Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
13. Jalur Tembus


__ADS_3

Akhirnya Aksa, Couran, Lily, bersama 15 penyihir, dan 40 pekerja, berangkat menuju selatan. Dengan gerbong yang jauh lebih panjang dari saat mereka menuju ke wilayah barat.


Kali ini rombongan Aksa membawa dua kali lipat gerbong dari sebelumnya. Jumlahnya adalah 30 gerbong. Peralatan seperti tiang katrol dan kereta bor, berada dalam satu gerbong tersendiri. Sedang peralatan seperti logam rel dan kayu mengisi nyaris setengah dari keseluruhan gerbong. Yaitu 12 gerbong.


Sedang sisanya seperti pecahan batu, debu vulcanik, dan pasir batu kapur, masing-masing mengisi tiga gerbong, yang berarti 9 gerbong. Kemudian tangki air ada 4 gerbong. Sisanya 4 gerbong adalah untuk tempat mereka beristirahat sama seperti saat ke wilayah barat.


Kereta mereka memerlukan waktu 8 hari dari jembatan Jurang Besar menyeberangi wilayah tengah. Yang akhirnya sampai di lembah terjal Ceruk Bintang.


Lebar jarak wilayah tengah itu kurang lebih sama dengan bentang wilayah antara kediaman keluarga Bartholomew dengan kotaraja Elbrasta. Yang biasa memakan 4 hari perjalanan dengan kereta kuda untuk menyeberanginya.


Dari wilayah tengah yang paling landai, mereka mendirikan sebuah stasiun. Dari situ Nata mulai membangun pondasi yang akan mereka gunakan sebagai kota nantinya.


-


Sementara itu kelompok Aksa masih terus melanjutkan pembangunan jalur kereta menuju ke selatan. Namun mulai dari sini pekerjaan memasang jalur kereta tersebut menjadi sangat sulit dan sangat lambat.


Mereka harus memasang peralatan di medan yang hanya selebar satu jalur kereta saja. Kemudian harus menambahkan tiang-tiang besi penyangga untuk membuat jalur kereta yang kedua.


Mereka juga masih harus membuat penyangga beton di dasar dan lereng lembah atau jurang, agar besi penyangganya kuat menahan tekanan kereta saat berjalan. Dan juga harus memastikan dasar untuk tempat membangun beton itu kuat.


Para pekerja dan para penyihir naik turun lembah menggunakan tambang besi yang di kaitkan pada sebuah katrol, yang terpasang permanen di salah satu gerbong kereta.


Membutuhkan nyaris 3 minggu, hanya untuk melewati lembah Ceruk Bintang saja.


Dan setelah itu mereka harus melewati lereng dinding Sekai, dan harus menggunakan kereta bor untuk menembus salah satu bukit yang tidak mungkin untuk diputari.


Butuh waktu hampir 2 minggu untuk melubangi tebing. Dan sekaligus membuat rongga-rongga udara di dalam trowongan tersebut.

__ADS_1


Dan setelah 3 minggu melewati dinding Sekai tersebut, akhirnya mereka sampai di ujung dataran tinggi selatan. Didepan mereka tampak terbentang dataran yang lebih rendah yang lumayan luas, yang di kelilingi tembok tebing seperti Perkemahan Bawah di utara. Hanya saja luas tempat itu sepuluh kali luas Perkemahan Bawah.


Di bukit sebelah selatannya ada celah yang memiliki lebar tiga kereta kuda dijajar. Yang merupakan satu-satunya jalan untuk menuju ke daratan selatan.


-


"Wah, akhirnya kita sampai juga diujung selatan tanah ini. Setelah memakan waktu dua bulan melewati lembah-lembah berbahaya. Aku rindu tanah lapang seperti ini" ujar Aksa seraya berlarian kecil mengelilingi area landai tempat kereta uap mereka berhenti.


Tampak wajah-wajah lega dan gembira pun terlihat pada para pekerja dan penyihir. Mereka juga merasa senang bisa berdiri diatas tanah lapang. Setelah dua bulan lamanya mereka hanya berada diatas gerbong dan tergantung pada tambang besi diatas jurang.


"Setelah ini kita akan membuat stasiun ditempat ini. Lalu membangun elevator menuju kebawah sana" ucap Aksa kemudian kepada Couran, "Tapi sebelum itu mari kita berpesta dulu, untuk merayakan keberhasilan kita menginjak dataran lapang lagi" tambahnya kemudian.


"Perayaan macam apa itu?" Tanya Couran mengeryitkan dahi mendengar ucapan Aksa. Tapi tetap setuju untuk melakukannya.


Mereka membuat rumah yang cukup besar tak jauh dari stasiun dengan menggunakan material yang mereka bawa. Dan kemudian membongkar semua peralatan tidur dan peralatan memasak yang ada didalam gerbong kereta, lalu memasangnya dirumah yang baru mereka buat tadi.


.


Mereka berada di wilayah selatan itu selama 2 minggu sebelum akhirnya semua orang tanpa terkecuali, kembali ke wilayah tengah.


Mereka membutuhkan waktu 2 bulan untuk sampai ke wilayah selatan. Namun hanya perlu waktu 1 harian saja untuk kembali ke wilayah tengah.


Jadi kini dari dataran tinggi selatan menuju dataran tinggi utara dan sebaliknya hanya memerlukan waktu 1 hari saja. Jauh lebih cepat dibanding penyeberangan laut yang memerlukan waktu 2 hari diatas lautan.


-


Sementara disaat yang bersamaan dengan saat Aksa masih dalam proses membuat jalur kereta menuju selatan. Nata juga sudah mulai mengerahkan pekerja untuk membuat saluran air di wilayah tengah.

__ADS_1


Sementara itu kelompok Bintang Api dan ksatria milik Helen, melakukan penjelajahan dan pembersihan di wilayah tengah tersebut.


-


Tampak Nata sedang berbincang dengan Val dan Haldin di dalam tendanya diwilayah tengah, membahas tentang alat baru yang akan mereka buat. Terlihat kertas rancangan bertuliskan 'Gondola' di atas meja dihadapan Val.


Mereka sudah memasuki dua minggu proses pengerjaan pondasi dan saluran air wilayah tengah. Dan menurut perhitungan Nata akan selesai dalam waktu dua minggu lagi.


"Jadi untuk apa sebenarnya alat ini Nat?" Tanya Val sembari mempelajari kertas gambaran tangan Aksa dihadapannya itu.


"Kita akan gunakan untuk menuruni dasar Ceruk Bintang dari wilayah tengah ini" jelas Nata. "Idenya adalah seperti gerbong kereta uap itu, hanya saja kita buat turun naik dengan jalur memutar" tambahnya kemudian.


"Hm, aku paham. Jadi, alat ini bergerak searah, dan bukan seperti katrol elevator yang bergerak bolak balik naik turun kan?" Haldin mengungkapkan pemahamannya.


"Benar sekali tuan Haldin. Dengan begitu as roda geriginya tidak akan cepat aus atau rusak dalam pemakaian jangka panjang. Karena kita akan membuatnya dalam sekala besar, jadi sangat merepotkan bila tidak tahan lama" jelas Nata kemudian.


Namun tiba-tiba perbincangan mereka bertiga disela oleh seseorang yang tiba-tiba masuk kedalam tenda. Tampak seorang prajurit dengan sedikit terengah-engah berdiri dihadapan Nata, Val, dan Haldin.


"Maafkan saya karena menyela pembicaran anda, tuan Nata. Tapi saya menerima perintah dari tuan putri Lucia untuk menjemput anda menuju perkemahan beliau di wilayah Utara" ucap ksatria itu dengan tegas dan dalam satu tarikan nafas.


"Apa yang sedang terjadi? Sepertinya sangat penting" ucap Nata seraya berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengambil tas rangselnya.


"Ada sekitar tiga ratus Yllgarian di depan Gerbang Utara saat ini" jawab Ksatria tersebut yang langsung membuat semua orang yang ada ditempat itu terkejut.


"Apa katamu? Tiga ratus Yllgarian?"


-

__ADS_1


__ADS_2