Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
21. Penyeimbang


__ADS_3

Sosok Ikhties melaju dengan pedang yang terhunus siap menghujam Val. Sedang posisi Anna yang cukup jauh tidak sempat untuk mengejar dan menghentikan perempuan berbaju putih itu.


Namun tampaknya Rafa menyadari hal tersebut, dan segera melemparkan bola api kearah Ikhties. Sayangnya sebelum berhasil menghantam tubuh perempuan itu, panah angin meluncur dan menghancurkan bola api tersebut di udara.


Tapi belum selesai. Aksa yang tadi terlempar ke belakang, kini sudah bangkit berdiri dan menembakan pistolnya ke arah perempuan yang sedang melayang di udara itu.


Suara rentetan ledakan pistol Aksa terdengar nyaring sekarang. Saat sebelumnya tersamar oleh suara ledakan bola api Rafa.


Peluru yang nyaris tak terlihat itu menghujam Ikhties dengan bertubi-tubi. Membuatnya mau tak mau harus menghindar kesamping. Membatalkan serangannya kearah Val.


Begitu mendarat, Ikhties segera berguling dan kembali memasang kuda-kuda. Wajahnya terlihat bingung mendapati bagaimana serangan Aksa bisa sampai membuat kakinya berdarah. Terlihat goresan memanjang di sisi luar kaki kirinya, karena terserempet peluru dari pistol Aksa.


Tapi belum Ikhties sempat kembali merencanakan sesuatu, Val tampak membuka matanya. Yang kemudian meraih tombak besi berujung martil yang menggantung dibelakang punggungnya dan mengangkatnya ke udara.


Bagian ujung dari martil tersebut tampak mulai bersinar jingga. Dan begitu Val menghentakan tombaknya ke lantai dek kapal besi tersebut, sinar jingga itu langsung padam.


Begitu sinar itu padam, semua orang merasakan bahwa senjata mistik yang mereka gunakan tidak lagi memiliki aliran Jiwa. Seluruh senjata mistik yang ada diatas kapal tersebut tersegel.


"Apa ini?" Pria berbusur panah yang pertama merasakannya. Kekuatan anginnya hilang, lenyap begitu saja dari tubuh dan busur panahnya.


"Apa yang terjadi?" Dragcoz menatap kearah pedangnya yang tidak lagi memiliki aliran Jiwa yang dapat ia gunakan.


"Oh, jadi ini yang dimaksud tuan Val dengan menyeimbangkan pertarungan" Nikolai menatap tombak ditangannya yang sudah tidak mengeluarkan petir meski ia sudah mencoba menyalurkan aliran Jiwa nya.


"Apa yang kau lakukan?" Ikhties terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Senjata mistiknya kini hanyalah sebuah senjata biasa saja.


"Ini baru yang namanya seimbang" Anna mulai tersenyum setelah ikut merasakan bahwa pedangnya kini adalah sebuah pedang biasa.


Dan tanpa pikir panjang lagi, Anna segera berlari menerjang Ikhties.


Nikolai juga segera menyiapkan kuda-kuda dan mulai menyerang Dragcoz.


Sedang Val masih tetap diam berdiri dengan tombak martil dalam genggaman. Tampak ia menjaga sihir penyegel senjata mistik itu agar tetap bekerja.

__ADS_1


Sedang Rafa yang ahli dibidang sihir tanah dan perlindungan itu, sekarang hanya bisa membuat pelindung sihir di hadapan Val. Tampak ditangan kirinya menggenggam tongkat sihir. Dan di tangan kanannya menggenggam sebuah pistol yang diberikan Aksa sebelum ini.


"Baiklah. Kalau sudah begini, giliranku yang ngecheat" Aksa mulai terlihat tersenyum.


Dan dengan segera Aksa maju mengarahkan pistolnya kearah pria berbusur panah yang kini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena pria tersebut tidak membawa anak panah sama sekali. Sedari tadi ia hanya mengandalkan sihir angin dari senjata mistiknya.


Aksa dengan mudah menyarangkan pelurunya ke kaki pria berbusur panah tersebut. Disamping pria itu tidak memiliki sesuatu untuk berlindung. Ia bahkan tidak menggunakan plat besi pelindung sama sekali. Itu karena selama ini, pria tersebut bergantung pada zirah dari sihir angin yang melindunginya.


Tampak pria berbusur panah itu berguling-guling menahan rasa sakit di kaki kanannya.


Sementara itu tanpa kekuatan senjata mistik, Dragcoz tidak ada apa-apanya dibanding Nikolai. Kemampuan berpedang Dragcoz jauh dibawah Nikolai. Dragcoz tampak mulai kualahan dan terdesak menghadapi serangan tombak Nikolai.


Sedang pertarungan Anna dan Ikhties terasa cukup seimbang. Mereka memiliki kemampuan berpedang yang hampir sama.


Namun setelah Aksa menembak pria berbusur panah tadi, kini sasarannya berganti kearah Ikhties.


Aksa terus membidik dan menembak perempuan yang sedang menghadapi Anna tersebut. Dan karena harus melawan dua orang sekaligus, membuatnya mulai terdesak. Dan pada saat Ikhties mulai lengah, peluru Aksa berhasil menembus kaki kirinya.


Dan bersamaan dengan Ikhties yang terjatuh seraya mengerang kesakitan, Nikolai juga berhasil memukul jatuh Dragcoz.


Aksa tampak tersenyum sombong. "Utusan dewa" ujarnya kemudian seraya memutar pistol ditangannya.


Val melepas sihir penyegelnya saat Nikolai sudah mengambil semua senjata mistik dari tiga lawannya tersebut, sementara Rafa bergegas menuju kebawah untuk memanggil para penyembuh.


Setelah luka para Juara dari kerajaan Urbar tersebut disembuhkan, mereka dikurung dalam penjara besi di lantai B2.


-


"Saya benar-benar tidak menyangka anda bisa melakukan hal seperti itu, tuan Val" Anna terlihat sangat kagum terhadap Val.


"Semua senjata mistik yang terbuat dari logam, berasal dari marga Realn. Jadi kami tahu bagaimana cara aliran Jiwa bekerja dalam senjata tersebut. Dan itu berarti kami juga tahu cara untuk mengacaukannya" Val menjelaskan saat mereka sudah kembali berada di dalam anjungan.


"Berarti semua Realn bisa melakukan hal tersebut?" Kali ini Aksa yang bertanya.

__ADS_1


"Benar" jawab Val cepat.


"Tapi kenapa harus memakan waktu lama untuk persiapannya, Val? Kalau begitu sama saja skill itu ga terlalu berguna, dong" Aksa berucap lagi.


"Itu karena aku harus mengumpulkan banyak aliran Jiwa untuk menjangkau area yang cukup luas. Bila kemampuan itu digunakan saat sedang berduel, bisa lebih cepat untuk dikeluarkan. Karena tidak memerlukan banyak aliran Jiwa" Val menjelaskan.


"Tapi apa harus langsung ditempat pertempuran seperti tadi? Apa tidak bisa disimpan dulu, lalu baru dikeluarkan saat pertempuran berlangsung?" Aksa bertanya lagi. "Jadi aku ga perlu repot-repot melindungi mu" tambahnya mencoba menyombongkan diri.


"Bukan begitu cara kerja mahluk hidup terhadap aliran Jiwa. Tubuh kita bukan kristal Arcane yang dapat digunakan untuk menyimpan aliran Jiwa dalam jangka waktu lama" Val menjawab. "Lagi pula, kau tidak perlu repot-repot melindungi ku tadi. Karena aku sudah mengeluarkan sihir untuk membuat logam apapun akan langsung meleleh begitu berada dalam jarak satu kepalan tangan dari tubuhku" tambahnya kemudian dengan santai.


"Kau ini benar-benar karakter imba" Aksa terlihat jengkel karena gagal menyombongkan diri. "Jadi semakin jauh jangkauan sihir pengacau tersebut, berarti semakin banyak aliran Jiwa yang diperlukan. Yang berarti semakin lama juga persiapan yang dibutuhkan? Begitu, kan?" Aksa tampak kembali ke topik pembicaraannya semula.


"Benar, tapi tetap ada batasan untuk mahluk hidup menampung aliran Jiwa. Jadi jangkauannya pun pasti memiliki batasan" Val menjawab.


"Dan tadi, apakah itu batasanmu, Val?" Aksa bertanya lagi.


"Aku masih bisa menampung lebih banyak aliran Jiwa" jawab Val singkat.


"Sudah ku duga. Lalu Inventory Box itu. Pada siapa aku bisa meminta untuk dibuatkan? Dan jangan bilang kotak itu juga memerlukan pengendalian aliran Jiwa"


"Benar. Alat itu juga memerlukan pengendalian aliran Jiwa. Temanku seorang Shuuran yang membuatkannya, dua ratus tahun yang lalu. Aku sudah tidak tahu dimana sekarang ia berada. Aku sudah kehilangan kabarnya" Val menjawab.


"Menyebalkan sekali alat sihir didunia ini. Akan kucari cara untuk bisa mengendalikan sihir itu tanpa harus bisa mengendalikan aliran Jiwa" Aksa terlihat serius sambil mengangguk-angguk kecil.


"Semoga berhasil" saut Val kemudian.


"Baiklah, kalau begitu. Kita akan kembali berburu!" Peritah Aksa yang terlihat kesal mendengar ucapan Val yang seperti mengejeknya.


.


Dan kemudian mereka mulai melanjutkan memburu dan menghancurkan 16 kapal kerajaan Urbar yang tersisa, tanpa ampun.


Setelah itu mereka kembali menuju ke kapal Admiral besar yang berwarna putih, yang sekarang sudah terlihat separuh tenggegelam. Dan tampaknya sang Admiral sudah tidak ada lagi di kapal tersebut. Mungkin mereka sudah melarikan diri dengan kapal yang lebih kecil lagi.

__ADS_1


-


__ADS_2