Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
29.5. Fla Side Story Part 8


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian terlihat api mulai membumbung di dalam kota. Beberapa rumah tampak terbakar. Warga pun terlihat mulai panik dan keadaan menjadi ricuh. Tidak sedikit warga yang berlarian dijalanan untuk melarikan diri dari pertempuran antara prajurit Arcdux dengan para tentara bayaran penjaga kota.


"Apa kau baik-baik saja Fla?" Livia segera menghambur kearah Fla saat pemuda itu memasuki ruangan tempat persembunyian para budak itu.


"Aku baik-baik saja" ucap Fla membalas pelukan Livia.


"Apa yang sedang terjadi diluar? Terdengar mengerikan sekali" ujar Livia kemudian.


"Para prajurit Arcdux sudah mulai memasuki kota. Sekaranglah saatnya kita pergi" ucap Fla seraya memandang lingkungan sekitarnya.


Ruangan yang terlihat seperti sebuah gudang itu tampak penuh oleh hampir 20 orang. Diruangan lain masih ada sekitar 30 orang lagi. Dan beberapa bersembunyi diluar.


Mereka menggunakan sebuah bangunan yang tidak terpakai bekas sebuah bengkel pandai besi yang dialih fungsikan sebagai tempat untuk membuang peralatan yang tidak terpakai, di ujung barat tidak terlalu jauh dari pintu air sisi barat.


Menurut James total ada sekitar 70 orang yang bersedia ikut dalam pelarian itu. Mereka semua telah bersiap ditempat itu sejak waktu istirahat malam mereka dimulai.


Namun tiba-tiba James datang bersama Giills dengan tergesa-gesa menuju Fla.


"Ada dua puluh tentara penjaga sedang menuju ke tempat ini" Ucap James kemudian.


"Bagaimana para penjaga itu bisa tahu tempat ini?"


"Pasti ada penghianat diantara kita?" ucap Gills kemudian.


"Sial, tapi kita harus tetap pada rencana" ujar Fla kemudian.


"Baiklah, mau tak mau harus ada sebagian dari kita yang menghadang para penjaga itu dan orang yang akan membawa yang lainnya menuju ke pintu air barat" James memberi solusi.


"Benar, mau tidak mau. Kita sudah sampai sejauh ini" Fla tampak setuju.


"Fla kau harus pergi, karena hanya kau yang tahu harus berhubungan dengan siapa setibanya diluar tembok, biar kami yang menahan mereka" ucap James kemudian.


"Benar" saut Gills setuju.


"Tapi?" Terdengar penolakan dari Fla.

__ADS_1


"Sudah, tidak ada watu lagi untuk berpikir, kita harus segera melakukannya" balas James yang terlihat tidak ingin menarima penolakan dari Fla.


Fla menatap ke James kemudian menatap ke arah rombongan para budak yang ada di ruangan tersebut. Kemudian menatap wajah Livia yang terlihat kuatir dan tkut.


Saat ini ia harus berpikir logis. Prioritas pertamanya adalah mengeluarkan para budak itu dan Livia dari kota ini.


Kemudian Fla menatap James dan mengangguk, "Baiklah bila begitu, tapi tetap kalian harus menyusul, aku akan menunggu kalian di balik tembok" ujarya kemudian.


"Aku akan menyusul" jawab James mengangkat jempolnya.


-


Dengan segera Fla mulai mengarahkan para budak itu untuk begerak menuju ke arah pintu air barat, dibantu tiga pria yang tidak ikut dalam kelompok James menghadang para penjaga.


Orang tua, perempuan, anak-anak, semuanya berjalan dengan teratur ditengah kepanikan kota. Melewati lorong-lorong sempit antar bangunan yang kotor dan gelap menghindari jalan utama.


Sementara itu di luar tembok kota, Val tampak menunggu dan mengamankan situasi. Sedang Lily bertugas hal yang sama namun secara sembunyi-semhunyi di dalam kota.


Dan setibanya di pintu air barat, para penjaga sudah tampak tergeletak tak berdaya, Itu karena Lily yang melupuhkan mereka.


"Nona Lily" sapa Fla begitu ia melihat sosok Lily yang mendekat.


Beberapa budak pun terlihat terkejut mendapati seorang Yllgarian ditempat itu.


"Val sudah menunggu dibalik tembok, segeralah mulai keluar" ucap Lily kemudian.


"Baik" ujar Fla yang kemudian memerintah yang lain untuk secara bergiliran keluar melewati pintu air yang tampak becek itu. Asap masih menyelimuti, meski sekarang api di hutan lereng bukit sudah mulai padam.


-


Sesampainya diluar tampak Val sudah menunggu. Para budak kembali terkejut saat mendapati seorang Elf ada di balik pintu air tersebut.


"Tuan Val" sapa Fla mendekati sosok Val yang berdiri tidak jauh dari parit.


"Setelah ini kita akan melewati hutan memutari lereng agar aman dari para prajurit dan penjaga. Kami sudah menyiapkan rutenya" ucap Val menjelaskan saat tampak sudah tidak ada lagi orang yang keluar dari parit tersebut.

__ADS_1


"Saya paham tuan Val, namun bisakah kita menunggu sebentar lagi. Teman saya masih ada yang tertinggal di belakang" pinta Fla kemudian.


"Baiklah, tapi lebih baik yang lain segera memasuki hutan agar lebih aman" ucap Val kemudian.


"Baik tuan Val" ucap Fla yang kemudian menatap kearah Livia, "Tolong ajak yang lain untuk mengikuti tuan Val, aku akan menunggu James terlebih dahulu"


"Baiklah. Berhati-hatilah, aku akan menunggu mu" ucap Livia yang kemudian.


-


Tak berapa lama tampak beberapa orang keluar dari parit di tembok barat saat para budak yang lain sudah benar-benar masuk ke dalam hutan. Tampak dari orang-orang itu James salah satunya.


Segera Fla berlari menghampirinya."Kau berhasil James" ucapnya dengan nada lega.


"Iya, tapi tidak semua orang berhasil" ucap James seraya menatap hanya lim belas orang saja yang berhasil lolos dari dua puluh lima orang yang tadi ikut menghadang.


Perasaan Fla tampak tidak karuan. Ia ingin sekali marah dan menangis, namun disaat bersamaan ia merasa lega dan bersyukur melihat James kembali.


"Baiklah kalau begitu kita harus cepat" ucap Fla kemudian segera mengajak yang lain memasuki hutan.


Mereka meninggalkan kota melewati jalur hutan memutar ke sisi selatan. Hanya sekitar 50 orang saja yang tampak mengikuti Fla di jalan dalam hutan tersebut.


Setelah keluar dari jalur hutan, tampak delapan buah kereta yang masing-masing ditarik oleh seekor kuda berhenti di mulut hutan. Di dalam kereta tersebut terdapat bahan makanan dan pakaian kurang lebih untuk 100 orang.


Melihat hal tersebut para budak itu tak henti-hentinya berterima kasih terhadap Lily dan Val.


"Bukan kami yang memberikan ini pada kalian, jadi tidak perlu berterima kasih pada kami" ujar Lily kemudian.


"Dari mana tuan Nata bisa mendapatkan semua ini?" Tampak Fla penasaran.


"Dia memintanya kepada Arcdux Lugwin sebagai bayaran atas bantuan yang kalian berikan" Val menjelaskan.


"Bagaimana kami berterima kasih kepada kalian semua?" ucap Fla yang merasa sangat beruntung dan bersyukur atas semua hal yang telah di lakukan semua orang dalam rombongan Val dan Lily itu untuknya.


"Jangan berterima kasih dulu, perjalanan kita masih panjang" jawab Lily kemudian.

__ADS_1


-


__ADS_2