Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
17. Gadis Dalam Hutan


__ADS_3

Mereka akhirnya memasuki perbatasan antara wilayah Elbrasta dengan Estrinx, seminggu kemudian. Siang itu mereka berhenti sejenak untuk mengistirahatkan kuda-kuda mereka. Dibawah pohon yang rindang dibibir hutan yang tak jauh dari sebuah sungai.


"Kurasa hari ini kami akan berburu sebentar. Hutan perbatasan ini, terdapat banyak jenis rusa yang lumayan untuk santap malam nanti" ucap Huebert kemudian.


"Benar sudah lama kita tidak makan daging rusa" imbuh Deuxter.


"Aku juga akan kehutan, untuk mencari beberapa jamur obat" Ucap Lily mengikuti.


"Akan saya temani" Kali ini Lucia yang berucap.


"Kami akan menikmati hidup disini saja" ujar Nata.


"Idem" ucap Aksa.


"Dasar bocah pemalas"


"Aku juga tinggal" jawab Val kemudian.


Dan kemudian Huebert, Deuxter, Loujze, Lucia, Jean, dan Lily mulai memasuki hutan. Namun tak berapa lama setelah mereka ber enam masuk kedalam, mereka dihentikan oleh sebuah suara.


"Apa kalian mendengar suara itu?" Ujar Lucia.


"Seperti tangisan seorang gadis" ucap Loujze "disebelah sana" imbuhnya seraya menunjuk kearah hutan yang lebih dalam. Kemudian mereka bergegas mencarinya.


Hutan diperbatasan wilayah ini memang terkenal lebat dan memiliki beraneka jenis tumbuhan. Pepohonannya begitu rindang dan tinggi. Fauna yang tinggal di dalamnya pun banyak dan beragam. Mereka ber enam menyusuri jalan dimana rimbunnya semak dan akar pepohonan yang mencuat keluar dari dalam tanah membuatnya susah untuk dilewati.


Akhirnya sumber tangisan tersebut pun ditemukan. Saat tak jauh dari sebuah pohon besar yang ditunjuk oleh Loujze, tampak seorang gadis kecil terduduk menangis di depan seekor srigala yang tampak terbaring.

__ADS_1


"Hati-hati gadis kecil. Menjauhlah dari srigala itu" ucap Lucia kemudian memberi peringatan.


"Popo, tolong selamatkan Popo" balas gadis itu dengan sesenggukan menunjuk kearah srigala dihadapannya.


Baru disadari ternyata tampak srigala itu sedang terluka. Terlihat beberapa bagian tubuhnya terkoyak dan berdarah.


Melihat hal tersebut membuat mereka segera menghampiri. Lucia segera memeluk si gadis, sementara si trio pemburu tampak memeriksa kondisi srigala tersebut.


-


"Kalian ini. Mencari jamur obat dan berburu rusa kedalam hutan, kenapa kembali malah membawa masalah" ujar Nata ketika melihat rombongan itu keluar dari hutan dengan seorang gadis kecil dan seekor srigala besar yang terluka.


"Mungkin ini kutukan Lucia"


"Karena tidak ada dari kami yang bisa menggunakan sihi penyembuh" ujar Lucia, "jadilah kami meminta mu yang memiliki kemampuan seorang tabib itu untuk merawat luka si srigala itu" imbuhnya kemudian.


Tampak srigala itu sangat besar untuk ukuran seekor srigala yang biasa dilihat oleh Aksa. Mungkin setinggi pundak Aksa saat sedang berdiri di atas ke empat kakinya. Perlu Huebert dan Deuxter untuk membopong tubuhnya dari dalam hutan tadi. Bulunya abu-abu terang dengan beberapa bagian yang berwarna lebih gelap.


Sedangkan Nata memperhatikan bahwa srigala ini terlihat sangat jinak. Meski tak secara penuh, tapi dia yakin srigala itu pasti peliharaan seseorang.


-


"Siapa namamu gadis kecil?" Tanya Lucia kemudian saat mereka sudah kembali duduk ditepi sungai sementara yang lain kembali masuk kedalam hutan untuk kembali berburu dan mencari jamur obat.


"Andele" jawab gadis yang kira-kira berusia sepuluh tahun itu setelah meneguk susu kambing hangat pemberian Lucia.


"Dari mana asal mu? Kenapa kau bisa sampai ada dialam hutan?'

__ADS_1


"Saya bersama pedagang Azzur yang kebetulan berhenti di sekitar sini. Dan saat saya sedang mengumpulkan buah kedalam hutan, saya tersesat"


"Lalu?"


"Lalu muncul hewan buas yang mengejar-ngejar. Dan akhirnya Popo berhasil mengusir mereka. Tapi Popo terluka.


"Jadi srigala itu peliharaan mu?" Tanya Nata kemudian.


"Bukan, Popo sahabat kakak" jawab Andele.


"Tadinya kau bersama kakakmu?"


"Tidak, tapi dia pasti kuatir melihat saya belum kembali sampai saat ini" jawab Andele kemudain.


"Kau memang seorang gadis pemberani, Andele" ujar Nata kemudian.


"Mungkin rombongan mu belum jauh dari sini, kami akan coba berkeliling sekitar hutan untuk mencarinya nanti" ucap Lucia menenangkan Andele.


-


Kemudian muncul seorang pemuda dari dalam hutan tak lama setelah lewat dari tengah hari. Saat yang lain sudah membersihkan dan menguliti rusa hasil tangkapan mereka pagi tadi.


Terlihat pemuda itu mengenakan pakaian yang sedikit aneh, karena tampak tidak simetris bagian kiri-kanan, atas-bawah nya. Terbuat dari kulit binatang tebal yang tumpang tindih satu dengan lainnya. Benar-benar terlihat berantakan. Kompak dengan rambut pendek hitamnya yang juga terlihat acak-acakan. Berpostur tubuh atletis serta beberapa luka gores di wajah dan tangan, mengisaratkan bahwa pemuda ini sudah terbiasa hidup di alam liar.


"Selene!" Teriak Andele saat mendapati pemuda tadi mendekat.


"Adele! Kau baik-baik saja?" Ujarnya menjatuhkan tombak kayu ditangannya, kemudian berlari memeluk gadis kecil tersebut.

__ADS_1


__ADS_2