
"Apa yang telah kalian lakukan?!" Terlihat Chris berteriak marah saat ia sudah berada di ruang tahta kerajaan Urbar bersama beberapa para penguasa menunggu kehadiran sang raja.
Dua hari berlalu setelah Chris berhasil dengan ajaibnya lolos dari ledakan dasyat yang sudah disiapkan sebagai jebakan untuk pasukan Pharos di kota Meso.
Ia berhasil selamat dari ledakan tersebut karena bantuan Narshe. Ksatria lepas dari kelompok Delapan Penjaga yang yang ia sewa untuk menjaganya selama perundingan berlangsung.
Mereka berdua berhasil kabur di detik-detik terakhir, karena Narshe sempat menggunakan batu Arcane Ruang dan Waktu saat mereka berada di atap gedung pertemuan. Yang kemudian memindahkan mereka ke suatu tempat tak jauh diluar kota Meso.
"Sabar tuan Penasehat. Kami tahu anda marah, karena telah membuat anda dalam bahaya. Dan juga tidak membicarakan rencana ini lebih dulu kepada anda" ujar Arias dengan senyum yang terlihat culas.
Diruangan tersebut hanya ada Chris, dan empat penguasa Estat. Yaitu : Arias dari Estat Cleyra, Ronaldo dari Estat Margrace, Regis dari Estat Saronia, dan Austin dari Estat Ravus.
"Tapi agar tidak menimbulkan kecurigaan, maka kami memang sengaja tidak memberi tahukan anda tentang rencana ini" tambah Arias lagi.
"Ini bukan tentang aku, tapi kalian akan membawa kehancuran terhadap kerajaan ini. Bukannya kita sudah sepakat akan menunggu terlebih dahulu sebelum mulai melakukan serangan ke wilayah tersebut? Mengapa kalian tidak sabar dan gegabah seperti itu?" Chris terlihat masih tidak terima dengan rencana gegabah yang dibuat tanpa sepengetahuannya. "Apa paduka tahu tentang hal ini?" Tambahnya kemudian.
"Tenang saja, Penasehat. Kami sudah mendapat persetujuan dari paduka raja. Anda bisa menanyakan langsung begitu paduka tiba" kali ini sosok berwajah tegas yang berucap. Dia adalah Regis.
"Jadi kalian menemui paduka dibelakanku?" Chris terlihat mencemooh. "Apa yang paduka pikirkan sampai mengijinkan rencana gegabah seperti itu" tambahnya lagi dengan wajah yang terlihat kecewa.
"Jaga bicara anda, tuan Penasehat. Meski paduka mengangkat kembali anda sebagai penasehat, bukan berarti semua rencana lembek anda disetujui oleh beliau" Arias dengan cepat menyergah ucapan Chris. "Dan lagi bagaimana bisa rencana itu disebut gegabah? Buktinya mereka tidak menyadari serangan tersebut" tambahnya karena tidak terima.
"Kalian pikir selama ini mereka bersungguh-sungguh dalam menghadapi kita? Mereka tidak menyadarinya karena mereka beranggapan kita tidak akan berani melakukan hal seperti itu. Bukan karena mereka tidak bisa menahan atau menduga serangan kita" Chris menjelaskan dengan mencoba untuk menahan emosi.
__ADS_1
"Anda terlalu melebih-lebihkan kemampuan yang mereka punya, tuan Penasehat" kali ini Ronaldo dari Estat Margrace yang berucap.
"Apa serangan mendadak kalian yang gagal mengambil alih kota Meso itu bukan sebuah bukti?" Balas Chris yang terlihat mulai tidak bisa menahan rasa jengkelnya.
"Yang mulia paduka raja tiba!" Teriak prajurit penjaga dengan tiba-tiba memotong perdebatan mereka.
Dan pria berwajah lelah bermahkota itu, berjalan memasuki ruangan. Jubah putihnya terseret dilantai saat ia berjalan menuju ke singgasana di ujung ruangan.
Semua orang berlutut saat sang raja memasuki ruangan, hingga akhirnya duduk di singgasana.
"Paduka, maafkan saya karena telah gagal melakukan tugas. Ijinkan saya untuk mengundurkan diri sebagai penasehat paduka" ujar Chris kemudian saat ia dan penguasa yang lain sudah mulai bangkit berdiri.
"Aku tahu kau marah dan tidak terima, tapi rencana seperti ini kan, yang kau maksud dengan mengalah terlebih dahulu? Membuat mereka lengah dan memberi kesempatan kita untuk menyerang mereka" sang raja menjawab dengan percaya diri.
"Jadi itu yang mereka katakan pada anda. Maaf paduka, saya tidak marah atau merasa tidak terima. Tapi saya memang sudah merasa tidak mampu lagi membenahi masalah yang terjadi setelah kejadian ini" Chris menjawab dengan sopan seraya membungkukan tubuhnya.
"Apa bagi anda kekalahan demi kekalahan yang kita terima itu bukan sebuah bukti nyata akan kekuatan lawan kita?" Chris mencoba untuk bersifat tenang dan tidak terpancing emosi.
"Itu karena Tyrion yang terlalu bodoh. Buktinya sekarang kita mampu melukai mereka. Mereka tidak sekuat yang anda sebutkan, tuan Penasehat" Arias kembali berucap. "Kami juga sudah melakukan penyelidikan ke wilayah tanah mati tersebut. Mereka tidak memiliki militer yang kuat. Tidak memiliki pemimpin yang tegas. Bahkan mereka tidak memiliki bantuan dari para bangsawan. Rakyat dan pekerja mereka sebagian besar adalah orang biasa dan para budak yang mereka bebaskan" imbuhnya kemudian menjelaskan.
"Benar apa yang diucapkan tuan Arias. Bila kita berhasil menyatukan kerajaan lain di region tengah ini, pasti bukan hal sulit untuk menjatuhkan tanah mati itu" kali ini Regis yang menambahi ucapan Arias.
"Sebelumnya ijinkan saya bercerita, paduka. Setelah berbicara langsung dengan utusan dari wilayah tanah mati, seorang pemuda bernama Nata, saya baru menyadari bahwa pada dasarnya kekuatan wilayah itu bukan hanya berdasar pada senjata mereka. Tapi dari rencana dan strategi yang mereka gunakan untuk dapat bertahan dari serangan kita" Chris mulai bercerita. "Dan itu masalah utama yang harus menjadi perhatikan kita sekarang. Karena sekuat apapun senjata dan pertahanan yang kita punya, bila mereka bisa menemukan cara yang tepat, tetap kerajaan ini akan hancur" terlihat ia menjedah penjelasannya.
__ADS_1
"Benar mereka memiliki pemimpin yang tidak tegas, karena itulah sampai saat ini mereka tidak memiliki niat untuk menyerang dan menaklukan wilayah kita. Hal itulah yang seharusnya kita gunakan. Untuk mencari kelemahan dan menyerang mereka dari tempat yang benar-benar tidak bisa mereka tahan" Chris masih melanjutkan ucapannya. "Tapi sekarang kalian telah menghilangkan kesempatan itu, dan memberi mereka alasan kuat untuk menaklukan kerajaan kita" imbuhnya kemudian.
"Apa ketakutan anda tidak berlebihan, Penasehat?" Regis menyela dengan pertanyaan.
"Anda harusnya juga merasa ketakutan seperti saya sekang ini, tuan Regis. Karena saya yakin, mereka pasti akan menaklukan seluruh wilayah Estat terlebih dahulu, baru mereka akan melakukan serangan ke wilayah pusat ini. Termasuk wilayah sisi timur. Jadi anda-anda sekalian harus bersiap akan hal terburuk yang mungkin akan terjadi" ucap Chris lagi yang membuat para penguasa lain terlihat menelan ludah dengan wajah sedikit panik.
"Bila anda merasa takut, jangan coba untuk menakut-nakuti yang lain juga, tuan Penasehat" Arias terlihat tidak terima Chris mencoba mempengaruhi para penguasa yang lain.
"Bila kita tidak memiliki ketakutan, maka kita tidak akan bisa bertahan hidup, tuan Arias" Chris membantah ucapan Arias.
"Tapi ketakutan anda berlebihan. Bahkan menanggapi rencana yang sudah berhasil dijalankan" Arias masih belum mengalah.
"Anda menganggap rencana itu berhasil? Setidaknya bila anda sekalian berencana untuk melenyapkan semua orang yang ada di pertemuan itu, jangan melakukannya setengah-setengah. Jangankan orang-orang tanah mati, saya saja masih hidup dan berdiri disini sekarang" jawab Chris kemudian yang membungkam Arias dengan seketika. "Yang menjadi korban hanya para prajurit kita sendiri. Dan anda bilang rencana itu berhasil?" Tambahnya lagi yang menyebabkan wajah Arias menjadi semakin merah.
"Lalu, sekarang menurutmu apa yang harus kita lakukan?" Kali ini sang raja yang bertanya untuk menegahi suasana yang mulai memanas antara Chris dan Arias.
"Untuk saran terakhir yang bisa saya berikan adalah, seperti yang sudah tuan Regis katakan sebelumnya. Kerajaan ini harus segera membuat aliansi dengan kerajaan yang lain menggunakan nama tanah Suci. Dan dengan segera melancarkan serangan sebelum mereka menyerang terlebih dahulu. Karena mau sekuat apa kita berusaha melawan mereka seorang diri sekarang ini, kita tidak akan menang" Chris menjawab dengan tenang dan sopan kepada sang raja.
"Apa kau benar-benar berniat mengundurkan diri, Chris? Aku tidak akan membiarkan mu" sang raja berucap menanggapi perkataan Chris sebelumnya.
"Maaf atas kelancangan saya, paduka. Saya bersedia menerima hukuman mati karena tidak akan bisa mematuhi perintah tersebut" ucap Chris tegas, yang tidak dijawab oleh sang raja.
-
__ADS_1
Peta wilayah 12 Estat.