ada bersama trio pemburu.
"Senang bisa bertemu lagi dengan anda berdua" Fla tampak tidak bisa lagi membendung air matanya. Kemudian ia segera berlutut dihadapan Nata dan Lucia. Yang mengejutkan semua orang ditempat itu.
"Akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk berterima kasih secara langsung kepada kalian berdua. Terima kasih atas semua yang telah anda lakukan terhadap hidup saya" ujar Fla masih dalam posisinya berlutut.
Tampak Nata dan Lucia tidak bisa menahan perasaan sentimental mereka melihat Fla yang seperti itu. Nata terharu menatap Fla. Sementara Lucia sudah mulai ikut berkaca-kaca seraya mengangkat tubuh Fla berdiri.
"Kami juga merasa senang kau bisa selamat sampai sekarang ini. Dan jangan berlutut seperti itu lagi. Kau mengejutkan banyak orang" ucap Lucia kemudian. "Sekarang aku bukan lagi putri mahkota. Kau sudah tak perlu melakukan hal tersebut. Aku sudah tidak punya emblem giok kerajaan lagi" tambahnya menjelaskan.
"Hah? Apa yang terjadi tuan putri?" Tampak Fla terkejut mendengar status Lucia sekarang.
"Apa maksud nya dengan putri mahkota, Fla?" Terdengar seorang pria Morra di belakang Fla berbisik.
"Beliau ini adalah putri mahkota kerajaan Elbrasta" jelas Fla kemudian. Yang membuat teman-temannya terkejut.
"Kenapa kau tidak pernah memberi tahu kami?" Protes seorang gadis disebelah Fla.
"Karena kupikir itu adalah hal yang dirahasiakan oleh tuan putri" jawab Fla yang langsung memicu tawa dari Nata dan trio pemburu.
__ADS_1
"Sekarang kau tidak perlu menyembunyikannya dan juga tak perlu melakukan berlutut seperti tadi lagi. Nanti akan ku ceritakan apa penyebabnya" jawab Lucia kemudian.
"Oh, iya. Saya kemari bersama dengan beberapa orang yang juga merupakan budak yang berhasil melarikan diri dari kota benteng saat itu" dan Fla mulai mengenalkan teman-temannya.
Dimulai dari yang gadis bernama Livia, lalu pria Morra yang bernama James, Yllgarian dari Klan Lycan bernama Luke, dan kemudian Yllgarian dengan sosok seekor singa bernama Fang.
"Oh, jadi ini gadis yang bernama Livia?" Nata berucap dengan senyum jahilnya.
"Benar, saya Livia. Saya ingin mengucapkan terima kasih karena anda. Karena sudah menyelamatkan hidup saya dan sudah menjadi orang bebas sekarang" gadis berambut hitam lurus sebahu itu membungkuk kearah Nata dan Lucia.
"Saya juga ingin berterima kasih kepada anda. Karena anda tidak hanya menyelamatkan kehidupan saya tapi kehidupan istri dan dua anak saya" pria Morra itu pun ikut membungkuk dihadapan Nata dan Lucia.
"Saya juga berteima kasih karena telah membebaskan saya dari kota benteng tersebut, bahkan memberikan makanan dan pakaian selama kami dalam pelarian" si Yllgarian serigala juga ikut membungkukkan badannya mengikuti Livia dan James.
"Biarpun saya bukan bagian dari para budak yang telah berhasil selamat, tapi saya sudah menganggap Fla sebagai keponakan saya sendiri. Jadi saya juga ingin mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkannya dari perbudakan" kali ini Fang juga ikut membungkuk dihadapan Nata dan Lucia.
"Kalian ini. Salah bila berterima kasih pada ku" ucap Nata kemudian. "Pertama, karena yang menyelamatkan Fla dari perbudakan adalah dirinya sendiri. Tepat disaat ia berusaha sekuat hidupnya untuk berlari kedalam hutan" ucap Nata dijadah, "Kemudian yang kedua, Fla sendiri lah yang melakukan penyelamatan para budak saat itu di kota Halmd. Aku bahkan sedang nyenyak terlelap saat hal itu terjadi" tutupnya kemudian. "Oh, dan untuk makanan dan pakaian itu adalah pemberian Arcdux Lugwin. Aku mana punya 100 baju dan makanan seperti itu" tambah Nata kemudian.
"Ucapan anda seperti ucapan tuan Loujze. Anda sekalian memang adalah orang-orang baik. Bersyukur Fla bertemu dengan kalian semua" Livia berucap seraya mengusap matanya yang sudah mulai berair.
.
"Saya terkejut, lembah yang saat jembatan itu baru dipasang lima bulan yang lalu masih kering kerontang, sekarang sudah dipenuhi air yang terlihat menyegarkan seperti itu" ucapan Loujze terdengar kagum.
"Itu semua karena Aksa" jawab Nata pendek.
"Oh, iya. Dimana tuan Aksa sekarang ini?" Kali ini Huebert yang bertanya.
"Dia bersama tuan Couran dan Lily sedang membuat jalur menembus ke selatan. Mungkin sebulan setengah lagi baru kembali" jawab Nata menjelaskan.
"Dan juga yang menjadi perhatian ku saat memasuki perkemahan bawah tadi adalah, kenapa ada banyak sekali Yllgarian ditempat itu?" Deuxter dan yang lain tampak penasaran dengan hal tersebut.
"Itu juga yang jadi perhatian kami saat ini. Mereka hendak menuju ke selatan menuju hutan Tua, karena pemukiman mereka di utara hancur oleh prajurit Elbrasta" Nata menjelaskan. "Tapi dengan jalur yang sekarang sedang kita buat, hanya tinggal jalur-jalur yang berat saja yang bisa dilalui dengan berjalan kaki" tambahnya kemudian.
__ADS_1
Terlihat wajah-wajah bersimpati dari delapan orang dihadapan Nata dan Lucia itu.
"Dan meski aku tidak terlalu mengerti tentang stamina bangsa Yllgarian, tapi dengan banyaknya wanita, anak-anak, dan yang sudah berumur, akan jadi hal yang membahayakan bagi mereka sendiri" kali ini Lucia yang menambahi.
"Apa anda sudah menyampaikan hal tersebut pada mereka?" Tanya Deuxter kemudian.
"kami sudah memberi tawaran untuk menunggu sampai Aksa selesai membuat jalur tersebut, dan setelah itu kami akan mengantar mereka semua ke selatan menggunakan kereta uap. Yang akan jauh lebih mudah dan tidak berbahaya" jawab Nata.
"Lalu apa tanggapan mereka?"
"Sepertinya mereka masih bimbang untuk tetap bertahan di lingkungan para manusia, melihat apa yang terjadi pada desa mereka di hutan utara. Itu memang hal yang wajar menurut ku" ujar Nata menjawab.
"Benar. Mereka akan selalu waspada terhadap kita" Deuxter menyetujui pendapat Nata.
"Sebenarnya kita ingin melakukan pendekatan dengan cara berkomunikasi membangun kepercayaan mereka. Hanya sayang nya satu-satunya Yllgarian yang kita kenal, sekarang sedang tidak berada ditempat ini"
"Merepotkan juga ya" Deuxter menambahi.
"Oh, benar juga. Nona Lily ikut menuju ke selatan juga ya?" Kali ini Loujze yang berucap.
"Bagaimana kalau saya bantu untuk melakukan mediasi dengan mereka?" Tiba-tiba Fang berucap menawarkan bantuan.
"Anda mau melakukannya?" Terdengar Loujze meyakinkan Fang.
"Iya, saya akan melakukannya" ucap Yllgarian singa itu dengan tegas.
"Wah, beruntung sekali. Anda datang disaat yang benar-benar tepat tuan Fang. Kalau begitu besok kita coba untuk menemui para pemimpin mereka" ujar Nata yang terlihat kembali bersemangat.
"Tapi bagaimana dengan masalah makan mereka, Nat?" Kali ini Lucia yang bertanya seolah mengingatkan Nata bahwa masih ada masalah yang harus diselesaikan.
"Akan ku pikirkan lagi masalah tersebut. Untuk sementara mereka bisa berburu untuk memenuhi kekurangan makanan yang sudah kita sediakan untuk anak dan usia tua" jawab Nata yang terlihat sedikit kuatir, "Ngomong-ngomong, coba ceritakan bagaimana kalian bisa bertemu dan dimana sekarang kau tinggal, Fla?" Ucapnya kemudian merubah topik pembicaraan.
Dan mereka pun melanjutkan saling bercerita sampai waktu makan malam. Dan kemudian rombongan Fla dan trio pemburu menuju ke wilayah tengah untuk bermalam di tenda Nata yang masih banyak tempat kosong.
__ADS_1
-