
"Lembah itu tidak terlalu lebar, jadi untuk mempermudah perjalanan kita kedepannya, kita akan membuat jembatan sementara menyeberangi lembah ini" ujar Couran saat mereka sampai ditepi sebuah lembah di jalan masuk pagar bukit wilayah Pharos, bersama Val, Haldin, Matyas, dan Loujze. Masih ada 15 orang lagi dibelakang mereka.
Ini adalah rencana selanjutnya yang akan mereka lakukan setelah kereta besi sudah bisa digunakan. Mereka akan mulai memindahkan semua perkemahan ke daerah dalam wilayah Pharos. Agar lebih mudah ketika membuat peralatan tanpa harus membawanya menyeberangi lembah dan bukit lagi saat diperlukan.
Mereka berlima bersama 15 pengerajin hanya memakan waktu dua hari untuk sampai ditempat ini dari perkemahan mereka. Itu semua karena adanya kereta besi. Karena dengan bawaan yang sangat banyak dan berat itu, mungkin butuh waktu antara empat sampai lima hari untuk sampai ketempat ini dengan kereta kuda biasa.
"Baiklah Matyas, kumpulkan para anggota kita akan memasang peralatan berat itu sekarang" perintah Haldin kemudian.
Butuh waktu setengah hari untuk mengeluarkan hingga memasang peralatan berat yang dimaksud Haldin tadi. Kini mereka sudah mulai memasang tenda siap beristirahat, setelah matahari sudah benar-benar tenggelam.
Mereka membuat tenda tak jauh dari bibir lembah. Tampak tiang-tiang besi menyembul keluar dari dasar lembah tersebut. Itu adalah peralatan berat yang tadi mereka pasang.
Bentuknya seperti sebuah menara jaga yang biasa ada di gerbang desa atau kota. Namun dibangun sangat tinggi dari dasar lembah dan tidak memiliki pos jaga diatasnya. Juga terbuat dari besi.
Kemudian di bagian atasnya terdapat tiang dengan bentuk yang serupa namun dalam posisi telentang menyilang dengan tiang yang berdiri. Ada roda-roda besi diantara persinggungan dua tiang tersebut, yang membuat tiang yang terlentang tadi dapat bergerak maju mundur dan berputar.
Kemudian dibagian ujung dari tiang-tiang tadi terdapat sebuah tambang seperti yang terpasang pada jangkar kapal. Namun yang membedakannya adalah tambang ini di kepang dari kumpulan kawat besi, hingga tambang ini menjadi sangat kuat dan juga sangat berat.
Tambang besi itu melilit pada sebuah alat penggulung yang memiliki tungku Lokomotif seperti pada kereta besi, disampingnya. Yang digunakan untuk mengencangkan dan melonggarkan gulungan. Alat penggulung tersebut dipasangi delapan buah pasak besar dari besi agar menguncinya ditempat.
Bahkan untuk memastikan pasak itu menusuk sangat dalam ke tanah, mereka membuat alat yang juga ditenagai oleh tungku Lokomotif untuk mendorong pasak besi tersebut menancap kedalam tanah.
__ADS_1
-
Pagi harinya mereka memulai pekerjaan mereka membangun jembatan menyeberangi lembah tersebut dengan bantuan tiang-tiang besi itu.
Tiang besi itu digunakan sebagai sarana pengangkut material jembatan yang berat untuk dipasang. Dengan cara mengaitkannya pada tambang besi yang kemudian diangkat dan diputar ke tempat yang diperlukan oleh alat penggulung dan tiang yang melintang. Menggunakan prinsip kerja katrol dan pengungkit sederhana.
Dan karena hal tersebut, jembatan itu bisa diselesaikan dalam waktu seminggu dengan pekerja tak lebih dari 20 orang. Dua puluh kali lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan saat membangun jembatan dengan cara biasa.
-
"Kau yakin akan mengendarainya Matyas?" Tanya Couran meyakinkan Matyas saat setelah jembatan itu selesai. Mereka akan mencoba melewatinya dengan kereta besi yang berat itu untuk uji coba.
"Saya akan menemani tuan Matyas, tuan Couran" ujar Loujze menawarkan diri.
"Percayakan semua pada para dewa" ucap Haldin menyentuh pundak Matyas.
"Tenang saja semua, saya yakin jembatan ini dibangun dengan kokoh" ucap Matyas ringan seraya bergegas menaiki kereta besi tersebut tanpa kekuatiran sedikitpun. Yang kemudian disusul oleh Loujze.
"Anak muda memang berdarah panas" ucap Haldin kemudian.
Tak lama kemudian kerta besi itu mulai berjalan pelan melewati jembatan tersebut.
__ADS_1
Dan hasilnya sukses besar. Kereta besi itu menyeberang dan kembali lagi dengan selamat.
Para pengerajin yang lain mulai berteriak 'Stimtrak! Stimtrak!' Berulang-ulang saat mendapati kereta besi itu kembali menuju sisi lembah.
-
"Baiklah, setelah ini kita akan menyeberang untuk memastikan medan dan mencari tempat yang pas untuk perkemahan kita yang baru" ucap Couran kepada Val, Haldin, Matyas, dan Loujze setelah istirahat makan siang.
"Biarkan Matyas tinggal bersama yang lain disini. Sekalian untuk berjaga" ujar Haldin memberi ide.
"Baiklah"
-
Selepas itu mereka berlima dengan kereta besi mulai menyeberangi jembatan. Tak lama kemudian mereka tiba di dasar sebuah jurang berkelok yang memiliki tebing tinggi di sisi kiri dan kanannya hingga menutupi sinar matahari untuk masuk. Dan setelah melewati dasar jurang tersebut, mereka akhirnya sampai ke daerah terbuka setelahnya.
Daerah ini adalah daerah terbuka yang cukup luas. Daerah yang disebutkan Aksa sebelumnya. Tanahnya tampak kering. Di sisi utara daerah ini terdapat tembok tebing yang menjulang sangat tinggi. Yang sering disebut juga dengan tembok pembatas utara. Sisi barat dan selatan nya terdapat dataran lagi hanya saja ketinggiannya berbeda. Lebih tinggi. Nyaris setinggi tembok pembatas kota-kota di wilayah Elbrasta.
Sedang di bagian barat daya dari daerah tersebut, disela antara kedua dataran yang lebih tinggi tadi terdapat lembah yang berujung pada sebuah ngarai besar kearah tengah wilayah Pharos. Ngarai itulah yang dimaksud Aksa sebagai jurang besar yang memotong wilayah tengah dengan wilayah utara Pharos.
"Kurasa hanya tempat ini yang kita punya untuk sementra ini" ujar Haldin setelah mengamati sekelilingnya dengan wajah tidak nyaman.
__ADS_1
"Benar. Baiklah ayo kita kembali dan bersiap untuk pindah ketempat ini" ujar Couran kemudian.
-