Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
13. Persiapan Dimulai


__ADS_3

"Benarkah, putri Lucia adalah putri mahkota?" Terdengar nada tidak percaya dalam ucapan Couran begitu mereka selesai saling bercerita tentang apa yang telah terjadi.


"Dan tanah Pharos itu akan menjadi milik beliau, dan meminta kalian untuk membangun kota diatasnya?" Tambahnya lagi dengan wajah yang seolah sedang mencari hal logis dalam pertanyaannya tadi.


"Wah menarik sekali" ucap Ellian kemudian. Perempuan Druid itu ikut mendengarkan semua cerita Nata dan Aksa karena Couran mempercayainya.


"Dan apa kalian bisa melakukan itu?"


"Secara rencana sih memungkinkan, maka dari itu kami ingin meminta bantuan tuan Couran untuk meminjamkan peta jalur tanah Pharos yang pernah tuan buat. Karena kami akan melakukan pemeriksaan secara langsung"


"Apa kalian sungguh-sungguh?"


"Iya, toh kami tidak memiliki tujuan dan hal yang harus dikerjakan untuk sementara ini"


Couran tampak diam berpikir sebentar, baru kemudian berucap, "Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan meminjamkan kalian peta jalur tanah itu. Tapi biarkan aku ikut andil dalam pekerjaan itu"


"Aku juga akan ikut andil" tiba-tiba Ellian ikut menyela.


"Anda yakin tuan Couran?" Tanya Nata yang tampak terkejut. Ia dan Aksa tidak mengira Couran akan langsung mempercayai dan tidak mengira bahwa itu adalah gurauan dan hal yang tidak masuk akal.


"Anda tidak menganggap kami gila? Wah, hal baru ini" celetuk Aksa.


"Karena aku tahu, kalau itu kalian, hal seperti tanah mati bukan lah hal yang sulit. Dan juga kalian tidak boleh menolakku"


"Lalu bagaimana rencana nya?" Kali ini Ellian yang bertanya dengan wajah yang terlihat serius.


-


"Maka dari itu kita membutuhkan pengerajin dan pandai besi untuk membuat alat dalam jumlah besar" ucap Nata setelah ia menjelaskan rencananya kepada Couran dan Ellian.


"Hm, kurasa aku punya solusinya. Namun akan sedikit merepotkan" Couran menjawab dengan sedikit terlihat ragu.


"Apa yang kau maksud Haldin?" Kali ini Ellian yang bertanya memastikan.


"Benar, jadi kami memiliki teman seorang pengerajin. Ia memiliki Atelir pengerajin dan pandai besi besar di pesisir timur. Kota Esta. Sekitar 3 hari dari sini. Namanya perserikatan pengerajin Bintang Timur"

__ADS_1


"Kenapa orang-orang sini suka sekali menggunakan kata Bintang tiap kali mereka membuat kelompok. Bintang Jatuh, Bintang Api, Bintang Timur" ucap Aksa tiba-tiba.


"Untuk nama bunga juga ada Anggrek Bintang" celetuk Lily sambil tersenyum.


"Itu karena Bintang adalah simbol penting di kerajaan ini" jelas Couran.


"Lalu hal apa yang merepotkan tadi tuan Couran?" Nata mengembalikan topik pembicaraan.


"Ya, karena Haldin orang yang sangat realistis. Dia tidak akan melakukan sesuatu kalau dia tidak yakin bahwa hal itu akan berhasil"


"Oh, berarti hanya tinggal membuatnya yakin kan? Serahkan itu pada saya" timpal Nata cepat.


"Baiklah kalau begitu aku akan mengiriminya surat hari ini untuk mengatur petemuanmu dengan nya tiga hari lagi" ujar Couran yang juga sama percaya dirinya dengan Nata. Ia tahu bila Nata yang akan datang menemui Haldin, temannya itu pasti akan bersedia ikut membantu.


"Baiklah, terima kasih tuan Couran"


"Berarti sekarang kita akan membagi tugas kita. Aku, Val, Huebert, dan Deuxter akan menuju ke kota Esta, sementara Aksa, tuan Couran, Loujze, dan Lily akan ke tanah Pharos.


"Kenapa aku harus ke tanah Pharos?" Terdengar Aksa tidak terima.


"Lalu aku?" Kali ini Ellian yang bertanya.


"Benar"


"Jadi bisakah anda membantu membawa sebanyak-banyaknya anggota perserikatan Botanikal anda dan segala jenis tanaman yang anda punya? Kita akan mulai membuat tempat untuk mengembang biakan beragam tanaman di tanah mati" tambah Nata kemudian yang langsung di sambut dengan senyum lebar dari Ellian.


"Baiklah kalau begitu, besok aku akan kembali ke kota Noro, dan akan membawa semua pekerjaan dan anggota ku ke mari" saut Ellian cepat.


"Baiklah kalau begitu, kita akan berangkat dua hari lagi setelah menyelesaikan segala persiapan"


-


"Bagaimana acara kalian berkeliling desa tadi?" Tanya Lily saat mereka sudah memasang tenda di pekarangan rumah Couran. Itu karena rumah Couran tidak akan cukup untuk mereka semua. Jadi agar terasa adil, semua orang membuat tenda mengelilingi api unggun di halaman rumah Couran.


"Mengejutkan sekali desa ini memiliki alat-alat yang praktis untuk digunakan sehari-hari. Dan itu semua ide dari tuan Nata dan Aksa" jelas Margaret antusias

__ADS_1


"Mereka memang luar biasa" kali ini Loujze yang berucap.


"Itu karena aku adalah utusan dewa" celetuk Aksa kemudian yang sedikit membuat Margaret terkejut. Namun kemudian tersenyum saat melihat wajah orang-orang disekitar yang tidak menghiraukan Aksa.


"Anda pasti akan terbiasa lama kelamaan" ucap Deuxter kemudian seraya tertawa.


"Oh iya ngomong-ngomong kenapa di desa ini tidak memiliki penginapan untuk bangsawan seperti desa-desa di utara Estrinx kemarin?" Sela Nata merubah topik.


"Di Elbrasta para bangsawan tidak pernah menginap di desa-desa, mereka hanya akan menginap di penginapan di kota-kota saja. Dan bila memang tidak ada pilihan, mereka akan menginap di penginapan biasa atau membuat tenda di alun-alun kota mirip seperti sekarang ini" Couran menjelaskan.


"Itu hanya karena perbedaan kebudayaan saja" tambah Margaret.


"Apa anda seorang Druid nona Ellian?" Tanya Ende kemudian yang sepertinya sudah coba ia tahan sedari tadi.


"Benar" Ellian mengangguk.


"Jadi apakah aliran Jiwa tumbuhan itu tidak stabil dan selalu bergerak seperti yang orang-orang katakan nona Ellian?"


"Benar. Itu karena mereka adalah mahluk hidup juga. Aliran Jiwa mereka sama seperti yang dimiliki oleh binatang" jelas Ellian.


"Apakah sihir Druid itu untuk pertarungan juga. nona Ellian?" Tanya Nata yang terlihat sedang memastikan.


"Bukan, pada dasarnya sihir hijau itu untuk penyembuhan" Ende mengambil alih menjelaskan.


"Apakah di daratan utara ini orang yang ahli dalam sihir selalu berperan sebagai penyihir dan penyembuh?"


"Bila untuk sebuah pekerjaan maka, iya. Hanya ada dua pekerjaan untuk pengguna sihir. Yaitu menjadi penyihir atau penyembuh" jawab Ende lagi.


"Itu karena sihir adalah tehnik suci, yang diberkatkan oleh dewa pada manusia. Jadi rata-rata sihir dipakai untuk keperluan yang lebih tinggi di kalangan masyarakat. Seperti halnya melindungi atau berperang" ucap Ende bersambung.


"Dalam masa damai sekarang ini sihir yang bersifat melindungi akan lebih dihormati ketimbang sihir menyerang.


"Sedang sihir penyerang mendapat posisi setelahnya dalam masyarakat. Meskipun penggunanya masih disegani, tapi itu lebih karena masyarakat takut akan kekuatan penghancurnya.


"Dan selebihnya sihir yang memiliki karakteristik unik atau tidak termasuk pelindung dan penyerang akan di letakan pada urutan terakhir dalam masyarakat" tutup Ende setelah melakukan penjelasan panjang lebar tidak diminta yang tiba-tiba dan mengejutkan lainnya.

__ADS_1


"Anda sangat antusias sekali mengenai sihir ini nona Ende"


-


__ADS_2