Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
23.5. Antology Story : Perbincangan Bar


__ADS_3

"Kelompok dagang Angin Utara mulai ketat sekali dalam melakukan pengamanan anggota mereka akhir-akhir ini. Aku jadi kualahan sendiri" ucap Dirk pada suatu siang di bar yang baru dua hari ini selesai dibangun.


Bar tersebut dikelolah oleh Pietro. Namun tampaknya Luna sudah memesan tempat sebagai salah satu penjaganya. Disamping karena itu adalah pekerjaan yang sering ia lakukan dulu. Juga menurutnya, bar adalah tempat paling penting dalam pergerakan sebuah informasi.


Selain Luna, tampak Seigfried juga bekerja sebagai pramusaji di bar tersebut. Meskipun ia terpaksa melakukannya.


"Bila begini terus kita tidak akan mendapat pedagang untuk membangun jaringan" keluh Dirk lagi seraya menegak minuman beralkohol dalam gelasnya.


"Pihak selatan?" Madro yang duduk disebelah Dirk, bertanya dengan tenang.


"Sama saja. Kelompok dagang kota Xin di selatan, juga mulai memantau pergerakan kita dengan lebih bersungguh-sungguh" jawab Dirk dengan lesu. Sementara Luna mengisi kembali gelas Dirk yang sudah kosong.


"Sebenarnya bagaimana mereka bisa mengetahui rencana kita? Apa aku terlalu mencolok melakukannya? Apakah aku orang yang mudah dibaca?" Terdengar Dirk tampak frustasi mendapati ketidak mampuannya.


"Kemungkinan besar karena bocornya informasi, tuan Dirk. Ada orang yang menjual informasi tuan kepada kelompok dagang yang lain" ucap Luna yang tampak sedang membersihkan rak disebuah kabinet dibelakangnya.


"Benarkah seperti itu? Lalu bagaimana aku bisa mengetahui siapa orang yang membocorkan informasi itu? Bila dipikir-pikir, mereka semua memiliki kesempatan dan motif yang sama besar untuk melakukannya" tampak Dirk semakin pusing memikirkannya.


"Ganti cara anda menyampaikan informasi, secara bertahap. Maka, lama kelamaan pasti anda akan menemukan siapa yang menjual informasi anda" jawab Luna kemudian.


"Tapi, begitu orang tersebut tertangkap, kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadap kelompok dagang yang lain"


"Serba salah memang" ucap Madron kemudian. Sepertinya Madron sedang mabuk. Ia tampak seperti setengah mengantuk menatap nanar kearah gelas di hadapannya.


Meski sebenarnya Dirk pun juga sedang mabuk. Hanya saja, jenis mabuknya adalah yang berbicara sendiri tak jelas.


Dan ditengah-tengah perbincangan tak jelas antara Dirk dan Luna yang membicarakan tentang sepupu Dirk yang tidak mau membantunya, tiba-tiba pintu bar didorong oleh seseorang dari luar.


"Wah, bar ini sudah buka, ya?" Terdengar suara Aksa menyeruak mengejutkan semua orang yang ada dalam ruangan tersebut.


"Tuan Aksa?" Terdengar Dirk sedikit terkejut melihat Aksa. "Kabarnya anda ke pesisir timur kemarin?" Susulnya dengan pertanyaan.


"Benar, tuan Dirk. Uh, bau naga! Ada hal apa, hingga membuat anda berdua mabuk ditengah hari seperti ini?" Tanya Aksa setelah melihat masih ada Madron yang duduk diam di meja panjang bartender.


"Sepertinya ada orang yang membocorkan semua rahasia tentang strategi dagangnya ke kelompok dagang lain" Luna menjawab mewakili Dirk.


"Benar. Lalu aku harus bagaimana untuk membuat para pedagang mereka lari ketempat kita? Percumah saja kita akan membuat kelompok dagang bila tidak ada yang mau bergabung"


"Oh, hal itu ternyata?" Ujar Aksa dengan santai seraya menuju ke meja bartender. Duduk tepat di depan Luna. "Bartender, susu hangat satu" ucapnya kemudian kepada Luna.

__ADS_1


"Kau tahu tidak, ini bar? Tidak ada susu disini. Yang ada hanya alkohol saja" jawab Luna kemudian.


"Padahal aku baru mau memberikan solusi untuk masalah tuan Dirk. Dan mungkin, bisa saja jadi sebuah informasi berharga" ujar Aksa yang kembali berdiri dari kursinya. "kurasa aku ke restauran saja. Sepertinya ada yang menjual susu hangat disana"


"Jangan-jangan. Jangan pergi dulu tuan Aksa" cegah Dirk yang tampak sudah mulai sadar lagi. Meski masih sempoyongan saat berjalan.


"Ck, aku akan membalasmu. Ingatlah itu" ucap Luna menatap Aksa dengan wajah sedikit sebal. "Seig. Pergi ke restauran dan belikan satu guci susu. Jangan lama-lama" ucap Luna kemudian.


Luna juga tidak mau Aksa pergi, karena ia juga merasa penasaran dengan solusi apa yang akan diberikan Aksa untuk Dirk.


Sedang Seigfried tampak bersumpah serapah tanpa suara, seraya berjalan keluar bar.


"Nona Luna, berikan aku dua irisan lemon" ucap Dirk kemudian. Dan kemudian Luna pergi ke ruang dalam.


Tak lama kemudian Luna keluar membawa sebuah gelas kecil yang berisi teh herbal dengan aroma yang menusuk, warnanya coklat kehitaman. Di samping gelas tersebut ada sebuah piring kecil berisi dua irisan lemon dengan warna kuningnya yang menarik.


Dirk menggigit irisan lemon tersebut, kemudian menyesap airnya dengan cepat. Rasa masam yang datang secara tiba-tiba di lidah itu memberi rangsangan hebat pada sekujur tubuh.


Tampak wajah Dirk seperti sedang menahan rasa sakit. Aksa yang hanya melihat saja sudah bisa merasa merinding hingga ketengkuk.


Memang itu tadi adalah cara orang di daratan utara untuk menghilangkan mabuk yang tingkatnya ringan.


"Sekarang saya siap mendengarkannya, tuan Aksa" ucap Dirk kemudian.


"Tunggu susu hangatku datang dulu" ujar Aksa menanggapi.


"Baiklah. Saya akan tunggu" jawab Dirk dengan penuh kesabaran. Berbeda dengan Luna yang mulai memasang wajah kesal terhadap kelakuan Aksa.


"Seraya menunggu, saya ingin bertanya. Dari mana saja anda tiga hari ini?" Tanya Dirk kemudian untuk mengisi waktu.


Dan kemudian Aksa menceritkan tentang petualangannya selama tiga harinya berlibur.


-


Dan setelah Seigfried datang dengan satu guci berisi susu, yang kemudian dihidangkan kepada Aksa, mereka pun memulai pembicaraannya.


"Jadi apa yang sebenarnya anda kuatirkan tuan Dirk?"


"Kita membutuhkan pedagang-pedagang kecil untuk mulai membuat jaringan. Karena kita mulai dari awal, jadi saya menggunakan kekuatan dan informasi dari jaringan kelompok dagang yang saya ikuti, untuk mengajak para pedagang kecil tersebut bergabung dengan kita" jelas Dirk panjang lebar.

__ADS_1


"Tapi, tampaknya ada orang yang membocorkan strategi saya ke kelompok dagang tempat pedagang tersebut" tambahnya.


"Oh, saya paham. Jadi agar lebih mudah dan cepat, anda menyabotase pedagang kelompok lain untuk bergabung. Tapi ada orang yang membocorkan strategi anda, hingga menyebabkan semua negosiasi dengan para pedagang kecil itu gagal semua?" Aksa mengulang hal yang ia dapat.


"Benar, seperti itu" jawab Dirk cepat.


"Apa anda tidak menggunakan nama putri Lucia sebagai penjamin, untuk menarik para pedagang tersebut?"


"Nama tuan putri Lucia tidak memberi jaminan apapun sekarang. Semenjak beliau melepas tahta"


"Hm, begitu rupanya. Image Lucia belum terbentuk memang" Aksa tampak sedang menimbang-nimbang sesuatu. "Tapi, anda benar-benar licik, tuan Dirk. Aku suka itu. Karena pedagang memang harus berpikir praktis dan fleksibel dalam mengambil keputusan" ujar Aksa kepada Dirk. "Tapi anda masih belum berpikir untuk 'cari gampangnya', tuan Dirk"


"Maksud anda?"


"Iya. Dalam hal perdagangan, yang paling gampang untuk menyerang kelompok dagang atau pasar adalah; dengan merusak harga" Aksa menjelaskan. "Dan tentu saja dengan merusak keseimbangan antara barang dan kebutuhannya. Seperti produksi masal dan lain sebagainya" susulnya lagi.


"Merusak harga? Apa maksud anda kita harus menjual barang dengan sangat murah? Yang ada kita sendiri yang akan kesusahan, saat kita sudah tidak mempunyai uang untuk memproduksi barang lagi"


"Bukan tuan Dirk. Bila kita menurunkan harga barang, berarti kita merebut pasar lawan. Tapi kita tidak sedang merebut pasar, bukan?"


Tiba-tiba Dirk seperti baru saja mendapat ilham. "Oh, saya paham. Berarti yang perlu kita turunkan adalah biaya yang dikenakan kepada para pedagang sebagai ganti pengamanan jalur dan kelancaran perdagangan?"


"Benar sekali, tuan Dirk. Dan anda tahu apa perberaan kita dengan mereka?"


Terlihat Dirk tampak berpikir. "Kita kelompok baru dan mereka kelompok lama?" Terdengar ia menebak ragu.


"Itu sudah jelas. Perbedaannya adalah, mereka memiliki bangsawan sebagai pembentuk atau penjamin kelompok dagang, sedang kita tidak. Itu berarti, pada dasarnya kita tidak membutuhkan tambahan pajak untuk bangsawan yang biasa dibebankan pada pedagan kecil tersebut"


"Oh, benar sekali. Kenapa saya tidak memikirkan hal tersebut. Dengan memotong bagian itu, kita bisa memberi harga lebih kecil kepada para pedagang"


"Dan juga, coba anda pertimbangkan untuk memiliki lebih dari satu pemimpin atau penjamin kelompok dagang tersebut"


"Maksud anda? Bukankah dengan adanya dua kepemimpinan akan menyebabkan kekacauan dalam tubuh kelompok tersebut?"


"Ya kalau di istilah ku sih, namanya Shareholder. Aku ingin menjelaskannya tapi pasti akan susah anda terima. Nanti kutuliskan saja jadi seperti sebuah buku panduan. Setelah itu coba tanya Nata lebih lanjutnya. Karena dia yang lebih pintar dalam menjelaskan hal seperti itu"


"Kenapa tidak ada yang bilang anda mengerti tentang perdagangan?"


-

__ADS_1


__ADS_2