
"Selama ini saya selalu bertanya-tanya. Bagaimana cara anda membuat kapal besi yang digunakan di pesisir timur itu, tuan Nata?" Tanya Nikolai saat Nata sedang berkunjung untuk melihat perkembangan pengerjaan wilayah barat.
"Benar. Saya benar-benar tidak habis pikir bagaimana benda seberat itu tidak tenggelam dilautan" Anna tampak menambahi.
"Kapal itu dirancang oleh Aksa. Dan sama seperti yang biasa dilakukan oleh para pembuat kapal. Mengukur dan menghitung. Hanya penggunaan ukuran dan hitungannya saja yang berbeda" jawab Nata kemudian.
Mereka bertiga sedang berbincang dalam rumah yang dibangun sementara dipesisir pantai tersebut untuk para pekerja beristirahat.
Pembangunan pantai sisi barat itu sudah setengah selesai. Semenjak 4 bulan di mulai, kini jalanan yang memadahi sudah selesai dibangun. Juga untuk area penangkaran fauna laut disisi selatan pantai.
Sedang disisi utara pantai mereka sudah mulai membuat sebuah dermaga yang menjorok jauh ke laut. Itu karena laut bagian pesisir memiliki karang terjal yang sangat berbahaya untuk sebuah kapal besar berlabuh. Dan kapal Anna yang karam adalah buktinya.
Kemudian, sebuah mercusuar juga sedang dibangun di tebing yang menjorok ke laut. Tempat dimana kapal karam milik Anna terdampar.
"Tapi ngomong-ngomong soal membuat kapal, apakah anda sudah berhasil menghubungi rekan-rekan anda para pembuat kapal, tuan Nikolai?" Nata baru saja teringat hal tersebut.
"Sebenarnya ini sedikit menjadi masalah buat kita" jawab Nikolai yang terlihat ragu.
"Ada masalah apa, tuan Nikolai?"
"Seperti yang anda tahu. Kami berasal dari kota Xin di wilayah selatan. Dan kebanyakan rekan kami adalah orang-orang kota Xin juga. Jadi, bila mereka tahu Anna ada di tempat ini, maka hal itu akan menimbulkan masalah buat kita semua" Nikolai mulai menjelaskan hal yang ia anggap sebagai permasalahan itu.
"Tidak perlu kuatir, Nik. Bila memang mereka mengetahui keberadaanku ditempat ini, maka aku akan segera meninggalkan wilayah ini dan menghadapi mereka" saut Anna dengan cepat.
"Apa kau ingin bunuh diri lagi? Dasar wanita tidak punya akal" Terdengar Nikolai mulai sewot mendengar jawaban Anna yang tidak dipikirkan terlebih dahulu.
"Ya, hal tersebut memang sudah tidak bisa dihindarkan. Sejak pertama kami menerima anda sekalian di tanah ini, kami sudah memikirkan tentang masalah ini. Mau cepat atau lambat, keberadaan nona Anna akan terbongkar juga" ucap Nata menengahi pertengkaran Nikolai dan Anna yang tampak akan terjadi.
"Tapi bila memungkinkan, kita akan tutupi hal ini selama yang kita bisa. Selama kita mempersiapkan diri untuk menghadapi dampak dari hal tersebut" tambah Nata kemudian.
"Begitukah?" Tampak Nikolai terkejut mendengar jawaban Nata, yang sudah memikirkan segala hal sampai kedepannya.
"Saya sungguh bersyukur bertemu anda-anda sekalian dalam hidup saya" ujar Anna yang terlihat walau sekilas, tampak ia akan menangis. Namun segera ia timpa dengan sikap tegar dan kasarnya.
__ADS_1
"Baiklah kalau memang seperti itu. Mulai hari ini, saya akan mencoba membawa orang-orang tersebut kemari" ucap Nikolai kemudian yang kali ini terlihat lebih antusias.
"Baguslah. Tapi ingat, sebisa mungkin yang anda percaya, tuan Nikolai" Nata mengingatkan.
"Saya paham tuan Nata"
"Kemudian untuk penangkaran fauna laut kita, apakah sudah mulai berjalan?" Nata melanjutkan tema lain.
"Meski sedikit lambat namun sekarang para penduduk sudah mulai terbiasa dengan cara-cara penanganannya" jawab Anna kemudian.
"Baguslah bila memang begitu"
"Kami juga menerima banyak orang yang ingin belajar untuk melaut dan mencari ikan dilaut" tambah Anna.
"Oh, ngomong-ngomong soal melaut. Sepertinya Aksa sudah menyiapkan sesuatu untuk membantu nelayan menangkap ikan dengan lebih efisien dan memburu ikan-ikan besar dengan lebih mudah" Nata menyela.
"Benarkah?" Tampak Nikolai yang kali ini bertanya. Terlihat senyuman mengembang diwajahnya.
Sementara Nata hanya menjawab dengan anggukan.
"Hampir lupa. Garam yang mulai kita buat sejak sebulan yang lalu, kini sudah membuahkan hasil. Tampaknya tuan Dirk sudah memiliki jalur untuk memasarkannya" Anna tampak benar-benar bersyukur saat mengatakan hal tersebut pada Nata.
"Baguslah. Dengan begitu, makin banyak lapangan pekerjaan yang bisa para penduduk pilih, dan akan semakin meningkatkan taraf hidup mereka" jawab Nata yang juga merasa bersyukur.
-
Siang harinya, Nata sudah berada di kediaman Dirk yang baru saja selesai dibangun. Terletak di wilayah selatan kota Tengah. Tak jauh dari tempat gondola menuju ke dasar Ceduk Bintang.
Kediaman Dirk tidak sebesar kediaman Lucia di wilayah barat. Tapi masih terlihat mewah dan megah. Tampak Dirk juga sudah memboyong keluarga besarnya ke kediamannya yang baru tersebut.
Disamping istrinya yang setuju untuk pindah, karena di kota tersebut sekarang memiliki fasilitas yang moderen, barang-barang yang berkualitas, dan makanan yang lezat melebihi apa yang ada di kotaraja, juga karena Dirk ingin kedua anaknya yang masih berusia belasan itu, belajar di sekolahan tanah ini. Karena ilmu yang diajarkan jauh lebih baik dari akademi di kotaraja.
Dan tampak tidak hanya Nata saja yang sekarang berada di kediaman Dirk. Lucia, Amithy, Madron, Cornelius, Orland, dan Caspian juga berada di kediaman tersebut berasama Nata.
__ADS_1
Mereka mengadakan jamuan makan siang sebelum memulai pertemuan. Yang digunakan Dirk untuk sekaligus memperkenalkan anak dan istrinya pada yang lain. Sebenarnya Aksa juga diundang datang. Namun saat ini Aksa sedang mengurus masalah gua di dasar Ceruk Bintang.
Mereka mengadakan pertemuan ini untuk membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan para bangsawan itu saja. Karena sebab itu jugalah, mereka tidak mengadakan pertemuan dengan yang lain seperti biasa.
"Sepertinya, di kotaraja kini sedang terjadi permasalahan lagi. Entah karena hal apa, tampaknya beberapa kelompok bangsawan menuntut untuk melakukan pengkajian ulang tentang pembagian wilayah, kepada pihak istana" ucap Caspian saat mereka sudah mulai pertemuan mereka di salah satu ruangan di rumah itu.
"Apa itu karena mereka sudah mengetahui aturan yang kita pakai untuk tanah ini?" Orland terdengar seperti sedang bertanya pada dirinya sendiri.
"Saya kurang tahu, tuan Orland. Tapi memang akhir-akhir ini banyak bangsawan yang mulai melihat tanah ini sebagai batasan penilaian untuk beberapa hal" Caspian mencoba menjawab.
"Tapi semoga permasalahan tersebut tidak menjadi hal yang tidak diinginkan" ujar Lucia menanggapi kabar dari Caspian itu.
"Semoga juga tidak mempengaruhi jalur perdagangan kita" kali ini Dirk yang menambahi.
"Bicara tentang jalur perdagangan. Bangsawan Elbrasta yang berada di utara tanah ini, tampaknya sudah mulai gerah melihat keberhasilan yang kita capai. Aku kuatir bila berlarut-larut, mereka akan menutup wilayah mereka untuk dilewati para pedagang" Madron menyambung pembicaraan.
"Benar juga. Akan merepotkan bila jalur perdagangan kita harus memutar melewati wilayah Estrinx" ucap Dirk menanggapi.
"Menurut Mateus juga, sepertinya telah terjadi sesuatu di pusat kerajaan Urbar. Tapi kita belum tahu apakah itu akan merugikan kita atau malah sebaliknya. Namun besar kemungkinan kita akan mendapat reaksi penentangan dari mereka" Amithy yang kali ini menyambung.
"Kita memang sudah harus mulai melakukan penimbunan bahan material yang tidak kita miliki ditempat ini, untuk berjaga-jaga" saut Nata yang kali ini memberikan masukan.
"Apa kau ingin kita menutup diri, Nat?" Tanya Lucia yang tampak tidak terima bila memang itu yang akan dilakukan oleh Nata.
"Ingat putri. Anda punya buronan kerajaan Urbar yang jadi salah satu pemimpin wilayah di tanah ini" ucap Nata yang sengaja mengingatkan.
Mendengar ucapan Nata itu tadi, membuat Lucia terdiam. Ia tidak bisa membalas ucapan Nata. Sedang yang lain tampak baru saja teringat akan hal tersebut. Bahwa Anna adalah seorang buronan kerajaan Urbar.
"Maka dari itu kita harus bersiap-siap, untuk suatu saat menutup gerbang. Atau bila jalur untuk kebutuhan kita dipotong mendadak" lanjut Nata menambahi.
"Apa kau mengira hal seperti itu akan datang, Nat?" Tanya Lucia kemudian.
"Kuharap ini hanya ketakutanku saja, putri"
__ADS_1
-